23 November 2017

Teruntuk Zaf-Ruby



 Assalamualaikum,

Sebelum saya menulis panjang lebar,
tulisan ini saya persembahkan buat anak-anakku Zafran-Ruby
dan Mbak Juli  yang minggu ke-3 namanya naik di Arisan Rulis IIP Batam
dan beliau mengangkat tema tulisan : 'Ungkapan Hati untuk Sibuah Hati'


Bismillah...
Awalnya saya persembahkan untuk anakku zafran, hampir 4 tahun lamanya anak ini mengajarkan saya banyak hal, dia sebenarnya menjadi guru bagi saya bukan sebaliknya. Merubah status saya yang sebelumnya sebagai Istri menjadi seorang Ibu, Zaf yang pertama menikmati semuanya dan zaf yang menjadi 'percobaan' segala ilmu parenting yang saya dapat entah dari buku, dari Internet atau personal yang saya dapat. Maafkan Bubun sayang....

1 tahun 4 bulan sendiri bersama, bubun hamil Ruby, 2 tahun pas kamu sudah memiliki adik. Selama hamil, berangkali bubun memang selalu ekstra menghadapi kehamilan dan kamu juga dimasa lincah-lincahnya, tapi masuk ke usia kehamilan 9 bulan, perasaan was-was timbul, awalnya bubun gak tau kenapa, entah kehamilan, entah rindu sama ayahmu karena menjelang lahiran kita di makassar dan ayah di batam, atau bubun belum siap untuk menerima SC kembali ketika bubun rencananya mau VBAC tapi gagal. Ketika hari SC tiba, bubun meninggalkanmu dirumah ditemani dengan tante tima karena waktunya masuk Rumah sakit untuk menjalani SC, perasaan ini masih terbawa, gundah gulana, sholat juga selesai, Ayahmu bentar lagi sampai perjalanan batam-makassar, apalagi yang bubun risaukan. Hening. Bingung. Dan Rindu sama kamu anakku. 2 tahun bersama saat itu tapi tak pernah meninggalkanmu dalam jangka waktu yang lama apalagi meninggalkanmu dalam kondisi kita berpisah dan tidak menemani zaf tidur. 


Dan Rasa itu terjawab ketika pada waktu itu besok setelah bubun SC, adikmu sudah di kamar, dan kamu baru datang melihat bubun, dalam kondisi berbaring sambil nenenin Ruby, zaf melihat bubun terasa asing, sedih, dan tak mau memeluk adi apalagi saya. Sedih, banget! menetes air mata puncaknya ketika saat tidur malam, zaf gak mau tidur dan dipeluk sama bubun, tapi menangis dibawah tempat tidur... ahh anakku. Bubun lupa disaat-saat sebelum melahirkan atau lama sebelumnya sebenarnya bubun extra banyak memberikan kamu waktu dan sounding yang lebih ke zafran untuk menyambut adiknya. Disitu saya menangis semampunya, ditemani suami yang kala itu zaf udah tidur di pelukan ayahnya. Ini rasa yang lama yang saat itu tidak tau perasaan apa itu, dan malam itu baru tertuang semua, mengalir sekenanya, terasa plong berangkali juga ada suami saat itu jadi mengalirkan rasa jadi nyaman. Ahh anakku, semoga kamu terus akan tau bahwa bubun sangat sayang sam kamu, kamu yang pertama merubah semuanya, merubah status menjadi Bubun dan Ayah, Rezeki lebih yang diberikan Allah karena ada kamu nak, Senyum ceria setiap hari karena ada kamu nak, Ayah yang terus merindu pulang kerja salahsatunya karena kamu anakku, bubun yang terus semangat belajar ilmu mendidik awalnya karena kamu anakku, dan semua awalnya karena kamu Zafran. 

Bubun, Ayah sangat sayang sama kamu.

Waktu tetap berjalan, membersamaimu terus sambil meng-ASI-hi adek ruby, Insya Allah Desember kelak udah 2 tahun, itu tandanya Asi yang bubun berikan tanpa tambahan susu lain hampir sudah berakhir. Ruby ini tipikal berani banget, kalau dirumah semua dipanjat, gak ada takutnya, tapi kalau keluar rumah seperti anak kangguru maunya dipeluk terus heheheh. Saya gak tau ngidam apa waktu hamil, hehehe, Dia menyempurnakan kakaknya. Zaf yang tipikal hati-hati dan hatinya lembut, ruby datang dengan rasa cuek dan apa adanya, terkadang tantrum hehehe, tapi dirumah dia selalu membuat suasana hari jadi gurih hehehe. Waktu bersama Ruby memang lebih intens karena saya menyusuinya. tapi alhamdulillah semakin hari jadwal nyusu sudah berkurang, jadi waktu bersama mereka berdua lebih banyak.

Teruntuk Zaf-Ruby,

Kalian adalah ladang pahala terbesar buat bubun dan Ayah, terutama bubun yang memilih kerja di rumah, bukan berarti dirumah gak berjuang juga untuk membersamai kalian, tapi sebuah perjuangan, dimana kerja di rumah, kerjaan domestik seakan gak ada habisnya. Kadang pengen nyelesein semuanya, tapi sangat sayang jika waktu bubun habis ngerjaiin kerjaan domestik. Mending saya meninggalkan itu semua untuk bersama kalian, sekedar main air, cuci sepeda sama-sama, berjalan pagi dan sore, menyiram tanaman bersama, menyapu halaman bersama, membaca buku bersama biarpun banyak mainan bertebaran dilantai membuat bubun senang hanya melihat kalian akur dan bermain, itu tandanya hari-hari kalian produktif. Tapi kadang kesel jika kalian berdua jailnya datang entah ruby yang menjaili kakaknya atau sebaliknya. Kebanyakan bubun mebiarkan kalian berebut, berargumen, atau saling menarik. kadang waktu itu bubun gunakan sebagai cek mesin cuci, buang air kecil ke kamar mandi, cek makanan atau pekerjaan yang membutuhkan waktu 5-10 menit setelah itu saya mendekat. Biasanya yang nangis duluan pasti ruby hehehe. Memeluk mereka berdua dan berbincang kenapa demikian setelah itu kami saling memeluk. Tapi kadang juga semua hancur berantakan, emosi yang kadang sudah terpendam keluar jadi ocehan, terkadang saya hanya bisa menangis sambil memeluk diantara mereka atau meminum air putih tanpa bernafas, atau sekedar ambil hp untuk cek WAG, atau masuk kamar nyalakan AC dan baca buku mereka. Setidaknya saya keluar dari zona yang bikin saya marah. Kalau ada ayahnya terkadang saya kode suami untuk take over anak-anak dan saya masuk kamar.

Entah banyak sudah meminta maaf kepada ZafRuby atau banyak sudah air mata yang saya keluarkan karena emosi yang terpendam dan keluar saat memeluk anak-anak. Satu yang pasti yang saya tetap bertahan adalah Impian dan Cita-cita kami sebagai orangtua, kalau bukan itu kami sudah mengangkat bendera tanda menyerah.

Kalian adalah amal Jariyah yang paling besar untuk bubun dan Ayah yang semoga kami tidak membuang kesempatan itu dengan sia-sia, mengajari itu gampang tetapi menjadi tauladan kepada kalian butuh perjuangan dan itulah Jihadnya kita sebagai Orangtua.

Kadang bubun malu jika mengharapkan kalian menjadi anak sholeh dan sholehah atau apapun itu, sedangkan bubun belum menjadi Ibu yang sholehah buat kalian sayang. Doain bubun untuk terus berjuang menjadi lebih baik, karena itu adalah ikhtiar bubun dan hadiah terbesar buat kalian. Entah hasilnya akan bagaimana saya serahkan sama Allah SWT, karena kami yakin Allah memilih kami untuk menjaga dan merawat amanah berupa kalian ada maksud dan tujuannya, yang jelas bubun terus ikhtiar dengan sungguh-sungguh bahkan kadang tertatih-tatih tapi semua untuk menjadi Orangtua yang kalian bisa banggakan terutama di depan Allah SWT. Amin Yaa Rabbal Alamin.  

Sekali lagi untuk Zafran Ruby,
Remember that I love you
Remember that I care about you
Remember that I'm here for you
Remember that you're not alone
Remember that I loved you
from the very first day

 

Lubnah Lukman
Seorang bubun yang berusa Ikhtiar menjaga dan merawat amanah-Nya

8 komentar:

  1. HuhuhuhuuuuU tisu mana tisu,,,,kalau dah ngomongin anak, pasti air mata bercucuran. Semngat buat membersamai anak2 BuBun.

    BalasHapus
  2. mewek mbak bacannya ,,,, padahal baru paragraf pertama huaaaa,,,,,

    BalasHapus
  3. Saking terharunya aku sampe ketiduran baca nya Mbak, cerita yang menginspirasi.

    BalasHapus
  4. Duh tulisan bunda2 kali ini beneran bikin saya mewek...
    Semangat buun

    BalasHapus
  5. Akh bubun. Kami yang membaca ini saja bisa merasakan buanyak cinta dari bubun. Apalagi zaf ruby kelak.

    Saat mereka membaca sebanyak itu jualah syukur mereka atas cinta dan perjuangan bubunya.

    BalasHapus
  6. Mba unnaaaa..
    sedih bgt sih.
    tetiba merasa di posisi abang zaf.
    klo Khalid punya adek bakal begitu gk ya ?
    aaiih..
    retak hatiku.
    T.T

    BalasHapus
  7. sedih...haru...terakhir YESS semangat (pantulan rasa dari cerita mbak unna)

    BalasHapus