Top Social

Kafilah Akbar di Hati :)

17 Desember 2017

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Alay gak sih judulnya, hahaha

Sebelum saya menulis satu postingan tentang cerita umroh keluarga kami, saya mau menulis tentang Biro travel perjalanan saya menuju Baitullah, suami saya menyebutkan 'perpanjangan tangan' kita menuju ke Baitullah, heheh gak tau juga maksud suami saya, sampai sekarang sayapun kadang lupa menanyakan maksudnya hahaha, dan pas ingat pengen nanya, doinya sudah di batam, dan saya di Makassar, LDM kita *semoga ada yang nanya* hahaha, mau telfon ehh doinya lagi ditukang urut *drama yah kita* hahha

lanjut,

Saya dan suami udah niatan dari dulu pengen umroh bawa mertua saya, kalau orangtua saya udah pernah dan udah ditanya katanya gak usah 'mentahnya aja katanya pengen ke aqsa' hehe Aminnnnn. Jadi Kalau memang kita ada rejeki mau ngajak mertua. Tapi kepikiran awal biayanya, 4 orang, karena mertua saya gak mau pergi kalau hanya mereka berdua dengan suami/bapak mertua saya. Mereka maunya berempat, Nah loh! Duitnya mana saya bilang, tapi selalu saya tepis masalah uang, berucap dalam hati 'kita mau berkunjung kerumah yang Punya Alam Semesta, yah kita minta rejeki sama Dia aja, Insya Allah bisa!' dan bapak saya selalu bilang perkara Haji dan Umroh bukan semata karena ada 'Uang'. Mulai dari itu saya dan suami selalu berjuang 'memantaskan diri' untuk dipanggil oleh-Nya, salah satunya mencari travel yang pas di hati.

Kenapa harus pas di Hati, suami menyerahkan sepenuhnya ke saya mengenai persiapan perjalanan ini termasuk 'perpanjangan tangan' yang suami maksud, otomatis saya agak worry kalau ngasal, ada kepercayaan suami, orangtua yang kita bawa plus anak-anak yang rencana kami bawa. Dan juga di Indonesia lagi krisis kepercayaan tentang Biro Travel perjalanan Umroh, sudah banyak kasus yang tidak mengenakkan, baik kami dengar langsung cerita dari keluarga, teman, relasi kerja atau melihat berita-berita mengenai travel yang entah membawa kabur duit jamaahnya, menelantarkan jamaahnya, dan banyak lagi kasusnya. 

Satu waktu bapak saya menyarankan dan sudah mau mendaftarkan nama saya untuk mengikuti perjalanan umroh pada salah satu travel besar dan lagi naik daun di makassar, tapi karena alasan buru-buru dan gak enak hati sama bapak kalau saya dibayarkan, padahal sebenarnya saya yang harus bayarkan beliau, langsung sekejap aku cancel itu (dan bersyukur cancel dan gak mendaftar ke biro travel itu, sampai sekarang keluarga saya sudah ditunda 3 kali keberangkatannya)

Tetiba waktu itu saya lihat postingan teman yang saya anggap kakak saya kak 'Afdhaliya Ma'rifah' 2 kali umroh, pertama sendiri dan kedua bersama keluarganya menggunakan travel yang saya gunakan sekarang untuk umroh. Saya selalu tersugesti dengan jalan-jalan kakak saya ini, karena pernah backpack sama beliau jadi saya tau bahwa kak afdhal ini selalu mempersiapkan dengan detail tentang perjalanannya salah satunya pasti sudah mencari tahu tentang travel yang dia gunakan untuk membawa keluarganya umroh, jadi saya gak terlalu khawatir. Tinggal japri kak afdhal ngobrol langsung tentang review beliau tentang kafilah ini dan dia merekomendasi. oke deal. saya selalu percaya dengan kak afdhal ini, hehehe, begitu gampang yah saya hahaha 

Dan pada suatu hari cek timeline facebook saya tetiba ada postingan salah satu admin Umroh Backpacker yang bernama 'Hafidz' langsung add dan japri beliau. Kenapa Umroh Backpacker (UBP) menjadi Kafilah Akbar, UBP ini adalah salah satu produk yang dikeluarkan oleh Kafilah Akbar, selain UBP ada juga seperti haji reguler, haji khusus, umroh reguler, paket wisata muslim, nah untuk kami ini adalah umroh reguler. Nah setelah japri bang hafidz ini banyak tanya dan alhamdulillah selalu dijawab hehe. setelah itu saya mencoba lempar wacana ke suami, awalnya responnya biasa aja, tapi ketika saya memperlihatkan flyer dari promosi dari UBP ini langsung menetapkan waktu.

'Gimana kalau maret sayang?'

Saya sebenarnya kaget dengan respon dadakan yang membuat saya pengen masakin enak malam itu buat suami, tapi karena kita udah makan malam, dan cemilan gak ada saya hanya pesan menggunakan aplikasi online 'cendol dan rujak', serasa diaduk perut saya, termasuk perasaan saya malam itu. Gimana tidak, suami langsung pasang tanggal, gimana senangnya hati saya, cendol habis rujakpun khatam seketika :D

Tengah malam itupun japri bang hafidz dan langsung di jawab waktu shubuh hari, penantian yang panjang memang untuk menunggu jawabannya (yaa Iaalah wong saya japri beliau jam 1 dini hari, babangnya pasti sudah terlelap nyenyak). Pertimbangan Maret karena Ruby yang harus lepas ASI tapi karena suami yang gak tega pisah sama anaknya (ibunya juga sih tapi entah kenapa saya gak comment ke suami, terlalu senang sepertinya sampai lupa punya buntut 2 :D) langsung dimajukan di bulan November berhitung masalah biaya untuk Ruby yang belum genap 2 tahun otomatis biayanya masih setengah harga, ini bukan perkara cendol dan rujak lagi yang bisa saya beli berkali-kali tapi berhitung pembiayaan sebelum berangkat kadang lebih besar ketimbang biaya pas melaksanakan umrohnya:)

Ada cerita lucu sebenarnya, hampir tertunda karena kerjaan suami, dan sebenarnya mau ditunda di Desember, awal berangkat tanggal 22 atau 25 November (udah gak ingat waktu pasnya) akhirnya karena kecerobohan kita, yang awalnya pengen ditunda menjadi desember ehh ditunda 3-4 hari aja hahaha (ceritanya ini aku skip aja yah,malu mengingat kedodolan kami hahaha) tapi yah namanya rejeki memang berangkatnya tanggal 28 November ini, dan terima kaih untuk bang hafidz dengan kesabarannya mengatur ini semua hehehe

Alhamdulillah semua berjalan dengan sesuai rencana, dan aku baru melunasi semua pembiayaan itu kira-kira 2 minggu atau seminggu sebelum berangkat, untuk ini aku speechless banget, sangat memudahkan dan gak pernah dipersulit atau dibuat takut, padahal kebanyakan travel selalu dibayar diawal dan lunas.

Senin, 27 November, pas kaki ini sampai di bandara saya langsung di telepon dari kantor kafilah memastikan kami sudah di makassar, kesehatan kami dan menanyakan perlengkapan kami apakah sudah lengkap atau belum, ada beberapa yang belum dan akan di berikan besok ketika meeting point di bandara.

Tepat tanggal 28 November aku kaget lagi ketika Ruby dapat seat seketika saya speechless lagi (malu banget ngobrol sama bang hafidz supaya ruby dapat setengah harga karena tiket sebenarnya bisa kurang supaya dapat setengah harga, malah dapat seat, seketika saya terfikir dan baru kepikiran, 10 jam saya di pesawat dengan menggendong bayi, untungnya ruby ada seat kalau gak betapa letihnya saya dan ruby, dan bersyukur banget, anak-anak juga jadi lebih lebar tempatnya, dan kita bisa tidur, makan, ngobrol, bermain di masing-masing seat kita *pengen peluk deh kafilah ini* ) Sampai kami kembali ke Indonesia dan berpisah di bandara Soekarno, biarpun perasaan campur aduk karena Ruby tetiba di bandara jeddah badannya hangat dan muntah menyebabkan baju dan kerudung saya dipenuhi muntah dibersihkan sekenanya, tapi aroma masih terselip di sekitar saya, Kami sekeluarga termasuk mertua dan suami saya sangat senang dengan pelayanan Kafilah ini, melayani bukan seperti rekanan kerja tapi lebih seperti keluarga, fasilitas yang kami dapat dengan harga yang menurutku sangat terjangkau ini melebihi ekspektasi, tapi diluar fasilitas yang kita dapat, kita sudah nyaman dengan pelayanannya, apalagi saya yang membawa orangtua dan anak-anak. Dan pengen deh kalau ada keluarga yang pengen umroh dan sebagainya nyaranin untuk menggunakan Kafilah Akbar, karena kami sudah merasakan dengan pelayanannya.

Semuanya ini tidak terlepas dari ketentuan-Nya,
Terima Kasih Kafilah Akbar, Bang Hafidz, Mbak Vina yang manis banget, Ustadz Indra Effendy dan teman-teman Rombongan unroh kafilah 28 November 2017 Semoga kami bisa berjumpa dengan kalian-kalian lagi diwaktu yang lebih baik, Amin Yaa Rabbal Allamin

Dan seketika waktu sebelum ke Makassar, Suami membuat saya pengen pesan cendol dan rujak lagi ketika sampai di Indonesia cuman sayang saya tidak menemukan di aplikasi online, Insya Allah kita Umroh lagi + Aqsa dan Haji di Kafilah kembali, daftar lagi sayang!!!!

Dan sebagai Istri yang senang dengan cendol dan Rujak hanya bisa mengaminkan, Amin.. Insyaa Allah!

Ahh, aku padamu pak Awal....

Untuk Info lebih lanjut bisa follow Fb Kafilah Akbar : Ayo Ke Mekah (Dari Umroh Backpacker Hingga Haji Plus)
Wa Hafidz : 0878 22162165

Wassalamualaikum

Lubnah Lukman
Seorang bubun yang selanjutnya berjuang mencari waktu nulis cerita umroh kami



1 komentar on "Kafilah Akbar di Hati :)"
  1. Wah, trima kasih mbak. Jd refrensi buat sya nih. Impian pengen ngajak umroh mertua juga.. Smg Allah kabulkan. Ibadah itu tidak melulu soal uang, pantaskan diri. Barakallah Mba Unna..

    BalasHapus

Auto Post Signature