31 Desember 2017

Salah Hotel :D



Assalamu Alaikum,

Punya suami tipe pencitraan hahaha, Suami saya itu konyolnya minta ampun, lawak, diajak kuliner pinggir jalan oke, diajak seriusan oke, tapi ketika saya gelitikin pinggangnya ketawanya langsung merekah dan berakhir ngakak hahaha  ketika lihat dia dengan teman kantornya atau dikantor aku kadang geli sendiri, memikirkan dia dengan kondisi ada didalam rumah hahaha

Cerita suami ini bukan karena dia lagi ulangtahun, ataupun kita lagi ulangtahun pernikahan, atau yang lebih salah lagi, saya lagi merayu dia dengan tulisan ini, bukaannnnn... haha, Ini saya persembahkan buat mbak Vidi yang lagi menang arisan dan mengangkat tema salah satunya 'cerita lucu bareng suami' 

Tentang cerita lucu yang berlangsung hampir 6 tahun kebersamaan kami dalam bingkai pernikahan ini bisa jadi seperti tumpukan beras 1 karung saking banyaknya gak kehitung, setiap hari ada aja cerita lucu entah dari suami atau dari saya, atau bisa jadi kekonyolan kita berdua. Selain sujudku dengan-Nya, suami adalah zona nyaman saya untuk selalu ngobrol, nangis, marah, meluapkan mimpi-mimpi saya, berkeluh kesah, mengutarakan hari-hari saya dengan anak-anak, suamipun demikian, Dan saya bersyukur dengan itu...

Dan ketika saya menulis ini dipenghujung tahun saya teringat satu cerita lucu awal pernikahan kami, ketika itu dipernikahan kami, teman-teman hadiahkan kami tiket gratis liburan dari Makassar-Singapur, waktu itu memang teman-teman nanya mau hadiah apa, daku yang spontan minta tiket pesawat ke Singapura aja hehehe (itung-itung ngirit pengganti tiket kita ke batam, kan tinggal nambah biaya ferry ajah sing-batam, hahaha) Seminggu setelah acara, yang waktu itu Sabtu-Minggu kami Nikah dan Resepsi, Senin saya langsung masuk kerja, bukan kejar setoran lagi, tapi saya ambil cuti ketika cuti suami habis dan kembali ke batam dan ikut bersamanya ke batam. Seminggu sebelum kami ke singapur, saya sibuk untuk kembali kerja lagi, mengembalikan barang-barang dari salon, silaturrahmi ke keluarga karena banyak keluarga saya dan suami dari kota lain. Dan tepat hari dimana kami berangkat ke Singapur, kami belum menyiapkan nginap dimana nanti kita hahaha

Dulu belum ada tra****** dan sejenisnya, hanya ada a****a yang pada waktu itu hanya bisa dibayar via kartu kredit, tapi kita belum punya, sampai sekarangpun gak punya hahaha kita hanya melihat review dari google, dan itu gak sampai setengah jam kita sudah naik pesawat. Pikir kami berdua nanti menjadi urusan disana, dan lengkap sudah kita belum membeli paket internet, nyari di bandara changi gak menemukan outlet kartu haha.

Tapi saya sempat membaca suatu daerah yang banyak hotelnya, dengan modal itu saja kitapun naik MRT dengan koper besar hahaha, Turun dari MRT kita jalan memasuki daerah itupun koper itu masih kami geser, lokasi ini memang sangat banyak hotel, ada angin segarlah buat kami yang waktu itu lelah banget, hampir 5 hotel kita masuki tapi hasil nihil karena harga sewanya yang mahal minta ampun, dan masih ada 1 hotel yang ingin kita masuki, kalau memang ini juga mahal, apa boleh buat kita memilih yang paling murah saja, kelelahan sudah sampai di kepala, terik matahari, belum makan siang, dan koper besar ini masih juga mengikut. Masuk ke hotel tersebut memang paling murah dari hotel yang kami chek biarpun bagi kami itu masih mahal ketimbang fasilitas yang kami dapat (ada perasaan nyesal untuk booking lebih awal) tanpa pikir panjang kita chek-in aja toh kita hanya numpang tidur kok, rencana berkeliling singapur udah didepan mata.

