28 Agustus 2017

Menghadapi Tantrum ala Bubun ZafRuby


Assalamualaikum :))

Mempunyai dua anak batita dan memiliki jarak umur yang berdekatan sebenarnya gampang-gampang susah, gampang kalau emosi mereka stabil jadi mudah diarahin dan kitanya juga tidak menguras energi untuk membujuk rayu, tapi gak selamanya mereka mempunyai mood yang stabil kita aja orang dewasa kadang susah untuk mengontrol emosi apalagi anak-anak batita yang masih dikuasai dengan sikap egosentris mereka. Satu yang saya tekankan selalu bahwa mereka bukan bertengkar tapi belajar hidup! 

Anak-anak seumuran zaf dan ruby adalah masa mereka mengenal segala emosi, senang, bahagia, jijik, takut, dan sebagainya. kita sebagai orang yang lebih dewasa seharusnya mengajarkan mereka untuk lebih bijak untuk menyikapi jika ada pergolakan emosi diluar kontrol mereka, salah satunya bagaimana supaya emosi mereka tidak terpendam tapi terlampiaskan dengan cara yang wajar salah satunya bicara dengan bahasa ibu yang sedikitnya kita (yang lebih dewasa) bisa memahami.

Ada beberapa cara yang biasa saya lakukan untuk menghadapi tantrum anak-anak (Ini ditujukan untuk orangtuanya, karena sesungguhnya kitalah orang dewasa yang harus banyak belajar dari pada anak-anak, kenapa demikian, karena diumur 0-7 tahun itu adalah fase dimana imaji dan abstraksi berada pada puncaknya, alam sada mereka masih terbuka lebar, maka dengan itu kita harus tanamkan figur yang bisa mereka lihat dan contoh)

1. Bangun dan mandi diawal waktu sebelum anak-anak bangun tentunya. Ini salah satu me time saya untuk tetap fresh menjalani hari-hari.
2. Selesaikan Urusan domestik (masak, mencuci, menyapu, mengepel, membersihkan dan lainnya)  sebelum anak-anak bangun atau minimal Ayahnya masih ada dirumah, jadi urusan domestik masih kita bisa selesaikan.
3. Jika anak-anak lagi tidak mood dan Sayapun demikian, tarik nafas panjang-panjang, minum airputih segelas tanpa bernafas, kalau tak kunjung reda, abaikan anak-anak dan menjauh (kalau saya menyendiri di kamar) stabil baru saya keluar menenangkan anak yang tantrum.
4. Setelah itu cari tau kenapa mereka tantrum, untuk usia zaf udah bisa diajak bicara. usahakan bicara dengan anak saat kondisi kita stabil.
5. Mengurangi standart kebersihan. Kadang Ibu-Ibu seperti saya dulu belum menikah, atau baru memiliki anak 1, kondisi rumah masih stabil hehehe, tapi sudah 2 dan alhamdulillah bersihnya cuman ketika anak-anak tidur selebihnya (tebak sendiri hehehe)
6. Anak-anak tantrum kadang mereka mencari perhatian, perhatikan mereka, lalu seringlah memeluk dan mengucapkan bubun sayang zafran dan ruby. 
7. Atur waktu bersama mereka. sehari saya membuat jadwal, 8 to 8. Sebelum jam 8 pagi pekerjaan domestik saya sudah beres, suami yang bertugas menemani anak juga sudah siap-siap untuk ngantor, waktunya saya menemani anak-anak berarti tidak menyentuh urusan domestik (kecuali tugas yang berkaitan dengan anak-anak, misalnya : memasukkan baju zaf di lemarinya yang memang menjadi tugasnya). Sampai jam 7 atau 8 malam (menunggu suami pulang ngantor) saya baru melanjutkan tugas domestik saya lagi.
8. Ganti mindset kita dengan Lembut, lembut, lembut, lembut, dan lembut. Karena jika kita marah, anak-anak bukan hanya takut sama kita ibunya tapi terekam di alam bawah sadar mereka.

