23 September 2015

Selamat Hari Raya Idul Adha 1436 H



Assalamu alaikum :D

Allahu Akbar... Allahu Akbar
Allahu Akbar... Allahu Akbar...

Alhamdulillah, hampir saya tidak merayakan lebaran Idul Adha tahun ini bersama suami, karena rencana September yang say pulang ke makassar harus ketunda awal oktober untuk balik ke makassar. Suami sudah habis cuti untuk tahun ini membuat susah ngantar kita yang ke Makassar yang sayang kalau hanya 2 hari, perjalanan aja pulang-pergi yang makan waktu hampir 2 harian, hanya capek yang didapat :( untungnya nanti Insya Allah saya balik kemakassar ditemani oleh seorang sahabat yang kebetulan memang mau liburan ke Batam... Makasihhhhhhh Ncessssss :*

Lanjut cerita lebaran,
Ohh ia tahun ini untuk kedua kalinya hari perayaan Idhul Adha, Muhammadiyah dan Pemerintah bahkan arab saudi berbeda, Masih saya Ingat karena udah 2 kali kami memang lebaran Idul adha tahun ini dan tahun kemarin di tanah rantau, yang sama-sama sunyi tidak ada keluarga hanya beberapa tetangga. Sama-sama meyakini perbedaan itu, tapi itu gak masalah.

Ngomong-ngomong tentang perbedaan, saya bisa panjang lebar menulis kalau jika itu yang saya angkat ditema tulisan saya ini, tapi jika kalian mau tau apa alasan kami untuk tetap berpegang teguh pada apa yang yang menjadi komitmen kami dari awal bisa baca link disini , disini dan disini
 
Yang saya pahami, Muhammadiyah dalam penentuan awal bulan memakai sistem hisab berdasarkan wujud hilal. Andaikata ketentuan hisab tersebut berbeda dengan pengumuman pemerintah apakah melanggar ketentuan pemerintah? atau dengan melanggar Al-qur'an surah Annisa ayat 59 "Athiullah wa athi'u ar rasul wa ulil amri minkum". Muhammadiyah tidak melanggar ketentuan pemerintah dalam soal ketaatan beragama sebab pemerintah membuat pengumuman bahwa hari raya tanggal sekian dan bagi umat Islam yang merayakan hari raya berbeda berdasarkan keyakinannya, makadipersilahkan dengan sama-sama menghormatinya. Jadi pemerintah sendiri sudah menyadari dan mengakomodir perbedaan tersebut. Demikian agar semua menjadi maklum.

Apapun itu, tetap kita saling menghargai, keputusan diambil tiap-tiap individu dan yang penting tidak saling menyalahkan, bagaimanapun, keyakinan ada pada hati dan pikiran. :)

 Berbicara tentang menu lebaran sebagai keluarga rantau yang jauh dari sanak keluarga, kadang pusing mau masak apa, karena gak ada yang bisa saya andalkan selain kedua tangan saya sendiri. tidak ada mama ataupun kakak yang masak dan saya tinggal jadi tim pencoba, heheheeh
Pengen sih sebenarnya mencoba masak burasa dan ketupat, tapi berhari-hari saya kumpulkan kePDan saya, ternyata semakin hari semakin menciut hahaha ditambah memang perlengkapan saya yang terbatas, membuat keputusan saya positif untuk tidak mencoba nekat masak buras dan ketupat :p
takut salah dan dosa, jikalau gagal sayangkan berasnya jadi terbuang percuma dan apa nanti yang kita makan pas pulang sholat, masa' hanya nasi + kari ayam, atau makan diluar, atau lagi nyari buras + ketupat yang dijual di penjual coto yang ada di batam.lamaaaaa dan kita pasti sudah kelaparan :p

Untuk alternatifnya saya bikin roti canai atau biasa disebut roti maryam oleh mama saya. Kalau ini saya pernah turun langsung ketika mama dan kakak saya bikin, dan pernah memang saya bikin sendiri tanpa bantuan mereka, jadi kali ini saya positif untuk menu lebaran tahun ini kari ayam + roti canai. sayangnya kurang acar ini, aku kelupaan beli mentimun waktu ke pasar, emang gak kepikiran acar makanya gak ke beli. terasa ada yang aneh sih rasanya, karena emang yang bikin seger kari kalau ada acara timunaya.

Untuk resep roti maryam bisa lihat resepnya disini

RESEP KARI AYAM :

Bahan :
2 ekor ayam
3 buah kentang
2 lmbar daun salam dan daun jeruk
2 buah tomat, potong 4
2 buah kelapa, untuk santan pisahkan encer dan kental
gula merah secukupnya
Air asam secukupnya
merica dan garam secukupnya

Bumbu dihaluskan :
15 biji bawang merah
10 biji bawang putih
10 buah cabe merah besar
6 buah sereh
10 cm laja
1 sdt ketumbar
1/2 sdt jintan
5 biji kemiri
5cm kunyit

Cara membuatnya :
1. Haluskan semua bumbu, panaskan minyak goreng secukupnya, lalu tumis bumbu. setelah harum, masukan daun salam dan daun jeruk.
2. Masukkan ayam, aduk lalu tuangkan garam dan merica secukupnya.setalah keluar airnya masukkan santan encer, gula merah dan kentang.
3. Setelah mendidih, masukka tomat dan Air asama.
4. Masukkan santal kental
5. Hidangkan selagi panas dan taburi bawang goreng.

untuk penutup, kami ucapkan,
Selamat Hari Raya Idul Adha 1436 H
Mohon maaf lahir dan bathin

Allah SWT berfirman (yang artinya): Katakanlah, ‘Jika bapak-bapak kalian, anak-anak kalian, saudara-saudara kalian, istri-istri kalian, kaum keluarga kalian, harta kekayaan yang kalian usahakan, perniagaan yang kalian khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kalian sukai, adalah lebih kalian cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (QS at-Taubah [9]: 24).

Lubnah Lukman

1 komentar:

  1. yup betul kak,, saling menghargai saja. semua itu hanya konsep ijtihad ^^
    sama sama ki mengharap keridhaan Allah
    btw, saya juga lebaran rantau, cuma bikin ayam goreng, cobek, nasi, sayur sop . ituji
    T_T nda tauka meng kari

    BalasHapus