25 Januari 2018

Aliran Rasa Game Level-3


Assalamualaikum,

Ada 2 hal rencana saya yang qadarullah untuk gam ini tidak terlaksana, itu sedih sekali bagi saya, untuk janji dari level 1 sampai level ke-3 pun belum terlaksana, yaitu perencanaan waktu untuk menulis game. Udah jam tidur yang paten bagi saya adalah jam 8 dan bangun di jam 2 atau 3 dini hari, jadi dengan keaadan demikian saya sudah berjanji dalam hati untuk menulis diawal waktu, tapi jika saya merasa terkendala disatu hari atau dipertengahan saya sudah malas untuk mengerjakannya sesuai rencana karena pada akhirnya juga tidak sesuai dari awal rencana, jadi buat apa diteruskan, perasaan ini yang saya selalu mau buang jauh-jauh untuk mengerjakan ditiap game, suami sampai tau banget kalau saya bangun malam lantas sibuk dengan tugas domestik pasti beliau tanya 'Lah, gak ngerjaiin tugas bund? Suntuk?' Hahaha, Suami tau banget kalau saya lagi gak minat nulis pasti bosan atau malas, tapi memang dari awal saya bilang sama suami, 'semangatin aku yak kalo gak nulis' soalnya saya sudah ijin kalau kuliah bundsay ini setiap hari nulis jadi maf kalau waktu ku berkurang untuk kamu wkwkwkkw

Padahal Nulisnya juga sebentar, tapi kadang ada moment sehari atau 2 hari tuh gak nulis, saya mau nikmati hasil game itu hanya bersama anak-anak dan suami, nikmati dengan cara apa? Cerita dengan suami dan tertawa bareng anak-anak. Tapi teringat lagi caption tentang 'Menulis adalah mengikat ilmu dan pemahaman, dan tentunya menulis itu mengabadikan momen dan membagikan kepada orang lain, karena bisa jadi menulis adalah ladang pahala amal jariyah kita' Aihh, dalam banget yah.. Terkadang kalau mengingat itu semangat menulispun tumbuh biarpun saya masih tertatih untuk menyambungkan kata demi kata menjadi kalimat yang Indah menurut saya, biarpun keluar dari tangan manusia yang masih berjuang menjadi Penulis yang konsisten.


Selain itu, saya dari awal sudah membuat family project untuk game 3 kali ini yaitu nyapih Ruby Dengan Cinta dan itu gak berhasil, sedih banget, 5 malam dan 5 hari saya bertahan dan lemah dihari ke 6, saya merasa menzholimi anak saya, 6 hari dia rewel banget, rewel bukan hanya berapa menit tapi berjam-jam dan di hari ke-6 saya menyerah karena Zaf kakaknya sudah terganggu tidur dan jam bermainnya, Zaf yang gak suka suara keras dan tangisan sudah berkomentar padahal yang saya sounding bukan hanya adeknya tapi yang lebih penting juga kakaknya. Ahh, entah ada moment yang saya lewatkan kali yah saat saya sounding Ruby untuk nyapih, dan terutama kekuatan doa yang belum maksimal, Insyaa Allah selanjutnya akan menjadi tantangan berikutnya.


Tapi saya tidak menyerah biarpun tugas ini tidak sempurna sayapun mencari sisi lain dari Ruby yang saya bisa ceritakan, tertatih dalam mengambil moment karena saya amat sangat jarang mengabadikan moment dalam bentuk dokumentasi tidak membuat saya tidak mengumpulkan tugas, Tidak Konsisten dalam hari tidak membuat semangat ini surut dalam menulis dan berbagi cerita, Alhamdulillah untuk kedua kalinya saya mendapatkan badge dari IIP melalu Fasilitator saya Mbak Amma dan diantarkan langsung melalu Koordinator Mingguan Mbak Nisa, penghargaan ini bentuk apresiasi dari IIP tapi lebih dari itu bagaimana kita menggali terus potensi kita dan potensi anak untuk menyelesaikan family project besar kita dan keluarga. 

Terima Kasih Institut Ibu Profesional,

Terima Kasih Fasilitator saya, Mbak Rahma,

Terima Kasih Mbak Nisa, sebagai Koordinator Game Level 3 ini,

Terima Kasih Bunda-Bunda Sholehah teman seperjuangan di kelas Bunda Sayang Sumatera,

Dan terkhusus Suami, Zafran dan Peran Utama Ruby, Peluk saya dan cium buat kalian :*

Lubnah Lukman
Seorang bubun yang masih berjuang menjadi ibu yang lebih nyaman buat keluarga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar