24 Mei 2018

Zaf yang Mandiri




Assalamualaikum,

Alhamdulillah hari ini sudah masuk hari ke 8 bulan Ramadhan dan masuk ke hari 6 buat saya untuk menyelesaikan tugas bunda sayang, untuk tugas kali ini memang berbeda bagi saya, yang biasanya saya membuat konsep minimal hari 1 sampai di hari ke-10 agar saya gak kelimpungan dan habis bahan untuk kegiatannya, tapi untuk tugas ini karena saya pulang kampong ke Makassar dengan mendadak perlengkapan permainanpun tidak saya bawa hanya beberapa buku bacaan, maka untuk tugas ini saya mengambil secara alamiah aja, perilaku-perilaku zaf yang selalu buat saya selalu ingin memeluk dia dan mengucapkan terima kasih.

Zafran dari awal memang cukup mandiri bagi saya termasuk cara belajarnya, contohnya ketika berenang, karena memang saya berniat menyekolahkan dirumah, zaf yang sangat suka berenang saya berniat untuk memberikan pengajaran yang lebih ekstra mengenai renang, sayapun inisiatif menanyakan ke zaf bagaimana jika bubun dan ayah mengikutkan zaf untuk les berenang, diapun tidak mau, dia hanya butuh bubun sama ayah saja tidak mau orang lain, jadi setiap kita berenang pasti bergantian memberikan pengajaran seadanya untuk zaf, dan kejutaannya ketika kita istirahat dipinggir kolam, zaf yang selalu berada di kolam sedang belajar sendiri, mencari teman seumuran dia, dan sama-sama belajar, hehehe, pulang dari setiap berenang pasti ada perkembangan dalam renangnya. Yah begitu zaf, tipikal senang belajar sendiri tanpa bantuan, saat ini hanya saya dan ayahnya yang zaf percaya dan gak mau jika kita masukkan sekolah, pengetahuan-pengetahuan pun dia dapat dari buku yang zaf baca sendiri.  Termasuk kegiatan membaca, zaf bisa mahir sendiri tanpa arahan saya dan ayahnya apalagi orang lain. Satu yang saya belajar dari zaf, jika kita mau dan tak bisa melakukan, kita akan cari tahu dengan perjuangan maksimal, yakin dan percaya akan bisa, hasil tak akan membohongi.

22 Mei 2018

Zaf dan puzzle kayu


Assalamualaikum

Pernah gak sih, ibu-ibu yang baca ini sangat berbinar ketika, anak kita yang sebenarnya kita harapkan suka dengan rutinitas itu tapi dia gak berbinar tapi suatu hari tanpa disuruh dia langsung mau dan ikut aktif? Yah, hari ini saya mengalami hal demikian, betapa senangnya saya biarpun itu gak berlangsung lama tapi tetiba tanpa disuruh dia langsung menawarkan bantuan, ahhhh:))

Yah, zaf memang gak berbinar ketika permainan itu berkaitan dengan korelasi tangan, entah menggambar, menulis (tapi ini masih bisa diarahkan da kadang juga suka), playdoh, lego, berkebun, lego itu dia tak terlalu menikmati, hanya sekali coba selesai. Tapi saya tetap mengenalkan karena kebalikan dari zaf, adiknya ruby itu sangat menggila yang demikian, jadi jika zaf sibuk dengan bukunya, kadang saya dan ruby lagi bermain playdoh atau lego pasti dianya nimbrung, lagi ngapain bund?’ tanyanya. ‘bubun lagi main playdoh nak’ jawabku cepat. ‘ohh zaf mau baca buku aja’ jawabnya ketika tak tertarik dan ketika mulai tertarik ‘Zafran mana?’ mencoba sekali, sudah itu selesain. ‘Bubun aja yang selesein’ katanya singkat. 

Sama dengan hari ini, Ketika kami bikin puzzle kayu saya yang kala itu hanya bermain dengan ruby, zafran seperti biasa sibuk dengan bacaannya, karena demikian sayapun tak mengajaknya, karena pasti jawabannya ‘Bubun aja sama adek’ tapi tiba-tiba dating menghampiri saya menawarkan sesuatu ‘apa dibikin bund? Zafran mana?’ dengan secepat saya memberikan bagian yang bisa kira-kira dia kerjakan, hehehe

21 Mei 2018

Sholeh yang perhatian

Assalamualaikum,

Saya termasuk susah banget pegang handphone saat dekat anak-anak, saya kerap mendiskusikan tentang gadget bareng zaf, bahwa ada rencana bubun dan ayah akan memberikan kamu gadget diusia 12 tahun, saat ini jika ada yang zaf yang mau lihat atau ada sesuatu dari pertanyaan zaf yang bubun belum ketahui kita sama-sama mencari klo tidak lewat buku kita menggunakan bantuan Handphone tapi ingat tetap bubun dan ayah yang memegangnya. Tapi dengan itu zaf selalu protes jika saya memegang handphone : 'klo bisa bubunpun saat temani zaf hp disimpan'. Betul juga kata zaf bahwa saya harus memberikan teladan yang baik tentang gadget. makanya saat ada moment yang penting atau rasa perlu diambil gambarnya, saya kadang kualahan atau tidak mengambil sama sekali, cukup rekaman cerita yang berangkali jika sempat akan saya tuliskan.

Termasuk setiap moment yang selalu membuat saya meleleh jika bersama zaf dalam keadaan dia yang sangat manis, tapi jujur zaf memang tipikal sangat konsisten dengan setiap yang zaf ambil keputusan, kalau tidak ada penjelasan yang membuat dia masuk akal tidak akan dia rubah termasuk jika itu menyangkut suasana hatinya. Makanya jika dia sedang berbuat manis ini kadang membuat saya meleleh lihatnya. Tapi untuk kegiatan manis itu selalu terjadi tiap hari, contohnya dalam keadaan kita menjelang tidur entah siang maupun malam.

20 Mei 2018

Target utama Zaf Ramadhan 1439 H



Assalamualaikum,

Masuk ke hari 3 ini tantangan makin seru untuk memudahkan saya menulis sesuatu yang memang zaf lakukan setiap hari dan berbinar adalah Talaqqi Juz 30, saya sudah menuliskan di sini tentang target-target kami utamanya zaf selama ramadhan, ini bukan mau saya yah, tapi mau zaf sendiri, karena ini target dan dari dia dan untuk dia makanya saya menanyakan kesanggupan dia atau apa yang zaf mau lakukan selama ramadhan.

'Zaf untuk target Ramadhan zaf maunya apa?' kataku tiba-tiba setelah menuliskan target saya duluan dan beberapa sepupunya.

'Target apa itu bund?' Tanyanya langsung dengan polosnya.

'Rencana sayang, yang ada waktunya kapan kita akan capai' jawabku sekenanya, pikirku semoga dia bisa mengerti, hehehe.

