30 November 2015

Harinya Zafran #2yoZafran

Assalamualaikum
Assalamualaikum terkhusus buat anakku Aufar Zafran Paingngi.


Ada yang bilang,
Anak yang pertama itu yang paling Istimewa,
dialah tempat kisah pertama tercurah,
dialah yang menemani saat sunyi dan lara,
dialah yang mengibur dan tak ada yang menggantikannya,
dan memang betul semua adanya!
Terkhusus zaf, zaf bukan penghuni pertama rahim saya,
ada kakaknya yang duluan, dan hanya menghuni selama 3 bulan,
Dan Inshaa Allah dengan ijin Allah SWT 
penghuni ke tiga sebentar lagi bertemu dengan kita di dunia ini. Aminn Yaa Rabb.
#2yoZafran #37weekspregnant
My Everything

Hari Ini Selasa, 1 Desember 2015
Harinya Aufar Zafran Paingngi yang biasa saya, ayahnya dan yang lain memanggil dengan sebutan Zafran :*

Salah satu kesyukuran saya bagi seorang ibu yaitu mendampingi zaf sepanjang waktu melewati 1000 hari pertama zafran yang saya tahu ternyata itu menjadi golden age bagi seorang anak, dan tentunya mendampingi sebagai ibu yang mandiri, mulai dari kata pertama yang ia dengar saat bangun tidur  "Assalamualaikum sampai saat lagu shalawat saat dia sudah mulai tertidur, saya atau bubun dan Ayahnyalah yang setia ada didekatnya. 

Bertiga bersama Ayah, di kota yang sama sekali jauh dari keluarga, saat zaf sudah bisa ngapa-ngapain yang menikmati kebahagian yah kami orangtuanya, saat zaf sakit yang pusing yah kita berdua orangtuanya, saling menjaga, saling bagi tugas, saling cari info kesana -kemari, baik telfon orangtua di makassar, tanya teman yang berpengalaman, atau googling lewat internet, dan jika kami sudah buntu, salahsatunya saat zaf mengalami diare yang berkepanjangan selama 3 minggu baru kita menggunakan jasa Dokter Spesialis Anak. melewati itu semua, biarpun kondisi emosi yang kadang naik turun, Tapi itu sangat terkenang di hati kami.dan satu fase terlewati. Masih panjang perjuangan bagi kami keluarga kecil ini.

Teringat saat saya hamil, melahirkan, memberikan ASI, 6 bulan pertama, setahun dan sekarang tepat Alhamdulillah sudah menginjak 2 tahun. Sangat Istimewa biarpun tidak ada perayaan yang istimewa, selain berkumpul bersama keluarga tapi sedihnya ayahnya tidak bisa hadir ke makassar :( 

Mendoakan kelak anakku zafran menjadi anak yang sholeh, anak yang faham agama, dijauhkan dari api neraka, diberikan kesehatan oleh Allah SWT, santun terhadap dirinya dan lingkungan sekitarnya, dan doa-doa lainnya. Aamin

Perkembangan diusia anak menjelang dan melewati 2 tahun adalah tumbuh kembang yang memang sangat penting. Aktif kesana kemari, coret-coret dimana-mana, celoteh ini-itu, dan tentunya menjadi peniru ulung. Beda anak beda pintar, makanya yang selalu saya tekankan untuk diri saya sebagai orangtua untuk tidak membandingkan anak kita dengan anak orang lain. Menjaga emosi agar tidak labil karena itu menjadi PR besar buat saya. 

Ngomong-ngomong soal makan, Zaf tipikal anak yang gampang makan, Alhamdulillah. berangkali turunan dari ayahnya yang suka makan :D apalagi makanan berat seperti nasi+ikan+sayur. zaf lemah dicemilan kue. maunya makan berat saja. itulah biasanya sehari dia bisa makan 4-5 sehari kadang bisa 6 kali, tapi jangan salah dengan kondisi badan yang tidak gempal berangkali ditunjang dengan aktivitas fisik yang bagi saya menguras energi. Apalagi sebentar lagi zaf yang udah mau jadi kakak, mendampingi zaf ditambah perut yang semakin membesar, kadang membuat saya kualahan, kalau sampai begitu kadang saya biarkan, atau kadang sekedar duduk/rebahan. Zaf pernah mengalami gak mau makan saat dia panas dalam, bibir yang pecah-pecah bahkan hingga berdarah, itu pada saat dia dari batam pulang kampung ke makassar, bukan main paniknya saya, tapi 2-3 hari saya biarkan, toh akan kembali jika dia sudah pulih, pada saat itu perasaan saya khawatir juga karena saya biarkan masalah nutrisi, mau makan atau tidak terserah dia. Dan Akhirnya pada saat dia melewati penyakit panas dalam, nafsu makan dia kembali seperti biasa. disitu saya belajar, anak-anak memang tidak ingin dipaksa, terkadang bukan hanya anak yang stres kitapun orangtua jadi ikutan stres berakibat kita marah ke anak, padahal disitulah peran kita sebagai orangtua mengenalkan dia dengan adanya rasa lapar dan kenyang.

