30 Maret 2016

The Power of Wife & Mom


Assalamualaikum :D
Ahh, aku nih sempatin nulis disiang hari disaat kerjaan dah selese dan anak-anak pada bobo siang. Sebenarnya termasuk uji nyali sih ini, karena takut kalau tulisan belum beres, zaf atau ruby yang dah bangun, langsung tutup laptop, menghampiri mereka, kadang tulisan yang ditulis dilanjut malam itu susah mulainya lagi hahaha. Tapi saya coba aja yah, gak tau nih mood tuk nulis lagi tinggi banget.
......
End then, benerkan keputus gegara anak-anak sudah bangun dan dilanjut malamnya, bukan malamnya langsung, besok malam lebih tepatnya hahaha

Lanjut aja yah,

Selama di makassar, yang saya bikin hanya ngurusin anak-anak dan baca buku. Gak ada tuh ceritanya bangun jam 5 masak, mandi, bebenah dan sebagainya :D. Di makassar banyak yang bantu, ada yang masak dan mencuci. Tapi itupun saya kualahan loh, aku juga gak habis pikir. Bener kali yah, dimana-mana yang namanya kemudahan itu melenakan.

 Nah, langsung kepikiran ke batam aku cari PRT, dan itu pasti. Bapak sih nyarannya bawa dari makassar, dan orangnya udah bersedia sih, tapi akunya yang takut plus khawatir. Kenapa? takut dia belum apa-apa minta pulang karena bosan atau rindu dengan keluarga, takut karena aku belum siap sebenarnya menjadi ibu asuh, ia kan aku otomatis menanggung seorang yang dulunya bukan menjadi tanggung jawab saya, sekarang jadi tanggung jawab saya, masalah kesehatan dan keselamatannya, aku takut dia jadi sakit, atau hilang atau gimana, saya kepikiran negatif muluk, sepertinya memang aku belum siap. Jadi jalan yang paling aman aku nyari PRT yang gak tinggal sama kita, maunya selesai kerjaan dirimu bisa pulang, anak-anak dan masak tetap aku yang tangani, pikirku demikian. Suami sebenarnya mau nyari orang yang bisa tinggal serumah! bisa diajak kemana-mana, karena memang kita kadang kerepotan kalau mau main diluar atau sekedar makan diluar. tapi nyari bibi yang kerjaan part time aja susah gimna nyari yang full time. :'(

Sebelum ke batam, saya sudah deal dengan orang, dikenalin teman yang pernah kerja sama dengannya. Sampai ke batam, hpnya gak aktif muluk, 2 hari saya hubungi gak aktif. oke saya nyerah, cari yang lain. Banyak saya temukan tapi banyak juga syarat dan alasannya, ada yang minta bawa anaknya tuk kerjalah, ada yang tiba-tiba harus pulang ke jawa karena ayahnya meninggal, dan sebagainya.

Singkatnya sampai saya nulis ini, sudah hampir 3 minggu saya tangani kerjaan rumah SENDIRI!

Bangga?! Banget Dounggggggg!! *sambil lap keringat :p

Capek?! jangan tanya itu. please!!!

oh iaa, sekali-kali Suami dan zaf inisiatif membantu. Ini alhamdulillah banget. Saya sekarang lebih pengen dibantuin dibanding dikasih bunga atau kata-kata romantis :p tapi kalau dikasih hadiah tetep gak nolak loh, tapi tetep bantuin *teteeeeepp :D satu lagi, kalau suami capek pulang kantor biasanya dia bantuin hanya menjadi pendengar setia, ocehan dari mulut ini dia dengar semua. itu juga sangat membantu loh :p

Hari pertama di batam, alhamdulillah masih ada suami yang bantuin, tiba waktu senin, rumah masih berantakan, dan dianya sudah ngantor. eike ngapain?! Nongkrong!!! :D Nongkrong dipojokan, diruang tengah sambil liat zaf main dan nenenin ruby didepannya barang-barang masih terbongkar. Hahahahah. Bayangin seperti cakar yang habis buka baru, eike jadi juragannya hahaha

Sehari, saya gak ngapa-ngapain selain main sama anak-anak, untungnya mertua tercinta masakin bekal untuk kami-kami di batam yang memang gak bisa langsung masak karena emang capek dan belum ke pasar, makasih mam :*. Hari kedua tanpa suami, alhamdulillah rumah sedikit ada kehidupan, malamnya suami bantuin beberes. Alhamdulillah yakk! tapi yang saya bikin lap keringat pake kain, kainnya bisa diperas pulak *lebay saat ruby on fire disaat zaf udah pulas, zaf yang on fire ruby yang pulas, setelah itu mereka berdua on fire, eike kapan mandinyaaaaaaa *menangis dipojokan.

