19 November 2017

Me Time Perjuangan


Assalamualaikum...

Berbicara tentang me time bisa jadi saya berbicara bagaimana kemerdekaan bisa diraih, hahaha, segitunya yah. Seperti memperjuangan hak kita. Tapi sebenarnya lebih memperjuangkan nasib anak-anak sih, mereka berhak mendapatkan seorang ibu yang 'waras' mengahadapi mereka-mereka seharian. Dan dari sini, otomatis waktu yang sendiri itu diluar waktu sama suami terlebih anak-anak. pada saat mereka tidur dan otomatis di malam hari, karena tidur siang, saya harus juga tidur siang, berakibat ruby jika siang nenennya gak mau lepas, dan ketika lepas yang prediksinya saya akan menyelesaikan urusan domestik ata sekedar buka laptop. Tapi 5 menit kemudia pasti menangis, dan saya kembali ke kamar dan memenuhi hak dari ruby hehehe dari situ mending saya ikutan tidur siang bersama anak-anak, maka ketika itu malam saya tidak ngantuk lagi.

Zaf dan Ruby itu tidur malam jam 7an atau paling lambat jam 8. dan kami saya dan suami ikutan tidur hahah, dan terbangun di jam 1 atau 2 dini hari. Nah biasanya kita gak tertidur lagi sampai pagi. selama itu saya bisa banyak menyelesaikan kegiatan saya, entah menulis, desain, baca buku, mengangendakan kegiatananak-anak di pagi harinya, mempersiapkan makanan, atau hanya sekedar online di hp sambil membacara WAG, karena butuh waktu juga baca chat dari banyaknya WAG yang seharian saya gak gubris, biasa digubris kalau grup penting dan urgent.

Dan alhamdulillah selama jam tidur demikian, saya sangat terbantu menyambut anak-anak pagi dengan perasaan segar, bukan karena saya baru bangun tidur, tapi saya baru mengeluarkan emosi negatif saya lewat kegiatan entah menambah pengetahuannya saya tentang hal passion. Dan menyambut mereka dengan energi yang baru. Nah setelah menuju jam 10 itu anak-anak udah siap mau tidur siang karena udah ngantuk bangun pagi yang jam 04.30 atau paling lambat jam 05.00.

Insya Allah dalam mengatu waktu, kita sudah mengetahui mana yang jadi waktu prioritas dengan anak-anak, suami, diri sendiri dan terhadap-Nya. Karena jujur udah 4 tahun berurusan dibidang domestik, jika tidak diasah untuk mengatur waktu, kita sendiri yang keteteran berakibat fatal yang buruknya ke diri sendiri, terutama ke anak-anak.

Tulisan ini untuk Mbak Ovi 
Yang sudah mengingatkan saya untuk memperoleh waktu Me Time Butuh perjuangan yang maksimal.

Lubnah Lukman
Seorang Bubun dengan Me time di tengah malam

5 komentar:

  1. Saya ga blm bisa bangun dini hari kyk gni nih, kadang mbablas aja lanjut tdur,hahah mesti belajar mesti belajar ..hihihi

    BalasHapus
  2. Perlu dicoba ini jam tidurnya .....

    BalasHapus
  3. Keren mba unna,pengen bisa gt kaya Rasulullah siap isya harusnya dah berangkat tidur. Apalah daya 😬

    BalasHapus
  4. Manajemen waktu itu kuncinya disiplin ya mba... saya juga mash suka keteteran... Siip perlu d coba pengaturannya mba .. mksh mba una

    BalasHapus
  5. keren mba. bisa sanggup melek malam. ak bangun jam 4 aja jam 10 mesti tidur lagi.wkwkwkwk

    BalasHapus