Ahh, begitu banyak kenangan bersama zaf selama 2 tahun ini. Bubun, Ayah selalu mendoakan yang terbaik buat kamu nak, jalan masih panjang, kelak kamu akan menjadi kakak, dan semua memang akan berjalan sedemikian waktunya, tapi kami tahu ada perubahan psikis yang zaf akan terima baik dari kami orangtuamu dan zaf untuk adikmu begitupun sebaliknya. Sama-sama saling belajar anakku. Ingat selalu pillow talk yang bubun sering nyanyikan : "Zafran bisa, zafran pasti bisa, zafran selalu berusaha. Zafran bisa, zafran pasti bisa, zafran tak mau putus asa!"

Semangat anakku,
Bubun Ayah ucapkan : selamat ulang tahun sekali lagi kakak Zafran, doain kita semua dalam keadaan yang sehat wal afiat dan kita bisa bertemu sebentar lagi dengan calon adikmu. Aamiin Yaa Rabb

Karena masa kecilmu anakku takkan bisa terulang, tak cukup hanya memastikan moment-moment ceriamu terabadikan sempurna, tapi juga memastikan dirimu merasakan ada diri kita orangtuamu terabadikan di dalam memori masa kecilmu.

Bubun, Ayah sayangki' nak :*

Lubnah Lukman

29 November 2015

Review book : Ketika Ibu Melupakanku (DY Suharya & Dian Purnomo)

Assalamualaikum :)




Tak ada anak yang ingin dilupakan orangtuanya, 
malah mungkin lebih banyak anak yang melupakan orangtuanya.

....Aku sedih karena tidak ada di sisi Mama dan Papa di hari-hari terberat mereka. Tapi aku sangat bersyukur dan merasa beruntung karena papa yang usianya 85 tahun tetapi masih sangat gagah, sehat, dan bugar. Mungkin inilah kenapa Tuhan memberikan usia panjang dan kesehatan pada papa. Ada 'misi khusus' dan sesuatu yang harus dikerjakannya untuk orang yang paling dicintainya.......

Sepenggal paragraf dari isi buku ini, kalimat yang seakan-akan cerminan dari saya yang salah satu ibunya penderita alzheimer. Yah Bapak saya adalah tulang punggung kami untuk bisa menjaga mama. Bapak seperti cerminan dari seorang mama saya, lebih mengetahui apa yang harus ia lakukan kepada orang yang ia citai yaitu mama, ketimbang anak-anaknya. Melihat bagaimana mereka saling membutuhkan satu sama lain, begitu sebaliknya. Kedua orangtuaku ini adalah utusan dari Allah SWT untukku. Dari mereka aku dapat banyak hikmah dan pembelajaran tentang hidup. Saya sayangki mam, pak :*

Dari pertama tahu ada buku yang berjudul seperti ini, pengen langsung pesan online, tapi terkadang jika online sampainya lama kepada yang pesan, jadi sebelum saya pesan online saya usaha ke toko buku dulu yang di batam. Ehh, Alhamdulillah, ternyata ada. Bahagia! Banget!

Pulang rumah, langsung 2 hari khatam, rasa penasaran, rasa ingin tahu, rasa tidak bergunaku menjadi anak di masa-masa tua seorang ibu bercampur jadi satu.

Saya masih beruntung ketimbang penulis ini, tapi tidak membuat saya berbangga diri, malah ada rasa saya mempunyai teman biarpun tidak saling kenal tapi setidaknya saya mempunyai motivator salah satunya penulis ini, memotivasi saya untuk terus berjuang untuk mencari ilmu, mendampingi mama jikalau saya masih ada di Makassar.

Memabaca buku ini, pikiran saya terbuka bahwa Alzheimer itu bisa datang dari mana saja, bisa dari mana awal penyebabnya, dan berbagai macam ciri-ciri dan kisahnya, tapi secara garis besar saya membaca buku ini seperti membaca kisah hidup saya sendiri, saya yang salah satu anak yang mempunyai ibu seorang Alzheimer.

Penulis menceritakan gimana awal rumah bagaikan bukan menjadi tempat pulang yang nyaman tapi beliau tidak tahu sebenarnya alasannya yang mendasari apa, sama dengan saya, saya lebih nyaman di luar rumah, kuliah kadang gak pulang karena lebih nyaman mengerjakan kerjaan kampus di rumah teman, sudah itu ambil kerjaan, sudah kerja pun langsung lanjut kuliah, sudah kuliah saya ambil kerjaan part time sampai kadang tengah malam. Itu semuanya saya lakukan untuk menghindar tinggal dirumah, tapi bukan alasan mama sih yang menjengkelkan. Tapi sekarang baru sadar kenapa saya dulu bersikap seperti itu.

Buku ini salah satu buku penunjang saya untuk berhadapan sama mama, kalau sudah letih menghadapi mama. Salah satunya saya baca ulang lagi novel ini, dan dengan cepat semangat saya kembali bergejolak.

Terima kasih khusunya kepada penulis, bukan hanya menulis kisahnya dibuku ini tetapi, seorang penggiat alzheimer. Karena kesadarannya beliau membuat semacam gerakan salah satunya membuat yayasan memerangi pikun. Yayasan Alzheimer Indonesia. Dari sini saya bisa dapat info sebanyak-banyaknya untuk bagaimana cara menangani khususnya Ibu saya.

Lubnah Lukman.

23 November 2015

Review : Critical Eleven (Ika Natassa)

Assalamualaikum :)


Dalam dunia penerbangan, dikenal istilah critical eleven, sebelas menit paling kritis di dalam pesawat -- tiga menit setelah take off dan depalan menit sebelum landing -- karena secara statistik 80% kecelakaan pesawat umumnya terjadi dalam rentang waktu sebelas menit itu. It's when the aircraft is most vulnerable to any danger.

Sepenggal cerita dalam buku yang bikin saya susah move on dengan novel ini padahal udah lama khatam, dibaca lagi akhirnya punya kesempatan untuk review novel ini. Benar kata Seorang Ninit Yunita ".... Ika sebagai pilot, mengendalikan segalanya dengan sangat baik dan berakhir dengan super smooth landing...."

Dari beberapa novel ika, yang paling saya rasa klimaks yah novel ini. Paling saya suka. Sosok Anya dan Ale dibuat sedekat pembacanya. Karena ika menceritakan plotnya dari sudut pandang Anya dan Ale. Kurang tebal menurutku :) kekurangannya hanya satu, endingnya kurang lama :D

Dari cerita, saya pernah mengalami perasaan yang sama dengan anya tapi Alhamdulillah dan jangan sampai terjadi setragis itu. Anaknya aidan yang ia kandung 9 bulan tetiba Meninggal dalam kandungan dan mengeluarkan melalui proses normal. Ditambah setelah itu suami tempat kita menaruh pundak kita untuk mengatakan aku sangat sedih, mengatakan : Kau seorang ibu yang telah membunuhnya.
Ada teman yang mengatakan sosok anya yang terlalu keras, tapi saya tidak sepakat karena sayapun pernal melalui proses seperti itu, biarpun janin hanya dititipkan 3 bulan lebih, dikeluarkan melalui jalan operasi, jangan tanya masalah rasa bersalah saya terhadap anak saya, khususnya ke suami, termasuk emosi saya yang pada saat itu jadi tidak menentu mempengaruhi psikologi saya saat itu. Makanya apapun yang perkataan negatif yang dilimpahkan ke kita bisa jadi bumerang baik bagi kita sendiri atau hubungan selanjutnya. 

