4 Oktober 2016

review : Warunk Upnormal Batam

Assalamu Alaikum :)

sebelumnya, saya review ini ala emak rempong membawa 2 batita,
tanpa suami apalagi nanny :p + ditemani 2 ibu yang masing masing membawa 2 anak :D


Dari weekend kemarin niat kesini, bareng suami dan anak-anak, niat maksimal karena mudik lebaran kemarin ke makassar gak jadi kesini, bukan gak jadi sih emang niatnya gak ada wisata kuliner cafe modern, maunya kuliner jajanan kampung. Makanya pas tau ada di batam pengen sempatin kesini sebelum rencana minggu ini mau mudik ke makassar lagi (Insya Allah). Tetapi, pas weekend kami kesana, beghhhhh, sangat antri mas bro dan mba sis (panggilan bagi pelayan upnormal kepada pengunjung) maka dengan seketika suami langsung menyuruh saya untuk cari tempat lain hahaha.

Karena tetap dengan rasa penasaran saya, hari selasa inipun mengajak Kak yuni/Ibu Baso/Mama Fathir dan Bu Irsan/Bunda Ifwat plus para krucils untuk mencoba warung yang lagi hits seantero batam ini :D

Cafe yang menyebut nama Warunk Upnormal ini baru buka jam 3 sore, sayapun melipir ke rumah fathir dulu, playdate bareng fathir dan mutiah yang berakhir rusuh tapi jika udah berpisah saling teringat-ingat hahaha, sekalian bareng menuju cafe yang dimaksud, dan janjian Bunda Ifwat pas dilokasi. Sampai pas jam 4 sore, sebenarnya sih udah gak enak perasaan tentang cafe ini yang pasti suasananya gak ramah anak. tapi dasar saya yang penasaran, didukung hasil googlingan warunk upnormal ini ada ruangan yang no smoking area. Pas kami masuk memang sangat ramai, memang sih baru minggu kemarin baru opening jadi lagi hits-hitsnya. Pelayannya dengan cepat menyambut kami, mengantarkan kami dilantai 2 yang hanya meja itu kosong, seketika langsung was-was lihat anak dan menyimpulkan seketika (kalau membawa balita cukup ini menjadi pengalaman pertama dan terakhir saya) kenapa demikian :

1. Suara musik yang volume suaranya sangat keras, kebetulan ruby dan mutiah yang masih dibawah setahun yang kebetulan tidur sangat terganggu. bukan hanya itu sih, kitapun yang dewasa jadi ngos-ngosan ngobrol karena gak kedengaran.

2. Tempat Duduk yang sangat berdekatan, anak-anak jadi gak leluasa bereksplorasi kesana-kemari. Jadi karena padat disetiap tempat duduk, sekitarpun saya yakin terganggu oleh kegaduhan meja kami :D

3. Makanan, Karena makanan beratnya kebanyakan Indomie yang divariasikan bermacam-macam rasa dan model (taukan Indomie sangat dilarang keras dimakan pada anak-anak) dan Makanan Kenyang yang menggunakan nasi sebagai bahan utamanya, tapi sekian banyak menu nasi hanya 1 yang gak pedis, tanpa pikir panjang pesan yang itu saja buat zaf. jadi untuk amannya ada menu roti sih untuk anak-anak yang udah makan siang atau hanya mau cemilan saja.

4. Memilih menu sendiri, karena kita baru pertama kali kesini, kitapun sibuk manggilin pelayanannya untuk sekedar tanya-tanya, dan untuk bayarpun kita harus membawa ke depan kasir yang harus antri dulu padahal kita sambil bawa baby :(

Tapi Bagi yang gak bawa anak kesana, tempat ini saya sangat rekomendasikan sih untuk sekedar nongkrong, Selain konsepnya yang unik, gaul dan berbeda. Menu-menunya juga kreatif, kerena mengandalkan menu yang sangat rumahan, tapi diracik dengan kreasi yang kita gak bakalan menyangka dengan rasanya, dari segi harga relatif terjangkau. Ohh ia, warunk ini memiliki mainan yang banyak( seperti monopoli, Soccer Table game, dan masih banyak lainnya) plus tempat vip jikalau kalian ingin gak diganggu baik musik dan percakapan dekat orang-orang sekeliling anda). Tapi saran sedikit yah, pelayanan agak cepat yah + Mienya jangan terlalu lama kalau masak jadi agak lembek gitu.