21 Agustus 2017

Launching Rumbel(Rumah Belajar) Homeschooling IIP Batam


Assalamualaikum
 
Berkomunitas cara saya meng-charge semangat saya
Berkomunitas pula cara saya menemukan guru-guru baru

Saat kuliah, berkomunitas bermanfaat untuk masa bekerja dan cara menyikapi masalah

Saat menjadi Ibu, berkomunitas itu menguatkan. Saat pilihan berbeda dari kebanyakan. Layaknya sebatang lidi yang disatukan. Ia mampu menyapu dan bermanfaat saat bersama.

"Raise Your self, Raise Your child"
Beginilah ibu-ibu Batam meng-upgrade diri. Karena menjadi ibu bukan tentang siap atau tidak. Tapi lebih kepada tanggungjawab pada Ilahi.

Menjadi Ibu adalah ladang Amal. Membersamai hingga anak tumbuh sholih-sholihah adalah amal jariyah yang menyelamatkan. Begitu ujar bunda Rika S yang sudah memulai HS untuk putra putri.

Ya, seringkali kita lupa. Jungkir balik mengurus anak tapi kemudian menyerahkan pendidikan anak kepada orang lain, kita dapat apa ?

Menohok pertanyaan ini. Benar. Jangan mau dapat capeknya saja. Amal jariyah bukan milik guru aja. Kitapun sebagai ibu, wajib berburu amal jariyah dengan mengajarkan hal bermanfaat untuk anak.

Menjadi guru bagi anak sendiri menjadi menarik. Topik hangat dengan hadirnya Homeschooling. Seolah menjawab keresahan setiap ketidakcocokan pada sistem pendidikan yang saat ini full day school, ditengah hempasan kasus bullying. Maraknya tingkat kriminal yang pelakunya remaja, dan seks yang terlanjur jadi candu bagi anak berseragam putih abu-abu. Bahkan seragam putih-merah pun sudah mulai menggemari seks dan coba coba.

13 Agustus 2017

Manage Your Team #NHW11

Foto Kopdar ke 3 IIP Batam

_Nice Homework #11_

_Matrikulasi IIP batch#4_

*MANAGE YOUR TEAM*

Setelah kita belajar bagaimana mengelola komunitas, maka sekarang saatnya teman-teman praktek membuat team untuk masing-masing kota, dengan cara sbb:
Lihatlah peran yang cocok pada diri anda saat ini kemudian buatlah satu judul sesuai peran anda
Misal:
"Andaikata aku menjadi KOORDINATOR IIP KOTA....."
"Andaikata aku menjadi KETUA RUMBEL IIP KOTA....."
dll.

b. Diskusikan dengan yang lain struktur organisasi dan bentuk kegiatan semacam apa yang cocok dg kondisi sumber daya manusia dan sumber daya alam yg ada di sekitar kita saat ini.

c. Apabila dalam grup ini peserta dari kota anda lebih dari satu, berdiskusilah. Apabila anda hanya sendiri di grup ini, diskusikan dengan teman satu kota anda yg satu _chemistry_ dengan anda di luar grup ini.

Andaikata tidak ada keduanya, anda sendiripun cukup.
Selamat memanage dan merencanakan pola kerja tim anda di setiap kota.
*_If you can manage your self, you can manage your team_*

Salam Ibu Profesional,
/Septi Peni/


11 Agustus 2017

Pasir buatan ZafRuby

 Assalamualaikum

Dari dulu pengen banget setiap aktifitas anak-anak 'disejarahkan' di blog ini, tapi apa daya membersihkan tiap aktifitas mereka sudah makan waktu dan energi hehehehe, kenapa? karena ngebersihinnya pake asisten istimewa, yah mereka berdua, yang mana membersihkan itu masuk diagenda permainan hahaha apalagi ruby yang sudah menginjak 19 bulan dengan ritme mainan yang saya harus buat untuk kakaknya juga berarti untuk ruby saya harus naikkan levelnya sedikit membuat saya harus ekstra hati-hati menjaga ruby.

Ruby yang memang beda banget karakter dengan kakaknya, mencoba segalanya dan kemauan yang sangat kuat, biarpun saya membuat mainan yang khusus buat zaf tetap saja ruby ikut nimbrung hahaha itu makanya kadang dokumentasi saya tidak abadikan karena untuk main bersama mereka ditambah menjaga mereka berdua saja sudah membuat saya urut dada hehehe

Tapi memang untuk membersamai anak-anak apalagi dalam permainan kalau bisa ini bukan jadi ajang selingan, ini malah menjadi prioritas, karena dengan mendengarkan mereka, menatap matanya, bermain bersama mereka sebanyak waktu yang kita punya, akan bisa jadi kita lebih mengetahui potensinya sejak dini, apa yang menjadi membuat mata mereka sangat berbinar-binar melakukannya, apa yang mereka tidak suka ataupun tidak, terjadi bonding yang kuat dengan mereka, dan itu yang saya harapkan, apalgi untuk saya yang memilih kerja di ranah domestik, tantangan kerjaan rumah yang tidak pernah habis-habisnya, membuat saya harus disiplin tentang waktu.

Dan semenjak zaf sudah menginjak hampir 4 tahun untungnya TV tak pernah saya hadirkan dirumah, apalagi handphone (emaknya tak update untuk informasi apapun, contohnya raisa-hamish tunanganpun eike tau dari orang, dan memang gak penting juga sih ditau :p) dan terkadang update informasi yang lain saya dapat ketika ngobrol dengan pak awal hahaha baru deh googling itupun jika memang penting buat saya.  

6 Agustus 2017

Aliran Rasa


Assalamualaikum

Kali ini bukan Nice Home Work lagi yang saya kerja tiap malam dan posting dipenghujung malam senin hehehe, tapi Aliran Rasa yang selalu ada di jadwal tiap materi dan disampaikan di grup WA hanya special hari ini dibuat bentuk gambar jpg dengan ukuran standart instagram yang bertuliskan aliran rasa masing-masing peserta selama mengikuti kelas ini, bukan lagi share di grup WA tapi publish di sosial media pribadi masing-masing peserta.

Beberapa hari mencari ide tulisan yag singkat dan mewakili itu susah banget ternyata, apalagi 9 pekan ini emosi dan perasaan campur aduk setiap membaca atau menonton ibu septi di youtube membawakan materi, berkali-kali dibaca, dinonton, dipahami, dihayati belum lagi kerja NHWnya dan yang paling penting diikat dengan amal (dipraktekkan) dan yang paling seru itu ketika ngobrolnya dengan suami, yah NHW saya sangat turut andil suami saya untuk menuangkan ide-ide dan jadi cermin saya untuk berbuat atau menulis sesuatu. 

Dan karena saya kebingungan mencari kata-kata yang singkat itu saya berniat untuk menulis diblog, menuangkan perasaan nano-nano ini untuk 9 pekan mengikuti kelas martikulasi IIP.

5 Agustus 2017

Membangun Komunitas, Membangun Peradaban #NHW10


Assalamualaikum

_Nice Homework #10_
_Program Matrikulasi IIP batch #4_

*MEMBANGUN KOMUNITAS, MEMBANGUN PERADABAN*

Apa kabar bunda semuanya? Semoga masih semangat belajar di sela-sela aktivitas liburan bersama anak-anak.

Kali ini kita akan melihat diri kita sebagai seorang yg sudah menjalankan peran di komunitas.

Lihat posisi anda saat ini, kemudian amati peran peradaban apa yg sedang dititipkan Allah di pundak teman-teman semuanya.

Maka buatlah essay pendek, dengan judul posisi anda saat ini.

Contoh :
KOORDINATOR KOTA

a. Bagaimana kondisi masyarakat/member yg saya pimpin saat ini?
b.Tantangan-tantangan apa saja yang saya hadapi?
c.Apakah bakat yg sudah Allah berikan untuk saya, shg mendapatkan amanah ini?
d. Bagaimana saya menggunakan bakat tersebut untuk kebermanfaatan komunitas?
e. Tahun depan, perubahan apa saja yang akan saya lakukan untuk komunitas/Rumah Belajar/ di kota kami?

Pertanyaan-pertanyaan itu hanya contoh, bisa anda modifikasi sendiri sesuai aliran hati yang teman-teman rasakan.

"Allah tidak akan membebani kaumnya, melebihi kemampuannya"

Salam Ibu Profesional,

/Septi Peni/