17 Mei 2016

5 Guru Kecilku By : Kiki Barkiah

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamualaikum :)

Sudah lama niat untuk review buku yang awesome menurutku ini, terdampar hanya di draft yang hanya bertuliskan judul tapi isinya belum ada. entah saya mulai dari mana itu yang buat pusing, tapi kalau tidak dimulai kapan sampai finishnya yah.

suami tiap kali saya baca buku ini selalu berkata : "bacaannya gak meningkat-meningkat sayang?!" huahahaha memang semenjak saya membeli buku ini, saya susah move on dari buku teh kiki ini, bukan gak habis-habis bacanya, tapi selalu dan selalu saya ulang bacanya. kadang sebulan ada sampai 3-4 buku saya baca entah hanya novel, buku parenting lainnya atau sekedar kumpulan artikel yang saya print dan klip jadi satu buku lalu saya membacanya. Tapi lain dengan buku teh kiki ini, ada daya tarik yang terus-terus pengen membacanya, teh kiki seperti menulis dengan hati, kata demi kata disusun menjadi sebuah kaimat yang sangat tersirat penuh hikmah, selain bukunya, facebook teh kikipun aku kepoin satu-satu hehehehe....

aku cerita sedikit yah, maaf kalau random gini...

aku kenal dengan teh kiki ini *waduh sok kenal aja akunya yah :p dari googlingan, saya lupa caption apa sampai keluar review buku teh kiki ini. Pas seminggu sudah googling ada teman yang saya namanya kak Indra mini (Jika mau pesan buku teh kiki ini wilayah makassar cukup add Facebook beliau : Indramini) Kak Indra sudah seperti kakak sendiri posting buku 5 guru kecilku jilid 2 dan memang doinya reseller bagian makassar, tanpa fikir panjang saya order pengennya langsung jilid 1 juga tapi cetakan barunya nanti april, aduh lama, waktu itu masih februarikan yah. oke, saya malas menunggu, saya pesan yang jilid 2 aja, hanya menunggu 2 hari sampailah bukunya dirumah tapi hanya semalam saya khatam buku ini, dengan degupan jantung dan tarikan nafas yang cepat saya menyelesaikannya. Seakan terburu-buru, iaa memang saya terburu-buru, 2 alasan saya, penasaran disetiap halaman, dan jikalau gak selesai malam ini, besok anak-anak udah beraktifitas lagi dan pasti malam lagikan saya bisa lanjut baca, TERLALU LAMA! huahahah saya tipikal penasaran emang orangnya.

Khatam, semalaman. 2 hari kemudian sayapun membacanya lagi. disitulah proses mulai susah move on dari buku ini. Saya tau diri, sebegai seorang ibu yang mempunyai pergolakan emosi yang tinggi, kadang susah untuk saya tahan, selain beristighfar berkali-kali sampai ribuan kalipun kadang ada saja syaitan yang berhasil menerobos kesabaran saya :( ada yang salah dari saya atau memang butuh perjuangan, saya tidak tau, makanya selalu dan terus memperbaiki diri biarpun sangat lelah tapi dengan niat yang kuat terus saya perjuangkan, salah satu perjuangan saya adalah menjadi fakir ilmu dibidang parenting.

Jujur, banyak baca buku ataupun sekedar artikel pola pengasuhan anak yang saya baca, semakin banyak dibaca semakin membingungkan, saya tidak menemukan benang merah dari semuanya. semua benar adanya, tapi ada kondisi lingkungan atau budaya yang kadang tidak cocok diterapkan dikeluarga saya, dan kembali semua adalah pilihan. tapi pada saat saya baca buku teh kiki yang jilid 1 yang captionnya gini : " Tidak Ada yang lebih sempurna dari Rasulullah SAW dalam pengasuhan anak, maka berilah ruang dalam hati kita untuk menerima bahwa kita bisa salah. Maka tidak perlu kita mengatakan 'Kami merasa gagal menjadi Orangtua' namun katakanlah 'Bersama Allah kami bisa lebih baik lagi" Masya Allah... Yah ini kunci yang selama ini saya cari, bayangkan saking bingungnya saya menerepkan pola pengasuhan apa buat anak-anak, padahal ada contoh yang kongkrit dan sempurna dari Rasulullah SAW jauh dari yang saya baca semuanya. Tak pernah saya mencari tau pola pengasuhan menurut ajaran agamaku sendiri, begitu condongnya saya ke buku-buku buatan 'luar' padahal jauh dari itu Islam sendiri sudah menjelaskan dengan rinci bagaimana sikap kita terhadap anak dan keluarga. Karena buku teh kiki inilah, saya lebih banyak mencari tau pola asuh menurut ajaran islam yang kaffah atau lebih detailnya pola asuh yang Rasulullah SAW contohkan.dalam hati : 'semoga saya gak hanya mencari tapi juga kudu diparaktekkan un!!'