Yang paling saya acungi jempol adalah warung yang memiliki konsep gaul dan fresh ini memiliki mushollah yang dikonsep dengan gaul juga. Jadi memang enak untuk jikalau kalian pengen nongkrong seharian.

dibawah ini beberapa foto yang saya ambil seadanya sambil nenenin ruby :D




 

 

Lubnah Lukman
Dari bubun yang pengen sekalikali eksis di cafe anak gaul :p
 

Perpustakaan Mini Zafran

Assalamualaikum :)

Pernah lihat caption lupa dimana, yang penting tertulis :
Kalau Anda bingun bagaimana membangun masa depan anak,
Mulailah dengan menanamkan kecintaannya pada anak.

Dan ini yang saya dan ayahnya selalu pegang,
lebih rela membelikan zaf buku ketimbang baju atau mainan,
baju maupun segala pengikutnya (baca: celana, sendal dan lainnya) selagi masih ada yang dipakai, dan mainan semua bisa dialternatifkan, bisa membeli 
yang murah :p atau saya yang kadang buat sendiri :D

memperkenalkan zaf buku pas doi usia 6 bulan, dan sekarang gak mau tidur
jikalau saya terutama ayahnya pas tidur malam gak dibacaiin.

fot diatas ada sebahagian kumpulan bukunya (foto kebetulan rapi) 
dan ada sekitar 40 buku lagi yang akan berdatangan,
dan saya siap ngos-ngosan bacakan :D

Dan buku adalah investasi yang sangat lama dan berguna, biarpun mahal dari segi harga,
memang kali ini buat zaf, tapi ruby karena kakaknya sering dibacaiin
ruby pas umurnya seharipun dia sudah mengalami kebiasaan setiap
kakaknya minta dibacakan buku.

semoga usaha saya dan ayahnya membelikan dan membacakan buku,
tidak sia-sia untuk masa depan anak-anak,
Aamiin Yaa Allah :)

Lubnah Lukman
dari bubun yang senang bacakan buku anaknya.


Note:
Bagi yang minat lihat lihat + beli buku lewat jalan cash, cicil, maupun arisan
bisa hub : Mba Rahmi (Rahmi Fitri) (WA : 089 845 975 49)

1 Oktober 2016

Pempek dan Otak-otak ala Waroong Comel

Assalamualaikum :)

Hampir 5 bulan saya gak berkeluh kesah dan resah, curhat, cerita, nulis atau apapun namanya di "rumah" saya ini, malas bisa jadi, waktu yang sempit kadang membuat mulai dari awal itu susah banget, namanya penulis 'remahan peyek' yang harus butuh banyak waktu untuk menulis sesuatu yang dilakukan sehari-hari. jadi jangan tunggu tulisan saya jika disuruh nulis sekedar imajinasi hahahaha *soookk banyak yang baca :p

oke lanjut,

Karena besok 1 Muharran 1438 H, makanya niatan untuk mulai untuk nulis lagi di blog ini, dan karena seminggu ini saya tergila-gila sampai sangat jatuh cinta dengan makanan yang saya sebut cemilan karena sebungkus aja gak cukup :p namanya otak-otak waroong comel.

saya cerita sedikit yah :

Semenjak tinggal batam, saya selalu lihat entah di pasar tradisional maupun modern makanan yang bernama otak-otak, tetapi pas saya sengaja melihat dan memberanikan untuk membelinya, kok aneh yah, enak sih enak, unik sih iya karena otak-otak yang saya kenal di makasar dibungkus daun pisang dan mempunyai daging yang tebal, ini malah dibungkus daun kelapa dan tipis. saya kok gak tertarik yah, cukup merasakan sekali, jika ada yang ngasih sih saya ngabisin :p tapi untuk membeli kedua kalinya gak lagi.

