14 September 2015

Kami Tidak diam #melawanasap

 Kami Ada untuk Peduli
Kami Ada untuk peduli
Kami Ada karena kami Saudara
 #melawanasap


Assalamu Alaikum :)
Hari ini setiap malam jika zaf udah nyenyak tidur di kamar, saya keluar membuka laptop sekaligus tv mencari berita-berita yang lagi hits hari ini. Sambil membuka laptop sayapun membuka jendela selebar-lebarnya karena beberapa hari terakhir ini memang udara entah lagi tidak stabil, saya setiap malam mengalami kegerahan bukan karena belum mandi :p atau rumah saya memang yang panas.. tapi ternyata setiap membuka jendela ada kabut yang menyerupai asap dan bisa jadi membuat udara yang juga panas.

Yah, memang beberapa hari terakhir memang Batam lagi mendung bukan karena cuaca tapi asap kiriman dari riau sudah masuk ke batam, dan malam ini semakin tebal saja. Suami jika pulang dari kantor selalu cerita tentang asap di batam sekarang makin merusak pandangan :( ditambah yang bikin saya kaget melihat berita malam ini bahwa : "Hari ini Provinsi Riau dinyatakan Darurat Asap".

Dan yang membuat saya lebih kaget ditambah berita yang saya baca bahwa ada satu anak yang meninggal gara-gara asap ini, beritanya bisa dilihat di sini . Innalillah, entah perasaan orangtua yang mana yang tidak sedih bahkan kecewa melihat bencana yang setiap tahun menjadi ancaman di wilayahnya yang tidak kunjung usai. 17 tahun lamanya Seakan-akan pemerintah tidak serius menindaklanjuti kasus yang sebenarnya dilihat korbannya sudah harus menjadi bencana nasional :(

Musibah kebakaran hutan dan lahan selama ini terjadi lebih banyak disebabkan oleh kecerobohan manusia, salah satunya pihak yang selama ini di tuding adalah perusahaan yang sengaja melakukan pembakaran untuk membuka lahan and clearing untuk kepentingan ekonomi dan industri. 

Egois, dia tidak pikir kali yah atau sudah tidak punya hati, kalau dampak dari tindakan mereka sangat merugikan banyak orang, terutama anak kecil, anak-anak yang masih bersekolah dan sekarang ditutup sekolahnya karena sudah dilarang melakukan aktifitas di luar rumah. Bahkan sekarang banyak orangtua yang membawa anaknya keluar dari Riau karena tidak ada lagi tempat aman untuknya berlindung, yang sebelumnya ada rumah yang mereka andalkan sekarang rumah mereka juga sudah tercemar dimasuki asap. Saya memiliki anak dan lagi hamil, entah jika saya ada diposisi mereka tindakan apa juga yang saya lakukan udara yang jadi hak kita untuk bernafas direnggut oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab :( setiap hari menggunakan masker, mata perih bernafaspun jadi susah :( jikalau Asap yang sampai sekarang masih belum bisa teratasi bisajadi batam juga akan semakin parah tercemarnya :(

Hanya bisa membantu doa dan kepedualian saya sekeluarga terhadap mereka dengan cara saya menulis #melawan asap ini bisa setidaknya menyuarakan hak kami, hak kalian, hak anak-anak disana yang ingin bebas bermain diluar, bersekolah tanpa ada yang terganggu. Saya juga berfikir gimana nasib hewan-hewan yah disana. :(

Semoga dan semoga pemerintah kita dapat melakukan sesuatu yang tegas supaya kebakaran hutan tidak selalu menjadi bencana tahunan yang datang disetiap musim kemarau.
Karena sesungguhnya kedelai saja tidak mau jatuh pada lubang yang sama.

Dari video diatas, yang dimulai oleh instrument 'Indonesia Raya' Sedih dan merinding, Miris melihat kondisi disana :( Jika biasanya kabut itu disertai dengan udara yang bersih dan segar, ini malah kabut asap yang berbahaya :( hanya bertahan dalam memakai masker + mengurangi aktifitas diluar dan melawan dalam bentuk seperti ini yang bisa mereka buat untuk mendesak pemerintah yang lebih sepantasnya untuk menndaki para penguasa yang tidak bertanggung jawab itu.

Salam peduli #melawanasap
Lubnahlukman :*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar