16 Mei 2017

Sabar untuk NHW pekan 1


Assalamualaikum :)

Akhirnya kembali menulis lagi dan semoga tidak berujung pada draft :p terakhir posting tulisan dibulan januari meloncat dibulan mei, dan sama sekali tidak produktif bagi saya :( banyak cerita review yang dijanjikan, banyak cerita backpacking yang harus ditampilkan agar menjadi kenangan dengan anak-anak, dan masih banyak lagi, yakin dan percaya salah satu penyaluran emosi negatif adalah dengan cara menulis, pernah dengar disalah satu seminar parenting di batam, mengatakan : Ibu yang sering/rajin menulis entah di media manapun menghadirkan seorang Ibu yang Sabar, Insya Allah.

Salah satu dan bisa jadi yang paling utama menimbulkan kembali gairah menulis di blog saya ini adalah keikutsertaan saya dalam Kelas Martikulasi batch 4 Institut Ibu Profesional yang digagas oleh Ibu Septi Peni Wulandari. Dimana bukan hanya perkuliahan yang dilakukan secara online tetapi ada Tugas yang harus dilakukan para peserta tiap pekannya yang diberi nama Nice Home Work (NHW) untuk selengkapnya teantang Kelas Martikulasi ini saya akan ceritakan dilain kesempatan :))

Dalam materi pertama yang diberikan oleh Kelas Martikulasi ini adalah ADAB MENUNTUT ILMU. Materi pertama saja sudah bikin saya jatuh cinta dengan kelas ini. Membaca berulang-ulang. Jujur, saya adalah seorang Ibu yang fakir ilmu, terutamanya ilmu parenting, terlebih pada saat saya sudah mempunyai 2 anak, entah yang saya dapat dari buku bahkan sekedar artikel, ulasan bahkan cerita nyata dari ibu-ibu diluar sana, saya khatam semuanya. Bahkan kadang saya tidak mencerna baik-baik yang penting ilmu saya dapat, prakteknya belakangan hehehe. Tapi ketika saya mendapat materi pertama ini, langsung buyar semua, apa yang saya lakukan tidak salah tapi kurang sempurna, makanya kadang saya stress sendiri, salah satunya yang bikin stress jika anak-anak lagi berulah saya mengetahui cara mengatasinya tapi ceritanya dilapangan tidak demikian. Yah bisa jadi, ketika saya mencari ilmu saya tidak ikhlas menerimanya, saya hanya mau sekedar tahu ilmunya, tidak ikhlas dengan kondisi, masih banyak pikiran ataupun tingkah laku yang negatif. Dengan cepat saya menyimpulkan, saya tidak menggunakan ADAB ketika mencari apapun ilmu itu, karena sejatinya ".........Adab adalah pembuka pintu ilmu bagi yang ingin mencarinya, Adab menuntut ilmu adalah tata krama (etika) yang dipegang oleh para penuntut ilmu, sehingga terjadi pola harmonis baik secara vertikal dengan Sang Maha Pemilik Ilmu, maupun secara horisontal antara dirinya sendiri dengan para guru yang menyampaikan ilmu dan sumber ilmu itu sendiri..............." (Adab Menuntut Ilmu, Tim Martkulasi Institut Ibu Profesional, 15 Mei 2017)

Dan untuk Nice Home Work Pekan 1 dalam Materi "ADAB MENUNTUT ILMU" :
1. Tentukan Salah Satu Jurusan Ilmu yang akan anda tekuni di Universitas Kehidupan ini?

Jika ada jurusan ilmu SABAR, saya orang paling pertama yang akan mendaftar secara formal, tapi sangat disayangkan Sabar tidak sederhana kita masuk kelas, mengikuti apa yang disampaikan oleh pemberi ilmu Sabar, dikasih tugas, menyelesaikan tugas dan jika beruntung kita bisa mendapatkan nilai A atau Sempurna. Tapi Sabar akan saya jadikan pembelajar setiap waktu, setiap hari, 24 jam, 7 hari dengan kondisi hati dan keadaan yang berbeda tiap waktunya, Apakah saya siap? Insya Allah.



2. Alasan Terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut?

Saya seorang Ibu yang Insya Allah akan menjadi contoh yang baik buat anak-anak. Mempunyai 2 orang anak yang masuk fase aktif-aktifnya, Kami kedua orangtuanya sepakat untuk tidak ada tontonan tv di rumah dan tidak memberikan gadget sama anak-anak, alhasil rumah sangat berantakan dengan segala aktifitas exploring anak-anak. Tinggal nomaden mengikuti suami yang tugasnya memang pindah dari kota yang satu ke kota yang lainnya, yang bisa jadi tak ada keluarga dekat yang bisa tempat kita 'berpulang' sekedar cerita dan membuang penat akibat berkutat tanpa henti mengurus keluarga, Dan masih banyak fungsi kita di bumi ini salah satunya menjadi makhluk sosial, dan itu salah satu syaratnya kita harus memiliki sifat SABAR.

3.  Bagaimana Strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?

- Menjadi fakir ilmu, banyak membaca, banyak mengikuti seminar, banyak mengikuti kajian dan pengajian, intinya banyak mendatangi tempat-tempat yang bersedia membagi ilmunya.
- Bikin Resume hal-hal yang bisa mendatangkan ketidaksabaran dan yang bisa mendatangkan kesabaran
- Aplikasikan, jangan kita menjadi sekedar koleksi ilmu, tanpa mempraktekkan.
- Banyak Meminta Doa kepada sang Khalik, semoga diberi kekuatan untuk selalu bersikap Sabar terutama depan anak-anak.

4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu, perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut?

Saya terkesima dengan jawaban fasilitator saya ketika ada yang bertanya tentang penyampai ilmu dan beliau mengatakan : " Sebuah ilmu itu kalau disampaikan dari hati akan masuk ke hati, indikatornya akan menjadi amalan bagi yang mendapatkannya. Tapi kalau disampaikan lewat mulut maka hanyaakan sampai ke telinga dan menjadi sebatas pengetahuan saja tanpa amalan. Agar ilmu disampaikan dengan hati, maka harus diamalkan terlebih dahulu. Sehingga yang paling afdhol adalah sampaikan apa yang sudah anda kerjakan, karena Allah meletakkan ilmu itu di lidah saat diucapkan, sehingga penuh dengan ruh, dan terkadang kita sendiri dapat ilmu baru saat menyampaikannya " Ahhhh... terasa tertampar deh bacanya.

Jadi sekarang untuk memulai sesuatu, saya mulai berubah dengan tekad yang kuat untuk start awalnya dari saya dulu, Apapun itu, ini sudah menjadi pilihan saya, maka dari itu saya harus memberi contoh baik yang pertama karena Ibu adalah agen perubahan dan menjadi madrasah pertama buat anak-anak tercinta.

Insya Allah apa yang saa tuliskan di sini, menjadi doa untuk saya pribadi untuk meningkatkan kualitas diri, Allah SWT menghadirkan saya ke bumi ini bukan tanpa sebab, dengan rasa syukur saya, Insyaa Allah Ilmu yang saya dapat dari Kelas Martikulasi ini akan saya dedikasikan untuk saya pribadi dan keluarga. Amin Yaa Rabbal Alamin.

Lubnah Lukman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar