17 April 2015

Resep : Batagor Sederhana

Assalamualaikum :)

Semenjak kami pindah ke rumah kontrakan baru, kami sekeluarga lebih sering menikmati sarapan di halaman belakang, Halaman yang cukup luas, bersih dan akses dindingnya yang tinggi jadi memang private bagi kami. 

Nah, pagi ini saya memulai untuk mencoba menulis di blog sebisa saya, setiap apa yang saya masak akan saya posting bersama cerita dan resepnya, semoga tetap istiqomah yah. Aamiin.

Nah pagi ini, tepatnya pas sudah sholat shubuh, saya sudah ngacir ke dapur untuk membuat batagor, emang udah janjian dalam hati sih, kalau besok menu sarapan buat kami bertiga adalah batagor tapi khusus buat zaf aku gak pakein bumbu kacang soalnya aku terlanjur campur dengan cabe huaaaa
Tapi gak apa-apa ada kecap sebagai penggantinya hehe maafkan bubunmu zaf :p

Nah ini saya coba tulis resepnya yah, sebenarnya saya nyontek resep dari om google tapi saya modifikasi sendiri menurut ketersediaan bahan :D

BATAGOR SEDERHANA

ahan : 250 gr ikan tenggiri, haluskan 250 ml air es 250 gr tepung kanji 2 batang daun bawang, iris tipis 2 batang seledri, iris tipis 3 siung bawang putih, cincang halus ½ - 1 sdt garam ½ sdt merica bubuk 6 buah tahu putih, ukuran 4 x 4 x 2 cm 8 lembar kulit pangsit minyak untuk menggoreng Pelengkap : kecap manis saus cabai jeruk limau saus kacang Cara membuat: 1.Campur ikan dan air es, uleni sampai adonan tercampur rata. Tambahkan tepung kanji, daun bawang, seledri, bawang putih, merica dan garam, aduk rata. Bagi adonan menjadi 3 bagian masing-masing utk isi tahu, isi pangsit dan satu bagian untuk bakso. 2.Potong diagonal masing-masing tahu menjadi 2 bagian (bentuk segitiga). Lubangi potongan tahu ditengahnya, sisihkan remah-remahnya. Campurkan adonan untuk isi tahu dengan remah-remah tahu, lalu isikan adonan tersebut ke dalam tahu. Lakukan hingga semua tahu terisi, sisihkan. Ambil selembar kulit pangsit isi dengan adonan ikan, satukan ujung-ujungnya ke atas, hingga sisi-sisinya saling merekat. Lakukan hingga kulit pangsit habis, sisihkan. 3.Panaskan minyak goreng yang banyak dalam wajan, goreng tahu isi dan pangsit hingga kuning kecoklatan, angkat, tiriskan, sisihkan. 4.Ambilkan sisa adonan ikan, bentuk dengan bantuan 2 sendok, langsung masukkan ke dalam minyak panas. Goreng hingga kuning kecoklatan, angkat, tiriskan, sisihkan. 5.Taruh tahu isi, pangsit dan bakso goreng di atas piring saji, biarkan utuh atau potong-potong, tuang saus kacang di atasnya. Hidangkan dengan saus cabai dan kecap manis, lalu beri perasan air jeruk limau. Saus Kacang I: 2 buah cabai merah (sesuai selera) 2 butir cabai rawit (sesuai selera) 1 sdt garam 1 siung bawang putih 5 butir kemiri sangrai 100 gr kacang tanah goreng, haluskan 1 - 1½ sdm gula merah, sisir halus 150 ml air matang 2 sdt cuka Cara Membuat : Haluskan cabai, cabai rawit, dan garam. Tambahkan bawang putih dan kemiri sambil terus haluskan hingga halus. Masukkan kacang tanah halus dan gula merah. Haluskan hingga halus. Larutkan dengan air dan cuka hingga menjadi saus yang cukup kental. Saus Kacang II: 150 gr kacang tanah goreng, haluskan ½ sdm cuka 1 sdt garam 3 sdm gula pasir 300 ml air Cara Membuat : Campurkan semua bahan, lalu rebus hingga mendidih. Saus Kacang III : 100 gr kacang tanah, goreng, haluskan ½ sdt garam 1 sdm gula pasir 125 ml air hangat 3 buah cabai merah, goreng, haluskan 1 sdm cuka ½ sdt kecap manis Cara Membuat : Campurkan semua bahan, aduk hingga licin dan rata.

Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
Bahan : 250 gr ikan tenggiri, haluskan 250 ml air es 250 gr tepung kanji 2 batang daun bawang, iris tipis 2 batang seledri, iris tipis 3 siung bawang putih, cincang halus ½ - 1 sdt garam ½ sdt merica bubuk 6 buah tahu putih, ukuran 4 x 4 x 2 cm 8 lembar kulit pangsit minyak untuk menggoreng Pelengkap : kecap manis saus cabai jeruk limau saus kacang Cara membuat: 1.Campur ikan dan air es, uleni sampai adonan tercampur rata. Tambahkan tepung kanji, daun bawang, seledri, bawang putih, merica dan garam, aduk rata. Bagi adonan menjadi 3 bagian masing-masing utk isi tahu, isi pangsit dan satu bagian untuk bakso. 2.Potong diagonal masing-masing tahu menjadi 2 bagian (bentuk segitiga). Lubangi potongan tahu ditengahnya, sisihkan remah-remahnya. Campurkan adonan untuk isi tahu dengan remah-remah tahu, lalu isikan adonan tersebut ke dalam tahu. Lakukan hingga semua tahu terisi, sisihkan. Ambil selembar kulit pangsit isi dengan adonan ikan, satukan ujung-ujungnya ke atas, hingga sisi-sisinya saling merekat. Lakukan hingga kulit pangsit habis, sisihkan. 3.Panaskan minyak goreng yang banyak dalam wajan, goreng tahu isi dan pangsit hingga kuning kecoklatan, angkat, tiriskan, sisihkan. 4.Ambilkan sisa adonan ikan, bentuk dengan bantuan 2 sendok, langsung masukkan ke dalam minyak panas. Goreng hingga kuning kecoklatan, angkat, tiriskan, sisihkan. 5.Taruh tahu isi, pangsit dan bakso goreng di atas piring saji, biarkan utuh atau potong-potong, tuang saus kacang di atasnya. Hidangkan dengan saus cabai dan kecap manis, lalu beri perasan air jeruk limau.

Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
  Bahan :
200 gr Ikan tenggiri
150 ml Air es
150 gr Tepung Kanji
1 Biji Telur
75 gr Tepung Maizena
2 batang daun bawang, iris tipis
5 siung bawang putih, haluskan
garam, merica bubuk
8 buah tahu putih, kira-kira 4x4x2 cm
Jeruk nipis
minyak untuk menggorang

Cara Membuat :
- Campur ikan dan air es, uleni sampai adonan tercampur rata, tambahkan tepung kanji, maizena, telur, daun bawang, bawang putih, garam, merica, aduk rata semuanya
- Potong menjadi 2 bagian tahu (bentuk segitiga) lubangi potongan tahu ditengahnya, sisihkan remah-remahnya, lalu campurkan remah-remah tahu ke adonan, sisihkan. 
- Ambil tahu, isi tengahnya dengan adonan ikan, lakukan sampai tahu dan adonannya habis.
- Panaskan minyak goreng, goreng tahu yang sudah dicampur adonan ikan hingga kuning kecoklatan, angat dan tiriskan
- Setalah digoreng, potong-potong menjadi kecil atau sesuai selera, sajikan di piring tuang saus kacang dan lengkapi dengan irisan jeruk nipis.

Bahan saus kacang *ini aku kira-kira saja lupa takar :(

Cabe Merah Besar, Cabe rawit, garam, cuka, jeruk nipis, Kacang goreng-haluskan, bawang putih, kemiri-haluskan, gula merah, Air Hangat
(dan bahan diatas semua dicampur dan diaduk rata)

Sekian.
LubnahLukman.

15 April 2015

Semua untuk Keluarga :)

Assalamualaikum:))

Malam ini selalu menjadi kebiasaan saya dan suami saat zaf tertidur pulas dikamar, setelah bercengkrama tentang dunia suami di kantor dan saya di rumah atau perkembangan zaf sehari ini, atau ngobrol ngalur ngidul, setelah itu kami pasti saling memegang laptop masing-masing, suami yang sangat asyik mengerjakan laporan kantornya dan saya sangat asik untuk menulis apa aja atau membaca.

Yah, setahun lebih saya #BeraniLebih tanpa pikir panjang untuk resign dari kantor saya untuk mengikuti suami merantau di batam, kebetulan sebelum kami menikah suami sudah ditempatkan di batam, makanya setelah kami menikah, Kami yang masih LDR, saya di makassar bekerja dan suami di batam, tapi setelah mengetahui saya hamil sayapun ikut merantau ke batam.

Keputusan ini memang saya ambil tanpa pikir panjang, takut saya amat sangat banyak jika saya berpikir kepanjangan, diantara ketakutan saya : takut kepikiran kelak karier saya berhenti sampai disini, uang dari gaji saya sudah tidak saya dapatkan, apa gunanya kerja keras kuliah dan kerja di kantor saya selama ini jika ujung-ujungnya saya resaign secepat ini, tidak ada lagi nongkrong-nongkrong seenaknya sama teman-teman kantor, gak ada lagi belanja sesuka hati, gak ada lagi tampil cantik setiap ke kantor, gak ada lagi sepatu dan baju bagus, gak bisa travelling lagi kemana-mana, ahhhhhh… begitu banyak saya korbankan.

Tapi, melihat suami yang mondar-mandir batam-makassar ataupun sebaliknya saya yang ke batam, kebanyakan suami makan diluar yang saya tau pasti tidak sehat, gak ada urusin bajunya, jikalau ada pertemuan untuk membawa keluarga dia cuman datang sendiri, dan masih banyak lagi pertimbangan saya, gak ada tempat keluh kesah dia, karena biarpun kita selalu telponan, tapi saya rasakan bahwa sangat beda jikalau kita saling menatap muka langsung. 

Dan sekarang sudah hampir setahun saya #BeraniLebih jadi Ibu Rumah Tangga yang dirumah saja menanti suami pulang kantor dengan senyuman paling manis :p, Mengurus 2 lelaki kesayangan saya tanpa ada yang membantu, termasuk mencuci baju, memasak, mengepel, menyetrika, mencuci kamar mandi, Mencuci piring, membersihkan dan menyiram halaman, membersihkan kaca, mengatur keuangan, memperbaiki mainannya zaf yang rusak, memikirkan dan membuat mainan edukatif zaf, bermain bersama zaf,  kadang kalau gak ada ayah saya juga yang mengangkat galon dan masih banyak lagi. Hebatkan saya?? aku aja sendiri kaget ternyata banyak juga yah hahahah dan juga gak terpikir bisa yah saya kerjakan semua itu, yah itulah berangkali yang dinamakan  ‘The Power is Women’ kekuatan itu datang dengan sendirinya tanpa ada pelatihan atau seminar ini dan itu.

Intinya setiap malam saya sudah menulis entah di otak saya atau di selembar kertas dan ditempel di kulkas apa yang saya kerjakan untuk besok, supaya waktu saya tidak keteteran, dan begitu senangnya saya jikalau hari sudah jumat, karena besoknya saya bebas dengan pekerjaan itu semua. Suami saya sangat tau kesenangan dari anak terutama ISTRINYA yaitu diajak jalan :D sederhanakan?! Karena kebahagian bagi saya saat ini sebagai Ibu Rumah Tangga bukan lagi naik gaji atau naik pangkat, tetapi cuman kumpul bersama mereka suami dan anak sambil melakukan aktifitas menyenagkan. 