ahhh.. tapi sudah terlewat. Alhamdulillah.Tapi diluar itu tokoh anya yang dikisahkan oleh ika dinovel ini, wanita lebih banyak bermain dengan perasaan ketimbang logika, cantik, sangat mandiri, berpendidikan lulusan luar negri dengan konsumsinya yang bisa dikatakan level menengah ke atas, bahkan level sangat atas, Wanita karir yang hidupnya sibuk. Anya merasa terpukul, sangat terpukul dengan tragedi yang menimpanya, ditambah lagi dengan persepsinya akan tindak tanduk Ale dalam menghadapi tragedi tersebut. Anya tampak sebagai sosok yang keras kepala namun dingin, bahkan menjadi lebih dingin ketimbang Ale. Sayapun berfikir Anya ada sosok wanita sempurna menurutku, tapi itu tadi sempurna bagaimanapun terlihat dari luar perempuan tetap lebih bermain diperasaan. Kita tidak bisa melihat kebahagian orang dari luar, semandiri dan sekelas apapun selalu ada kemasalahan hidup yang harus dilewatinya. 

Kembali ke bahasan novel ini, Bersama dengan novel antalogi rasanya, sangat kentara jika ika selalu melakukan riset terhadap novel kedua ini, dilihat salah satunya dari catatan kecil yang dia tulis sehingga saya sebagai orang awam memahami arti dan korelasi dari cerita ini. Semacam memberikan edukasi dan pengetahuan baru buat kita pembacanya. Sepertinya ika memang mempersiapkan novel ini, tidak dengan asal-asalan, sekedar menuangkan isi kepala di lembaran kosong.

Cara penulisannyapun lugas,dilihat dari saya yang capek mengatur emosi disetiap lembarnya. Selalu terkaget dengan kejadian disetiap kelanjutan ceritanya. Kadang saya berhenti membaca untuk mengambil nafas karena kadang tidak terima yang dialami anya dan ale. Dilihat dari cerita juga ika menceritakan dari sudut pandang anya dan Ale, jadi pembaca dibuat gemes karena ternyata pikiran dari Ale contohnya tidak ditangkap oleh anya begituupun Anya ke Ale. Berangkali itu jadi jualan novel ini. Kita selalu dibikin penasaran pada setiap pemikiran masing-masing tokohnya. 

Secara garis besar kuberi angka 9 dari 10 angka yang saya punya. Ika Natassa menuliskan dengan rapi, terstruktur, dan mendetil. Jika aku boleh memilih, aku lebih suka Critical Eleven ketimbang Antalogi rasa, biarpun yang twivorteare belum aku baca. tapi selanjutnya saya akan baca itu. 

Lubnah Lukman.

22 November 2015

22 November

Assalamualaikum 


Entah tahun berapa saya bertemu untuk pertama kali sama lelaki ini, saya sudah tidak mengingatnya lagi. Kita bersama dalam satu organisasi kemasyarakatan yaitu Muhammadiyah sudah sejak SMP khususnya saya, kak awal yang dulu saya menyebutnya baru aktif semenjak SMA, tapi yang jelas kita menjadi teman dekat semenjak tahun 2005 pada saat saya kelas 3 SMA di SMA 1  dan dia tahun kedua di fakultas teknik UNHAS. Dan pada akhirnya kita menikah ditahun 2012.

Sepenggal pertemuan kami yang memang sudah terpatri dari hati saya, lelaki kedua yang buat saya nyaman dan semoga bukan lelaki pertama yang membuat saya sakit hati.

Awaluddin Paingngi

Kak Awal, Abang, iting dan sekarang saya menyebutnya dengan sebutan sayang atau ayah.

Dan selalu menjadi perpustakaan berjalan bagi saya dari awal kenal sampai sekarang. Jikalau malas googling tinggal bertanya kepada dia.

7 tahun lebih kita menjadi teman dekat, hampir 4 tahun kita hidup menjalani sebagai figur sepasang suami – istri, dan hampir 2 tahun menjalani sebagai orangtua. Dengan berjalannya waktu, perbedaan dalam sikap dan sifat sangat jelas berbeda, lagian memang dimana tanggung jawab jauh lebih berbeda dan menantang, bukan kaget karena sayapun terus ikut menyusaikan ritme kehidupan kami, karena itu malah dia dengan kekurangan dan kelebihannya berhasil menciptakan zona nyaman bagi saya jika dekat dengan lelaki yang hari ini berulang tahun. Semoga seterusnya demikian.

