28 Mei 2017

Pribadi, Istri dan Ibu yang lebih baik


Assalamu Alaikum :))

πŸ“šNICE HOME WORK #2πŸ“š
Bunda, setelah memahami tahap awal menjadi Ibu Profesional, Kebanggaan Keluarga. Pekan ini kita akan belajar membuat

πŸ“✅“CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN”✅πŸ“
a. Sebagai individu
b. Sebagai istri
c. Sebagai ibu

Buatlah indikator yg kita sendiri bisa menjalankannya. Buat anda yang sudah berkeluarga, tanyakan kepada suami, indikator istri semacam apa sebenarnya yang bisa membuat dirinya bahagia, tanyakan kepada anak-anak, indikator ibu semacam apa sebenarnya yang bisa membuat mereka bahagia.Jadikanlah jawaban-jawaban mereka sebagai referensi pembuatan checklist kita.

Buat anda yang masih sendiri, maka buatlah indikator diri dan pakailah permainan “andaikata aku menjadi istri” apa yang harus aku lakukan, “andaikata kelak aku menjadi ibu”, apa yang harus aku lakukan.
Kita belajar membuat "Indikator" untuk diri sendiri.

25 Mei 2017

Marhaban Yaa Ramadhan 1438 H

Assalamualaikum :))

Marhaban Yaa Ramadhan,
Bulan Suci penuh ampunan telah tiba,
Maka kami sekeluarga,
Mohon Maaf jika ada perbuatan dan perkataan 
baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja,
karena manusia tempatnya khilaf,
 Mohon maaf lahir dan Bathin.

Paingngi Family,
Awal, Unna, Zafran dan Ruby

Pariss Hotel Johor Bahru

Assalamualaikum :))

Foto diambil dari sini
Saya tuh paling senang jika disuruh bikin itin dan kawan-kawannya hehe, blogwalking kemana-mana nyari destinasi yang kita mau kunjungi, mencari tempat makanan yang enak dan tentunya halal, mencari akomodasi apa yang pas kita gunakan selama liburan, dan yang penting mencari hotel yang nyaman dan murah tentunya hehehe, ahh banyak sih yah yang kudu dicari jika kita mau bepergian kemanapun itu apalagi bawa anak-anak.

Semingguan saya mencari hotel di Johor Bahru ini, maklum saya baru pertama kali kesini, dan belum ada gambaran mengenai jarak atau lokasi tertentu. Jadi kerjaan saya nyari review sebanyak-banyaknya, menentukan kita kemana dulu, mencari akomodasi yang paling pas dan terakhir menentukan hotel yang kita tempati.

Menemukan Hotel Pariss ini detik-detik terakhir, Alhamdulillah untuk pilihan hotel di JB ini sangatlah banyak dan murah untuk ukuran kita yang keluarga jika liburan tidak terlalu menentukan kamar yang mewah haha, yang penting nyaman buat anak-anak dan dekat kemana-mana, maunya juga sih kalau bisa dekat mencari makanan yang enak, murah dan halal (tetep yah murah hahaha) Ada banyak pilihan tapi kok akunya belum dapat feeling yah untuk menentukan yang tepat (saking banyaknya yang memenuhi semua persyaratan hahaha), padahal suami udah nanya-nanyain gimana penginapan kok belum dimasukin di itinnya?? hahaha, setiap malam memang salah satu obrolan sama suami yang panjang ini mengenai hotel di JB, karena banyak yang murah dan bagus jadi sulit menentukan.

2 hari sebelum hari kita ke JB, pagi-pagi mencoba googling lagi kebetulan zaf masih mandi dan ruby masih anteng dengan mainannya, tiba-tiba saya masuk di forum female daily. Nah disitu dibahas panjang lebar mengenai JB, dan saya menemukan hotel ini, langsung cari informasi mengenai hotel ini, entah langsung aja jatuh cinta, langsung booking dan menelpon suami untuk menyelesaikan administrasinya. Hahaha. 

24 Mei 2017

Wisata Legoland ala Paingngi Family :)



Assalamualaikum :))

Akhirnya ke Johor Bahru juga yah kitanya :))

Kenapa demikian, Malaysia lebih tepatnya Johor Bahru yang dari batam menggunakan kapal ferry kurang lebih hampir 2 jam, adalah tempat yang sebenarnya gak ada rencana sama sekali, bahkan saya belum terlalu minat kesana. Alasan pertama karena disana hanya wisata Legoland yang saya kira untuk seusia zaf belum maksimal jika diajak main kesana, terlebih buat ruby. 

Sufi Darulia, Ibu Dokter Cantik, yang tetangga terbaik saya,  habis pulang dari liburan bareng keluarga di legoland, dengar keseruan ceritanya, sepertinya saya tertarik, satu pertanyaan saya yang membuat saya 'oke, bisa kita coba kesana' adalah untuk seusia zaf banyak gak wahana yang bisa dinikmati?, maklum emaknya takut rugi heheheh Yaiyah doung, udah kesana membiayai semuanya harga tiket yang lumayan mahal, yang seumuran zaf udah bayar tapi wahana hanya sedikit yang zaf ikuti kan jadinya sedih, apalagi tujuan kita selalu untuk liburan kan untuk anak-anak!! Dan jawaban Bubu DamaKiral yang biasa saya panggil, Kebetulan memang Kiral usianya masih 2,5 tahun, mengatakan dengan semangat : 'Banyak Kok Bund! Kesana aja, mumpung masih di batam!'