Otak-otak sendiri saya gak tau khas dari daerah mana, tapi di makassar, otak-otak makanan yang bisa di dapat dimana-mana dengan campuran ikan tenggiri dibungkus dengan daun pisang, dan memiliki bumbu kacang yang super duper enak. Mengenal pertama kali makanan ini pada mamak saya, pada waktu saya masih kecil, mamak sering buat makanan ini, jika beliau sudah membeli daun pisang + ikan tenggiri, saya tanpa disuruh akan membantunya, bahkan mencoba sampai setengah adonan :p saking enaknya buatan mamak saya ini. Dan dari sini awal jatuh cinta saya dengan makanan yang bernama otak-otak.

Sudah lama tinggal di batam, dan sudah lama saya tidak pernah makan makanan ini. selalu sih request makanan baik sama mamak, kakak, maupun mama mertua saya, tapi otak-otak tidak terlintas sedikitpun, selalu terlupa saking banyaknya list permintaan yang saya ajukan ke mereka kalau pulang kampung ke makassar :D

Singkat cerita,

Pas anak-anak tidur siang, saatnya me time buat saya, melanglang di dunia maya salah satunya facebook, dan mata ini langsung melihat postingan otak-otak dari salah satu teman kantor suami namanya Heni Lestari beliau owner dari Pempek Comel, Mba hen yang biasa saya memanggilnya, selain pempek, ternyata ada juga otak-otak yang dijual, tanpa pikir panjang langsung comment ke facebooknya untuk order. selang 2 hari, suami membawa ke rumah, langsung saya panasi dan seketika habis 2 bungkus yang setiap bungkusnya terdiri dari 10 biji otak-otak, jadi total 20 biji, berdua tapi yah sama suami, bukan saya seorang, tapi tetap saya yang paling banyak :p 
Dilengkapi dengan cuka/cuko dan bumbu kacang, gak berhenti berkunyah ini mulut, dan betapa saya rindu mamak saya. lah, apa hubungannya? yah, karena mengenal makanan ini pertama kali dari mamak saya, dan rasanya enaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkkkk, juaraaaaakkkkkkkkkk. Yah, inilah otak-otak yang saya maksud, ternyata saya menemukan di batam. terlalu lebay yah, terserah. hahahaha. entah rasanya yang memang cocok di mulut saya dan suami atau memang enak untuk semua orang, tapi memang sih kita pasangan suka dengan makanan yang gurih dan pedas :))

Saya yakin karena ini bisnis rumahan, setidaknya penyedap rasa atau apalah istilahnya untuk memberikan rasa enak pasti tidak berlebihan (semoga yah mba hen :D) dan tanpa pikir panjang lagi saya pesan untuk kedua kalinya untuk menemani weekend kita ini sambil nonton dvd, tapi bar 10 menit film berjalan udah habis juga hahaha



Selain otak-otak sebenarnya pertama kenal dengan warung comel ini dari pempeknya, dulu kadang pusing makan pempek yang enak tuh dimana, banyak sih yang enak, tapi sekali lagi saya yakin bisnis rumahan itu lebih aman dari segi bahan, dan gak kalah enak tentunya. semenjak kenal pempek dari mba hen, tinggal order aja, dan berapa kali udah kirim ke makassar dan mereka semua nagih, kalau mau pulang ke makassar pasti titipnya pempek dari warung comel ini :D Dari segi harga tidak membuat kantong langsung tipis, tapi yakin perutmu akan nagih terus :D

Sukses dan berkah usahanya mba hen, salam sama keluarga yak :))

Langsung pesan dan rasakan, lewat japri jika kalian pikir saya lebay :D 083 191 299 089 (WA)

Udah lewat tengah malam, saya fans otak-otak kelas atas pamit dulu yak :D
Lubnah Lukman.