Pas proses Chek-in saya udah curiga hanya gak aku ungkapkan sama suami (semoga ini hanya keraguan saya, pikirku) setelah proses chek-in selesai, dengan pertanyaan-pertanyaan saya yang mereka jawab sekenanya tapi tidak membuat saya puas, ditambah kamar kita ada dilokasi lantai 4 yang hotel itu tidak ada liftnya huaaaaaaa, keraguan saya langsung hilang memikirkan naik tangga dengan koper besar itu. Untungnya kala itu suami masih jaim dan mengangkat sendiri dengan super heronya dari lantai dasar ke lantai 4 hahahaha


Membuka kamar yang kecil banget, untuk sholatpun gak ada tempat, tapi tissue gulung ada dimana-mana dan banyakkkkkk.. dengan cepat kami simpan koper, dan kita langsung keluar cari makan dan jalan. 

Pulang yang hampir tengah malam, karena kami susah mendapatkan taksi yang mau mengantarkan kami di lokasi tersebut, dan akhirnya kita mendapatkan satu taksi yang mau mengantarkan kami tapi dengan pandangan melihat kami itu serius banget melihat dari ujung kepala sampai kaki, sambil bertanya dengan bahasa inggris yang artinya : "Betul kalian mau kesana?" "Serius hotel anda disana?" "dengan baju anda begini kalian akan kesana?" dengan jawaban itu awalnya ragu mengantarkan kami tapi kitapun bermohon, karena MRT sudah tidak jalan di atas jam 10 malam.

Tepat di depan hotel taksi itu mengantarkan kami dan dengan melihat keadaan sekitar hotel saya keraguan dari tadi siang terjawab sudah....

Dengan cepat membayar taksi dan mengucapkan terima kasih, menutup pintu tanpa melihat kanan-kiri, menarik suami yang entah takjup atau bagaimana, dan menyuruh suami

berlari kecil, dimana-mana, di taman, lobby, tangga, depan kamar merekapun, aduhhh, aku maluuuuuu, marahhhhhhh, kaget, bercampur sudah pengen langsung masuk kamar, mandi, sholat dan tidur, tapi malam itu kamipun gak bisa tidur, teriakan dan entah tendangan terdengar terus di kamar kanan-kiri kami, Astaghfirullah.....


Yah lokasi hotel kami di daerah tempat prostitusi :((


Yang saya bayangkan kami menikmati malam dengan teh hangat ini hanya menggigit selimut karena gak bisa tidur saking bisingnya, pengen cepat-cepat pergi nyari hotel lain.

Singkat cerita, kamipun keluar dari hotel ini yang awalnya kita mau nginap 2-3 malam, langsung buyar, dan langsung kembali ke batam, semalam adalah shock therapy buat kami berdua (dari turunnya taksi sampai di batam kami diam seribu bahasa) 


Setelah mandi dan makan malam, sayapun mencoba membuka pembicaraan, mengalir.... kitapun menyampaikan perasaan masing-masing dan berakhir dengan ketawa ngakak bersama atas kekonyolan kami dan berjanji gak akan kesana lagi.

Lubnah Lukman

7 komentar:

  1. Speechless membayangkan mb unna dan suami ketika malam dihotel itu. Antara shock dan lucu ya,,,untung belum ada anak2 y mb.. wkwkwk

    BalasHapus
  2. oh my good....... apa salahku dan apa dosaku (lagu dangdut) bisa nyasar ke tempat itu ya mbak unna... astaghfirullah....

    BalasHapus
  3. pengalaman yang pertama dan terakhir kalinya nih sepertinya

    BalasHapus
  4. Aku mengerti perasaan mu... wkwkwkwkwk

    BalasHapus
  5. Foto2 qosidahan di blog mbk una, mengingatkan saya saat baca blog nya mbk Teppy bloger lucu...keren deh. Menambah keseruan saat mbaca nya

    BalasHapus
  6. Hahhaaa foto2nya mendukung. 😂😂😂

    BalasHapus
  7. Mbaaaaa..
    sepertinya aku tau lokasi ini.
    karena kami hampir kejebak di hotel ini karena tarifnya yang paling menggiurkan.
    cuma curiga pas di depan hotel ada yang jual obat kuat.
    WKWKKWKWKWKKWKWKKWKWKKWKW

    akhirnya kami terselamatkan karena obat kuat itu..

    BalasHapus