Benar juga sih! Mumpung Masih di batam!

Memang untuk ke Johor Bahru sudah gampang, ada penerbangan langsung dari jakarta ke johor bahru, Jika dari Malaysia butuh waktu 4-5 jam untuk ke JB ini, tapi karena kita masih di batam, kenapa kita tak ambil peluang untuk jalan kesana, lepas dari batam pasti gak kepikiran lagi kesini dan pastinya kita nyari destinasi lain yang dekat tempat kita merantau ikut Pak Awalnya hehehe Mengajukan proposal dan rencana itin ke suami, dan suami mengiyakan itu sudah menjadi kabar baik hehehe Tak sampai 2 jam kita sudah tiba disana dengan menggunakan kapal ferry dari pelabuhan harbourbay menuju stulang laut yang perorangnya dikenakan biaya (Rp.295.000) untuk anak dibawah 2 tahun hanya dikenakan biaya tax (Rp.70.000).

Akhir pekan yang panjang kemarin dan kebetulan ada kerjaan dari Pak Awal di sana, kamis siang kita berangkat menuju JB, karena disana suasana tidak seperti di SG, misal makanan yang banyak ditemukan halal, dan hotel kami pas didepannya ada supermarket GIANT (Review hotel di post selanjutnya) Jadi, kita hanya membawa 1 ransel besar dan itu semuanya untuk kebutuhan 4 orang hahaha. Yah, kita tipikal keluarga yang anti rempong, kalau ada yang diransel kenapa kudu harus dijinjing ataupun didorong, kami didukung juga karena zaf udah gak minum susu + popok, Ruby yang masih ASI dan kedua anak ini makan-makanan dewasa, jadi kita memang bawa cuman perlengkapan yang dipakai di badan selama kita disana, untuk bekal anak-anak kita bisa beli disana. Dan point utamanya sebenarnya supaya tangan kita bisa dengan leluasa menjaga anak-anak.

20 Mei 2017

My Garden Resto-Cafe-Bar

Assalamualaikum :)

Udah lama penasaran mau kesini, tapi ternyata belum opening (itu tahun lau loh) dan baru opening di awal bulan mei tahun ini. Gimana saya gak penasaran coba, tanpa pikir panjang langsung datang pas dihari kedua resto ini buka :)) 

Karena dari akun Instagram Resto ini, saya sudah kepikiran, resto ini sangat banyak menggunakan lahan, yah namanya garden yah gak mungkin sekecil ruko yang memiliki luas yang standart. Makanya waktu kita mencari lokasi tersebut agak bingung, dan gak percaya pas kita dapat tampak luarnya. Hanya sebuah ruko yang bertuliskan "My Garden" untungnya saya pernah lihat di webnya tampak luar dari resto ini didukung masih banyak karangan bunga 'Opening My Garden". Hanya karena kita udah kelaparan, kita langsung masuk saja :))

Membuka pintunya kita hanya mendapatkan sebuah lorong panjang yang didesain unik, hanya terdapat tempat duduk panjang jika ada pengunjung yang ingin berfoto, dan langsung kami disambut dengan pelayannya dan mengantarkan kita ke tempat yang sudah ditentukan, Nah disitu ada pintu lagi yang menuju lokasi gardennya, karena pelayannya melihat kami membawa seorang bayi, kita diantarkan di sebuah kursi macam gazebo yang ada pelindung atap kacanya agar kita tidak langsung terkena sinar matahari yang memang pada saat itu panas banget. Masuk dari pintu itu, kami dibuat takjub, Wowwwwwwwwwwwww..... Ternyata Pintu depan dan lorong penghubung itu hanya sebuah ruko tapi setelah ke belakang, resto ini jika saya hitung menggunakan 7 ruko kali yah (maaf kalau salah) tapi informasi yang saya dapat dari pelayannya luasnya 1/3 Ha, besar yah? banget! Karena memang jika kamu kesini, ada beberapa konsep garden yang kamu bisa pilih untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman-teman. Ada Sky Terrace, Sky Garden, Sky View, Cabana, Coffe shop, Bean Bag Area, Lagoon Area, Bakery Corner, Gelatto Ice Cream, Dan masih banyak lagi. Saya saja belum puas mengelilingi resto yang mempunyai banyak konsep ini.

Kebetulan kita kesini diwaktu weekend dan baru opening makanya rame banget, rata-rata kursi terisi penuh tapi biarpun ramai, konsep gardennya tetap kelihatan, karena dari meja satu ke meja lainnya berjauhan. Sambil menunggu makanan yang kita pesan datang, saya dan zafran berjalan mengelilingi resto ini sambil foto-foto tentunya :) (jangan tanya pak awal, doi lagi jagain ruby yang lagi asyik terlelap di pelukannya, aseeekk) :D