2 November 2017

Komunikasi Produktif bersama Zafran #tantangan10hari #level1 #hari1


Assalamualaikum,

Semenjak tahu bahwa hari ini saya sudah memulai untuk melakukan tantangan di kelas Bunda Sayang dengan materi pertama adalah Komunikasi produktif, dan untuk game ini saya memilih anak peertama saya untuk menjadi partner dalam menjalani games ini dan semoga selesai tantangan ini, latihan ini gak berhenti sampai di 10 hari tantangan. Bismillah yah. Hari ini seperti biasa untuk memperbaiki mood saya harus bangun lebih awal, biasanya memang begitu hahaha, menyelesaikan urusan domestik dan siap membangunkan diawal shubuh untuk anak-anak.

Biasanya zaf amat sangat susah untuk disuruh sekali untuk mandi pagi, biasa kadang berkali-kali saya menyuruhnya, dan selalu berakhir ayahnya yang eksekusi langsung hehehe. Hari Ini saya datang mendekat, dengan muka yang semangat dan berbinar menyambut anak-anak bangun, dan bertanya "kalau bangun tidur yang dilakukan pertama kali apa?" "baca buku bund" hahaha dan selalu jawabannya itu bukan baca doa padahal zaf tahu bahwa itu baca doa tapi entah zaf selalu saja memancing reaksi saya jika saya tidak menjawab sesuai dengan yang sebenarnya. Tapi kali ini saya tidak terpancing. saya hanya bilang 'Yah udah kalau sudah baca buku, Doa saya yah!' Sayapun membacakan buku sebentar, dan bertanya lagi, setelah itu apa? membersihkan tempat tidur bund jawabnya, Erggghhh, jengekel sih sebenarnya hahaha, entah memang anak diumur segini jadi ujian-ujian kita nih. Tapi selalu deh kalau persaan udah diatas ambang keluar kata-kata dari saya, 'Bubun senang banget kalau zaf, sudah bangun tidur lalu baca doa! dan dia langsung baca doa. hehehe setelah itu sayapun memluk dia dan memberikan pernyataan, Bahwa salah satu tujuan kita berdoa adalah tanda kesyukuran kita kepada Allah, Kita berterima kasih Kepada Allah SWT udah membangunkan kita dari tidur yang panjang. 

Setelah doa, kembali lagi tantangan dia untuk menyuruh zaf langsung mandi, awalnya saya senang kalau zaf tuh udah mandi sebelum ayah berangkat, tapi kadang gampang diajak kadang juga susah, tapi alhamdulillah gak pernah lewat dari jam 8 zaf mandi karena saya gak kasih sarapan dia kalau belum mandi hehehe.


Obrolan magrib tadi ketika saya masak,
- Bund, zaf boleh tuangin tempe ini gak? tapi panas yah
+ Gak kok, bubun contohin yah.
Dan Zaf mulai untuk menuangkan tempe. 

- Bund, Zaf yang nyuci piring yah.
+ Oke, Dengan senang hati sayang.
Dan zaf pun menyelesaikan cucian piringnya.

Sayapun menyimpulkan bahwa dengan latihan terus menerus untuk memperhatikan plus mendengarkan maunya anak aja, kita bisa setelahnya itu mengungkapkan gimna maunya kita. Tapi ketika kita memarahi dengan intonasi yang tinggi, anak tetiba jadi gak enak diajak komunikasi dan malah sering memancing amarah kita. Dan saya rasakan setelah mempunyai anak saya terpaksa untuk memiliki sifat yang cerewet tapi semoga bukan bawel :p 

Lubnah Lukman
Seorang Ibu yang masih belajar berkomunikasi dengan cinta bersama anak-anak

2 komentar:

  1. Abang Zaf, setelah nyupir dirumah langsung pesen gocar lanjut nyupir kermh ibuk ya.
    Hahahhahak.

    pinternya abaangg..

    BalasHapus
  2. boleh ibuuk, asal pulangnya dibawaiin ayam goreng, brownies, roti jala dan ikan asam manis yah hahaha

    BalasHapus