'Rencana itu apa bund? Tanya langsung dan membuat saya tertawa, karena setelah itu saya bingung menjelaskannya :D

'Hehehe, Rencana itu seperti pertanyaan bubun yang biasanya bubun tanyakan setiap pagi, kita mau ngaipain nih pagi ini, hanya bedanya waktunya bukan hanya pagi ini tapi selama Ramadhan, bagaiman mengerti sayang?' Sayapun menjelaskan panjang lebar dan semoga zaf bisa mengerti.

'Jadi kegiatan pagi kita selama bulan ramadhan bund?'

'Iyessss, yang Insyaa Allah kita akan lakukan setiap pagi dan waktu-waktu yang lain' jawabku.

19 Mei 2018

Dengan buku Zaf belajar berbagi


Assalamualaikum,

Saya yang kala itu ke Makassar dengan suasana hati yang hancur, dan dengan mendapatkan kabar buruk itu saya hanya punya waktu 30 menit untuk siap packing, jadi semampunya saya berfikir untuk apa yang saya akan bawa ke Makassar utamanya kebutuhan anak-anak.

Kala itu hari senin pagi rutinitas domestic yang baru hamper selese, anak-anak yang sementara lagi mengeksplor kegiatan rutinnya, pada saat itu kita lagi sementara membuat pasir buatan, yng kondisi dapur masih berantakan, cucian piring yang menumpuk, anak-anak yang sudah makan menciptakan suasana meja makan yang tidak mengenakkan untuk dilihat, jika zaf sudah rapi jika makan, beda hal dengan ruby yang masih belajar makan sendiri, itupun aku belum sempat beberes, biasanya jika anak-anak mandi barengan, saya punya waktu beberapa menit untuk menyelesaikan urusan domestic minimal saya bisa menyapu dulu sebelum anak-anak melakukan aktifitas, dan hari itu anak-anak tidak mandi berbarengan, zaf yang mau mandi duluan, setelah itu zaf selese, baru ruby, ruby yang mandi, zafpun memulai aktifitas, jangan heran ketika saya selese memandikan ruby, rumah itu seperti kapal pecah, karena zaf eksplor untuk buat pasir berantakan banget wkwkkwkw baru keluar dari kamar mandi, ayahnya zafpun dating dengan berita sangat tidak mengenakkan.

Sampai ke Makassar dan membuka koper baru sadar apa yang aku bawa itu konyolllll :(

18 Mei 2018

Candu Buku


Assalamualaikum,

Alhamdulillah, gak kerasa saya sudah masuk ke materi 7 kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional, belajar lagi yang kemarin hampir libur panjang hehehe, materi ini tentang Semua Anak adalah Bintang, Yah bagi saya anak adalah bintang, karena mereka punya cahaya sendiri-sendiri, punya potensi sendiri-sendiri, maka tak layak sebenarnya kita menyamakan bahkan membandingkannya dengan anak saudara atau anak orang lain, bisa jadi kita termasuk orangtua yang dzolim jika kita melakukan hal demikian.

Tapi betul memang dan saya harus akui bahwa susah banget untuk tidak membandingkan anak kita dengan anak yang lain, ini yang saya harus lakukan untuk menghilangkan sifat demikian, karena sayapun juga tak suka dibandingkan gaya penulisan saya dengan tulisan sekelas asma nadia atau tere liye, sangat berbeda karena memang kelasnyapun berbeda, saya amatiran dan beliau berdua sudah master, hehehe, tapi kalau diseriusi dibandingkan sama yang mahirpun kita gak suka, karena bisa jadi kita dituntut sama dengan beliau padahal kita gak suka, saya punya potensi lain dan gak suka disama-samakan.

Apalagi seorang anak yang memiliki konteks pemikiran untuk usia anak saya masuk tentang perasaan, yang saya harus jaga perasaannya, yang saya harus jaga hatinya, dan tentu kepercayaannya, masa orangtuanya sendiri membandingkan dengan yang lai, karena dia terlahir bukan untuk dibandingkan tapi dilejitkan sifat terbaiknya yang dia miliki.

Berbicara tentang sifat tak terlepas dengan kesehariannya, saya sempat membuat agenda keseharian yang buku panduan saya adalah 45 pandu dari Ibu Septi Wulandani, tapi hari ke tiga saya menyerah (ahh, sedihnya) soalnya zaf gak tertarik sama sekali, hanya mencoba sudah itu ditinggalkan dan matanya tak berbinar, kadang sedih juga jika saya ajak untuk berkegiatan dalam acara-acara anak-anak yang lain, dia gak mau gabung dengan banyak alasan atau sekedar bilang 'saya gak suka bund!' :( hanya satu kegiatan yang sampai 4 tahun ini dia senangi dan untuk menghentikan dia untuk menghentikan sementara waktu karena alasan mandi, makan, dan tidurpun harus berkali-kali saya lakukan, yaitu baca buku. efek dari itu semua sebelum dia menginjak 4 tahun sudah bisa membaca.

17 Mei 2018

Ramadhan Zaf-Ruby

Assalamualaikum,

Memasuki Ramadhan sebenarnya hati ini sangat sedih,
Mama yang tahun ini tidak bersama kami :((
dan juga Suami yang ayah anak-anak tidak ber-ramadhan bersama kami,
Batam-Makassar jarak yang sangat jauh,
tapi dengan semua ini saya jadi tertantang, saya tidak mau dengan seua ini saya menyianyakan 
Ramadhan saya dan tidak tumbuh maksimal, berbuatlah sebaiknya anggap saja ini ramadhan terakhir saya,
Insya Allah saya akan mempersembahkan diri saya yang terbaik,
buat Mama, Suami saya, dan pastinya anak-anak saya,
Bismillahhirrahmanirrahiem,
Semoga dimudahkan oleh-Nya. 

Saya memang selalu membuat rencana dalam hal apapun, diluar terlaksana atau tidak hehe, tapi dari semua itu saya yang terus belajar untuk memiliki sikap konsistensi dalam waktu dan tindakan, termasuk belajar pada waktu Ramadhan ini mungkinkah dengan target yang saya tulis bisa tercapai atau tidak, karena target bukan hanya saya saja, tapi zaf dan rubypun ada, tapi dengan umur mereka pastinya saya yang harus memperjuangkan untuk terlaksana dengan seperti apa yang kami tuliskan.
Karena Ayahnya di Batam pada ramadhan kali ini otomatis, anak-anak dari hafalan dan semuanya saya yang ambil alih, termasuk konsiten membawa dia ke mesjid, membacakan buku yang biasanya semua itu ayahnya yang kerjakan kali ini saya sendiri dibantu kemanakan-kemanakan saya di makassar.

14 Mei 2018

#MamakSetrong, Kuliner Batam yang tak terlupakan


Assalamualaikum,

Berbicara tentang kota tidak terlepas dengan kulinernya, pasti jika kalian atau contohnya saya, ketika saya bepergian ke salah satu kota pasti tidak lupa membuat itinerary dan salah satu isinya pasti kuliner yang harus dicoba karena menyangkut hal wajib kita sebagai manusia adalah makan pagi, siang dan malam atau biasa istilah suami saya 'mengisi lambung tengah atau lambung kosong' hahaha

Yah ada istilah bahwa tak mencicipi kuliner khas di kota kita kunjungi sama saja tak menginjak kota tersebut, saking pentingnya mencicipi kuliner khas kota bahkan ada pernah teman saya tema liburannya adalah 'kuliner' bukan 'tempat rekreasi ataupun sejarahnya' karena memang menurut saya kuliner sudah mewakili semua bahasan tentang rekreasi maupun sejarah. Salah satu contohnya di kota batam.

Sebelum bercerita tentang kuliner kota batam, saya mau berbicara tentang saya yang sangkut pautnya dengan kota batam sendiri, dari pertama sampai hari ini saya tidak pernah menyesal suami dipindahkan ke kota batam untuk urusan kantor, suasana yang nyaman tanpa macet, jalanan yang lebar dan luas, memiliki banyak pantai dan jika kita ingin nyebrang ke Singapura ataupun Johor pun aksesnya sangat mudah dan dekat, untuk urusan biaya hidup jika dibandingkan dengan kampung halaman saya adalah sangat terjangkau banget, tidak heran jika saya mudik ke makassar, saya sangat kaget dengan mahalnya biaya hidup di makassar.

Hampir 5 tahun tinggal di batam dan bisa jadi akan pindah ke kota lain, itu yang kadang membuat hati jadi sedih, meninggalkan semuanya, kadang jika bisa memilih saya sangat ingin memilih tinggal menetap di batam, kadang yang bikin hati ini juga sedih jika kita sekeluarga ingin mudik ke makassar, biaya tiket ini langsung membuat dompet langsung sangat menipis *maaf lagi curhat* :D

Salah satu yang paling sedih adalah meninggalkan kuliner khas batam, diatas saya menuliskan bahwa contoh kuliner yang termasuk wisata dan sejarah adalah kota batam yaitu makanan lautnya. Saya orang makassar memang sangat cinta dengan makanan laut tapi beda makassar beda batam, masing-masing punya kekuatan, makassar kelebihannya sambal atau biasa dibilang 'lombokna' itu berbagai macam dihidangkan tinggal pilih. Tapi di batam beda lagi.

Belum cerita aja saya sudah lapar kembali :D 

8 Mei 2018

#Mamaksetrong bagi bunda Lubnah Lukman


Assalamualaikum,

Postingan ini terasa istimewa karena baru pertama kali saya berkolaborasi dan Insya Allah akan terus berkolaborasi dengan banyak tema tulisan bersama 2 mom blogger kece di batam : Mbak Desy Oktafia dan Mbak Juli Yasti.

Sebelum saya bercerita tentang awal dan alasan mengapa kami membuat kolaborasi ini, saya mau bercerita tentang tagline yang kita gagas dulu yaitu #mamaksetrong.

Mamak sendiri adalah panggilan dari sebuah Ibu, atau nama lain dari seorang Ibu, Bunda atau bubun (ini panggilan saya dari anak-anak) atau panggilan lain yang sama maknanya dengan seorang Ibu yang melahirkan kita yang terus mendoakan dan menuntun kita untuk terus menjadi baik dan benar. Kenapa memilih kata Mamak bukan panggilan lain, karena adil aja hahaha, mbak desy dipanggil IBUK oleh khalid dan mbak juli dipanggil UMI oleh aal dan Maryam, sedangkan saya dipanggil BUBUN oleh Zaf dan Ruby, :D jadi diambil tengah-tengahnya aja :D tapi lebih dari itu kata MAMAK dengan akhiran K memiliki arti kuat, tegas dan bold tapi tetap penuh lemah lembut karena kita seorang Ibu yang memang sebagai tempat paling nyaman anak-anak buat berkeluh kesah, itulah mengapa seorang Ibu tidak boleh marah, kalau masalah marah mending dilimpahkan kepada seorang ayah karena fitrah seorang ayah memang menjadi seorang pemimpin di setiap keluarga dan bersifat tegas. Dan Kata setrong berasal dari kata bahasa Inggris Strong yang berarti kuat.

Dalam Keseharian kita seorang ibu dituntut waktu ‘7 hari dan 24 jam’ untuk bekerja itu tandanya gak ada libur bagi kita, liburanpun sebenarnya hanya istilah, kita tetap bekerja layaknya dirumah hanya lokasi dan kebiasaan yang berbeda :D tapi suasana hati harus tetap BAHAGIA, ketika kita dituntut kerja maksimal pada pemberi kontrak yaitu ALLAH SWT yang ganjarannya surga, otomatis kita harus melaksanakan itu semua tanpa beban karena jika dengan beban dan tidak dinikmati, akan berakhir Sia-sia dan Capek.


7 Mei 2018

Review Blog : Si Ibuk


Assalamualaikum,

"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis 
ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. 
Menulis adalah bekerja untuk keabadian."
(Pramoedya Ananta Toer)

Salah satu quote terpuncak jikalau lagi malas menulis adalah quotes dari bapak yang bukunya aku sangat sukai yaitu 'BUMI MANUSIA' dan ketika saya gabung ke Institut Ibu Profesional dan menjadi ketua kelas dari grup WAG otomatis saya dituntut untuk mengecek tugas dari seluruh anggota saya, nah ketika saya masuk ke blog mbak desy sebelum desyoktafia.com saya sempat dalam hati berkata "Bagus kali tulisannya, setiap kata tersusun manis, pemilihan kata yang dia pakai apik banget, sepertinya memang dia bakat menulis" tapi sayang blog itu sudah lama vakum, dan ketika saya bertemu langsung seketika itu langsung meracuni dia untuk aktif menulis, ngeblog dan langsung membuat domain sendiri hahaha, karena sayang aja dengan talenta menulis yang dia punya tidak dimaksimalkan ke arah yang mungkin nantinya membuat dia lebih produktif dan menghasilkan tulisan yang lebih bagus lagi.

Desy Oktafia,

Yang selalu aku panggil mbak desy, hobby masak bisa lihat di youtube channelnya, dulunya banker dan sekarang full time mommy yang mencakup sebagai mom blogger dan mom business, pertama kali bertemu wajahnya memang penuh dengan senyuman wkwkwkw, liat dia entah kenapa selalu bikin ngakak apalagi kalau sudah ada bahasan pasti ada moment cerita yang membuat kita selalu tertawa, saya tipikal suka curhat sama dia apapun itu, mbak desy itu jujur apa adanya dan kalau memang saya salah langsung ngomong sepedis apapun itu, dan jujur memang saya butuh teman seperti itu. Dan intinya yang membuat saya happy dan gak kesepian di batam itu salah satunya karena dia wkwkwk kalau gak ngobrol via WAG sama mbak Rika kadang juga saya melipir ke rumahnya hahaha. tapi dengan blognya, blognya bukan ngakakan kosong tapi cerita penuh inspirasi dilihat dari postingan paling banyaknya adalah 'parenting' itu bahasan berat menurut saya, karena bukan hanya mengangkat cerita dari keseharian kita seorang ibu menyikapi persoalan anak tapi ada hikmah yang dapat dipetik dan bisa menjadi pencerahan buat ibu-ibu yang membacanya.

Saya tau dari dulu bahwa dia paling gak suka akuntansi tapi sempat bingung kenapa kuliah di akuntasi dan kerjapun jadi banker saya selalu lupa menanyakan dengan serius kenapa demikian untungnya beberapa hari sebelumnya ada postingan untuk menjawab itu semua,  kalian bisa lihat di sini untuk cerita selengkapnya

29 April 2018

Mama dan Hijab Saya



Assalamualaikum,


Jika aku diberikan waktu sekali waktu saja,

Ijinkan saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Ibunda saya 
atas hijab yang sekarang saya kenakan,

Jika dan memang waktuku sudah habis dengannya,

Ijinkan Hijab yang saya kenakan sekarang ini akan ku usahakan pakai dengan sempurna 
dan ku persembahkan kepada beliau.

Ketika Arisan Tulisan Rulis IIP BATAM bertema Cerita tentang Hijab, saya langsung kepikiran menulis tentang beliau, mama saya, salah satu orang dan yang paling dominan mengapa saya memakai hijab dan konsisten sampai sekarang ini. Ketika beliau sudah tiada di dunia ini setiap kali bercermin dan menggunakan hijab, saya baru sadar sejarah dari yang saya gunakan adalah mama saya, motivasi awal itu dari beliau, motivasi yang sebenarnya berawal dari keterpaksaan.

Keterpaksaan yang memang saya akui dari awal saya menggunakan hijab, 

bercerita sedikit,

teringat ketika masih kecil pakaian saya semua dijahitkan sama mama saya, bukan cuman saya ke empat kakak sayapun demikian, ketika sudah mulai sekolah setiap baju yang resmi entah dipakai keluar jalan-jalan, ke ulang tahun teman, atau sekedar mengunjungi keluarga, mama membuatkan baju lengkap dengan hijabnya. Betapa malu dan tak percaya dirinya saya memakai pakaian tersebut. Saya terlihat kuno, aneh, tidak modern bahkan saya sempat kepikiran ketinggalan jaman. Saking karena pemikiran negative itu mending saya membatalkan kegiatan ini dan saya tak jadi ke acara tersebut, karena dipaksanya saya menggunakan baju tersebut, dan mama gak membuka akses diskusi saat itu, sayapun ngambek tapi cukup dalam hati.

Buruknya lagi ketika di sekolah disetiap  hari jumat kita wajib menggunakan pakaian putih-putih muslimah, tapi disekolah tidak mewajibkan untuk memakai hijabnya, jadi banyak beberapa teman yang tidak memakai hijabnya, dan saya bagaimana? Sayapun demikian. Lepas dari bapak mengantar saya di depan gerbang sekolah berjalan sedikit mendekati pos satpam, saya langsung melepas hijab saya dan melipat sedikit lengan baju saya menjadi seperempat. Dan ketahuan? Pastinya, dan terjadilah mama yang sangat marah pada saya. 

23 April 2018

Tips & Trik Menyimpan Cabe di Kulkas


Assalamualaikum,

Ada yang pencinta rasa pedas gak? Ngacung.

Ada yang gak bisa makan tanpa cabe? Ngacung.

Ada yang berasa aneh kalau gak ke pasar gak beli cabe? Ngacung.

Ada yang malah gak masak kalau gak ada cabe? Ngacung.

Perasaan saya semua yah yang ngacung hahaha, kalau ada teman alhamdulillah kita samaan dan jangan lupa kita toss dulu, toss rasa cabe :D berbicara tentang cabe memang gak ada habisnya, cabe bagi saya seperti mandi tanpa sabun, saking wajibnya itu harus ada minimal kalau memang lagi malas ngulek, saya ambil piring ambil 2 biji cabe rawit kalau di batam namanya cabe setan, tekan-tekan cabenya menggunakan sendok setelah remuk (hancur) tambahin sedikit cuka atau jeruk nipis jika ada lalu tambah sedikit garam, yummyyyyyyy, ini biar disuguhin sama nasi putih panas plus tempe gorengpun sangat lahap.

Kenikmatan cabe kadang pudar jika kita berbicara sedikit tentang harganya, yang harga cabe memang kadang tidak senikmat rasanya, kalau saya, kadang tidak membeli sedikit-sedikit, memang saya beli langsung kiloan, apalagi untuk cabe besar, khusus di batam saya hanya dapat di pasar mitra, pasar kebanyakan malah susah di dapat, bahkan disupermarket juga jarang saya dapatkan. Makanya jika membeli sedikit rugi doung dengan uang transportasi kita ke sana, jangan memikirkan uang cabenya aja tapi akses transportasi juga kita perhitungkan. Dan memang menurut pengalaman lebih murah jika kita membeli langsung banyak ketimbang beli sedikit-sedikit menurut kebutuhan. Dan takutnya juga jika kita kehabisan dan stock cabe gak ada, sedih banget itu, kalau saya diposisi demikian saya menolak untuk makan :D

9 April 2018

Ibis Styles Hotel Batam yang Ramah Anak


Assalamualaikum guys,

'Sayang, ada hotel baru di samping pas kantor ayah?' 

'Terus?' Ditunggu diajak. Hahaha

'Ada Kolam renang dan playground loh' Jelasnya lagi.

'Lalu?' Jawabku dingin, padahal pengen. Hahaha

'Nanti ajak anak-anak kesana yuk' Akhirnyaaa ada ajakan. Hahaha

'Emaknya diajak juga tak?' Ini pertanyaan keluar karena udah senangnya. Hahaha

'Gak usah kita dirumah aja berdua biar anak-anak yang di hotel, sekalian mereka sarapan sendiri' jawabnya mulai bikin kesel. Hahaha

Dan Alhamdulillah, beberapa minggu setelah perbincangan yang gila ini, Suami tetiba ngajak. Saya sebenarnya malas untuk nginap di hotel yang aksesnya deket dari rumah, hahaha yah karena seperti pindah tidur aja tapi bawaan tetap banyak, bawaan berempat tapi nginapnya dalam kota, dekat pula. :D Tapi ada satu alasan yang memang saya mengiyakan untuk menginap disini karena ada playground dan kolam renangnya. Bisalah kita coba untuk anak-anak.

Ibis Style Hotel adalah salah satu grup dari Accor Hotels, ini jadi pertanyaan sebenarnya zaf, 'Kita menginap di Ibis atau di Accor sih bund?' Yah karena pas masuk, utamanya diarea lobby dan beberapa spot banyak bertuliskan accor hotel. Karena pertanyaan zaf sayapun bertanya ke petugasnya langsung dijelaskan dengan ramah. Hotel bintang 4 ini baru beroperasi di awal tahun 2017.

Konsep Ibis memang selalu sama dengan Ibis di kota-kota lain, unik dan penuh warna-warni, terlihat gedung luar saja sudah mengundang kita untuk masuk melihat, batam yang dikelilingi hutan dengan pemandangan kawasan Industri, galangan kapal, dan kawasan niaga membuat gedung hotel ini terlihat mencolok dan membuat mata segar apalagi ketika kita memasuki lobbynya, bikin tertarik untuk melihat-lihat disetiap sudut ruangannya, ceria, penuh warna-warni, modern dan stylist. Termasuk penataan warna dan model kursi-kursi, ditambah ada partisi huruf yang memisahkan ruangan lobby dan restoran membuat kesan modern sangat kuat. Sederhana namun sangat modern, saya banyak belajar dari desain interior ini untuk mendesain rumah saya kelak :D

8 April 2018

Belajar Matematika dengan Menghitung Jejak

Assalamualaikum,

Ketika zaf tipikal anak yang suka banget diajak aktifitas luar, berangkali anak laki-laki yang memiliki energi yang banyak memang lebih suka diarahin diaktifitas fisik, dan sore ini saya mengajak zaf-ruby untuk keluar sore lagi dengan menghitung langkah, berawal dari rumah ke bukit, atau rumah ke tempat pak satpam, atau lokasi-lokasi yang mudah dan tak memakan waktu lama menghitungnya.

'Zaf kita jalan-jalan sambil menghitung langkah kaki yuk?'

'Sepedaku bund?'

'Boleh disimpan dirumah dulu atau jika zaf mau bawa juga gak apa-apa tapi digandeng aja yak.'

'gimana?' tanyaku lagi memastikan.

Tanpa jawaban zafpun tetap membawa sepedanya tapi tak menaikinya hanya digandeng.

'Kita mulai zaf?'

'oke bund'

'Satu, dua, tiga, empat..........'

'Banyak kali yah bund, capek zafnya' protesnya

Hahaha, saya hanya ketawa memang sih ternyata langkah dari rumah ke lokasi pos satpam itu lumayan jauh, sudah melewati 100 langkah hahaha, dan ternyata jalan sambil menghitung itu melelahkan hehehe.

Tapi setidaknya saya bisa melihat aktifitas pengenalan angka zaf sudah sampai dimana, dalam kondisi dia mengingat sambil melakukan aktifitas, zaf sudah lancar sampai angka 100 tanpa saya mengoreksinya. tapi setelah angka 100 dia sudah kelelahan untuk mengingat karena memang kalimatnya sudah panjang hahaha

Selanjutnya berangkali saya mencari aktifitas yang menghitung langkah tapi jaranknya dekat-dekat agar zafnya lebih menikmati dan tidak membuat dia menjadi beban. Karena melihat yang tadi zaf tidak mau mengulang lagi aktifitas menghitung langkahnya karena menurut dia melelahkan kali yah hahah

 
#Tantangan10hari
#level6
#KuliahBundsayIIP
#MathAroundUs
Wassalamu' alaikum
Lubnah Lukman
Yang juga masih belajar Math yang menyenangkan

7 April 2018

Belajar Matematika sambil mengerjakan tugas rumah

Assalamualaikum,

Menurut saya zaf itu family man biarpun kadang sering jailin adiknya hehe, kenapa daku sebut family man? Zaf sangat senang dan gampang jika diajak membantu pekerjaan rumah, senang kali yah dia diamanahi tanggung jawab yang diluar kerjaan dia atau mainan dia, contohnya dia lebih gampang disuruh mengambil jemuran kain dibanding membereskan mainannya hehe

Sama di hari sabtu ini, zaf yang ku suruh ambil pakaian tanpa sadar diapun sambil menghitung pakaian yang sampai ditangannya, tapi yang dia ambil pertama dulu celana dalamnya setelah itu baju dan celananya, setelah itu baju dan celana ruby, dan terakhir baru baju saya dan ayahnya hehehe, tapi karena saya lagi memasak saya gak sempat mengambil kamera maupun hp untuk mengabadikannya hiks (selalu hehe)

Setelah dia mengambilkan pakaian, bermain sebenatr saya yang tau dia paling senang menumbuk bawang putih, sayapun memanggil dia, 

'Zafran, mau bantu bubun tak?' Tanyaku langsung

'Apa bund?' Matanya masih dibuku tapi mulutnya menjawab sekenanya.

'Mau bantu bubun menumbuk bawang putih?'

'Mau bund.' dengan sekejap datang kesaya.

sayapun bertanya,

'Berapa kali tumbuk kah sampai bawang putih ini halus?'

'Berapa bund?'

'Ayok kita hitung sama-sama'

6 April 2018

Matematika dan Bermain Bola


Assalamualaikum,

Beberapa hari mengerjakan tugas bunda sayang level 6 ini tentang menstimulus matematika logis pada anak membuat saya sadar bahwa betul matematika itu ada disekitar kita dan rata-rata memang pekerjaan kita selalu terarah ke pelajaran matematika, misal saya bareng anak-anak ke pasar, ada yang menyortir bumbu masakan, meyortir sayur-sayuran, menimbang, menghitung jumlah bawang yang akan kami beli, sampai menghitung waktu kami start jam berapa dari rumah sampai ke rumah lagi beberapa menit itu semua mengajarkan anak-anak bermain matematika yang menyenangkan menurutku. 

Sama ketika setiap sore zaf yang mempunyai waktu rutinitas bermain ke taman menemukan temannya juga, sehingga beraktifitas bersama yang pada sore itu bermain bola, dan secara tidak langsung zaf dan kiral (nama temannya) menghitung tendangan mereka sampai gak kerasa 100 kali, setelah itu berpindah ke hitungan memakai bahasa Inggris, biarpun tendangan tidak sempurna kadang melenceng kanan dan kiri, tapi membuat mereka lepas bermain dan belajar tentunya. Saya yang kala itu mendampingi ruby hanya bisa mengabadikan lewat rekaman memory otak dan hp saya, bahwa anak-anak menemukan matematika itu sendiri, dan itu menyenangkan, sangat, terlihat dengan berbinarnya mereka menghitung jika salah mereka memperbaiki, setelah itu tertawa, berkeringat seakan-akan pekerjaan ini menguras tenaga mereka. Ahh senangnya, nikmati dunia masa kecilmu sayang, yang berfikir diluar batas imajinasi.

Besok-besok entah kegiatan apalagi yang akan saya temukan, padahal banyak sudah tersusun untuk merancang aktifitas matematika tapi yang aktifitas diluar perencanaan ini yang membuat saya selalu takjub bahwa betul matematika ada disekitar kita dan baru paham kenapa ada disalah satu materi Bunda Sayang IIP, di luar karena matematika biasanya menjadi momok buat anak-anak karena pelajaran yang katanya teramat sulit padahal berhitung itu adalah bagian kecil dari stimulus yang harus kita berikan ke anak untuk merangsang kecerdasan matematika logisnya 




5 April 2018

Belajar Matematika dengang menghitung huruf di buku bacaan


Assalamualaikum,

Kegiatan zaf itu kebanyakan seputar buku, beraktifitas apapun itu selalu disangkutin dengan buku atau mobil dan pesawat, termasuk belajar pengenalan matematika ini selalu disangkutin tentang buku dan saya harus mencari apa yang bisa dipelajari dari buku ini untuk berkegiatan dalam tugas kali ini. Tiba-tiba zaf yang kala itu duduk dengan membuka Buku Halo Balita yang sudah lama dia tak membukanya :

'Bund, yang ini bacanya apa lagi' Tanya zaf yang masing belajar membaca penggabungan huruf ng dan ny.

'Mengambil nak' Jawabku langsung menghampiri ketika saya tadi sibuk menemani zaf mewarnai.

'Oh ia mengambil' Kata zaf yang berbinar dia akhirnya mengetahui.

'Zaf klo kata mengetahui itu berapa huruf sayang?' Tanya saya langsung.

'9 bund' Jawab dia langsung setelah menghitung huruf.

'kalau kata ini -karena- berapa huruf sayang' Tanya saya lagi.

'6 huruf bund' Jawab dia langsung.

'Kalau kalimat ini -aku bisa makan sendiri-' Tanyaku lagi.

Diapun mulai menghitung dan refleks jarinya juga ikut dia mainkan '19 bund' dengan semangat di jawab.

'Ehh, iaa benar zaf, hebat yah zaf, usahamu memang kuat nak' 

'Kalau yang ini berapa bund?' dia mulai antusias dengan tanda dia yang memulai pertanyaannya.

'Kita sama-sama hitung yah.' 

'satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, ada delapan bund.' 

'Yup, benar'

Begitu seharusnya dan gak kerasa buku halo balita itu hampir semua seri kami habiskan untuk menghitung huruf. Satu yang saya ambil pelajaran dari sini, bahwa kesenangan belajar anak-anak itu ada pada hobby dia, jika proses belajar kita inginkan dapat berjalan dengan membuat dia minimal 'menyenangkan' dulu maka kita harus mencari apa yang dia suka dulu, setelah itu kita mencari kegiatan lain yang memang tetap dia harus dikenalkan.

4 April 2018

Mie Masak Itam Khas Batam


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ada gak sih penggemar mie disini?

Saya? jangan tanya. Saya penggila makan mie apalagi pedas.

Pilihan menu yang dicari pertama kali bukan bagian nasi, tapi mienya dulu.

jadi jangan heran jika Mie masak itam khas batam ini jadi andalan saya.

Kenapa?

Yuk, Baca sampai habis yah.

Dan kalian akan tau kenapa kuliner khas batam yang baru ini,

wajib kalian harus coba!


3 April 2018

Belajar Matematika dengan cara mengelompokkan


Assalamualaikum,

Seperti biasa untuk membereskan mainan sama waktunya dengan bermain yang sebenarnya hehehe, kadang sudah berkali-kali diberikan arahan, bahwa selesai bermain dibereskan, mau main dikontainer satu, kontainer yang lain bereskan dulu, mau baca buku lain, bereskan dulu bu yang sudah di baca, tapi kenyataannya anak-anak main semua dulu, belakangan jika mau tidur siang atau keluar baru dibereskan, itulah mengapa waktu beberes bisa sama lama dengan waktu bermain hehehe.

Dan yang saya harus kondisikan juga mood anak-anak, kadang jika saya sudah nada yang melenceng sedikit atau tidak berkata-kata yang saya tahu kondisi hati saya tidak stabil, bukan malah saya yang tantrum tapi anak-anak yang sudah menampakkan ketantrumannya, entah menolak membereskanlah, alasan mau ini dan mau itu lah dan sebagainya. Makanya karena kita yang lebih dewasa ketimbang anak-anak tau diri dan harus menjaga emosi jiwa jika kondisi merapikan mainan itu tiba, kalau tidak waktu istirahat akan lama, yang bisa selesai bersih tanpa saya yang bereskan ujung-ujungnya dan kita tidur siang bersama (kebanyakan sih begini) biasanya kalau saya mau tantrum mengingat bahwa saya mau tidur siang lebih cepat hahaha.

Nah, jika kondisi emosi lagi stabil saya membuat permainan untuk merapikan mainan, salah satu tujuannya supaya mereka senang untuk merapikan jangan sampai ada keterpaksaan yang berakibat hanya sekedar rutinitas tanpa ada pelajaran yang kita ambil bersama-sama. Didukung kondisi waktu yang memang saya siapkan 1 jam sebelum mereka makan dan tidur siang.

2 April 2018

Belajar Matematika dengan Mengenal Pola Geometri


Assalamualaikum,

Mumpung hari ini zaf lagi senang-senangnya dirumah, diajak keluar maunya dirumah aja baca buku, diajak jalan-jalan di kompleks sambil naik sepeda tapi zafnya mau aja di rumah, di ajak dengan menggunakan bola pun dia hanya mau dirumah, sayapun heran 'Kenapa zaf? Baik?' tanyaku heran. 'Baik bund!' jawab sekenanya sambil tatapannya hanya di buku. Ohh iaa lupa kalau kemarin datang buku barunya dan sekarang dia lagi semangat-semangatnya untuk eksplor buku baru dia.

Malamnya dia berangkali udah bosen baca buku, diapun datang bertanya 'kita ngapain nih bund? kita main apa ini bund' tanyanya berbinar. 'Kita gunting-gunting kertas yuk buat lingkaran, segitiga, dan segi empat lalu ditempel dikertas mau tak?' jawabku juga berbinar. Refleks langsung saya mengambil gunting dan zaf mengambil kertas.

'ini warna merah bund, buat segi empat yah?

'oke sayang'

'Gimana caranya bund?'

'Bubun contohin yah, liat' sambil saya mempraktekkan melipat dan menggunting semudah mungkin dia mencontohkan.

Dan setelah itu dia melanjutkan.

untuk lingkaran saya yang mengguntingnya. setelah semua bahan selesai. sayapun mengambil kertas dan membuat pola.

'Bubun contohkan satu kali yah, lalu zaf lanjutkan yah.'

'siap bund.'

'Nah selesai, sekarang zaf,'

dan hanya sekali saya mencontohkan dengan refleks dia juga mengikut pola yang sama tanpa bertanya apakah benar atau salah, selesai baru berkata.

'Selesai bund, gimana?'

'oke sayang, good job'

Menurut dia menyenangkan kali yah dengan mengikut pola yang sama, warna yang beruntun dan tanpa beban seperti bermain tapi belajar, belajar tapi bermain. gak sadar malah kita buatnya sampai 7 lembar. gak sadar sudah lewat jam malam, sayapun mengakhiri dengan mengajak anak-anak beberes. Beberespun tetap pakai pola zaf pun yang inisiatif.

1 April 2018

Membereskan Mainan sambil belajar Matematika


Assalamualaikum :)

Setiap hari Minggu kami sekeluarga selalu agenda keluar rencananya mau ke pantai nyebrang laut menggunakan speed boat tapi cuaca di batam tidak memungkinkan kalau kita nyebrang angin masih kencang dan lagi mendung kitapun urungkan niat ke sana padahal ada niatuntuk bermain pasir, menurut materi kali ini yang saya dapat dari kelas bunda sayang adalah dengan bermain pasir anak-anak sesungguhnya belajar estimasi dengan menuangatau menakar yang kelak semua itu ada akan matematika.

Karena kita terlanjur berjanji sama anak untuk bermain air dirubah menjadi bermain air di kolam renang yang rencana untuk agenda game hari selanjutnya buyar, entah apa saya kerjakan disana untuk anak-anak, karena pasti sayapun ikutan renang hihihi

Pulang dari seluruh agenda hari minggu, sorenya udah dirumah, dan anak-anak yang gak tidur siang tidak mengalami penurunan stamina, tapi jangan tanya ayah dan bubunnya, tepar tidur berdua di kamar hahaha, 10 menit tersadar dibangunkan anak-anaknya dengan membawa 1 kontainer besar yang sudah kosong isinya padahal isi kontainer itu adalah mobil-mobilan zaf. Dan kembali 'ide' saya bermunculan hehehe selain belajar matematika dan disambil membereskan mainan mobil-mobilan yang sudah tersebar di lantai.

Dan kebetulan ruby lagi memegang plastik isinya mobil-mobilan, sayapun langsung bertanya dengan ruby :

"Ruby, Ini apa nak?"

"Mobil Bund"

31 Maret 2018

Dengan Alarm pun bisa mengajarkan Matematika



Assalamualaikum,

Hari ini adalah hari kedua kita bermain matematika logic, hari ini sebenarnya saya belum mendapatkan ide untuk bermain apa karena biasanya dihari sabtu dan minggu ayahnya selalu ajak keluar untuk main, dan setiap pagi saya tahsin di QLC (Quran Learning Center) IIP Batam, Maka pagi-pagi dilewati dengan penuh cekatan hahaha, 

Anak-anak memang setiap shubuh udah bangun tapi saya masih sibuk dengan urusan domestik jadi yang ambil alih itu ayahnya biasanya cuman ngajak keluar main atau main di halaman belakang rumah, setelah itu masuk ke rumah dengan kondisi masih menggunakan baju tidur.

"Zaf ini hari apa sayang?" Tanya saya kepada zaf

"Sabtu bund, eh bukannya bubun tahsin" Jawab sekenanya zaf

"Jadi harus apa?" (Berharap dia langsung jawab dan cepat masuk kamar mandi untuk mandi)

"Gak mau, Zaf mau baca buku dulu!" Jawab dengan cueknya

"Atau bubun ganti pertanyaannya, zaf mau mandi berapa menit lagi? kita pasang alarm yah" Bujuk saya

"20 menit lagi bund" (diapun langsung mengambil handphone saya dan mengatur alarmnya sendiri)

Saya dapat ide sebenarnya disini 'Ahaaaaa' 

"oke kita atur sama-sama" (karena memang saya gak membiarkan zaf pegang sendiri handphone kecuali ada saya diampingnya atau saya memegangkannya)

"Ini jam berapa bund? Jam 06.32 yah?" (Dia tau angka jam melihat jam dilayar Hp saya)

"Iyessss" Jawabku cepat 

30 Maret 2018

Belajar Matematika Logic dengan Menjadi Juragan Mobil


Assalamualaikum guys,

Dan sangat terharu kali ini ketika saya setelah tidak mood yang kepanjangan untuk malas menulis di blog akhirnya malam ini saya bisa membuka blog saya dan kembali menulis lagi, sebelum kemarin saya sempat 'stak' untuk tidak mengubris 'rumah' saya ini, karena ada beberapa alasan salah satunya karena pak awal alias suami saya setiap pulang kantor selalu ngajak kuliner malam dan ngobrol yang berkepanjangan berakibat begadang yang menurut saya sangat tidak efektif dibidang yang saya tekuni ini, halaaahhh bahasanya padahal alasannya malas saja hehe. 

Sedihnya tugas Bundsay level kemarin saya tidak menyelesaikan, tapi jujur kegiatan itu selalu saya kerjakan dan memang itu sudah menjadi rutinitas saya bersama keluarga, tapi melapor dengan tulisan ataupun mendokumentasikan yang memang saya gak pernah, kadang ada rasa bersalah jika moment itu sudah nyaman tiba-tiba saya merusak dengan mengambil kamera atau handphone untuk mengabadikan, tapi saya berfikir ulang, untuk portofolio anak sebenarnya itu penting dan menjadi kenang-kenangan buat kita nantinya bahwa kami pernah melewati fase seperti ini. oke selesai edisi curhat untuk edisi game level kemarin yak, sekarang saya mau fokus untuk game level selanjutnya, apa itu? Yuk baca terus :)


6 Maret 2018

Berilah Senyumanmu


Assalamualaikum,

Sekarang udah masuk ke hari ke lima, dan bahan bacaan sekaligus diskusi kami ada di buku edisi aku cinta hadist "Berilah Senyumanmu' dimana dikisahkan sedekah paling sederhana ada memberikan sebuah senyuman.

Z : Jadi Kalau zaf marah-marah bund harus senyum agar dapat pahala?
B : Selesaikan dulu marahnya, lalu tersenyumlah kembali :)
Z : Bubun senang kalau zaf senyum?
B : Dalam kondisi zaf bahagia memang harus senyum nak, supaya bubun tau zaf lagi bahagia, dan itu menyenangkan bagi orang yang melihat zaf senyum.
Z : Berarti Rasulullah sering senyum bund?
B : Iaa nak.

Yah, sayapun kadang harus belajar senyum untuk melihat kondisi anak-anak dan rumah, terkadang senyum 3 jari ini bisa yang awalnya membuat terlihat suram, seketika bisa terlihat indah, apalagi melihat kebahagiaan anak-anak lewat gelak tawa mereka.


