7 April 2015

Review : Novel 'Sabtu bersama Bapak'


Assalamualaikum :) 

“Menjadi Panutan bukan tugas anak sulung kepada adik-adiknya, menjadi panutan adalah tugas Orangtua untuk semua anak” Sabtu bersama bapak.

Hampir 2 minggu sudah terlewat janji untuk nulis review buku ‘SABTU BERSAMA BAPAK’ dan akhirnya ada kesempatan juga malam ini, maklum IRT kadang tugasnya gak bisa diprediksikan *nyari alasan :p 

Kalimat diatas yang dibold adalah salah satu dari sekian banyaknya quote yang sangat membuat saya speechless, pengalaman pribadi saya adalah anak bungsu yang selalu berkiblat pada anak pertama yang kebetulan perempuan juga, entah kakak saya merasa punya tanggung jawab demikian menjadi panutan atau tidak. Tapi diluar itu Alhamdulillah kakak pertama saya sampai sekarang selalu menjadi panutan terkhusus saya yang perempuan. Dan dari quote itu saya tambah semangat untuk terus belajar untuk menjadi orangtua yang baik buat semua anak-anakku. Aamiin. Karena sesungguhnya madrasah pertama bagi anak adalah rumah dan gurunya adalah orangtua.

Yah, Novel ini sangat ajaib bagi saya, sisi parenting yang dibuat menjadi novel, bercerita dengan bahasa yang sederhana dan tidak membosankan karena diselingi dengan komedi ringan tapi bikin terbahak, Penulis ini berhasil membuat saya ketagihan terus membaca sampai 2 kali khatam buku ini, hahahaha. Tidak seperti buku parenting yang kebanyakan mengajarkan kita sisi kesempurnaan dalam pengajaran orangtua ke anak. Saya sebagai Istri dan juga Ibu sangat banyak mengambil manfaat dari novel ini, salah satunya bagaimana membina hubungan Ayah-Ibu ke anak di zaman modern ini, Masalah Financial keluarga, dan hubungan suami-istri.

Dan pribadi memang sih saya lebih mengerti jikalau buku-buku parenting dijabarkan lewat cerita sehari-hari.

Dan senangnya karena Ayahnya zaf juga ikut membaca sampai khatam novel ini, saya tahu dia suami yang terus berusaha menjadi suami-ayah yang baik, beliau tau waktunya tidak banyak untuk bercengkrama atau bermain bersama anak-istrinyanya, pagi sudah kekantor kadang malam baru dirumah, dan anaknya sudah tidur pulak, dengan buku ini ada beberapa moment yang dia pelajari dalam menjaga hubungan ini tetap menjadi hangat. Makanya kami selalu membaca atau diskusi tentang parenting, termasuk diskusi mengenai buku ini. Makasih ayah. Karena sesungguhnya itu menjadi tanggung jawab kita berdua.

Satu yang terakhir, bagi teman-teman yang ingin menikah atau yang sudah menjalani rumahtangga terkhusus lelaki, saya sarankan baca buku ini!!

LubnahLukman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar