17 Februari 2015

Review : POP HOTEL

Assalamualaikum cantik :)

Selamat malam batam, alhamdulillah udah nyampe sore tadi dengan selamat di batam. Ada satu janji saya selama disana. Pas nyampe di batam ada keinginan untuk review hotel yang saya tempati selama liburan di Jakarta.

POP HOTEL.

Yeahhhhh, seminggu sebelum hari kita berangkat kejakarta, grup bb buibu sudah gempar berunding tentang hotel yang akan kita tempati selama disana. Setelah berunding + googling kesana –kemari, pilihan jatuh di hotel ini. Besoknya saya langsung booking di agoda. Perhitungan saya saat itu yang pertama karna MURAH!!*tetep yah :p , bangunan yang sangat baru, luasan kamar yang agak besar di banding hotel murah yang jadi bertimbangan kami, dan dekat dengan Mall Kelapa Gading + dari dulu memang penasaran dengan konsep murah + go green yang pihak hotel tawarkan. Saya tipikal orang yang berplanning kalau jalan-jalan. Sampai hotelpun saya gak mau sembarang, bukan hanya murah sih yang saya pertimbangkan, tapi setidaknya ada pelajaran yang saya bisa ambil dalam pemilihan hotel ini. Dan SAYA DAPAT!!

Pas melihat tulisan POP hotel di sisir jalan boelevard, sayapun berdecak kagum sih awalnya, hotel yang murah tapi gak murahan dalam lokasi yang luar biasa dan gedungnya yang besar dan Tinggi. Pikiran pertama sih kiranya hotel ini gabungan ruko yang dipermak tapi ternyata tidak. Masuk hotel kita dilayani dengan pegawai yang memakai pakaian yang casual yang santai namun tetap sopan dan friendly.
Aku jatuh cinta langsung kenapa? karena suka dengan hijaunya itu loh :p 
Lobby hotelnya pun sangat membuat mata yang tadinya letih langsung berbinar-binar, sederhana tapi penuh warna yang ada dihotel ini membuat cerah ada kuning, hijau, orange, dan biru. Sekaligus yang sangat saya sukai anak- anak kita bisa bermain dan belajar dengan warna. tidak lama menunggu kunci kamarpun sudah ditangan dan kita hanya diberikan satu kunci tiap kamar, dikhawatirkan biasanya jika diberikan dua, bisajadi satunya dibawah keluar dan satunya lagi masih tersimpan ditempatnya sehingga AC dan listrik yang lain tetap hidup. Dan itu tidak hemat bukan?!
Sepanjang jalan kita ke kamar kita disuguhi dengan tulisan dan gambar kampanye go green. bukan hanya tulisan, hotel ini mengaplikasikannya ternyata, salah satunya yang saya paparkan diatas penggunaan satu kunci elektrik dan yang lainnya penggunaan lift hotel. jadi kartu/kunci kamar kita hanya untuk lantai Lobby, lantai 3 untuk breakbeat, dan kamar kita (1208) jadi tak ada drama kita salah lantai kamar *cerita nyata saya :p, sampai ke lantai kamar kita ada telepon umum yang langsung ke front office dan memang telepon yang biasanya ada disetiap kamar ini hanya ada satu ditiap lantai. masuk kamar kami juga disuguhi dengan konsep kamar yang sederhana namun nyaman, tetap dengan go green. Tissue hanya ada di kamar mandi yang biasanya tempat tissue ada di buffet, pemanas air yang tidak ada tapi bagi yang mempunyai anak kecil yang ada keinginan air panas bisa mengambil di lantai 3 yang disediakan pihak hotel gratis, kemasan sabun dan shampo yang ekonomis.


Paginya kita menuju tempat breakfast, dan konsep go green juga ada disana, dimana pemakaian daun pisang untuk membungkus salah satu menunya, dimna daun pisang memang material yang organik. beda dengan penggunaan plastik yang tak terurai atau piring yang membuang banyak air lagi untuk mencucinya, ini memang murah konsepnya tapi bukan murahan.

Hotel ini mengajarkan bukan hanya pegawai hotel tetapi kita yang memakai fasilitas hotelpun dapat merasakan konsep 'melek' go green ini. Dan kesimpulan saya sangat merekomendasi jika ada teman - teman yang mencari hotel, coba kesini dan kamu akan belajar konsep ramah lingkungan.



Bagi saya pribadi tidak perlu fasilitas mewah jika kita sendiri hanya datang merusaknya,
tetapi fasilitas yang cukup membuat kita semakin mensyukuri akan nikmat-NYA.
itulah mengapa GAYA HIDUP sulit membedakan mana keinginan dan mana kebutuhan. 

Lubnah Lukman.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar