24 Maret 2016

Welcome (lagi) Batam

Assalamualaikum :)

Ketika ke Makassar bukan lagi saya sebut 'pulang'
tapi di manapun kita berada dan saling bersama
disitu baru ku sebut dengan sebutan 'pulang' :)

Yah, ketika kami sekeluarga dipisahkan oleh kota, suami di batam, saya dan zaf berada di makassar, dikarenakan saya yang harus melahirkan di Makassar. Keputusan yang sulit kami ambil, dilain sisi jika di batam, bersama tapi tak ada yang membantu, tapi jika di Makassar, banyak keluarga yang membantu. tetapi hampir 6 bulan dipisahkan oleh lautan dan beberapa daratan, bukan malah terbantu tapi tersiksa. Bagaimanapun bantuannya keluarga, tapi jika tak ada suami rasanya hambar. Entah saya yang berlebihan atau memang begitu adanya jika kita sudah menikah.

Rencana Awal, suami pengen langsung bawa kami saat ruby baru menginjak 8 hari. Tapi langsung ku tepis, GAK BOLEH! nanti tunggu 40 harinya. Mencari review lewat googling ternyata banyak yang menyarankan 2 bulan saja. OK fix kita ke batam pas 2 bulan ruby. Tapi karena kondisi suami yang banyak pelatihan entah di batam atau diluar batam, membuat tertunda. Dan Alhasil jadinya kita berangkat saat ruby sudah 3 bulan 1 hari :)



WELCOME BATAM

Hampir 7 bulan meninggalkan kota ini, tidak banyak berubah tapi ada yang berubah. Terbiasa dengan semrautnya makassar, padatnya makassar. membuat langsung letih melihat kondisi batam yang tentram dan menyejukkan, letih bukan mata yang memandang tetapi letih sekujur tubuh saat mengingat tidak ada saudara dan keluarga di sini, tak ada yang membantu selain suami dan zaf. teringat pekerjaan rumah dan banyak lagi yang saya pastikan tidak akan ada habisnya. tapi yang membuat langsung adem dan sujud syukur ketika melihat kita bisa berkumpul lagi dan inilah menjadi ladang pahala saya. mengurus keluarga saya dengan ikhlas dan tulus. Semoga.......... Amin Yaa Rabbi.

Selamat datang Kembali kota yang tak pernah saya sangka akan tinggal dengan lama disini,
Selamat datang setiap catatan hari-hari saya penuh kejutan,
Selamat datang kembali pergolakan emosi seorang Istri dan Bubun
 
Selamat datang kota Batam  :)

Dari seorang Ibu yang selalu berusaha mengatur ritme emosinya :)
Lubnah Lukman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar