9 November 2017

Air Mata Zafran #tantangan10hari #level1 #hari8


Assalamualaikum :)

aku gak enak aja ngambil foto saat anak ini nangis didepan saya hehehe, kalau jadi zaf pasti udah jengkel banget sama emaknya hehe.

Tadi shubuh, kebetulan dianya pup dalam kondisi agak cair, otomatis seprei yang baru saya ganti kemarin, saya harus ganti di tambah, sebenarnya bukan sepreinya tapi lebih ke kasurnya yang harus juga dibersihkan dengan cara disikat tapi kannnnnnnn... duhh sayanya tadi pagi ngeluh hiksss
untuk kondisi pagi ini yang diluar perhitungan otomatis ada alokasi waktu lebih yang saya harus pakai memasak saya pakai untuk membersihkan tempat tidur dan kamar. Anak-anak masih ditakeover sama ayahnya. ditambah suami izin untuk cepat ke kantor karna urusan kerjaan yang tidak bisa diabaikan. Yang biasanya domestik saya kelar sebelum suami berangkat ini malam jadi keteteran. Bisa jadi begini emosi juga gak stabil hadapi anak-anak seharian.

+ (belum jam 7 pagi) bund, lapar zaf bund
- Ini bubun lagi masak nak (dengan dapur yang masih berantakan, 2 anak sudah merengek minta makan, padahal udah diganjal susu dan roti, tapi gak kenyang kalau bukan nasi)

5 menit kemudian.
+ Bubun masak apa?
- Sayur bayam nak.
+ Ikannya ini sudah masak belum bund?
- Sudah nak.
+ Inimo bund.
- Tapi ikannya belum masak, entar 10 menit lagi yah.


baru 5 menit sudah ada lagi didapur.
+ Bund, zafmi yang ambil nasi, mana piring?
- Ini. (sambil ngasih piring, dan menatap dia kasihan ada orang kelaparan sudah pup hahaha)
+ Keras bund.
- yah udah, nanti bubun (masih sambil masak)

dari cara dia bersikap seperti otomatis saya menyimpulkan kalau dia memang sangat lapar. tapi yang bikin jengkel ketika makanan sudah siap semuanya, saya panggil pertama sampai 3 kali dia masih sibuk dengan mainannya. Yah, sudah ruby aja bubun suapin, setelah ruby sayapun juga makan (lapar buk! hehe) ehh zafnya datang dengan muka yang sedih..
+ bund, mau disuap!!
- lah, kan zaf udah bisa makan sendiri!
+ Mau disuapppppp! (dengan intonasi yang agak keras)
- kenapa marah-marah? bukan begitu caranya minta tolong!
+ Dak enak perasaanku bund.
- Yah udah kasih enak perasaanya dulu.

Dianya masih di meja makan saya sudah sibuk beresin meja makan dan dapur.
- gimana udah enak perasaannya?
+ belum bund!
- mau makan gak? kalau gak mau bubun beresin nih piringnya.
+ suapin bund! lapar zafran!
- (duduk) bubun juga lagi gak enak perasaanya. Maaf kalau bubunnya bikin kesal zaf
+ kenapa bubun tidak bicara-bicara (zaf udah tau kalau saya diam + cuekin dia artinya saya marah besar)
- Bubun lagi gak enak perasaanya zaf. Maaf
+ (Dan air matanya belum berhenti dari tadi)
- Sini sayang. (sambil memegang kepalanya dan memeluk anak saya ini, dan pecahnya tangisan kita berduaa)
- Maaf bubun, maaf bikin marah-marah zaf. Bubun lagi gak enak perasaan.
+ Zafran juga bun
- Iee sayang, sini bubun suap!

Anak saya ini sangat peka terhadap situasi rumah, tak lepas perhatiannya adalah situasi emosi saya, dia tau banget kalau saya menyueki dia + gak banyak ngomong berarti emaknya lagi marah sama dia, tapi keselnya dia juga ikutan marah dan sedih hahahah. Tapi apapun itu saya selalu mengutarakan kalau bubun lagi gak enak perasaannya. Yah satu alasan supaya zaf juga mengungkapkan perasaannya dengan mulut bukan dengan tindakan lewat tangan seperti lempar barang dan sebagainya.

Lubnah Lukman

2 komentar:

  1. Aiih.
    Selalu suka cara mb unna menghadapi anak-anaknya.
    btw aku baru ngeh,
    klo saat menangis anak tidak nyaman difoto.
    soalnya sering fotoin khalid klo khalid lg nangis.
    makasi ya bubun sudah mengingatkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aiihh.. dan saya masih belajar untuk fokus dengan mengahadapi anak yang berkemauan sangat keras heheheh

      Hapus