5 November 2017

Baby blues


Assalamualaikum

Menulis ini sebenarnya udah pernah di blog sebelum ini, menulis tentang situasi seperti ini dulu memang saya dianjurkan sebagai salahsatu terapi selain mendekatkan diri kepada-Nya saya disuruh untuk menulis sejujur-jujurnya.

Baby blues adalah kondisi gangguan mood yang dialami ibu setelah melahirkan bayi. Dan saya dapat pada pasca persalinan ketika Zafran. Sebelum zafran saya sempat hamil tapi mengalami keguguran dan harus dikuret, makanya ketika mengetahui saya hamil dan suami langsung menagih saya untuk resign dari kerjaan dan ikut dia ke batam. Menuju 5 bulan saya sudah di batam dengan kondisi IRT full. Karena masih tinggal berdua, kebanyakan kerjaan domestik sedikit dan lebih banyak waktu lowongnya. Nah disini saya memakai waktu untuk banyak browsing tentang kehamilan/pra melahirkan bukan pasca melahirkan. 

Suami, Keluarga dan teman-teman sekita tahu gimana proses saya untuk mencari banyak ilmu baik sekedar browsing, hasil browsing saya print dan kumpul menjadi 1 bundel buku yang kira-kira bukunya setebal 10 cm dan itu bukan hanya khatam saya baca tapi sudah berkali-kali diulang dan distabilo jika itu pernyataan yang penting, belum lagi buku-buku yang saya baca, rencana pelatihan hypnobirthing yang saya lakukan, senam hamil, membeli alat olahraga khusus hamil dan mencari dokter yang terbaik (pro-Normal dan pro -IMD) di batam dan di Makassar yang rencana saya akan lahiran di kota ini yang dekat dengan keluarga namun jauh dari suami. Sempat juga saya pengen banget untuk melahirkan di bali, kenapa di bali karena disana ada sebuah klinik yang memang dikhusukan jika seorang ibu mau melahirkan secara hypnobirthing atau saya melahirkan di rumah tapi saya mendatangkan bidan dari bali untuk membantu saya melahirkan secara hypnobirthing. Semua tujuannya saya ingin melahirkan secara NORMAL dan IMD (Inisiasi Menyusui Dini).  


Menuju 8 bulan usia kehamilan saya udah menuju ke Makassar ditemani oleh suami. Kenapa memilih makassar karena di batam kita hanya berdua sedangkan di Makassar banyak keluarga yang menemani. Untuk Bali udah gagal karena kondisi suami yang berkerja gak bisa mempunyai waktu yang banyak untuk menemani saya di bali.

Menuju 9 bulan, saya sudah di suruh mengepel, jalan-jalan, naik tangga dan aktifitas fisik yang berhubungan dengan pinggul. tapi setelah 2 minggu lamanya kehamilan saya tak kunjung merasa sakit yang setiap orang katakan dengan adanya proses pembukaan. Dokter yang di makassar itu sampai 4 kali berganti karena saya hanya mau mencari review langsung tentang dokternya. Dan akhirnya kembali ke dokter pertama karena memang saya sangat nyambung dengan dokter ini. Tapi sayang dia tidak menyarankan saya untuk Normal makanya saya mencari opsi lain.

Sudah melewati 41 Minggu tak kunjung ada tanda-tanda untuk zaf segera melahirkan padahal ikhtiar saya sudah maksimal, suamipun sudah saya suruh cuti dari tempat kerjanya dan segera menemani saya di makassar ini. 42 minggu lebih dan besoknya suami sudah harus balik kerja lagi, dan saya ngotot untuk tetap menunggu jalannya bahwa memang anak saya belum mau keluar tunggu waktunya.

Dan tepat di Hari Minggu 42 minggu lewat, tetiba dishubuh hari saya tetiba bangun dan mengalami kencing celana, saya dan suami menganggap air kencing dengan alasan perut saya membesar jadi tidak bisa merasakan bahwa tadi mau kencing. hahaha *alasan yang gak masuk akal. Sempat kerumah mertua menggunakan motor, siangnya pulang kerumah kakak, dan suami melapor bahwa tadi shubuh istrinya kencing celana hahaha. Kakak dan Suaminya langsung menyuruh kita terkesan memaksa untuk ke dokter saja memeriksa. Dengan dibujuk + di paksa sayapun luluh dengan pertimbangan kalau memang bukan air ketuban saya pulang. yang pernah saya baca adalah pantang seorang ibu melahirkan datang kerumah sakit jika belum sakit.

Sholat ashar lalu saya kerumah sakit bersama suami lalu masuk ke UGD untuk periksa dalam bahwa hasilnya ketuban sudah merebes. huaaaaaa. Dokternya langsung datang dan melakukan shock terapi mengatakan kalau saya harus melakukan Operasi Secar (SC) dan tidak bisa melakukan IMD dikarenakan banyak obat-obatan kimia yang harus masuk ke badan saya. Secepat itu saya dan suami harus menandatangi semua persyaratan dan pengajuan ini. Begitu lama saya baru bisa tandatangan, dibjuk suami serta keluarga. Saya yang GAK BISA TERIMA.

Singkat cerita lahirlah zafran 1 Desember 2013. Rencana yang saya akan lakukan dan ternyata gagal semua itu sangat menyakitkan. Sangat Menyakitkan. Sangaaaaatttttttt.....

Diruang Operasi, diruang pemulihan ada rasa senang dan bersyukur tapi setelah itu kebanyak saya menangis tanpa henti dan tanpa sebab,  Emosi menjadi labil,  saya menjadi wanita yang gak asik marah-marah terus, oarang dirumah termasuk orangtua saya dan mertua saya sempat tersinggung berkali-kali. Melihat Zaf itu gak mau. Nenenin Zaf saja gak mau pegang apalagi melihatnya. Karena Stress, PD sayapun lecet dan berdarah. Selama sebulan saya begitu terus. sampai pada akhirnya saya konsultasi atau curhat ke dokter saya, dan mengatakan kamu harus sudahi ini semua sebelum menjadi parah. Yah salah satunya dengan menulis.

