6 Agustus 2017

Aliran Rasa


Assalamualaikum

Kali ini bukan Nice Home Work lagi yang saya kerja tiap malam dan posting dipenghujung malam senin hehehe, tapi Aliran Rasa yang selalu ada di jadwal tiap materi dan disampaikan di grup WA hanya special hari ini dibuat bentuk gambar jpg dengan ukuran standart instagram yang bertuliskan aliran rasa masing-masing peserta selama mengikuti kelas ini, bukan lagi share di grup WA tapi publish di sosial media pribadi masing-masing peserta.

Beberapa hari mencari ide tulisan yag singkat dan mewakili itu susah banget ternyata, apalagi 9 pekan ini emosi dan perasaan campur aduk setiap membaca atau menonton ibu septi di youtube membawakan materi, berkali-kali dibaca, dinonton, dipahami, dihayati belum lagi kerja NHWnya dan yang paling penting diikat dengan amal (dipraktekkan) dan yang paling seru itu ketika ngobrolnya dengan suami, yah NHW saya sangat turut andil suami saya untuk menuangkan ide-ide dan jadi cermin saya untuk berbuat atau menulis sesuatu. 

Dan karena saya kebingungan mencari kata-kata yang singkat itu saya berniat untuk menulis diblog, menuangkan perasaan nano-nano ini untuk 9 pekan mengikuti kelas martikulasi IIP.


Satu yang pengen saya lakukan yaitu memeluk Ibu Septi kenceng-kenceng, ahh, ibu ini sangat menginspirasi saya, tau gak setiap awal pekan dengan materi baru ada video dari ibu septi ini, kenapa saya sampai berulang-ulang nontonnya yah karena 2 kali nonton itu saya gak memperhatikan isi materinya tapi HANYA memperhatikan gaya bicara, tangan, mimik, muka, intonasi suara, gaya busana dan jilbab dan semua yang melekat pada beliau, ibu ini membuat saya terhipnotis, bener banget waktu saya mendapat materi kedua yang saya garis bawahi adalah Sebuah Ilmu itu kalau disampaikan dari hati, akan masuk ke hati, indikatornya akan menjadi amalan bagi yang mendapatkannya. Tapi kalau disampaikan lewat mulut saja maka hanya akan sampai ke telinga dan menjadi sebatas pengetahuan saja tanpa amalan. Agar ilmu bisa disampaikan dengan hati, maka harus diamalkan terlebih dahulu, sehingga yang paling afdhol adalah sampaikan apa yang sudah dikerjakan, karena Allah akan meletakkan ilmu itu di lidah kita saat diucapkan, sehingga penuh ruh, dan terkadang kita sendiri dapat ilmu saat menyampaikannya. Ahh, kadang saya iri dengan wanita-wanita seperti ini, bukan materi atau gaya berpakaian yang hanya memandang dunia, tapi banyak-banyak menebar kebermanfaatan ilmu yang disampaikan dengan sungguh-sungguh karena beliau sudah melewati itu semua. Karena tujuan hidup bukan mengejar bahagia tapi agar penuh manfaat, penuh kasih sayang, terhormat. Dan karena IIP setiap hari ada goal menebar kebermanfaatan, menggali potensi, menggali ilmu saya untuk anak-anak, mencari apa alasan Allah menghadirkan saya ke dunia ini, dan sangat banyak pertanyaan yang akan Insyaa Allah saya temukan satu persatu jika saya menjalani semua peran dengan ikhlas dan serius didalamnya.

Terima Kasih dengan Institut Ibu Profesional, Ibu Septi dan Tim, Terima kasih membuat wadah seperti ini, wadah aspirasi, wadah ilmu, wadah menuangkan ide, wadah yang sangat positif buat ibu-ibu untuk meningkatkan kualitas generasi masa depan. Ini bukan akhir tapi awal untuk berubah menjadi lebih baik.

Terima kasih buat fasilitator saya, Mbak Aprilia Rhamadhany, Terima kasih sudah menjadi penghubung kita untuk belajar, menjawab pertanyaan serius maupun konyol, dan menyediakan waktu untuk bersama-sama di kelas ini untuk belajar.

Dan teman-teman, Bunda-bunda nan baik, pembelajar yang tangguh dan sholehah terima kasih kerjasamanya.

Semoga Silaturrahmi kita tidak terputus, dan semua yang kita tuangkan disini menjadi Amal Jariyah bagi kita semua, Amin Yaa Rabal Alamin.

Dan Teristimewa anak-anakku Zafran dan Ruby kalian berhak mempunyai orangtua yang shaleh dan shalehah, yang selalu ber-Tazkiyatun nafs dan selalu menjadi pembelajar menjadi yang lebih baik. 

Lubnah Lukman,
Ketua Kelas

4 komentar:

  1. Kelas matrikulasi? Kayak kelas untuk mahasiswa yang diterima lewat jalur khusus di perguruan tinggi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kelas online kak, tapi gak formal banget seperti perguruan tinggi heheh

      Hapus
  2. mantap kak unna jadi ketua kelass,, semangaatt kakkk..

    BalasHapus