Hasil dari #BeraniLebih saya mengambil keputusan ini saya mempunyai banyak waktu untuk mereka. Suami yang Sukses dikerjaannya dan anak yang tumbuh riang dan sehat itu sudah bisa jadi hadiah lebih untuk pengorbanan saya. Dan saya suka itu :*
Anak. Suami. Istri



 Waalaikumsalam.
LubnahLukman.

Instagram : Unnalukman



Tulisan ini disertakan untuk Kompetisi Tulisan Pendek LIGHT OF WOMAN
https://www.facebook.com/lightofwomen/photos/a.689768644417701.1073741830.668299303231302/864009523660278/?type=1&theater

7 April 2015

Review : Novel 'Sabtu bersama Bapak'


Assalamualaikum :) 

“Menjadi Panutan bukan tugas anak sulung kepada adik-adiknya, menjadi panutan adalah tugas Orangtua untuk semua anak” Sabtu bersama bapak.

Hampir 2 minggu sudah terlewat janji untuk nulis review buku ‘SABTU BERSAMA BAPAK’ dan akhirnya ada kesempatan juga malam ini, maklum IRT kadang tugasnya gak bisa diprediksikan *nyari alasan :p 

Kalimat diatas yang dibold adalah salah satu dari sekian banyaknya quote yang sangat membuat saya speechless, pengalaman pribadi saya adalah anak bungsu yang selalu berkiblat pada anak pertama yang kebetulan perempuan juga, entah kakak saya merasa punya tanggung jawab demikian menjadi panutan atau tidak. Tapi diluar itu Alhamdulillah kakak pertama saya sampai sekarang selalu menjadi panutan terkhusus saya yang perempuan. Dan dari quote itu saya tambah semangat untuk terus belajar untuk menjadi orangtua yang baik buat semua anak-anakku. Aamiin. Karena sesungguhnya madrasah pertama bagi anak adalah rumah dan gurunya adalah orangtua.

Yah, Novel ini sangat ajaib bagi saya, sisi parenting yang dibuat menjadi novel, bercerita dengan bahasa yang sederhana dan tidak membosankan karena diselingi dengan komedi ringan tapi bikin terbahak, Penulis ini berhasil membuat saya ketagihan terus membaca sampai 2 kali khatam buku ini, hahahaha. Tidak seperti buku parenting yang kebanyakan mengajarkan kita sisi kesempurnaan dalam pengajaran orangtua ke anak. Saya sebagai Istri dan juga Ibu sangat banyak mengambil manfaat dari novel ini, salah satunya bagaimana membina hubungan Ayah-Ibu ke anak di zaman modern ini, Masalah Financial keluarga, dan hubungan suami-istri.

Dan pribadi memang sih saya lebih mengerti jikalau buku-buku parenting dijabarkan lewat cerita sehari-hari.

Dan senangnya karena Ayahnya zaf juga ikut membaca sampai khatam novel ini, saya tahu dia suami yang terus berusaha menjadi suami-ayah yang baik, beliau tau waktunya tidak banyak untuk bercengkrama atau bermain bersama anak-istrinyanya, pagi sudah kekantor kadang malam baru dirumah, dan anaknya sudah tidur pulak, dengan buku ini ada beberapa moment yang dia pelajari dalam menjaga hubungan ini tetap menjadi hangat. Makanya kami selalu membaca atau diskusi tentang parenting, termasuk diskusi mengenai buku ini. Makasih ayah. Karena sesungguhnya itu menjadi tanggung jawab kita berdua.

Satu yang terakhir, bagi teman-teman yang ingin menikah atau yang sudah menjalani rumahtangga terkhusus lelaki, saya sarankan baca buku ini!!

LubnahLukman.