3 Juni 2015

Awaluddin Paingngi dan Hobi barunya :D

Assalamualaikum :)

Foto yang temannya ambil waktu main golf didaerah Lagoi, Bintan, Tanjung Pinang.

Sedikit bercerita mengenai hobi ayah yang baru, ehh gak ding, bukan baru tapi sudah setahun lebihlah tapi baru beberapa bulan ini diseriusin. Apa itu??

GOLF satu kata yang membuat saya kaget mengenal olahraga ini, golf sama seperti kota batam kita gak pernah kepikiran untuk tinggal dibatam, melirik aja gak apalagi kepengen, dan akhirnya senang tinggal dikota ini biarpun sering home sick sih. sama dengan GOLF olahraga yang sangat asing dimata kami, khususnya saya, sering liatnya cuman di tv tapi buru-buru langsung pindah chanel, nampak luar olahraga ini mempunyai kelas tersendiri, hanya kalangan borju yang bisa ikut kedalam arus dinamika olahraga ini.

Mahal, terlintas kesan pertama dalam olahraga ini, dari alat sampai perlengkapannya gak main-main soal harga, saya kira semakin mahal yah semakin bagus, padahal belum tentu mahal itu bagus, itu berlaku digolf juga ternyata intinya kata suami rasa nyaman.

Apasih olahraga ini tinggal angkat stick lalu pukul, gampangkan?? Menurutku sambil melihat tv yang kebetulan nyiarin tournament golf. Pasti orang-orangnya cuman menang style semuanya, apalah-apalah, semakin aku pikir tentang golf yang terlintas semua NEGATIF, apalagi ingat waktu kasus antasari yang berkaitan dengan wanita yang berita disebut seorang caddy,  ahh semua kasus negative bermunculan diotak saya, pertanyaan puluhan bahkan ratusan pengen aku wawancarai orang yang bergelut diolahraga ini, apa sih kenikmatan dalam olahraga ini??!! karena kalau sama suami aku palingan jawaban disekitar itu, saya pengen cari yah jalan satu-satunya googling. Sampai tulisan saya terkesan random karena otak dan tangan saking banyak yang ingin ditulis tapi tangan tak sanggup untuk menulisakannya *halah *mulai deh lebaynya. 

Emang kalau dipikir tanpa kita masuk kedalamnya semua negative, dan sayapun coba mencari artikel tentang olah raga ini, melihat aktifitas golf lewat ayah, melihat cara dia menyukai olahraga ini, dan tetap mengawasi gerak-geriknya, sampai suatu saat karpet main zaf robek gara-gara dia latihan saking semangatnya :D

Singkat cerita, kurang lebih setahun yang lalu saat saya hamil zafran dan pada waktu bersamaan saya udah resign dari kantor dan memilih hidup bersama suami. Kata golf tidak terlepas dari diskusi kita tiap malam bareng suami, entah dari boomingnya olahraga golf ini dikantornya sampai-sampai ajakan untuk driving dan main di lapangan selalu jadi perbincangan, tapi diluar itu ayah pada waktu itu saya lihat dia tidak begitu antusias seperti sekarang, dia masih dalam masa berfikir sepertinya, bukan karena saya melarang, dan memang saya gak pernah melarang tapi lebih memberikan dia pandangan dan masukan.Tapi kembali ayah disitu belum terlalu tertarik. Entah belum tertarik atau dia belum menemukan kenyamanan dari olahraga ini.

Aku bilang, ini olahraga mahal kamu pertimbangkan dengan matang, jangan sampai karena di kantor lagi booming dan kamu ikutan setelah itu ‘dibuang sayang’, ini bukan seperti sepakbola atau renang, yang alatnya masih terjangkau dan kalau tidak rutin bisa disimpan juga gak apa2, tapi ini GOLF, stick yang kamu beli bekaspun namun akhirnya gak terpakai sakit hati juga liatnya. 

Tapi saya tau tipikalnya, dia orang yang tidak teledor beda dengan saya hehehe, dia tau saat  mana yang prioritas mana yang enggak, mana yang saya suka mana yang tidak, dan saya suka itu. Lama dia terlihat vakum dikantor gak ikut acara-acara yang berbau golf tapi tidak untuk dirumah, dia mencari artikel tentang golf di internet, berlangganan majalahnya, dia membuka youtube, dia latihan golf di rumah biarpun menggunakan stick bekas yang dia beli, diam-diam dia mencari itu, lama kelamaan dia sepertinya penasaran, dalam hatinya ‘APA SIH MENARIKNYA INI GOLF’ selain gaya hidup tentunya, karna tidak dipungkiri kerjaan dia tidak terlepas dengan golf nantinya.

Setahun berjalan dia semakin intens dengan golf ini, tapi tetap menggunakan stick bekas, istilah-istilah golfpun saya bisa sedikit tahu, diskusi tentang golfpun lama-lama saya juga ngerti, sekali-kali ijin driving atau main golfpun aku ijinin, satu yang aku pesankan ingat yang prioritas dan jangan bohong!! Sekali kamu ketahuan bohong aku tidak ijinkan!! Karna sesungguhnya restu istri sangat berpengaruh terhadap seluruh rutinitas sang suami, dan suami yakin itu!!


