19 Maret 2015

Mudik yang tak Terduga


Assalamualaikum kamu....

Udah hampir 3 minggu saya gak nulis yah, padahal banyak yang saya mau cerita salah satunya yah pulang kampung kami ke Makassar, tapi belum nyampe ke batam kita dihubungi sama yang mpunya rumah kontrakan bahwa kami harus pindah kerumah kontrakan baru, karna rumah kontrakan lama tetiba orangnya mau pake ditambah setelah itu 4 gigi bungsuh saya dioperasi lengkaplah alasan saya untuk menunda tulisan saya yang sebenarnya saya pengen menulis semua alasan dari penundaan tulisan ini *halahhh, next yah kita selesein satu-satu *sok ada yang baca :p

Yah sebenarnya kepulangan kami di makassar sebetulnya diluar perencanaan, sebenarnya nnti lebaran baru ke Makassar, tapi ada urusan penting yang harus diselesaikan.

Urusan penting itu apa?  Yah sebenarnya setahun lalu kita udah cicil dp untuk rencana rumah kita di java regency 3 bukit baruga tapi tiba-tiba diakhir tahun ini kita dihubungi pihak baruga kalau di java regency 2 ada yang cancel dan menawarkan kita maju menempati di java 2 asal januari ini kita udah akad. Akad?? Oh no. sebenarnya pertimbangan saya cukup berat, namanya akad pasti membutuhkan biaya yang besar ditambah kita akan pulang kemakassar dan itu membutuhkan biaya. Diluar dugaan ayah yang jadi tulang punggung kita malah semangat, pertimbangan java 2 di bukit baruga lokasinya didepan dibanding java 3 makanya ayah sang tulangpunggung kami sangat semangat jika memang itu terjadi.
Ayahnya zaf pun berkata : "Bisa kok bun. Insha Allah kita coba dulu!, kalo kita dimudahkan berarti rumah itu rejeki buat kita. Kalau diujung memang disulitkan kita mundur kembali ke java 3, intinya jangan dipaksakan". Dalam hatipun saya bismillah, suami selalu tau apa yang dia akan lakukan dan saya percaya itu, saya sebagai istri selalu support aja tapi tetap kita lakukan sebisa kita aja.

Sebulan urus sana sini, sebenarnya yang urus sih pihak baruganya, eike cuman telepon sana sini hehehe. Dalam 3 pengajuan bank kita diterima tapi cuman satu bank yang terima kita sesuai limit. Oke berarti minggu ini kita akan ke Makassar. Aseeeeekkkkk. Sebenarnya yang saya senang bukan acc ke bank dan akhirnya punya rumah, tetapi saya akan pulang kemakassar ketemu dengan orangtua saya, keluarga saya, teman-teman saya, kuliner yang saya selalu rindukan, suasananya, apapun tentang Makassar, selalu kami rindukan. bukan main senangnya saya. Alhamdulillah.

Senin pagi tanggal 26 januari 2015 kita terbang kemakassar, perasaan ini seperti rasa ketemu dengan sang kekasih. Serius!! Agak lebay sih, tapi entahlah terakhir ke Makassar waktu zaf umur 7 bulan. Saat sang pramugari mengatakan “selamat datang di Bandara Hasanuddin Makassar” Alhamdulillah saya sudah tiba di Makassar kota kenangan tercinta 25 tahun saya disini sebelum diboyong suami ikut ke batam.

Besoknya, 27 Januari 2015 jam 8 pagi kita menuju bank yang bersangkutan dan memulai akad, pengalaman pertama kami. Hanya setumpuk berkas yang kami tanda tangani dan sejam itu sudah selesai. Yaelahhhh, tujuan kami ke Makassar cuman tanda tangan berkas dan itu cuman 1 jam dan selebihnya silaturrahmi, hehehehe, entah mana yang jadi tujuan utamanya :p

 Alhamdulillah, sebenarnya kami nekat kredit rumah ini karena masih ada kurang setahun cicilan mobil kami, tapi sepasang suami istri ini tetap selalu mencoba tidak ada yang tidak mungkin, ada jalan kenapa kita tidak mencoba, masalah bisa dilalui atau tidak itu urusan belakang. kebanyakan mikir ujung-ujungnya nanti hilang peluang ini. Kadang langkah awal yang sulit kita mulai. Dan Alhamdulillah dimudahkan itu tandanya peluang bagi kami, tinggal kita olah kedepannya. Bismillah Ya Rabb, tak ada tangan yang bisa menggapai tanpa izinmu Yaa Rabb. Doa dan usaha menjadi senjata kami. Saya yakin, kami pasangan yang memulai betul dari 0 (nol) Insha Allah impian kali ini bisa kita raih dengan doa dan usaha yang keras. Doakan kami juga yakkkk!! :D

Seminggu kami dimakassar ternyata sangat-sangat singkat, masih banyak yang kami ingin lakukan bersama keluarga, teman-teman dan suami saya tentunya karena pas pulang kampung inilah kami bias nikmati masa berdua kami tanpa zafran hehehe, menjadi me time kami sebagai pasangan suami istri, zafran yang bisa dititip sebentar di rumah orangtua kami, tapi ternyata meninggalkan anak membuat hati dan perasaan juga gak tenang, alhasil kita tetap cepat pulang juga atau ketemu sama tema-teman tetap membawa zafran wong sebenarnya zafran yang jadi tujuan utama mereka bukan saya katanya huhhhhhhh

Insha Allah kami ketemu lagi dengan Makassar dan semua yang telibat dengan kota saya tercinta ini. Doakan kami dan kamu sehat-sehat selalu bertemu lagi dengan wajah cerah ditambah senyum yang sumringah sambil berpelukan erat saling berkata : AKU RINDU!

Waalaikumsalam.
LubnahLukman.

2 komentar:

  1. aaaaaah barakallah kak unna dan keluarga kecilnya
    semoga nanti bisa kayak ka unna sayanya hehe
    aamiin.
    iya ih saya termasuk yg belum berpeluang ketemu2an sama bubunnya Zafran
    next time insyaAllah ya kak, maybe pas masuk rumah :D

    BalasHapus
  2. ahhhh qiaaahhh.. kamu rajin bingit nulisnya, aku tak pernah ketinggalan ceritanya nahhh.... saya juga pengen gitu setiap momen ditulis seperti dulu, next selalu semangat Insha Allah..

    Lebaran nnti Insha Allah ketemuki nah, klo tidak saya kerumahmu gank heheheheh

    Rumahnya belum jadi qiah, setahunpi padeng, heheheh, doanya nah qiah. :*

    BalasHapus