22 November

Tanggal kelahiran dari seorang lelaki yang tidak romantis tapi selalu memancing saya untuk melakukan tindakan yang romantis. Tidak banyak ngomong tapi sekali ngomong kadang selalu membuat saya terdiam. Setahun lalu kami merayakan bersama sambil liburan bersama anak kami, dan tahun ini kami berpisah di kota masing-masing, Inshaa Allah ada tambahan keluarga baru lagi, doakan yah! itu menjadikan kita berpisah untuk sementara waktu dia di batam, dan saya di Makassar tepatnya di rumah dimana masa kecil sampai sebelum merantau dia berada disini, yah rumah dari Mama – bapak = mertua saya.

Mama

Seorang yang selalu bikin saya cemburu, sikap sebagai ibu yang sangat dekat dengan suami saya dan semua anaknya. Seperti sepasang sahabat yang saling merindu. Tiap hari menelpon anaknya, tiap hari menyapa, bercanda, bergurau, curhat. Yah, Ibu dan anak yang sangat dekat. Saya  bukan tipikal seperti itu yang selalu suka menggenggam telfon dan berbicara lama dengan orang yang selalu membuat saya merindu, entah orangtua atau suami entah nanti kalau anak saya apakah tetap menjadi susah mengangkat telfon atau malah telfon yang tak pernah lepas dari tangan saya menanyakan ‘anakku kamu dimana sekarang? Sedang berbuat apa? Bersama siapa?”. Tapi saya lebih suka bertemu, menatap muka, ngoceh seharian, dan berpelukan sambil berkata saya rindu. Berbicara sama mama tentang Awaluddin Paingngi gak ada habisnya. Kakak yang hangat, anak kecil yang salalu membongkar mainan, berhasil memakai baju sendiri pada usia sudah beranjak sekolah dasar, besar selalu membongkar isi kulkas, pemakan ‘segalanya’, dan banyak. Seorang ibu yang sangat merindu dengan anak lelakinya paling pertama. SMA sudah jarang dirumah, kuliah apalagi, sampai selesaipun langsung merantau ke daerah orang, dan menikah. Secepat itu katanya. Makanya tidak heran jika anak lelakinya ini pulang dirumah, ciuman bertubi-tubi, pelukan yang sangat erat ia dapat dari ibunya. Dan rindupun terlampiaskan.

Rindu

Sangat!

Saya

Zafran

Sangat merindu!

Teringat ketika awal tahun pernikahan kami, saat kami masih bekerja di kota masing-masing. Ketika saya ijin tanpa berkata di kantor bahwa saya akan ke batam. Dan pada saat pramugari berkata “Selamat datang di bandara Hang Nadim Batam……………………..” dan segera langsung aktifkan handphone secepat itupun masuk panggilan, sayapun langsung menindis tanda ‘accept’ dan diseberang sana berkata : “udah sampe sayang? Saya sudah di bandara” ahhhhh, rasanya seperti merantau di negeri orang pulang kekampung halaman dan langsung menikmati es pisang ijo. Gak kebayang segarnya. Begitulah rasanya rindu. Maka nikmatilah. Sama seperti sekarang. Rindu dan sangat. Dan jika saatnya bertemu, diamkanlah sejenak. Dan rasakan gejolaknya.

Tapi saya tidak akan diam,

Untuk mengucapkan selamat ulang tahun untuk seorang kakak yang udah tau jelek baiknya saya, seorang suami yang masih belajar gimana memperbaiki kondisi hatinya dan hati saya jika sama-sama diambang ego masing-masing, seorang ayah yang selalu sedia pundak dan dadanya tempat kami selalu menyandar dan mendapatkan pelukan yang erat. Selamat ulang tahun Awaluddin Paingngi. Terus belajar menjadi lelaki yang sholeh, dijauhkan dari api neraka, diberikan kesehatan, dan keberkahan disetiap langkahnya.

Teruslah berbakti kepada ibumu,

sayangi Istri dan anak-anakmu.

Kami semua mencintai dan menyayangimu.

Lubnah Lukman.