Saat itu langsung ngomel ke suami, nyariin cepet bibiiiiii!

Hikss, karena kita hidupnya rantauan, gak ada keluarga yang bisa kita tanya-tanyain, kita gak tau mau nyari kemana, tetangga-tetangga di kompleks kita pada gak gaul semua alias sepi pada sibuk kerja sepertinya!

Sambil berjalannya waktu, sambil nyari-nyari juga, saya yang Insha Allah diberikan kekuatan terus bekerja, mengurus anak-anak dan suami tanpa bantuan siapapun. dan alhamdulillah saya bisa juga! entah kekuatan yang saya dapat dari mana, saya juga gak tau, ini kah yang disebut kekuatan dari seorang istri dan bubun, melihat suami terurus dan anak-anak dengan riangnya itu sudah menjadi hadiah yang besar buat saya.

zaf masalah waktu makan dan tidur udah paten, aku sudah tau itu, lain dengan ruby berangkali masih adaptasi dengan tempat baru lagi. tapi lama-kelamaan mereka sepertinya mengerti. Saya diuntungkan pada jam tidur zaf dan ruby yang lama dan bersamaan, hampir 3 jam waktu yang bisa saya gunakan untuk mencuci, menyetrika, menyapu, mengepel, membereskan mainannya zaf, dan hal-hal yang bisa saya kerjakan lagi jika masih ada waktu. Memasak dan Mandi saya kerjakan di subuh hari setelah sholat shubuh tentunya. Dan malamnya mereka tidur antara jam 8 atau jam 9 malam setelah itu me time saya. Disitu waktu saya pakai dengan menulis dan membaca. sekalian ngobrol ngalur ngidul sama suami. :D

Alhamdulillah, seorang diri mengurus semuanya, dan lebih membanggakan karena saya masih bisa baca dan menulis. Inilah nikmatnya hidup mandiri, kita yang mengatur semuanya, waktu terutama, dan yang terpenting pola pengasuhan anak. Tapi bukan berarti saya sudah membuktikan diri saya bisa menjalani peran jadi Istri, Bubun dan Upik Abu secara bersamaan, saya gak butuh PRT. Saya tetap mencari beliau, saya tetap butuh bantuan orang selain. Saya merasa bersalah jika zaf yang asyik main sendiri dan saya yang sibuk dengan kerjaan rumah. Ahh, saya hanya ingin dekat dengan anak-anakku, saya hanya ingin menciptakan kedekatan dengan anak-anakku, agar mereka menjadikan saya orang yang mereka percayai untuk bertanya, untuk membimbing, untuk memberi dia nasehat hidup mereka sampai kapanpun. :')

Semoga saya mendapat orang yang pas yah! Doain yah!

Tapi kadang juga, ada rasa letih, disaat waktu sudah terplanning, dan tetiba semua hancur dikala ruby yang rewel. disitu kadang saya susah mengatur ritme emosi saya ditambah capek tentunya. Hanya bisa beristigfar sambil menutup mata sebentar, atau keluar kamar jauh sama anak-anak. atau jika ada suami, kadang hanya bisa nyandar dan kita saling berpelukan, kadang juga suami yang take over nidurin anak-anak.

Nah, disini tantangannya, disaat saya sudah capek, ruby yang kebetulan lagi rewel, zaf yang aktifnya bukan main, dan saya harus tetap menjaga emosi saya agar tidak ngomel depan anak-anak. Kadang terlepas didepan ruby. tapi untuk zaf saya sangat menjaga sekali. Zaf sudah tau kalau saya sudah diam, tidak menjawab pertanyaan-pertanyaannya dia tau kalau bubunnya lagi marah atau tidak mau diganggu. tapi itu tak berlangsung lama, zaf selalu memanggilku, dan pada saat saya bilang 'iya' dia sudah mengerti marah saya sudah reda. Semoga saya tetap kuat ya Rabb!! khususnya menjaga naik turunnya emosi saya menghadapi zaf dan ruby yang menguras energi dan pikiran. maka hanya kalimat inilah yang kadang membuat saya selalu mengucapkan astagfirullah puluhan, ratusan bahkan ribuan kali yaitu: "Nikmatilah... Nikmatilah... percayalah kelak engkau akan merindukan kembali" 

Yaa Allah bimbing diri ini dari lisan dan perbuatan yang selalu mengajarkan kebaikan untuk amanahmu ini.


Lubnah Lukman
(Seorang bubun yang terus berusaha memperbaiki diri)

27 Maret 2016

Pantai Marina Batam

Lokasi permainan di pantai marina

Assalamualaikum

Banyak sekali ragam aktifitas yang kita bisa rencanakan buat putra putri kita,
ketimbang "menyerah" di tangan gadget. 

Yah, saya sangat sepakat dengan caption diatas, entah saya pernah baca di mana, yang penting sepenggal kalimat itu langsung teringat dikala weekend sudah mendekat hehe. Memanfaatkan waktu yang hanya sedikit terkhusus buat kebersamaan ayah dan anak-anak, ayah yang sehari-hari yang hari kerja biasanya bertemu dengan anak diwaktu hanya pagi hari, itupun kadang sejam dan langsung ke kantor lagi, datang kerumah dikala anak-anak sudah tidur. Nah waktu weekend lah yang saya sebagai bubunnya memanfaatkan, atau mencari konsep kita kemana lagi yah weekend ini.

2 minggu sudah saya di batam, 2 minggu pula merasakan weekend lengkap bersama suami dan anak-anak, sudah ada rutinitas wajib yang tanpa kami bicarakan, yang didiskusikan palingan mengenai tempat dan rutinitasnya. dan 2 minggu ini kita outbound disatu tempat yaitu pantai marina. Entah saya senang saat terutamanya zaf sangat menikamati, berkunjung diminggu pertama agak cepat kita pulang karena matahari sudah sangat terik, buat zaf sih gak mengapa, tapi kasihan ke rubynya, agak gerah membuat dia sedikit rewel dan memutuskan kembali ke mobil untuk pulang. Dan tanpa pikir panjang minggu depannya kita rencana kesini lagi tapi kesana agak pagi.

Alhamdulillah, Batam masih banyak terdapat lokasi yang hijau, pohon-pohon yang rindang, taman kota yang sangat banyak di banding makassar, pantai yang masih asri dengan pasir putih yang bersih dan tidak terlalu ramai. Jadi untuk mencari kegiatan luar untuk anak-anak gak pusing kok.

Dan kali ini, weekend pertama kita memilih di pantai marina. Pantai marina terletak di kawasan marina, kebetulan rumah kami di daerah sukajadi, agak jauh dari lokasi, jadi kami memerlukan kurang lebih 30-40 menit tiba ke sana. Tapi perjalanan kesana tidak sangat membosankan kami disuguhi dengan pemandangan yang asri, samping kiri dan kanannya banyak pohon yang menjulang tinggi, seperti jika kita keluar daerah menuju enrekang, tapi di batam, ini tengah kota loh dan pemandangan yang sangat asri, ini salah satu yang bikin kami betah di batam, pemandangan dan kondisi lalu lintas yang sangat lancar.

Kembali Ke pantai marina, sampai kesini dan hanya membayar Rp.10,000 untuk dewasa, dan Rp.5,000 untuk anak-anak. dan itu sangat murah menurutku, kami disuguhi dengan pemandangan laut dan pepohonan yang sangat rindang. Minggu pertama, sebenarnya awalnya saya ngajak zaf ke laut tujuannya mau main pasir untuk memantapkan sensorik tangan dan jari-jarinya. Tapi ketika kami sampai di lautnya, ternyata bukan pasir yang kami temukan tapi batu-batuan ada yang kecil dan besar tapi sangat tajam. tetiba zaf tidak tertarik untuk bermain, padahal ada cukup banyak anak juga yang berenang disana. Saya juga sih jadi gak tau mau ngapain, planning yang saya buat yang bertemakan pasir langsung gak terlaksana, soalnya pas saya buka sepatu saya untuk mencoba bermain air memang sakit pas keinjak sih. Tinggal hanya duduk-duduk, ngobrol dan foto-foto sepertinya tidak efektif nih kalau disini saja, ayahnya zaf mengajak untuk ke taman bermainnya saja. Dari pantai kita terus lalu belok kiri sedikit sudah terlihat arena bermainnya. Dan zaf mulai terlihat semangat dan antusias, langsung berlari naik dari permainan satu ke permainan yang lainnya, saya sama ruby hanya mencari tempat teduh untuk sekedar foto-foto dan nenenin ruby jika sudah nangis. Zaf dan Ayahnya terlalu asik dengan rutinitasnya.