#gamelevel5
#tantangan10hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

5 Maret 2018

Mari Saling Memberi Hadiah


Assalamualaikum,

Jadwal diskusi kita sebenarnya hari ini masih di buku Tauhid 2, tapi tinggal 1 tema dan masih ada waktu kita membahas buku yang sudah jadi pilihan saya dan zaf adalah 'Mari Saling Memberi Hadiah'




#gamelevel5
#tantangan10hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst



Lubnah Lukman

Sang Ayah Tim Pembaca Malam :D


Assalamualaikum,

Hari ketiga ini masih seputar buku tauhid, tapi ini buku seri ke-dua, seperti biasa setiap malam suami memang mempunyai peran banyak selain saya kembali bekerja diurusan domestik, suami langsung mengambil kegiatan bersama anak-anak termasuk membacakan buku



#gamelevel5
#tantangan10hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst


Lubnah Lukman

2 Maret 2018

Kebiasan Rutin

Assalamualaikum,

Alhamdulillah udah hari ke dua untuk tantangan membangun kebiasaan membaca ini, pemandangan mulai bangun tidur sampai mata tertutup ataupun kita sementara bepergian zaf itu tak pernah lepas dengan kegiatan membaca apalagi semenjak dia sudah bisa membaca biarpun belum selancar kita, tapi dengan pengetahuan yang baru dia kadang sudah tidak merengek dibacakan buku, dia langsung mengambil buku dan berusaha untuk mengejanya sendiri.

Hari ini kami banyak agenda diluar, bisa jadi zaf-ruby kehilangan moment untuk tidur siang dan ritual baca, makanya saya pindahkan ke pagi hari sebelum mandi, kali ini saya melanjutkan bahasan buku Tauhid seri 2, dan memulai diskusi ketika kita masuk ke pelajaran keempat tentang kewajiban anak shalih, zafpun mulai bertanya :

1 Maret 2018

Pohon Literasi Zafran


Assalamualaikum,

Alhamdulillah untuk materi kuliah bunda sayang IIP sudah masuk ke materi dan tantangan ke-5 mengenai 'Menstimulasi Anak Suka Membaca' berangkali dalam 5 materi ini yang bikin semangat itu materi ini hihi, sebelumnya materi mengetahui cara belajar anak sudah memicu adrenalin dan itu saya memang sangat butuh yang kemarin sempat lesu dengan tantangan yang kadang susah atur ritmenya sekarang alhamdulillah sudah mengetahui celah bagaimana menyikapi persoalan kegiatan dan waktu posting. Bismillah.

Tentang Ritual membaca memang saya sudah hadirkan sejak zaf nol tahun, hobi saya memang senang berbelanja buku ke timbang skincare :D apalagi sekarang buku yang saya beli sudah kebanyakan buku untuk anak-anak, awalnya senang dan pengen menghadirkan perpustakaan kecil buat zafruby, jangka panjangnya buat teman-teman dan lingkungan sekitar, terutama akses mudah untuk mereka ambil melebihi kemudahan jika mereka mengambil handphone atau remote tv (tapi untuk kedua itu bukan mereka gak mau, memang gak ada dan saya memang tidak berikan) jadi pilihan bermain mereka memang hanya buku atau mainan ataunya lagi tubuh ibu-ayahnya untuk main pesawat-pesawat atau ayunan hahaha

Karena itu tantangan kali ini saya bikin sedikit menantang, saya memilih membuat pohon via digital, banyak pertimbangan salahsatunya media rumah yang kecil dan bukan rumah kami, penempatannya tak tau kami simpan di mana :D karena pohonnya via digital saya menginformasikan ke anak-anak sekedarnya tentang tugas bubun untuk membuat pohon literasi tapi yang saya tekankan ke anak-anak, dalam kurun 15 hari ini, bubun bikin 'pemetaan tema bacaan', karena kegiatan zaf-ruby hari-harinya kebanyakan memang bermain bersama buku, jadi tidak mungkin saya fokuskan ke tema hari ini saja tapi setidaknya saya bisa membaca + berdiskusi tentang anak-anak yang menyangkut tema hari ini.


Karena saya memiliki target minimal 15 hari menyelesaikan tantangan ini sayapun membagi 3 tema, 5 hari untuk tema Tauhid dan Adab, 5 Hari untuk Tema Konsep Anggota Tubuh, dan 5 hari selanjutnya bertema Teknologi. Jadi setiap hari tugas saya bukan hanya menjadi teladan (Bacaan saya dibahas dibawah :D) tapi juga  mencari buku-buku dari perpustakaan mereka tentang tema dan isi diskusi tiap harinya.

17 Februari 2018

Akhir Pekan Ceria di Aston Batam


Assalamualaikum,

Sebelum Aston ini menjadi salah satu hotel yang megah di batam, saya setiap melewati lokasi ini yang masih dalam proses pengerjaan selalu mengatakan 'kapan yah kira-kira hotel ini jadi?' rasa penasaran itu selalu bertanya setiap kami melewati jalan pelita, yah pembangunan hotel ini memang terbilang sangat lama, tapi ketika aston ini mulai memperlihatkan bangunannya ada perasaan  penasaran untuk menikmati menginap di aston batam ini, lokasi yang berada ditengah kota, berdekatan dengan Nagoya Hill Mall.

Akhir pekan kemarin, alhamdulillah saya sempat mengintip sekalian menginap di Aston ini, panasnya suhu di batam membuat sejuk ketika saya sekeluarga masuk ke lobby hotel ini ditambah kami dihidangkan welcome drink sambil menikmati melihat kolam renang menambah segar siang itu. Yah, ketika masuk ke lobby hotel kita langsung disambut dengan lapang dan tinggi langit-langitnya, ditambah kursi-kursi sofa yang lucu bahkan ada sofa yang menjadi daya tarik zaf dan ruby untuk duduk seperti sofa kuda yang berwarna merah. Sangat terkesan sekali seakan sangat pengen berlama-lama duduk menikmati pemandangan kolam renang atau pemandangan jalan.

Tak perlu menunggu lama kamipun langsung diantar ke kamar hotel, dan begitu masuk ke kamar, kesan minimalis namun punya akses budaya yang kental dilihat dari ornament batik berwarna hitam dan abu-abu di dinding dan tempat tidurnya, didukung pemilihan warna putih dan cream membuat kamar yang memang luas menjadi lebih luas dan menenangkan, jujur kamar ini sangat luas untuk kami yang mempunyai anak-anak yang senang bereksplorasi, perletakan barang-barang, pengaturan sudut ruangan, pencahayaan itu sangat ramah anak, sofa yang berwarna biru dan gorden berwarna coklat tua menambah aksen mewah, lantai dan karpet berwarna coklat menjadi terlihat nyaman pijakan kita ketika melihatnya, ditambah di dalam kamar mandi warna coklat mendominasi membuat kesan mewah dan nyaman, dan tak ketinggalan ada bathtub yang sangat membantu mengalihkan kekecewaan anak-anak ketika sore mereka mau berenang ditunda karena batam lagi gerimis, masuk kamar ayahnya mengajak berenang di bathtub dan mereka reaksinya sangat senang hahaha