Ada beberapa caption lagi di buku 5 Guru Kecilku Jilid 2 : "Kami memilih untuk lebih banyak meluangkan waktu bersama mereka pada masa-masa pencarian jati diri mereka. Pilihan ini kami ambil dengan segala konsekuensinya, demi menjaga, memilah, dan membatasi apa yang didengar, dilihat, dan dialami oleh anak-anak kami pada masa-masa utama pendidikan dan pembentukan karakter mereka. Kami merasa membutuhkan sedikit ruang dan waktu untuk menyampaikan nilai-nilai luhur kehidupan kepada mereka sebelum kelak mereka bersinggungan dengan warna-warni nilai kehidupan yang dianut manusia. Bukanlah sebuah lingkungan steril yang ingin kami ciptakan dengan mempersempit wilayah sosial mereka, namun kami membutuhkan sedikit waktu untuk membangun imunitas dalam jiwa mereka. Imunitas itu dapat kami bangun dengan memperlihatkan realitas keburukan masyarakat di dunia hanya dari kaca mata luar tanpa harus terlalu banyak bersinggungan dengan subjek pelakunya.", "Dan kami berharap, kebersamaan kamiyang lebih lama dengan anak-anak memberi lebih banyak kesempatan bagi kami untuk merefleksi hikmah dan mengarahkan mereka untuk bersikap yang seharusnya. Kami sadar, pilihan kami bukanlah pilihan sederhana. Namun kami harus memilih, memilih apa yang saat ini paling mudah untuk mendekatkan diri kami ke dalam surga. Pilihan ini adalah salah satu ikhtiar agar kelak kami dapat mempertanggungjawabkan dihadapan sang Penguasa terhadap sebuah perintah di dalam Al-Quran untuk memelihara diri dan keluarga dari pasannya api neraka (Q.S.At-Tahrim:6)", " Yaa!! Kami harus memilih !! walau pilihan kami melawan kenyamanan. Karena anak-anak kami adalah bocah-bocah akhir zaman, yang memiliki pilihan diantara dua peran dalam kancah kehidupan akhir zaman yang digambarkan Rasulullah SAW. Memilih menjadi manusia yang memiliki masa depan sebagai bagian dari kerusakan peradaban atau memilih menjadi manusi yang mengambil bagian dalam kemenangan Islam."

Yah beberapa cuplikan dari isi buku teh kiki yang bikin saya tertampar, jujur sebelum baca itu saya masih sering galau menjadi Ibu Rumah Tangga yang hanya dirumah tanpa penghasilan, penghasilan utama dari suami. Sang suami sangat mendukung pilihan saya jikalau memang saya hanya dirumah karena disitulah surga dari perempuan mencari banyak ladang pahalanya. Tapi kadang terbesit ingin kembali berkarier, ada keinginan mempunyai penghasilan sendiri tanpa mengandalkan gaji suami, pergi sekedar nongkrong dengan teman kerja sekedar merelaksasikan kepenatan, pakai baju yang necis selain daster dan masih banyak kenyamanan dunia lagi, sayang kuliahnya dipakai berkarier di Rumah Tangga :( . Dan berkali-kali juga suami mengingatkan tentang tugas istri sesungguhnya, memberi semangat bahwa : saya(suami) dan anak-anak membutuhkan seorang istri dan ibu yang mempunyai banyak waktu untuk keluarganya, tapi berkali-kalipun ada rasa untuk pengen mengejar dunia saya kembali.. :(( Tapi semenjak baca buku teh kiki ini, lebih-lebih pada caption diatas, membuat tekad saya semakin bulat. Oke unna, tinggal dirumah!! itu pilihan saya!! lebih dekat dengan anak-anak, memperbanyak bonding dengan anak-anak sebelum mereka melihat dunia yang sebenarnya. Mau endingnya bagaimana, yang jelas saya tak pernah menyesal dan tidak menyalahkan anak-anak ataupun diri sendiri jika itu diluar rencana kami sebagai tim, manusia tugasnya berusaha, ada jalan Allah yang menentukan, dan yang terpenting kita bisa mengambil hikmah dalam semua rencana Allah SWT. semoga saya kuat. kami kuat. Dan masih banyak catatan-catatan kaki teh kiki yang terdapat di buku ini yang membuat mata ini terbuka dan membaca itu seakan ada semangat yang sangat tinggi untuk melakukan itu semua. Dan yang terpenting cara penyampaian teh kiki tidak seperti mendoktrin memukul rata bahwa pola asuh yang benar tuh begini, teh kiki melihat pola asuh melihat dari keunikan setiap anak-anak, dan yang terpenting teh kiki menulis bagaimana dia berjuang menjadi seorang ummi yang bijak, jadi kitapun yang membaca bisa bercermin dengan apa yang kita miliki baik kekurangan dan kelebihan bagaimana menggali potensi yang kita miliki, untuk memicu potensi kelak anak-anak kita. Makasih teh kiki.

Tentang keseluruhan buku ini, buku ini wajib punya untuk orangtua seperti saya yang sangat butuh bimbingan berjuang membesarkan dan mengasuh anak-anaknya. saya sangat kagum dengan teh kiki ini termasuk kesabarannya, semoga sayapun juga demikian, teh kiki yang anaknya 5 aja bisa, masa' saya yang baru 2 kalah sabarnya :) Ayoo un!! saya juga sering lihat kuliah youtube dari teh kiki ini tentang bagaimana menjadi ibu yang sabar, karena sebanyak apapun teori parenting yang kita miliki, jika tak sabar, akan buyar semuanya. saya terima kasih buat teh kiki yang terus menebar hikmah pelajaran dari 5 guru kecilnya, saya pribadi yang terus belajar mendapat banyak sangat manfaat dari buku ini, termasuk seminar parenting teh kiki yang di batam april kemarin, menyesal karena datang lewat 15 menit dari jadwal kegiatan dan mendapatkan kursi paling belakang, biarpun ada beberapa suara teh kiki yang kurang kedengaran, tapi tidak menghilangkan point penting yang disampaikan teh kiki. Tak terasa tetesan air mata ini terjatuh, mengingat betapa besar tanggung jawab kami yang akan kami pertanggungjawabkan kepada-NYA, amanah yang DIA titipkan kepada kita, begitu banyak PR yang harus kami kerja terutama terus memperbaiki diri, karena salah satu modal untuk menjadikan anak yang 'berkualitas' adalah mempunyai orangtua yang 'berkualitas' pula.

Teruslah teh kiki berkarya dengan terus menyebar hikmah kebaikan, terima kasih sudah menulis buku yang penuh dengan hikmah ini, semoga saya bisa mengambil hikmah dari apa yang saya baca, lihat dan dengar. Dan sekarang yang saya bisa simpulkan dari semuanya adalah kesabaran dan keikhlasan jawabannya. Makasih Teh kiki, saya sangat menunggu buku puisinya loh :)
Beberapa catatan-catatan kaki teh kiki yag terdapat dibuku aku tulis ulang dan menempelkannya di kulkas, tujuannya hanya satu, saat saya merasa energi negatif mulai keluar saya bisa langsung membaca dan bisa langsung mengingat, istighfar dalam hati dan menarik nafas panjang. :)

Ohh ia salam untuk 5 guru kecil teh kiki :)

Lubnah Lukman

2 komentar: