Top Social

Bahagianya adalah Bahagiaku

26 Januari 2018

Assalamualaikum, 

Wanita mandiri bukan hanya produktif dalam hal kegiatan atau materi
tapi lebih dari itu wanita mandiri harus menciptakan kebahagiannya sendiri,
bukan karena ada alasan baru bahagia,
baru bahagia jika dikasih barang mewah dari suami,
baru bahagia jika suami cepat pulang dari kantor,
baru bahagia jika melihat anak-anak anteng dan mudah makan,
baru bahagia jika melihat kondisi rumah yang rapi tanpa cucian dan setrikaan,
baru bahagia jika tanggal gajian sudah mendekat,
baru bahagia jika akhir pekan tiba,
baru bahagia...
baru bahagia...

Menciptakan kebahagiaan memang harus ada alasan, tapi saya maknai adalah nilai kesyukuran terhadap semua yang terjadi dalam dinamika kehidupan kita, 
alhamdulillah, dikasih hadiah suami, dikasih juga tetap dikasih ciuman kok,
alhamdulillah suami pulang cepat, pulang lama juga gak apa asal ngabarin dan kita masih quality time dengan hobby kita, nulis mungkin,
Alhamdulillah anak-anak diajak kemana-mana anteng dan mudah makan, jika kondisi anak-anak tidak stabil, mungkin ngantuk atau ada alasan lain, tetap senyum dan stay cool, kita juga orang dewasa kadang tiba-tiba badmood apalagi anak-anak kita,
Alhamdulillah, cucian selesai, setrikaan beres, berantakan juga gak apa-apa, yang penting kita bisa bermain dan tertawa bareng anak-anak, Ibu senang anak senang, urusan kerjaan gak akan habisnya biarpun dikejar.
Alhamdulillah, Tanggal muda sudah mendekat, sebelum mencapai tanggal muda kita melewati tanggal tua kan yah? baik-baik saja kan? tetap makan dan senyum, gak pingsan berhari-harikan?
Alhamdulillah Jumat telah tiba, waktunya akhir pekan! Yakin? Waktu kerja seorang Ibu adalah 24 jam dan 7 hari loh? yakin ada libur? Nikmati say dan tentu senyumin say, santai....
Yah bahagia itu sesederhana, ciptakan sendiri maka tunggu hitungan detik senyuman kamu akan merekah, sama dengan saya mengetahui kabar orangtua dan keluarga di Makassar baik-baik saja itu sudah menjadi moodbooster saya hari-hari. Terutama Kabar Mama saya di makassar, ah sedih rasanya tinggal jauh, komunikasi lewat telepon, mama juga menganggap saya orang lain jika bicara lewat telepon, sedih, sedih banget.
Dan sangat beruntung kakak-kaka saya yang di Makassar yang menjaganya terkhusus kak Upik, betapa banyak ladang pahala yang beliau dapat dalam mengurus mama, dan saya? Saya hanya bisa memberikan semangat sama keluarga di Makassar, Doa untuk Mama, Bapak dan keluarga di Makassar, kadang ada perasaan mau menetap tinggal di Makassar alasan utama itu karena mama dan bapak :(
Jadi jika mereka bahagia, saya terlebih sangat bahagia,

 Kenapa Mama saya tidak mengenal saya bisa baca :
Baca juga

Dan Nonton Iklan Ramayana Ini :


Ramadhan tahun kemarin karena kita tak miliki siaran televisi, iklan ini saya lihat di timeline facebook, pertama kali lihat saya menganggap aneh dan kesel, sempat mengumpat dalam hati anak durhaka. Tapi seiring berjalannya Iklan tak terasa air mata saya jatuh tanpa henti langsung teringat Mama saya, biarpun kasusnya berbeda tapi sifat penyakit yang tetiba ilang ingatan dalam frekuensi tertentu membuat saya langsung menonton berulang-ulang, biarpun ini sebatas iklan promosi tapi ini mengalahkan banyaknya iklan thailand diluar sana yang juga banyak menguras emosi dan air mata. Tema yang diangkat lain dari yang lain, betapa dengan meredam ego buat orangtua kita itu saya yakin sangat membutuhkan perjuangan, menyadarkan diri bahwa lawan bicara kita adalah orangtua yang sakit, butuh perhatian yang banyak, yang tidak sadar apa yang dia ucapkan dan lakukan, setelah itu dia lupa lagi. Dan  sekali lagi iklan yang singkat ini buat saya tersentuh dengan sikap anak, menantu dan cucunya, membuat ibunya tertawa dan melaksanakan setiap keinginan Ibunya, ada banyak materi yang terbuang, waktu yang tersita, emosi yang ditahan, dan sikap kita menyikapi jika ada orang lain yang berkomentar. setahun Iklan ini sudah terlewat tapi sampai sekarangpun masih membekas dihati.

Iklan Indonesia yang menurutku paling membekas di hati, selain karena mengingat mama saya yang mempunyai kasus yang hampir sama, tapi cara anaknya menyikapi penyakit Ibunya membuat saya mengingat hari-hari kami bersama mama kebanyakan akting salah satu alasannya supaya mama tidak marah-marah yang membuat makin melemahnya sistem imunnya. Tapi kadang akting jika kondisi emosi lagi stabil, pribadi saya kadang selalu terlontar marah balik sama mama karena saya kadang tidak sadar bahwa mama ini sakit, dia juga gak mau sakit demikian, tapi satu yang menjadi alasan saya untuk kadang marah kembali sama mama, adalah saya gak terima mama diusia seperti ini, disaat saya anak bungsuhnya masih membutuhkan teman cerita, teman berbagi keluh-kesah, ingatannya sudah tidak stabil. Ahh, Maafkanqa ma'... :(

Semoga Iklan yang biarpun dibaliknya ada promosi tapi kita sebagai penonton bisa mengambil hikmah dari iklan ini, bahwa kebahagiaan Orangtua adalah segala-galanya, bukankah Ridho Allah terletak pada Ridho Orangtua, berbahagialah dan bersyukurlah jika kita masih mempunyai Orangtua yang lengkap jangan sampai menunggu sakit atau jika sudah dipanggil oleh Pencipta-Nya ini baru kita menyesal, Semoga Orangtua kita dilindungi oleh Allah SWT, dan jikapun sudah tiada semoga Allah menerima Amal Ibadah beliau, diampuni segala dosa-dosanya dan diharamkan mereka masuk ke Neraka-Nya, Amin Yaa Rabbal Alamin.

Lubnah Lukman
Seorang Anak yang masih terus mendoakan kesembuhan mama dan kesehatan tetap untuk bapak, Amin Yaa Rabbal Alamin.

5 komentar on "Bahagianya adalah Bahagiaku"
  1. Subhanallah..baca kisah mb unna dan ibu makin menguatkan saya dalam merawat ibu saat kondisinya seperti saat ini. Walaupun penyakitnya beda, tapi jujur sangat menguras emosi dan tenaga. Semoga kita semua Allah berikan kekuatan dan kesehatan dalam merawaat dan membahagiakan mereka dihari tuanya, walaupun ini tidak secuil dari jasa2 mereka kekita 😭

    BalasHapus
  2. Apa yang kita lakukan sekarang bukan apa2 dibanding perjuangan orang tua kita dulu, semoga kita selalu menjadi anak yang terus berusaha menyenangkan hati mereka. Aamiin

    BalasHapus
  3. Ahhh iklannya sedih mbakk.... 😭
    Semoga kita mnjadi anak yang berbakti pada orang tua.... Aamiin.

    BalasHapus
  4. Hiks karena tipe wanita baja berhati kapas aku liat video sedih meweknya bisa lama 😥
    Baru melewati moment merawat ibunda ku di rs jd tambah berasa meweknya. 😭

    BalasHapus
  5. jadi tambah mantap pingin pulang habis....

    BalasHapus

Auto Post Signature