15 November 2015

Singapura sebelum balik ke Makassar

Assalamualaikum :))


Ini cerita sebenarnya udah lama banget, kepikiran terus tapi baru malam ini kesampaian untuk menulisnya karena emang niat dari awal saya saya aka simpan dan kenang di blog saya tentunya :D

Sebelum masuk trimester ketiga sebenarnya kami udah mikir siapa yang mengantar saya balik ke makassar, suami yang sudah habis jatah cutinya. sebenarnya sih bisa ijin tapi kami kepikiran pascanya itu pada saat saya sudah di makassar, dimana past gak mungkin dong saya setelah di makassar suami jenguknya pas aku lahiran, enak aja pikirku :D tapi setidaknya ada sekali atau dua kali suami menjenguk istri dan anaknya di makassar, nah itu kan butuh izin stidaknya satu atau dua hari, belum lagi kalau Inshaa Allah nanti lahiran bakalan minta ijin banyak pastinya. Makanya kami skip untuk suami gak usah antar saya, dan jalan keluarnya ada sahabat kuliah saya yang memang dari beberapa bulan lalu ada rencana traveling ke batam.

Namanya Rasmiani, biasa kami teman dekatnya memanggil dengan sebutan nces, jangan tanya kenapa bisa jadi nces karena itu sangat panjang ceritanya :D ngomong sama anak ini tipikal memang harus jelas, padat dan singkat, tipikal anak yang gak suka bertele-tele, dan memang alhamdulillah beberapa sahabat saya di kuliah gaya komunikasi sesama kita memang kalau bisa tidak mempunyai filter bilang kalau gak suka ataupun suka, suka? hahahha gak pernah!!! jadi saya bicara apa adanya tentang tujuan saya itu, dan alhamdulillah responnya positif. ngatur jadwal yang hampir batal tapi jadinya diundur, karena saya juga bingung mau pulang kapan, pengennya sih mendekat lahiran baru mau ke makassar, tapi mustahil :(

tepat 30 september siang nces sudah tiba di batam, malamnya langsung ngajak dia nonton di blitz, karena di makassar katanya belum ada :D, besoknya kita seharian jalan di sekitaran nagoya untuk nyari-nyari tas dan semacamnya, sekalian beli tiket ferry untuk besoknya ke singapura.

Sabtu pagi sekitaran jam 6 pagi saya diantar suami dan zaf ke pelabuhan ferry, yah betul zaf dititip sama suami dulu hahaha, karena emang dia pengen dan saya pengen banget tentunya jalan tanpa ada zaf, kenapa? rempong banget kalau saya bawa zaf tanpa suami, dan memang suami gak pengen ikut, dia bilangnya: "kamu berdua aja sama nces jalannya, lebih asyik kan. lagian saya mau berdua sama zaf ini hari!" memang sih besok hari minggu sore kami udah balik ke makassar, dan membuat suami tinggal sendiri di batam dan hanya sekali-kali jika pulang kemakassar dia bisa melihat anaknya lagi.

Chek-in yang hampir terlambat membuat saya dan nces berlarian karena takut jikalau ferry dipindahkan dijam berikutnya. sayangkan. tapi alhamdulillah semua sesuai rencana.

Tiba di singapur kita langsung ke orchard naik MRT, karena teman saya ini lagi nyari-nyari alat make-up yang subhanallah harganya :D pas sepertinya kita kesini, dari jenis kulit apapun tersedia kok di lokasi ini yang memang semuanya dipenuhi dengan erena belanja, gak lupa kita mampir beli es potong atau es 1 dollar tapi sekarang gak segitu lagi harganya, udah naik 1,2 dollars :D

Setelah menjelajahi orchard, jalan kesana kemari, foto kesana - kemari, kitapun bergegas cari MRT lagi untuk menuju bugis street yang rencana kita nyari makan disitu. awalnya pengen makan roti canai kegemaran waktu ke singapura pertama kali bersama anak-anak makassar backpakers (MB) tapi gak ketemu akhirnya kita finishnya di burger king, karena emang udah gak ada pilihan dan kaki sudah lemas lunglai. setelah makan siang kita segera cari target selanjutnya untuk dieksekusi adalah Haji Lane yang memang menjadi salah satu target tujuan kita ke SG.
merlion dan sebagainya udah sangat biasa untuk saya kesitu dan orang-orang tentunya. Haji lane amat sangat jarang jadi bahan pembicaraan dan memang sangat keren tempatnya. jalan kaki, tanya sana-sini, googling dapat juga lokasinya dan alhamdulillah dekat dengan mesjid Sultan singapura, jadi mampirlah kita kesini untuk sholat dhuhur dulu.
Sekitaran mesjid saja sudah bagus untuk dijadikan tempat foto, apalagi kita masuk gank-gank kecilnya dan salah satu nama ganknya haji lane, disana emang produk-produk yang dipasarkan agak mahal, tapi memang sangat berkualitas dari segi model yang handmade dan gak banyak yang menyamai. sepanjang jalan banyak toko-toko yang unik untuk dijadikan latar foto, tapi ada beberapa toko yang jika kita masuk didalamnya dikenakan biaya untuk pengambilan foto, aku tau soalnya aku sempat dapat teguran sama pemilik toko, aduh jadi gak enak :( turis-turis juga banyak yang jalan-foto disekitaran gank ini, jadi kita juga gak malu untuk ber-narsis ria :p

7 November 2015

Seminar dan Workshop Morinaga : " Siap Cerdaskan si Kecil Sejak Dini?"


Assalamualaikum :D

Mau cerita dulu sebelum saya review kegiatan yang saya lakukan ini hari:

Hari inis aya ikuti seminar yang sangat keren yang dipersembahkan oleh moringa 'Siap Cerdaskan si Kecil Sejak Dini?' yang jadwal mulainya jam 8.00 - 15.00 karena saya gak tau jadwal registrasi sampai jam 9 bahkan jam 10, sayapun pagi-pagi sudah menyiapkan kebutuhan zaf sehingga dititip di kakak saya juga dengan keadaan zaf yang sudah siap beraktifitas, termasuk makan dan mandi saya sudah handle sendiri. Menuju siang hari saya sudah kangen berat sama zaf, pengen rasanya pulang dan memeluk erat anak itu, tapi kepikiran materi kedua emang gak kalah seru, makanya hanya melihat foto dan video dia saja. Sampai pulangpun saya memakai go-jek saya suruh cepat-cepat abang ojeknya sambil bilang : 'Bang cepat-cepat yah, saya udah kangen berat sama anak saya' langsung abang ojeknya jawab dengan singkat 'iya bu!' langsung tancap gasnya. itu baru sehari loh, gimana keadaan ibu pekerja yang memiliki anak pada masa tumbuh kembangnya selama 5 hari jam kerja :((

Yang saya mau sampaikan sebenarnya : saya sangat apresiasi buat ibu-ibu yang bekerja diluar rumah, menyiapkan sepagi mungkin kebetuhan anak dan suami, belum lagi kepikiran keluarganya di tengah-tengah pekerjaan yang semakin banyak, pulang kerumah harus mempersiapkan kebutuhan keluarganya lagi. Capek pastinya. tapi jika dikerjakan dengan senang hati pasti semua akan terlewati dengan ikhlas.

salut...

dan saya baru ngerasain, gak ngerasain amat sih tapi itu saja yang membuat saya gak tenang sebagai ibu biarpun aku titipkan di keluarga yang terdekat dan terpercaya tapi satu yang saya bilang : bagaimanapun terdekat dan terpercayanya anak yang kita titipkan sama mereka, beda halnya dengan ibunya sendiri :)

Saatnya saya review hasil workshop dan seminar yang dipersembahkan oleh Morinaga
'Siap Cerdaskan si Kecil sejak dini?

Ahhhhh, ini acara super duper keren dari segi materi dan pemateri saya bahkan sangat menyesal jikalau saya tidak datang ketempat ini. saking semangatnya saya gak buang-buang waktu untuk mereview di blog kembali takut lupa, kenapa? baru kali ini saya gak mencatat, hanya duduk dengan antusias yang tinggi mendengarkan paparan dari 2 pemateri ini.

Dr.dr.Ahmad Suryawan, SpA(K)  (Dr.Wawan)
Masa Awal yang Menentukan : 1000 Hari tak tergantikan untuk Kecerdasan Anak.

Saya baru tau ternyata Dokter spesialis anak ada spesifikasinya lagi di bagian tumbuh kembang anak, dan di Indonesia hanya memiliki 60 dokter dibidangnya, dan beruntungnya di Makassar kita memiliki 1 dokter spesialis anak yang menangani tumbuh kembang anak yaitu Dr. Mardiah (maaf kalau salah ejaan) yang penting prakteknya ada di RS. Wahidin dan Klinik Annisa Jln. Urip Sumihardjo. Nah Dr. Wawan ini salah satu dari 60 dokter yang ada di Indonesia yang menangani tumbuh kembang anak.

