24 November 2017

Aliran Rasa Komunikasi Produktif


Assalamualaikum...

Masuk ke Materi pertama tentang komunikasi produktif ini adalah bahasan pertama yang memang menjadi salah satu dasar kita untuk bahagia dan santai menjalani hari-hari apalagi itu hubungannya sama keluarga khususnya sama anak-anak yang tiap saat tiap waktu kita bertemu. Komunikasi produktifpun bukan hanya kepada ke keluarga tapi bagaimana juga kita membawa itu ke ranah lingkungan sekitar kita. Dan tentunya awal anak belajar bagaimana berkomunikasi produktif itu yah salah satu yang paling utamanya adalah dari orangtua, menjadi tauladan anak. Susah kan, Banget, dan ternyata Komunikasi Produktif ada ilmunya.

Memilih Zafran anak pertama saya untuk menjalani game level satu ini karena memang saya selalu bersama zaf, sayapun juga mau belajar bagaimana cara berkomunikasi sama zaf terutama yang lebih produktif dan efektif tanpa ada marah-marah karena fitrah orangtua itu kan sering memberikan 'ceramah' kepada anaknya, nah dengan belajar berkomunikasi produktif bisa membuat model 'ceramah' yang terkesan menggurui kepada anak tidak merasa seperti itu, tapi lebih ngobrol terbuka mengutarakan maksudnya supaya masing-masing mengetahui apa yang diinginkan tanpa ada rasa canggung, malu atau takut mengutarakan perasaan karena gak merasa nyaman dengan kita sebagai Orangtua.


13 hari mencoba, merekan lalu dituangkan lewat tulisan, tapi sebenarnya bukan hanya 13 hari sih, tapi sampai sekarang alhamdulillah saya terus memantau dan mencoba apa yang saya dapat dari game level 1 ini, kadang lepas kontrol, kadang sesuai  planning, kadangpun diluar rencana, mood kita dan anak-anak berganti setiap waktu, saya uga tidak tau sampai kapan terus berlatih, tapi Insyaa Allah dengan terus berlatih dengan sunggu-sungguh bisa menemukan cara berkomunikasi produktif buat anak.

Dan saya merasakan dampak yang lebih positif ketika saya mengetahui sedikit ilmunya, setidaknya ada jeda antisipasi saat anak melakukan ini - ohh yang ini nih yang harus kita lakukan, kalau moodnya gini - ohh yang ini nih caranya, ada masa coba-coba tapi itu membuat alur waktu tidak cepat sampai kita tak mengetahui kenapa kita marah padahal ini hanya kasus sepele.

Apalagi memang seharian saya itu mematok untuk terus berkomunikasi sama anak, tv dan gadget dirumah gak ada makanya interaksi memang sangat banyak ke anak, pola komunikasi ini sangat berperan karena selalu rawan argumen entah sama saya ataupun adeknya.. hehehe untuk membujuk saja saya memerlukan waktu 30 menit hehehe

Terima Kasil Institute Ibu Profesional, Terima Kasih Fasilitator Kami Mbah Rahma, dan terima kasih teman-teman Kelas Bunda Sayang Sumatera, terumata terima kasih buat anakku Zafran, semoga kita tetap menjadi tim solid, menjadi partner belajar yang solid, Aminn Yaa Rabbal Alamin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar