14 November 2017

Suntik Vaksin untuk Zaf #tantangan10hari #level1 #hari13

Menyayangkan gak foto zaf waktu disuntik, terlalu asyik cerita dengan petugas :(

Assalamualaikum semuanya :*

Zaf sangat anti namanya Rumah Sakit termasuk mengunjungi dokter, barangkali diusia dulu genap 2 tahun sempat dirawat jadi masih trauma dengan kondisi demikian. Jadi kalau tetiba sakit dan harus dibawah periksa ke dokter, zafnya agak tantrum. Kecuali kalau imunisasi, sebelum hari H, seminggu atau  2 minggu sebelumnya saya pasti sounding ke zaf akhirnya zafnya pasrah aja, heheh

Insyaa Allah di penghujung akhir November jika lancar kita akan melakukan perjalanan jauh, makanya untuk itu ada persyaratan yang harus dilakukan untuk lancarnya perjalanan kami, Yaitu setiap anggota diatas usianya 2 tahun yang melakukan perjalanan tertentu harus melakukan vaksin yang ditentukan.

Nah, zaf udah lama gak diimunisasi beda pada waktu di bawah 3 tahun yang ada jadwal rutinnya, dan sangat jarang bahkan gak pernah zaf di vaksin diarea lengan, kebanyakan di area paha. dari pengalaman keberangkatan saya beberapa tahun lalu, vaksin itu dilakukan di lengan, makanya dari 2 minggu yang lalu saya sudah lakukan pendekatan personal ngebahas tentang vaksin. Awalnya nolak tapi Alhamdulillah berhasil hehehe

- Zaf untuk melakukan perjalanan ini kita harus vaksin anakku.
+ Vaksin apa itu bund?
- Seperti Imunisasi sayang.
+ Ahhhhhh.. gak mau bund, sakittttt
- Memang sakit nak, tapi tahan yah.
+ Gak mauuuuu!! (Nangis dengan berlinang air mata)
- Kan zaf anak yang kuat.
+ Gak Mauuuuu!!!


dilain waktu...

- Zaf hari ini, tanggal kesekian kita pergi vaksin yah nak?
+ Imunisasi bund?
- Iaa nak..
+ GAK MAUUUUUUUUU!!! mau pergi tapi dak mau divaksin

dihari yang lain..
- Zaf mau gak keluar sama bubun?
+ ke mana bun?
- Pergi vaksin.
+ apa itu bund?
- Seperti Imunisasi.
+ Kalau periksa, sakit gak bund?
- Enggaklah, kan hanya diperiksa paka alatnya dokter (sambil praktekin)
+ Kalau Imunisasi bund?
- Sakit nak, tapi tahan sayang yah.
+ Gak mau!
- Bukan cuman zaf yang vaksin tapi ayah, bubun dan adek ruby (belum tau ternyata dibawah 2 tahun gak di vaksin)
+ Ohhh ayah juga?
- Iaaa, gak apa-apa sayang, kan ada bubun, dan Zaf kan anak yang kuat kan yah 
+ kalau mau kesana harus vaksin dulu bund?
- Ia sayang (sambil menjelaskan alasan kita vaksin)

Berhari-hari lamanya saya melakukan pendekatan sama anakku ini, dan tiba waktunya kemarin dan hari ini saya selalu mendekat lebih rutin. 

+ Bund, vaksinnya di dr. Asteria yah bund?
- Gak nak, di balai kesehatan dekat kantornya ayah.
+ ohhh..
- Zaf maukan divaksi?
+ Mau bund tapi jangan lama-lama dan sakit-sakit
- Insya Allah. Tapi ingat tahan sayang yah, kan zaf anak yang kuat!

Sampai ke lokasi dan suami udah lama duluan sampai, mengisi data tapi sudah dilakukan sama suami, langsung masuk, ukur tensi dan suhu badan. Tepat saat zaf yang di suntik saya tidak menemaninya, saya asyik ngobrol dengan petugas kesehatan (ini saya menyesal banget bukan karena saya gak bisa foto ekspresinya zaf, tapi lebih ke reaksi zaf saat jarum dimasukka di lengannya)

Kata suami, dia suadah siap-siap jika zaf berontak, tapi ternyata alhamdulillah zaf langsung memberikan tangannya ketika dokter memintanya tanpa rasa takut namun pasrah hehe

Good job anakk, terima kasih untuk kerja samanya, 

Tapi memang saya belajar dari zaf, bahwa apapun yang terjadi katakanlah, sakit atau tidak jujurlah, hanya persoalan waktu yang bisa kita terima semuanya. ahh, makasih zaf

sekedar informasi jika kalian ingin vaksin bisa datang ke Klinik Kesehatan, Jln. Kuda Laut, Batu Ampar (pas depan kantor Bea Cukai) dengan biaya perorang sebesar Rp. 320.000,-

Lubnah Lukman
Seorang bubu yang masih belajar ngomong dengan anak-anaknya

1 komentar:

  1. Gk pernah bosen baca kisah abang zaf ini.
    Eh tepatnya cara mamaknya menangani abang zaf ding.

    BalasHapus