Sebagian majalah yang biasa pak suami beli :D
Perbincangan setiap dia pulang main driving atau golf dan saya tanya "gimna mainannya ay??" Kalau dijawab nya : gak bagus bund!! Aku juga sedih rasanya, saya udah ijinkan dengan perasaan yang senang berdoa berkah setiap usahanya tapi kalau hasilnya gak memuaskan juga kita sebagai istri berasa sia-sia ijinnya, tapi kalau dia bilangnya : bagus bund!! Ahhh senang bangettttt akunya heheheh

Suatu hari ada masa dia kepikiran untuk ‘gantung stick’ yah semenjak dia sudah serius dengan golf , memang mainannya kadang bagus kadang jelek, belum stabil, tapi tiba-tiba langsung merosot drastis, setiap main pasti jawabannya ‘jelek,bun!’sempat vakum pengen berhenti sebentar, menarik nafas berfikir kesalahannya apa, tapi tidak lama, tiba-tiba ada temannya yang bernama jevi mengajak dia ke salah satu tempat driving yaitu plam spring ketemu dengan namanya bang midi salah satu profesional golf di batam.

Nah disinilah langsung semangat lagi, ketemu dengan bang midi sekali, dia sudah tau kesalahannya, dan berubah semuanya, bukan main senangnya dia, setiap minggu dia driving ke tempat yang lumayan jauh dari rumah, untuk berlatih dengan guru barunya, dan dia menemukan teknik sebenarnya. Klimaksnya, stick yang dulu masih bekas, dari dulu juga sebenarnya dia ingin sekali mengganti dengan baru tapi begitu banyak pertimbangannya pak suami, dan lagi karena bang midi memberikan masukan yang sangat masuk akal menurut suami, akhirnya diapun bersama jevi dan bang midi mengantar pak suami untuk membeli stick hasil fittingan di singapur modal besar memang tapi dianya sangat puas.

Stick Fittingan Pak Suami :D

Dari awal sebenarnya dia sudah tau bahwa ada stick yang fitting tapi kiranya itu untuk yang pro saja, tapi sebenarnya tidak, malah sangat disarankan bagi pemula, bukan pemula yang baru mau belajar tapi pemula yang sudah lama bergelut didunia golf tapi masih mencari teknik secara utuh dan benar.

Semenjak itu sikap percaya diri dia memang meningkat ditambah setiap dia main golf tidak ada rasa keletihan sama sekali karena memang yang katanya golf itu bukan tenaga jika kamu tau tekniknya rasa lelah setelah main itu tidak ada, makanya banyak pemain golf diusia 50 tahunan keatas masih aktif untuk bermain olahraga ini.

Masalah teknik atau apalah itu berangkali cukup saya bicarakan, saya kurang tau soal itu, saya cuman mendengar dari cerita-cerita suami saya yang setiap kali kita berbincang tentang golf, mata, mimik dan tingkah laku ayah langsung berbinar.

Kesimpulan saya :

Kau tau, puteriku sayang, laki-laki adalah layang-layang dan perempuan adalah benang. Tanpa perempuan, laki-laki tak akan menjadi apa-apa. Di balik ketinggian (kesuksesan) laki-laki, ada kita dibaliknya. Puteriku, jadilah benang yang berkualitas terbaik. Buatlah layang-layangmu kelak terbang setinggi-tingginya. Karena setinggi apapun ia terbang, ia selalu terikat olehmu dan bergantung denganmu. Jagalah dia tidak putus dan hilang arah. Ingatlah bahwa layang-layang selalu ingin terbang tinggi ( Kurniawan Gunadi)
 
Yah, salah satu quote yang saya suka dan menjadi quote untuk kali ini dalam menyimpulkan dukungan saya tentang hobi ayah ini, saya melihat suami gak asal nyamber dengan olahraga ini, hampir dua tahun saya mengikuti keseriusan dia, saya melihat jatuh bangun dia dalam mencari teknik permainan ini, suami saya tahu permainan ini gak murah makanya dia gak mau asal bagus aja mainnya, yang penting biarpun jelek kalu itu memang jalan memperbaiki teknik yang bagus dan butuh waktu lama itu gak apa-apa, selama masih dibatam, semua adalah proses, kenapa dibatam?? Dibatam dari riset yang saya baca dan dengar dari orang-orang, batam adalah tempat main golf yang murah dilihat dari lapangan yang banyak di daerah ini, dan karena itu banyak pelatih hebat yang tidak pelit ilmu dan kita bisa memilih untuk berguru dimana, beda berangkali dengan kondisi daerah lain, bisa jadi suami hanya sekedar bermain tanpa melihat teknik yang benar karena tuntutan kerjaan atau cuman selingan aja, kalau itu jelas saya kurang dukung, untungnya  suami gak emosi dalam olahraga ini, makanya saya dukung! Selama masih dalam batas normal saya sebagai istri tugasnya mendukung tapi tetap diarahkan. Banyak orang diluar sana mengatakan olah raga ini menghabiskan duitlah, mengurangi waktu bersama keluargalah, tidak dibutuhkan dalam dunia kerja dialah, atau apalah kata orang yang negative itu. Saya yakin orang itu berbicara asal keluar saja dan bukan orang yang serius dalam olahraga ini. Cobalah anda sekali-kali turun bertanya sama orang yang terlibat didalamnya, jika tidak berkenan juga, tolong anda diam saja, karena itu lebih membuat kamu terlihat bahagia dibanding anda komentar.

Akhir kata terkhusus buat suami, lakukan apa yang membuatmu maju, saya pesankan Ingat Allah, Ingat Sholat dan Ingat ada keluarga kecilmu yang selalu menunggu dirumah. :) 

Sekian Ocehan saya
Lubnah Lukman.