Mengambil hikmah dari semua ini, Manusia Hanya bisa berencana, berikhtiar dan jangan merasa tersakiti jika ada sesuatu diluar rencana karena ada Allah SWT yang menentukan, dan Dia paling Tahu apa yang ummatnya butuhkan, hanya kita manusia yang serba terbatas tidak sampai pemikiran kita kesana.  Alhamdulillah dengan panjangnya terapi yang saya lakukan. 1 bulan lebih saya memiliki Baby Blues Syndrom bisa diselesaikan dan sayapun meminta maaf terutama dengan Orangtua dan mertua saya. Dan terutama saya meminta maaf kepada anak saya AUFAR ZAFRAN PAINGNGI.

Dan tulisan ini saya persembahkan untuk mbak Moniq yang mendapatkan arisan pertama dari Kegiatan Rumbel Nulis IIP Batam yang bertema 'Pengalaman pribadi Masing-masing yang menginspirasi dan bisa diambil ibrohnya.

Lubnah Lukman

 


26 komentar:

  1. Keren mbk memang move on tuh syusahhh apalagi move on dri baby blues. Tadi nya saya jga mau hypnobrith tapi di batam blom ada yg berkompeten unt hypnobrith. Heheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. yupp.. di batam belum lengkap memang hehhe

      Hapus
  2. Keren mbk memang move on tuh syusahhh apalagi move on dri baby blues. Tadi nya saya jga mau hypnobrith tapi di batam blom ada yg berkompeten unt hypnobrith. Heheh

    BalasHapus
  3. Mirip ama Khalid ternyata proses lahirnya. khalid udah 42 minggu dan gk ada kontraksi. Udah ganti 3 dokter 1 bidan dan terakhir sm dokter baru mau kontrol aja trnyata harus di induksi. Dan itu dokter lelaki yg selama ini aku hindari. Qodarullah yaa. Proses induksinya gagal dan aku di sesar. Menangis jg pas diputuskan sesar. Merasa “aku udah capek2 olahraga” tapi pas ketemu khalid lulus segala marah. Hilang segala gundah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Daku ketemu zaf masih merasa bersalah :(((

      Hapus
  4. Terimakasih sudah berbagi mba, semoga bisa menginspirasi ibu2 di luar sana. Ternyata kita hanya manusia,Allahlah sebaik-baik perencana. InsyaAllah mba juga makin bertambah tingkatan sabarnyađź’•

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama mbak Moniq, Amin Yaa Rabbal Alamin

      Hapus
  5. jadi pengingat saya untuk selalu ikhtiar dan menyandarkan segala sesuatu ke Allah mbak, thanks for sharing mbak unnaa :*

    BalasHapus
  6. Disitulah perjuangan seorang ibu....Yang rela mempersiapkan segala sesuatunya demi menyambut si kecil....berusaha bangkit demi si kecil....
    Subhanallah.... terima kasih pengingatnya ini mbak unna..

    BalasHapus
  7. MasyaAllah perjuangan mb Una...
    Pernah dengar pengalaman teman tentang baby blues, dan kayaknya untuk semua persoalan hidup ya,satu hal yg paling pertama adalah MENERIMA keadaan.

    Semangat ya mb unna, thanks for sharing

    BalasHapus
  8. semangat mbak unna.....aku padamu,,,,,heehe

    BalasHapus
  9. wiii.. ternyata semua ibu pernah ngalamin..
    saya yang ingat pas habis mas risa lahir, sampai mau minum ba***on

    BalasHapus
    Balasan
    1. waooooo.. untuk gak mbak, alhamdulillah kita semua masih terselamatkan mbak yahh

      Hapus
  10. Sebaik2nya rencana seorang hamba tetap rencana Allah jualah yang paling indah.
    "Itu ketuban bukan kencing". Kalimat yg sama yang saya dengar dari spog saat hamil maryam 6bulan. Dan usia 7bulan dia lahir premi.
    Merasa jadi ibu yg "bodoh" sekali kenapa tdk tau, kenapa begini dan knp begitu.
    Tapi kembali lg rencana Allah selalu yg terindah.
    Terimakasih sdh berbagi mba una. Kiss kakak zaf.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahhh.. makasih mbak ekaaaaa... kiss juga buat aqila :*

      Hapus
  11. Aku jadi deg deg an takut kena baby blues syndrome Nanti.. Nunggu lahiran aj udah cemas..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah gak mbak, belajar dari saya, ikhtiar secukupnya, tetap berpegang teguh dengan keputusan ada di tangan Allah SWT

      Hapus
  12. semangat mba una... 1st Time pregnancy pasti banyak gag taunya... sayapun meski dari background kesehatan juga merasa bgtu bodoh ketika d marahi dr obgyn Krna sudah 1minggu ketuban rembes mash aja PD dan merasa gag ada masalah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahhh,, I feel you mbak.. terima kasih sharingnyaa...

      Hapus
  13. Semoga bisa jadi pengingat kita semua ya mba..

    BalasHapus
  14. MasyaAllah....ikut menggebu2. i feel u mba. sama...... 2x aku berharap normal dan IMD..Tp ttp qadarullah yg terbaik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Toss Mbak Jul, Berarti kita senasib yahhh... pelukkkk mbak jul, aal, dan maryam.

      Hapus
  15. Rencana yang gagal itu memang menyakitkan ya mba... Tp keputusan Allah jualah yang harus kita terima, dan itu adalah yang terbaik.

    BalasHapus