20 November 2016

Speak Good or Remain Silent


Assalamu Alaikum :)

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah dia berkata yang baik atau hendaklah diam.” (HR. al-Bukhari dan Muslim dari sahabat Abu Hurairah).

“Barangsiapa yang tidak peduli dengan urusan kaum muslimin maka bukanlah golongan kaum muslimin.” (HR. Muslim)

Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal kasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam.” (HR. Muslim)
 
Terkadang saya sangat geram dengan seluruh pemberitaan, saya pribadi sudah tidak tau yang mana benar dan mana yang hanya 'sampah', dan kita semua yakin semua punya kepentigan, begitupun saya. Sekarang saya mau menulis bukan pada tanggapan saya tentang 4 November atau Bom Samarinda, bukan kapasitas saya untuk menulis ini, yang jelas aksi 4 November tidak ada kaitan sama sekali dengan Bom yang terjadi di samarinda. Sangat Sedih jika kami - kita saling mengeluarkan argumentasi tentang kaitan peristiwa besar tersebut, malah ada sebahagian saling nyinyir.  

Memang sih apa yang terkandung dalam Al-Quran kami tidak bermakna bagi kalian, seperti ayat-ayat kitab suci kalian bagi kami, tapi bukan berarti kita bebas saling mengolok. Landasan hidup kalian biar jadi milik kalian, silahkan jalankan. Apa yang kami yakini benar, biarkanlah kami jalankan. Apa salahnya ulama menyampaikan ayat Al-Qur'an, mengingatkan masyarakat muslim akan larangan Allah memilih pemimpin kafir. Itu memang tugas mereka. Bagian mananya yang bohong dan membohongi/membodohi. Yang jelas, kami semua sudah menyampaikan apa yang menurut kami yakini, tapi jikalau kalian tidak sepakat itu memang wajar, karena imam dan iman kita berbeda. Dan  untuk Bom yang di Samarinda, saya sangat berbela sungkawa dan teramat sedih, saya punya anak lelaki berumur hampir sama dengan korban, saya sangat merasakan jika itu terjadi pada keluarga saya. Bagaimana sedih dan emosionalnya saya pada saat itu. Pelaku pemboman yang mengatasnamakan jihad, sudah mengotori makna jihad sesungguhnya, dalam Islam sangat tidak membenarkan kejadian ini, karena Nabi Muhammad SAW menegaskan dalam perang saja, salah satunya dilarang keras adalah merusak rumah ibadah. Jadi itu bukan Jihad. (padahal tidak mau dibahas, jadi dibahas)

Dan saya berharap pemberitaan yang beredar dimana-mana tolong dibaca terlebih dahulu, jangan cepat terfrovokasi dengan isu-isu yang negatif, ingat kawan, Indonesia lagi diadu domba, sekarang Indonesia mengalami ancaman, Negara kita menjadi rebutan bagi orang-orang yang mempunyai kepentingan besar dan kelak akan merugikan kita sendiri yang berada di dalamnya. Termasuk merugikan anak-anak kita kelak yang akan menjadi masa depan negara Indonesia. 




Sekali lagi, Jangan biarkan provokator pemecah belah bangsa memanfaatkan media sosialmu, pilih informasi yang kamu terima sebelum kamu sebarkan.

Ohh ia sebenarnya saya tidak mau bahas panjang lebar mengenai 2 peristiwa besar diatas, bukan kapasitas saya untuk hal itu(sudah 2 kali diulang, tapi tetapji dibahas hehe), diatas hanya betul opini saya sebagai seorang ibu yang memiliki 2 anak, anak yang saya jaga ketat telinga dan matanya. Saya hanya risau memikirkan betapa banyak serangan yang datang untuk anak-anak kita kelak nanti, baik dari lingkungan rumah, lingkungan sekolah jika mereka sekolah nanti, dan dari lingkungan mana-mana yang mereka lewati, karena semakin besar usia anak, semakin banyak kejadian atau peristiwa yang mereka harus selesaikan setiap hari. 

Anak-anak saya adalah anak-anak akhir zaman, sebuah masa yang Rasulullah telah kabarkan bahwa Bencana alam, kelaparan, wabah penyakit, perzinahan, dan perang mewarnai sejarah hidup manusia. Inilah sesungguhnya tanda-tanda dari akhir zaman. Perang antar manusia tidak pernah padam karena keserakahan manusia dalam menjarah sumber daya alam. Perang makin membara karena kesombongan manusia untuk menjadi penguasa dunia. Namun perang pun tak bisa dielakan jika tujuannya untuk membela kebenaran dan menghancurkan kebatilan.

Inilah cobaan kita terkhusus untuk kita para Ibu yang dengan giat harus membungun generasi yang tangguh. Tapi seberapa tangguhkah kita para pembangun generasi menghadapi berbagai cobaan hidup? Ketika Sahabat Rasulullah SAW, Umar bin Khattab berpesan kepada kedua orangtua untuk mendidik anak sesuai zamannya. Dan zaman kita dulu dididik dengan zaman anak-anak kita sekarang berbeda, maka apa yang kita dapatkan dulu tidak serta merta kita lakukan untuk anak-anak kita. Begitu banyak PR yang harus kita lakukan, bukan hanya mengajarkan mereka untuk mandiri, mengajarkan sholat dan mengahapal doa-doa, berprilaku sopan santun, mengajarkan tulis-baca, tapi lebih dari itu menyiapkan fisik yang kuat, mental yang kuat dan bagaimana kita membangun hubungan emosional yang erat dengan anak sebelum mereka belajar bersosialisasi dilingkungan bebas. 

Ini menjadi Impian saya dan suami, bagaimana anak-anak saya maupun ayahnya bisa memiliki ikatan emosional yang erat, Insyaa Allah jika komunikasi kami baik dengan mereka, cobaan yang menghampiri mereka entah dari segala arahpun akan terselesaikan jika kita saling cerita. Lebih banyak meluangkan waktu dengan anak-anak pada masa pencarian jati diri, maka dengan ini saya bersama suami, membatasi sosialisasi mereka, membatasi penggunaan alat elektronik semacam handphone dan televisi, sampai mereka sudah bisa memfilter mana yang baik dan buruk. Karena saya sadar anak-anak saya berada pada masa akhir zaman yang hanya dua pilihan, memilih masa depan sebagai bagian dari kerusakan peradaban atau memilih menjadi manusia yang mengambil bagian dari kemenangan Islam. Masya Allah.

Semoga dimudahkan untuk kami lakukan untuk mereka, karena segala usaha sekecil apapun Insyaa Allah akan mendapat balasannya. Setiap kita akan dimintai pertanggung jawaban dalam hidupnya, dan untuk meminta kembali atas apa yang dia lakukan. Setidaknya saya berusaha untuk terus memperbaiki diri dan mengolah kesabaran.

Lubnah Lukman

2 komentar:

  1. sekedar saran Bu, kasi besar ki sedikit font ta atau kasi hitam gelap warnanya
    Biar betah bacanya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siappp kak afdhal, tapi ini berapa kalima' editki masih kecil tulisannya gank :( ada yang salah kahh??

      Hapus