24 Maret 2016

Welcome (lagi) Batam

Assalamualaikum :)

Ketika ke Makassar bukan lagi saya sebut 'pulang'
tapi di manapun kita berada dan saling bersama
disitu baru ku sebut dengan sebutan 'pulang' :)

Yah, ketika kami sekeluarga dipisahkan oleh kota, suami di batam, saya dan zaf berada di makassar, dikarenakan saya yang harus melahirkan di Makassar. Keputusan yang sulit kami ambil, dilain sisi jika di batam, bersama tapi tak ada yang membantu, tapi jika di Makassar, banyak keluarga yang membantu. tetapi hampir 6 bulan dipisahkan oleh lautan dan beberapa daratan, bukan malah terbantu tapi tersiksa. Bagaimanapun bantuannya keluarga, tapi jika tak ada suami rasanya hambar. Entah saya yang berlebihan atau memang begitu adanya jika kita sudah menikah.

Rencana Awal, suami pengen langsung bawa kami saat ruby baru menginjak 8 hari. Tapi langsung ku tepis, GAK BOLEH! nanti tunggu 40 harinya. Mencari review lewat googling ternyata banyak yang menyarankan 2 bulan saja. OK fix kita ke batam pas 2 bulan ruby. Tapi karena kondisi suami yang banyak pelatihan entah di batam atau diluar batam, membuat tertunda. Dan Alhasil jadinya kita berangkat saat ruby sudah 3 bulan 1 hari :)



WELCOME BATAM

Hampir 7 bulan meninggalkan kota ini, tidak banyak berubah tapi ada yang berubah. Terbiasa dengan semrautnya makassar, padatnya makassar. membuat langsung letih melihat kondisi batam yang tentram dan menyejukkan, letih bukan mata yang memandang tetapi letih sekujur tubuh saat mengingat tidak ada saudara dan keluarga di sini, tak ada yang membantu selain suami dan zaf. teringat pekerjaan rumah dan banyak lagi yang saya pastikan tidak akan ada habisnya. tapi yang membuat langsung adem dan sujud syukur ketika melihat kita bisa berkumpul lagi dan inilah menjadi ladang pahala saya. mengurus keluarga saya dengan ikhlas dan tulus. Semoga.......... Amin Yaa Rabbi.

Selamat datang Kembali kota yang tak pernah saya sangka akan tinggal dengan lama disini,
Selamat datang setiap catatan hari-hari saya penuh kejutan,
Selamat datang kembali pergolakan emosi seorang Istri dan Bubun
 
Selamat datang kota Batam  :)

Dari seorang Ibu yang selalu berusaha mengatur ritme emosinya :)
Lubnah Lukman

18 Maret 2016

Syukuran dan Aqiqahan

Assalamu 'Alaikum :)

Alhamdulillah, setelah tanggal 11 pas lahiran anak kedua kami, seketika juga saya memanfaatkan waktu yang hanya sedikit untuk mempersiapkan aqiqahan yang rencananya dirangkaikan dengan syukuran 2 tahunnya anak kami yang ganteng Zafran, dilihat dengan waktu cuti ayah yang sangat mepet dan pas hari ke 7 Insha Allah Ayah masih ada di makassar mendampingi kami.

Masih dirumah sakit, jika tamu-tamu sudah pulang, ruby dah nenen dan bobo, zaf yang udah tidur juga didampingi ayahnya, waktunya jari saya untuk googling kesana-kemari mempersiapkan aqiqahan dan syukuran ini. Sebenarnya semenjak di makassar udah googling sih, plus nanya-nanya tapi yah itu saya gak mau mendahului takdir. Dan alhamdulillah ruby dah lahir dengan keadaan selamat dan sehat, gak ada salahnya saya langsung menanyakan ulang ke masing-masing vendor.

siangnya pulang dari rumah sakit, sorenya udah desaign sendiri undangan untuk dibagikan ke tetangga-tetangga. kali ini ruby akan diaqiqah di rumah mertua saya tercinta, gantian yah, maklum rumah di makassar kita belum selesai. Inshaa Allah yang ketiga udah dirumah sendiri, Ehhh, salah fokus, kembali ke topik :p

ohh ia, kli ini saya gak panjang lebar membahas tentang pengertian menurut bahasa dan istilah aqiqahan dan syukuran, secara udah 3 bulan yang lalu. Eforia sudah terlupa tetapi kenangan yang sakral masih terkenang dalam hati, diutaran dengan bahasa cukup susah saya tuliskan. Hanya karena pernah saya janji untuk membahas dessert table dan bingkisan anak-anak, dan memang banyak yang nanya-nanya makanya aku sekalian bahas aja disini.

Bersyukurlah dengan yang namanya Instagram, tinggal nyari di hestag keluarlah semua barang yang kita cari. Banyak, Sangat, jadi kita pintar-pintar melihat harga dan kualitas aja sih, soal rasa pada saat saya nyari dessert table itu dinomor duakan, intinya dia mengerti aja konsep saya, harga yang sesuai kualitas, aku mah langsung oke saja.