"Masa 1000 hari pertama kehidupan anak akan menjadi sebuah "jendela kesempatan" yang hanya terjadi sekali seumur hidup yang membentuk kecerdasan dan perilaku anak. Cerdas-pantau tumbuh kembang anak untuk memastikan kesempatan 1000 hari pertama dimanfaatkan sebagai penentu kualitas masa depan anak" Dr.Wawan

Nah, dalam 1000 hari pertama di bagi menjadi 3 periode titik kritis, yang pertama pada saat anak dalam kandungan (280 hari) sangat penting terutama dalam hal mengawali pembentukan organ-organ utama manusia seperti : otak, jantung, paru, hati ginjal dan organ indera dan sebagainya. sehingga bila terdapat gangguan atau kelainan dalam kesehatan kandungan saat periode ini, maka dapat berdampak negatif untuk kesehatan seumur hidup.
Yang titik kritis yang kedua yaitu dari lahir sampai 6 bulan pertama (180 hari) titik kritis ini sebagai 'pintu' yang menjadi batas transisi antara dunia dalam kandungan dan dunia luar. adanya gangguan pembentukan dan fungsi suatu organ harus dapat terdeteksi dan diatasi langsung diperiode ini. bila tidak, maka gangguan fungsi organ tersebut akan sangat mungkin bersifat menetap seumur hidup.
Yang titik kritis ketiga pada saat 6 bulan sampai anak usia 2 tahun (540 hari). salah satu kejadian terpenting diakhir 1000 hari pertama kehidupan adalah pembentukan sirkuit otak. pada saat baru lahir, struktur otak masih terbentuk sekitar 25% namun pada hari ke 1000( 2 tahun) struktur otak anak telah mencapai 80 % struktur orang dewasa.

Bayangkan, hampir semua pondasi dasar kemampuan manusia harus sudah tersusun dengan baik periode ini. antara lain : kemampuan fisik, komunikasi verbal, kompetensi sosial dan bahkan pembelajar perilaku benar dan salah. Selain itu katanya pak dokter, bukti ilmiah kedokteran saat ini menyimpulkan bahwa sebagian besar penyakit orang dewasa misalnya diabetes, jantung, kanker, alergi dsb. sejatinya telah diprogram sejak usia dini pada 1000 hari pertama kehidupan manusia.

Maka masa 1000 hari pertama kehidupan anak akan menjadi sebuah "jendela kesempatan" yang hanya terjadi sekali seumur hidup. bila kesempatan ini dipergunakan dengan baik, maka inilah periode terbaik untuk membentuk anak yang berkualitas atau membetulkan sebuah gangguan. Namun disisi lain, bila kesempatan ini tidak dipergunakan dengan baik, maka akan mengalami gangguan permanen seumur hidupnya.

Nah yang aku ingin tulis lagi yang penting adalah Puncak kecepatan pertumbuhan otak manusia bukan terjadi ketika dewasa ternyata. melainkan pada 1000 hari pertama kehidupan anak, sejak dalam kandungan sampai usia 2 tahun, berat anak otak sudah mencapai 80% berat otak orang dewasa. sisanya 20% yang akan tumbuh sampai anak kita remaja. Nah yang saya tulis tadi, periode kritis, periode yang terjadi hanya sekali seumur hidup anak!!!

Salah satu ciri khas otak anak ketika masa 1000 hari pertama adalah otak anak masih belum mampu membedakan sebuah rangsangan baik negatif dan positif. semua rangsangan yang bersifat dari luar akan diterima otak anak dan akan diserap cepat oleh anak. Jadi jika anak mendapat rangsangan yang positif maka anak akan berkembang ke arah yang positif pula, sebaliknya, jika anak dirangsang dengan negatif maka anak aka mengarahkan otaknyanya ke hal-hal negatif.

Ciri otak tersebut harus benar-benar dipahami oleh kita sebagai orangtua, sehingga mengasuh anak berusia dua tahun kebawah harus dengan "memperkaya" lingkungan supaya anak mendapatkan kesempatan lebih banyak menerima rangsangan eksternal yang positif. Maka mengingat sangat pentingnya periode 1000 hari pertama untuk perkembangan otak anak, maka saya dan orangtua semua harus menggunakan kesempatan ini sebaik mungkin, atau kalau tidak akan kehilangan selamanya!!!