31 Januari 2018

Belajar Tekstur


Bismillahirrahmanirrahiem

Assalamualaikum,

Saya termasuk susah menemukan gaya belajar anak saya ini, Zafran 4 tahun 2 bulan, gaya belajar sepertinya semua dominan, tapi saya yakini ada pasti yang paling dominan makanya dengan tantangan ini menjadi family project untuk bagaimana saya bisa menemukan gaya belajar zaf yang belum tersentuh sekolah formal, karena bismillah saya bersama suami berniat dan sementara menjalani program HS ini. Dan alhamdulillah materi kelas bunda sayang ini pas sekali dengan tema yang sementara ini lagi saya pelajari.

Zaf itu tidak suka mengerjakan atau menjalani mainan yang meningkatkan motorik halusnya, seperti bermain playdoh, pasir, lego, mengaduk-ngaduk semen atau sesuatu mainan buatan, tapi kalau diajak langsung bermain pasir sih dia suka, diajak memasak dan mencuci piring sih suka juga sesuatu yang nyata dia lebih suka ketimbang mainan yang saya buatkan. oh ia, permainan itu bisa bertahan berapa lama kalau saya menemani dia tapi kalau tidak kembali lagi dengan mobil dan bukunya.

Zaf itu karena saya biasakan selalu membacakan buku dari kecil dan akses memang buku mudah dia dapatkan karena saya membuat posisi tempat buku memang sangat gampang makanya dari bangun tidur sampai tidur lagi kalau tidak bermain dengan mobilnya, dia minta dibacakan buku, dan ada juga sih permainan tangan yang dia suka banget itu bermain puzzle, apalagi kalau kita bermain sama dia senang banget plus kalau dia menjadi pemenangnya hahaha

Nah tadi pagi itu kita lagi mau ke rumah teman sambil menunggu jemputan kita bermain diluar, zaf yang pasti selalu membawa mobil-mobilannya bermainlah dia dihalaman dan dijalan. 


Zaf :Z
Bubun : B

Z : Bubun mobilnya lagi jalan dipasir?
B : Waoo.. (bedecap kagum) kenapa mobilnya jalan dipasir nak?
Z : Biasanya jalan dilantai ini dipasir bund.
Z : (Mobil dia jalankan menuju rumput) sekarang mobilnya parkir dirumput bund.
B : Kenapa parkir dirumput? Kenapa tidak dipasir?
Z : Karena Mobilnya jalan dan sekarang dapatnya rumput, capekki' mobilnya, istirahat dulu.

Taman saya yang memang miring, jadi turun mobilnya ke jalanan.

Z : bund, mobilnya jalan di jalan bund?
B : diaspal yah sayang?
Z : Ia bund, tapi lamaki?
B : Kenapa?
Z : Bannya dak mau jalan.

Karena tekstur bannya memang harus ditekan baru jalan makanya ketika ketemu yang jalan kasar padahal miring mobilnya gak melaju kencang padahal biasanya melaju.

B : Coba zaf naik keteras dan kasih jalan mobilnya di tegel warnah merah muda itu sayang? bisa jalan atau tidak mobilnya?
Z : Bisa bund.
B : Itu kenapa?
Z : Licin bund.
B : Nah. (dengan penjelasan yang panjang)

Setelah saya terangkan panjang lebar sambil memagang tangannya menunjukkan perbedaan tekstur kasar dan licin diapun berulang-ulang mencoba praktekkan jika dia menjalankan mobil di tegel dan jalan aspal.

Zaf senang banget kalau dia diterangkan dalam kondisi alamia dia bermain kalau diperankan dia gak suka kecuali mendongeng dengan suara cempreng saya sih zafnya suka, tapi untuk bermain peran alami zaf paling suka, memulai aktifitas dengan betul dial lakoni lebih mudah saya pahami ketimbang saya sengajakan. 


#harike1
#Tantangan10hari
#Game Level4
#Gayabelajaranak
#KuliahBundsayIIP

Lubnah Lukman

1 komentar:

  1. Anak-anak lebih cepat nagkep secara praktek langsung ya dibanding cuma omong doang.

    BalasHapus