30 Juli 2017

Bunda Sebagai Agen Perubahan (NHW 9)

Assalamualaikum :)

Memasuki materi terakhir dari kelas Matrikulasi IIP ini, membuat saya semakin banyak mencerna, ke arah mana sebenarnya maksud dari pembelajaran saya selama ini. Maka seperti kata Bunda Septi, untuk teruslah berproses, nanti Alloh yang akan pahamkan. Berbekal keyakinan itu, saya semakin bersemangat mengerjakan NHW demi NHW.



Bunda Sebagai Agen Perubahan
Materi #9 - Matrikulasi Koordinator IIP
---------------------------------------------------------------

Perempuan khususnya seorang ibu adalah instrumen utama yang sangat berperan sebagai agen perubahan. Dari sisi individu untuk menjadi agen perubahan adalah hak semua orang tidak berbatas gender. Karena semua memiliki potensi dasar yang sama berupa akal, naluri dan kebutuhan fisik. Sedangkan dalam konteks masyarakat, keberadaan ibu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan keluarga, dimana keduanya memiliki porsi prioritas yang sama.
Keberadaan Ibu di masyarakat akan meningkatkan kualitas pendidikan keluarga di rumah, demikian juga pendidikan keluarga di rumah akan memberikan imbas positif pada peningkatan kualitas masyarakat.
Maka berkali-kali di Ibu Profesional kita selalu mengatakan betapa pentingnya mendidik seorang perempuan itu. Karena,

“Mendidik 1 perempuan sama dengan mendidik 1 generasi” 

Maka apabila ada 1 ibu membuat perubahan maka akan terbentuk perubahan 1 generasi yaitu generasi anak-anak kita. Luar biasa kan impactnya.


Darimanakah mulainya?
Kembali lagi, kita harus memulai perubahan di ranah aktivitas yang mungkin menjadi Misi Spesifik hidup kita, Kita harus paham jalan hidup kita ada dimana. Setelah itu baru menggunakan berbagai cara menuju sukses.
Setelah menemukan jalan hidup, segera lihat lingkaran 1 anda, yaitu keluarga.
Perubahan-perubahan apa saja yang bisa kita lakukan untuk membuat keluarga kita menjadi CHANGEMAKER FAMILY. 
Mulailah dengan perubahan-perubahan kecil yang selalu konsisten dijalankan. Hal ini untuk melatih keistiqomahan kita terhadap sebuah perubahan. 
Maka gunakan pola kaizen (Kai=Perubahan, Zen=Baik).
Kaizen adalah suatu filosofi dari Jepang yang memfokuskan diri pada pengembangan dan penyempurnaan secara terus menerus dan berkesinambungan.
Setelah terjadi perubahan-perubahan di keluarga kita, mulailah masuk lingkaran 2 yaitu masyarakat atau komunitas sekitar kita.
Lihatlah sekeliling kita, pasti ada misi spesifik Allah menempatkan kita di rumah tangga ini, di Kecamatan ini, di kota ini atau di negara ini.
Lihatlah kemampuan anda, mampu di level mana. Maka jalankan perubahan-perubahan tersebut, dari hal  kecil yang kita bisa.
START FROM THE EMPHATY
Inilah kuncinya.
Mulailah perubahan di masyarakat dengan membesarkan skala perubahan yang sudah kita lakukan di keluarga. 
Sehingga aktivitas kita di masyarakat tidak akan bertabrakan dengan kepentingan keluarga. Bahkan akan saling mendukung dan melengkapi.
Setelah Emphaty maka tambahkan Passion, hal ini akan membuat kita menemukan banyak sekali solusi di masayarakat
KELUARGA tetap nomer 1.
Ketika bunda aktif di masyarakat dan suami protes, maka itu warning lampu kuning untuk aktivitas kita, berarti ada yang tidak seimbang. Apabila anak yang sudah protes, maka itu warning keras, lampu merah. Artinya anda harus menata ulang tujuan utama kita aktif di masyarakat.
Inilah indikator bunda shalehah, yaitu bunda yang keberadaannya bermanfaat bagi dirinya, keluarganya dan lingkungan sekitarnya.
Sehingga sebagai makhluk ciptaan Allah, kita bisa berkontribusi kebermanfaatan peran kita di dunia ini dengan “Rasa TENTRAM”.
Salam,
/Tim Matrikulasi IIP/
Sumber Bacaan :
Masaaki Ima, Kaizen Method, Jakarta, 2012
Ashoka Foundation, Be A Changemaker: Start from the Emphaty,  2010
Materi-materi hasil diskusi keluarga bersama Bapak Dodik Mariyanto, Padepokan Margosari,  2016

24 Juli 2017

Halal Bihalal Tea Box Cafe



Assalamualaikum :)

Kata orang teman itu ada dua macam ada yang Energy giver dan Energy sucker, Energy giver adalah orang-orang yang beroperasi di zona ikhlas ( sabar, fokus, tenang, syukur dan bahagia) akan membentuk support sistem yang membantu kita untuk ikutan termaintain di zona ikhlas, sementara bergaul dengan teman-teman sucker, adalah orang-orang yang yang beroperasi di zona nafsu (takut, pembanding, cemas, lebay, pengeluh, pemarah, putus asa) membut butuh kerja ekstra diri untuk bisa tetap ikhlas. Bagaimana diri kita, tentu menularkan pula ke sekitar kita. 

Hampir 4 tahun di batam, dengan frekuensi interaksi dengan sesama itu hanya 15 persen, selain itu hanya sosial media. ihh, ngeri juga yah akunya hahah. Resign dari kantor lalu cabut ke batam ikut suami, keluarga yang hanya seorang disi tapi itupun jarang ketemu, otomatis saya tidak punya banyak teman selain teman kantor suami tentunya, tapi itupun hanya segelintir ditambah dengan tempat tinggal yang seperti 'tidak bertetangga' alias sepi dari obrolan sana-sini, disyukuri sangat karena saya yakin Allah punya misi spesifik kenapa saya dihadirkan di lingkungan seperti ini, yang salah satunya yang saya pahami 'anak di usia 0-6 tahun, ini masa paling rentan, maka lingkungan sebaiknya cukup steril. Karenanya bersosialisasi terbaik adalah dengan orangtua dan keluarga dekat, dengan asumsi bhw orangtua dan keluarga terdekat mustahil merusak. Bersosialisasi di tahap ini justru dengan menguatkan fitrah individualitasnya, misalnya memuaskan ego sentrisnya, mengakui sifat uniknya dstnya. Anak yang dipenuhi hak hak individualitasnya di usia ini, kelak akan menunaikan kewajiban sosialnya termasuk kokoh fitrah sosialitasnya seperti suka bersosial, suka berbagi, tidak mudah dibully, percaya diri untuk mengendalikan lingkungannya dstnya' (Ustadz Harry Santosa), Maka anak-anak saya zafran dan ruby hari-hari mereka yang tanpa tivi dan gadget hanya ditemani dengan Ayah dan bubunnya.  Dan tahun ini yang isu mutasi sudah merekah ke mana-mana saya menemukan 2 komunitas yang Insyaa Allah menjadi Energy giver bagi saya sebelum saya ikut suami pindah ke kota lain, salah satunya Blogger Kepri.

Saya dikenalkan dengan komunitas ini lewat sahabat blogger makassar yaitu mommy Zilqiah Angriani tidak tinggal lama saya langsung menghubungi salah satu dari pengurusnya yaitu Kak Dian Radiata follow Instagramnya dan langsung chitchat heheh seminguan gabung dikomunitas ini ada undangan untuk halal bihalal cafe tea box cafe, gak pikir panjang komunikasikan waktu dengan suami dan saya langsung bersedia untuk datang. semangat! banget! hehehe karena saya ketemu dengan teman saya sendiri, tidak dengan jalur atau lewat teman suami hahahah

Berbicara tentang cafe yang baru opening tanggal 16 Mei yang lalu atau baru 2 bulan, saya ternyata sudah kesini 2 kali pertamanya dengan suami dan anak-anak, keluarga yang tipikal nyari jajanan pas akhir pekan, dan yang kedua kalinya yah pas bareng blogger kepri ini. Cafe ini sangat dekat dengan tempat tinggal kami bahkan salah satu pemiliknya tetanggan kita, heheh Ibu Megawaty, Wanita yang cantik nan ayu, padahal sering lewat rumahnya, tapi ketemunya pas halal bihalal cafe ini.

Konsep yang ditawarkan dari cafe ini adalah modern vintage dengan banyaknya pilihan furniture dan design interior yang unik dan modern. Mulai dari pilihan keramik lantai, mural furniture antik dan modern yang dipadu padankan, memberi kesan elegan namun tetap nyaman dan hangat. Jadi jika kita ingin kumpul bareng keluarga atau teman-teman kita tinggal milih mau duduk dengan konsep yang mana. Nah dari itu cafe ini bisa dijadikan acara formal maupun informal seperi perayaan ulang tahun, meeting, arisan, atau farewell party. Dan yang jelas cafe ini instagramable. Ada juga yang paling suka dari penataan warna di cafe ini, ada nuansa yang hijau, jadi biarpun dengan banyak konsep tapi mata saya tetap segar melihatnya.

