26 November 2016

Cerita dan Tips Lulus Toilet Training Zafran






Assalamu Alaikum :)

Dua kali melahirkan di Makassar, dan kadang mama saya membantu untuk membersihkan popok kedua anak saya, zafran dan ruby, 3 bulan pertama memang saya tidak pakaikan popok sekali pakai, sayang dengan kulitnya yang masih halus. setelah 3 bulan saya pakaikan diapers atau popok sekali pakai (pospak) alasan pertama karena masalah malas mencuci baju bayi karena harus menggunakan tangan, bukan mesin cuci, ditambah lagi pas 3 bulan anak-anak kita selalu di boyong sama ayahnya untuk kembali merantau, gak ada yang bantu untuk banyaknya urusan rumah tangga yang awalnya saya kerja sendiri, untuk menghemat waktu dan tenaga saya putuskan untuk memakai pospak. Pospak memang sudah barang yang tidak asing buat Ibu-ibu yang memiliki batita, bahkan bisa jadi kebutuhan primer untuk kebanyakan masyarakat Indonesia. Jadi tidak asing jika pospak masuk ke anggaran wajib yang dibeli tiap bulan. 

Nah kembali kecerita mama saya, karena orangtua dulu tidak mengenal dengan pospak makanya saya selalu ditanyakan kenapa memakaikan pospak, padahal sudah berkali-kali menjelaskan alasan saya baik yang ilmiah maupun jawaban yang mengangguk sambil berkata : "Iee mamak, nanti saya lepas sampai pada waktunya" makanya bertekad dari pada saya pulang kampung itu terus ditanyakan saya akan cepat laksanakan.

Toilet training adalah istilah untuk membuang kotoran pada tempatnya, kenapa harus diajar sama anak-anak diusia sedini mungkin? kalau saya sih mengajarkan kemandirian aja untuk zafran, kemandirian buat anak-anak sangat penting salah satunya bisa menimbulkan rasa percaya diri anak, setidaknya setelah dia lulus toilet raining, kerjaan berkurang satu heheh dan bisa ngerjain yang lain. Dan Anggaran bulanan untuk beli popok bisa diganti dengan beli buku untuk dia kan?!! :))
 
Awalnya saya mulai mengenalkan zaf toilet training pada usia 14 bulan, melihat dari tanda-tanda fisik salah satuya diusia itu, zaf sudah mantap jalan dan berlari. Tapi keadaan tidak sesuai keinginan, pas bulan itu saya hamil kembali, Alhamdulillah, dimana fisik dan emosi juga ikutan labil, yang membuat zaf setiap mau pipis keluar aja tanpa bilang-bilang padahal saya udah bilangin, berkali-kali, otomatis setiap doi pipis kerjaan malah semakin bertambah dengan mengganti dan mencuci celananya, tidak lupa lantaipun dipel dan langsung dilap kering takut jika masih basah dan zaf tetiba lewat terjatuh *dan itu pernah kejadian :( makanya saya maju mundur alias tidak konsisten.




Dan mulai memperkenalkan lagi diusia 27 bulan, disaat saya sudah melahirkan dan sudah berada di batam kembali. Tapi sebelumnya memang sering cerita-cerita ke doi bagaimana toilet trainng dan gimana caranya. Intinya saya selalu bilang dan itu setiap hari "Zaf mulai hari ini sudah tidak pakai popok lagi yah, kalau mau pipis dan pup bilang sama bubun yah, nanti bubun bawa ke kamar mandi" begitulah kira-kira ucapan yang setiap hari saya lakukan biarpun memang selalu gagal juga, karena zaf bilangnya pas doi pipis di celananya hahahaha

Tapi tak mengapa, awalnya kalau saya ingat saya selalu membawa zaf ke kamar mandi tiap 2 jam sekali, tidur siang dan malam masih memakai popok. terkadang juga kalau saya keluar hanya bertiga saya memakaikan popok dikarenakan saya kerempongan jikalau zaf meminta pipis sementara saya masih menggendong ruby, 3 bulan berlalu. setelah zaf sudah mampu mengucapkan dia mau pipis dan mengajak saya kekamar mandi, saya memulai lepas popok untuk tidur siang, dan langsung berhasil, memberanikan diri jikalau keluar hanya bertiga sudah tidak memakai popok  yang lama itu melepas dipopok malam. hahahaha. Saya tahu faktor lamanya zaf lepas popok malamnya karena saya, terutama ayahnya tidak sanggup bangun malam hahahaha

Dengan membelikan zaf karpet anti air plus ngobrol sama dia yang dilakukan tiap hari, dan pas suatu malam saya mencoba tidak memakaikan popok malam, dengan menyuruhnya pipis terlebih dahulu, pada waktu itu doi selalu tidur dijam 9 malam, saya yang kadang begadang sampai jam 12 malam, membangunkan zaf tidur dulu untuk ke kamar mandi, alhamdulillah doinya mau, setelah itu jam 3 shubuh saya membangunkan dia kembali, dan pada saat zaf bangun pagi langsung dengan cepat saya antar ke kamar mandi, begitu sampai kira-kira 5 hari, nah pas hari selanjutnya saya lupa membangunkannya di jam 3, dan teringat pas shubuh, tapi saya memeriksa tempat tidurnya belum basah, jadi saya coba tidak membangunkannya. Dan alhamdulillah pas bangun paginya, langsung membawa dia masuk kamar mandi. Dan hari-hari selanjutnya demikiannnnnnn saya tidak membangunkan lagi di jam 3 tapi tetap membagunkannya di jam 12 dan sama-sama kita tidur kembali.

Alhamdulillah diusia zaf 33 bulan udah berhasil toilet trainingnya, yang pengalaman dengan toilet training zaf yang awalnya maju mundur, dan akhirnya berhasil juga, saya mencoba untuk berbagi semoga membantu :

1. Visi Orangtua sama. Orangtua harus satukan visi dulu, dan jangan maju mundur, karena anak jadinya akan bingung sendiri. Setelah diskusi dengan tugas dan fungsi masing-masing orangtua, dan siap kotor!! Ngobrol dengan anak-anak (istilahnya di brainwash dengan dikasih tau berulang-ulang , biar masuk ke dalam otak kanan/alam bawah sadar nya), jadi untuk toilet training ini, tidak habis-habisnya sepanjang waktu dan kesempatan saya ngobrol terus dengan zaf.

2. Sediakan Media. Media disini bisa jadi alat peraga, kalau saya buku ensiklopedia cilik yang judulnya 'Tubuh Kita' saya menjelaskan tentang fungsi-fungsi tubuh kita, yang saya tekankan dialat pencernaan dan kelamin. Ada juga Ibu-Ibu lainnya menggunaka media video atau alat seperti pispot, bisa juga ceritakan atau berdongeng tentang pipis dan pup baiknya di kamar mandi. Zaf juga kalau mandi pagi selalu berbarengan sama ayahnya, dan ayahnya selalu memperlihatkan gimana cara 'Laki-laki' kalau pipis dan pup'. Semenjak itu zaf kalau pipis jadi jongkok, nah kalau pup ini yang susah doinya susah diajak ke toilet maunya di lantai kamar mandi aja hehehe 

3. Konsisten. Yah harus konsisten jangan malas. 

4. Setiap 2 jam sekali ajak ke kamar mandi, kalau bisa ajarin juga caranya cebok.

5. Kalau ada tanda-tanda doinya ngeden, segera angkat ke kamar mandi.

6. Jikalau doi bilang mau pipis dan pup, tapi belum ke kamar mandi sudah keluar duluan, jangan sekali-kali dimarahin! berikan penjelasan, bahwa : kalau pipis/pup bukan dikamar mandi, lantainya basah, harus di pel, licin, lebih bagus pipis di kamar mandi yah, atau, nak, ditahan aja dulu yah pipisnya, di kamar mandi baru pipis.

7. Harus terus semangat dan sabar!!

8. Oh iaa, sediakan celana dalam, ngobrol dengan anak kalau popok yang kemarin udah diganti dengan celana dalam, yang jika pipis di sini akan langsung basah. 

9. Dan ini yang paling penting, keberhasilan sedikitpun kasih reward ke anak-anak, jadi doi bisa semakin semangat!

Ingat gak ada yang instan, butuh perjuangan, butuh stok sabar dan semangat yang banyak (stock kain pel juga perlu :p), dan gak ada batasan umur keberhasilan toilet training, ada yang 1 bulan ada malah yang hampir setahun. Percaya dengan anak, akan ada waktunya dia siap melakukannya, perbanyak ngobrol dan melakukan kegiatan seru di kamar mandi.

Lubnah Lukman

4 komentar:

  1. waaahhh tumbhs up for kak Unna dan kakak zaf yg pintarrr
    doakan smoga abangzam juga iniiihh sudah baru mulai mau di Training wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah qiah... maju mundur yang membuahkan hasil heheheh..

      semangat buat mamaknya dan abang zam :*

      Hapus
  2. iyaaa, betul, harus semangat dan sabar ^_^
    alhamdulillah anak saya juga sudah lepas dari popok, duitnya udah bisa dialokasikan untuk hal lain hehehe

    salam kenal mbak dari surabaya ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. ia yah mba.. jurus sehabt apapun kalah dengan kata semangat dan sabar :))

      Terima kasih mbak sudah mampir :))

      Hapus