5 Agustus 2017

Membangun Komunitas, Membangun Peradaban #NHW10


Assalamualaikum

_Nice Homework #10_
_Program Matrikulasi IIP batch #4_

*MEMBANGUN KOMUNITAS, MEMBANGUN PERADABAN*

Apa kabar bunda semuanya? Semoga masih semangat belajar di sela-sela aktivitas liburan bersama anak-anak.

Kali ini kita akan melihat diri kita sebagai seorang yg sudah menjalankan peran di komunitas.

Lihat posisi anda saat ini, kemudian amati peran peradaban apa yg sedang dititipkan Allah di pundak teman-teman semuanya.

Maka buatlah essay pendek, dengan judul posisi anda saat ini.

Contoh :
KOORDINATOR KOTA

a. Bagaimana kondisi masyarakat/member yg saya pimpin saat ini?
b.Tantangan-tantangan apa saja yang saya hadapi?
c.Apakah bakat yg sudah Allah berikan untuk saya, shg mendapatkan amanah ini?
d. Bagaimana saya menggunakan bakat tersebut untuk kebermanfaatan komunitas?
e. Tahun depan, perubahan apa saja yang akan saya lakukan untuk komunitas/Rumah Belajar/ di kota kami?

Pertanyaan-pertanyaan itu hanya contoh, bisa anda modifikasi sendiri sesuai aliran hati yang teman-teman rasakan.

"Allah tidak akan membebani kaumnya, melebihi kemampuannya"

Salam Ibu Profesional,

/Septi Peni/




Dua Minggu yang lalu ada pertemuan yang dilakukan IIP Batam dan saya menyambut dengan sangat antusias. kenapa? karena hampir 4 tahun di batam saya baru menemukan teman dan komunitas perempuan yang memiliki misi yang sama dalam hal pengasuhan, Insya Allah. Setidaknya saya memiliki teman diskusi selain suami. Semenjak resign dan ikut suami ke batam, selama itu saya tidak berkomunitas dengan lingkungan, padahal dulunya saya senang untuk mengikuti banyak kegiatan yang saya suka entah saya bisa ataupun tidak bisa, hari-hari berasa bersinergi, saya memang senang bertemu orang dengan banyak rencana. Dan, sekarang ada jalan dan wadahnya, berkata dalam hati, "I'm back"

Alhamdulillah yang datang melebihi target pengurus, yang awalnya saya hanya mau bertemu, silaturrahmi dan cerita pengalaman, ehh, sayanya membelok punya amanah menjadi Penanggung Jawab Rumah Belajar (PJ RUMBEL) Menulis, memang menulis masuk di ranah saya suka dan bisa, tapi belum ahli karena pengalaman yang masih minim, biasanya cuman menulis status atau sekedar menulis di blog hasil dari pengalaman, semoga dengan saya menjadi PJ Rumbel Menulis ini saya juga menjadi tantangan untuk meningkatkan ilmu penulisan saya terutama menulis di blog karena memang saya mengambil jalan menjadi bunda produktif menjadi blogger yang produktif.

Awal dari Rumbel menulis ini karena memang banyak anggota IIP batam yang mau belajar menulis, Insya Allah dengan adanya ini kita bisa lebih tekun untuk menambah ilmu dibidang menulis. Untuk sekarang karena baru dibentuk kami belum membuat program kerja yang keren, mudah dan tertantang buat ibu-ibu yang kerja di ranah domestik.

Tantangan bisa jadi sangat banyak, kita sudah sibuk di ranah domestik, waktu yang harus maksimal untuk membersamai anak, seakan waktu 24 jam tak akan cukup untuk 2 pekerjaan. Apalagi untuk membuat pelatihan atau kopi darat sekalipun bisa jadi akan amat susah dilakukan. Tapi jika tidak mulai, kita akan kalah dekan kata 'pesimis' mencoba saja, berbuat seolah besok kita sudah tak ada didunia ini, berbuat untuk kebermanfaatan itu sangat mulia, menambah ilmu jugapun memupuk amal jariyah jika kita saling menebar, kenapa kita malah mengeluh? padahal ada banyak yang Insyaa Allah berikan untuk kita lakukan dengan sesama.

Berbicara tentang bakat, saya termasuk pencoba segala aktifitas, tapi ketika masuk ke ranah domestik, saya yang dirumah kerap harus bisa menebar kebermanfaatan, yaitu di dunia blogging, bisa menulis dan menebar informasi. Kerap karena sering Menulis di blog dan keras dan kuat kemauan Insyaa Allah bisa menjadi alasan kenapa saya diamanahkan sebagai PJ Rumbel Menulis.

Dengan semangat saya ngeblog dan kemauan saya kuat dan keras, saya sudah punya program kerja untuk Rumbel saya, cukup satu tapi efeknya bisa luar biasa yaitu Arisan Buku, nah diarisan buku setiap member bisa menentukan tarif tiap buku entah buku apa aja yang berharga maksimal anggaplah Rp. 30.000 nah setiap arisan kita kocok siapa yang keluar itu bisa mengambil semua buku yang sudah kita setor, dan yang menang mempersentasikan hasil buku yang dia setor, untuk yang namanya tidak dapat giliran, buku yang dia setor mereka review di medianya masing-masing entah blog, catatan facebook atau media sosial apapun yang bisa peserta lain lihat dan pelajari. Hasil yang saya harapkan dari program ini, adalah munculnya kebiasaan membaca dan menulis, saya yakin ala bisa karena biasa. saya mencoba dulu untuk setahun kedepan, jika nanti ada masukan program lain dari anggota kita bisa musyawarahkan lagi.

Karena tiap apa yang kita lakukan pasti menentukan indikator keberhasilan, nah indikatornya bagi saya selaku penanggung jawab, member yang mengikuti arisan buku (program rumbel menulis) sudah mempunyai blog masing-masing dan mempunyai tulisan sendiri, karena apa yang kita tinggalkan didunia ini bukan lain hanya nama dan karya kita.

Lubnah Lukman





Tidak ada komentar:

Posting Komentar