23 Juli 2017

Misi Hidup dan Produktifitas #NHW8


Assalamualaikum :)

Setelah kita mengetahui tahapan untuk menjadi bunda produktif yang menjadi bahasan dimateri 7 dan mengerjakan NHW 7 sekarang untuk minggu ini kita masuk ke materi Misi Hidup dan Produktifitas, untuk materi yang dibawakan oleh Ibu Septi Peni Wulandari bisa lihat di bawah ini :


Nah sekarang kita masuk ke NHW ke 8, NHW kali ini mengarahkan kita untuk lebih menggali bagaimana menerapkannya secara tekni, Yaitu :

16 Juli 2017

Tahapan menjadi Bunda Produktif #NHW7


Assalamualaikum :)

Bunda produktif adalah bunda yang senantiasa menjalani proses untuk menemukan dirinya, menemukan “MISI PENCIPTAAN” dirinya di muka bumi ini, dengan cara menjalankan aktivitas yang membuat matanya “berbinar-binar” (Septi Peni Wulandani).

Bukan berarti saya selalu mengumpulkan NHW dipenghujung waktu saya tidak 'berbinar-binar' mengerjakannya, malah saking berbinarnya disetiap munculnya NHW saya selalu membuat schedule untuk mengerjakannya, dari malam pertama sampai malam terakhir itu berada di malam minggu atau malam senin. Jujur untuk mengerjakan setiap NHW harus menggunakan tingkat fokus yang tinggi, dimana saya bisa mendapatkannya jika waktu malam, anak-anak yang sudah tidur, kecuali suami saya menarik untuk menemani saya selalu, setidaknya bisa sambil ngajakin diskusi dan tidak membuat malam terlalu sunyi :)) Dan memang target pegang laptop untuk ngerjaiin NHW hanya sejam itupun disambi dengan panggilan nenen ruby dari kamar.

Nah untuk NHW kali ini lebih aplikatif dan tepat sasaran karena kita menggunakan aplikasi dari Abah Rama 'Talents Mapping'  tes ST-30 (Strenght typology) di www.temubakat.com saya butuh hampir 5 kali atau lebih untuk mengulangi aplikasi ini, penasaran dan bahkan speechless dengan hasilnya yang memang dari awal sampai saya yakin ini hasil sesungguhnya tak jauh berbeda. Ternyata untuk menemukan passion atau bakat kita bukan hanya kita mengetahui diri kita secara pribadi tapi lebih menemukan bakat kita secara kebermanfaatan kita kepada lingkungan kita, dan ini memang menjadi misi Bunda Produktif.

Dan untuk hasil dari tes ST-30 saya adalah :

9 Juli 2017

Belajar Menjadi Manajer Keluarga yang Handal #NHW6

Assalamualaikum,


Alhamdululillah sudah pekan ke enam saya mengikuti kelas Martikulasi Institut Ibu Profesional, itu tandanya ada pekerjaan rumah ke enam atau istilah keren di IIP adalah Nice homework ke 6. Tapi sebelum saya bahas NHW saya kali ini, saya mau apresiasi untuk 5 tahun saya menjalani bahtera perkawinan itu berarti kira-kira hampir 45.000 jam saya lalui dengan banyaknya aktifitas baik rutin dan dinamis, apa hasil dari jam terbang saya yang sebenarnya saya sudah mahir untuk salah satunya contoh, misalnya : menangani rasa kejenuhan tapi ternyata sampai sekarang saya masih terus berputar dipikiran itu tanpa tiap jam bahkan hari tidak ada peningkatan jam terbang saya untuk setiap keahlian yang harus dimiliki dari seorang Ibu.

Bismillah,

Sebelum kita bahas NHW kali ini, yuk kita simak materi saya minggu ini bersama Ibu Septi Peni Wulandari

Memang tiap hari saya senang mengerjakan planning baik untuk saya dan anak-anak, entah menu selama seminggu atau rincian kebutuhan setiap belanja mingguan, bahkan jika kita bepergian saya selalu membuat cheklist yang akan dibawa. Tau diri kalau saya tipikal mudah terbawa arus, stalking berita di sosmed aja saya bahkan bisa melupakan apa kegiatan utama saya pada hari ini. Dan sekarang Insya Allah, jadwal ini akan paten dan berkelanjutan, Dari saya dan untuk saya sendiri dan keluarga, saya yakin berubah meskipun kecil, karena dari perubahan kecil akan mengantarkan kita ke perubahan yang luar biasa. Dan awal semua ini saya persembahkan sebagai hadiah saya yang sudah masuk 5 tahun perkawinan. Semoga Insya Allah ulang tahun yang ke 6, Milestone yang saya buat di NHW 5 bisa terlihat. Aminn.
Awal adanya tugas NHW 6 ini saya sudah japri ke fasilitator saya untuk meminta dispensasi jadwal pengumpulan tugas karena anak pertama saya drop sampai harus di rawat di Rumah sakit, dan ditambah kami baru balik dari mudik yang rumah memang sangat berantakan. Berdua di tanah rantau bersama suami, membuat saya tidak yakin untuk menyelesaikan tepat waktu tugas ini karena saya yang harus gantian dengan suami untuk jaga anak saya di Rumah sakit, tapi tetap jika ada waktu kosong saya upayakan untuk mencicil tugas ini, dan Alhamdulillah tepat waktu.