4 Januari 2018

Menyapih dengan Cinta (Bag.1)


Assalamualaikum,

Karena games ke-3 kelas Bunda Sayang IIP sudah mulai yang tema kali ini adalah mengamati dan melatih Kecerdasan Saya sebagai Ibu dan partner yang kali ini saya bersama Ruby anak ke dua saya.

Karena kecerdasan ini ada 4, Kecerdasan Spiritual, Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Intelektual dan Kecerdasan Menghadapi Tantangan. Kenapa Memilih Ruby, Apa kaitannya dan apa hasil yang ingin kami berdua capai?

Ruby sudah 2 hari ini saya mencoba Menyapih dengan cinta. Dengan cinta otomatis ada emosi dan tantangan yang kami berdua akan olah menjadi sebuah hasil salah satunya Ruby bisa mengenali emosinya, menghadapi emosinya, mengolah emosi dan berhasil untuk tidak nenen lagi.

Doakan Yah..

Semoga Berhasil menyapih dengan cinta...


Untuk menyapihnya saya sudah melakukan sounding sejak Ruby Umur 20 bulan, tapi lebih intens ketika 22 bulan, 2 bulan sebelum tanggal 11 Desember yang genap usianya 2 tahun. Sebelumnya saya sangat berterima kasih pada anak saya ini, awal meng-ASI-hi alhamdulillah sangat dimudahkan, dan saya merasakan bagaimana mudahnya membawa anak kemana-mana jika Anak ASI, saya tidak perlu repot membawa susu, botol dan termos berisi air panas. Rewel sedikit ataupun banyak jika saya sudah tidak bisa mengantisipasi saya langsung memberi ASI dan tentunya saya sebagai manager keuangan dirumah bisa sangat lebih irit, alokasi susu bisa dipindahkan ke pengeluaran lain. 


Hanya tidur anak ASI khususnya Ruby tidak nyenyak jika saya juga tidak tidur menemaninya, jikalau sudah malam dia tidur dan selalu terbangun di 2 jam minta nenen, kadang jika saya tidur juga nenennya bisa sampai dia bangun kembali baru lepas hahahah, makanya saya kalau tidur dengan ruby selalu ikutan tidur,mengikuti jadwal tidur Ruby jadi sebelumnya kerjaan dan sholat sudah diselesaikan.

Untuk memulai nyapih memang saya memilih ketika saya sudah di batam bersama suami, alasannya karena bagaimanapun saya butuh dukungan suami, terpikir banyaknya cerita yang sangat mengkhawatirkan yang saya dengar bahkan baca. Saya tidak tahu apakah metode saya tepat kali ini atau tidak. Saya mencoba jujur dengan Ruby tanpa memanipulasinya dengan mengganti dot, memakai balsem, memakai plaster, kopi bahkan alat 'perang' yang lain saya hanya mengatakan tidak dan mengganti dengan kata gelas jika mau minum.

Setelah Ruby 2 tahun, entah kadang dia sudah tau mau dipisah dengan nenennya, dianya semakin posesif, yang biasanya cuman nenen tidur siang dan malam, ini selalu mengejar disaat yang kadang tidak tepat dan sering, menarik baju dan berkata 'nenen bund!' padahal sekedar memegang plus ditemani baca buku, Subhanallah, untungnya 2 tahun ruby saya tidak di batam, saya ada dimakassar bersama orangtua yang urusan domestik saya tidak memikirkannya, hanya zaf jadi sedikit waktunya bersama saya karena Ruby yang keman-mana minta nenen. 

Dan untuk kapan tepat tanggal ketika saya menyapih saya belum rencanakan, tepat ketika ruby tidak tidur siang, dan tidur ketika sudah maghrib, dan tetiba bangun dalam kondisi rewel dan tak mau nenen ketika jam 10 malam disitu tetiba saya mengambil keputusan bersama suami untuk nyapih.

Rewel, Bangeeeeettttttt!!

Tapi saya tetap menyikapinya dengan sabar, menerima amukannya, memberikan kata-kata penenang (ini untuk sekalian emaknya haha), sabar ketika jadwal tidur berantakan, dan mencoba untuk memberikan banyak ciuman dan pelukan mengatakan 'kita sama-sama tersiksa nak, kamu tidak sendiri, ada bubun! kita berjuang sama-sama'

setelah 1,5 jam rewel minta ampun, rubypun mulai tenang diajak ngobrol, makan dan minum sudah oke, dan rewel sebentar lagi, dan tidur tanpa ditemani nenennya lagi. Sedih banget lihatnya sih, sesuatu yang dia butuh, yang sebenarnya masih bisa saya berikan malah saya tidak berikan, Maafkan by yah, sudah 2 tahun sayang saatnya minum susunya pakai gelas nak yah :*


#tantangan_hari_ke_1
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa

Waalaikum salam,

Lubnah Lukman
Seorang bubun yang memulai nyapih kembali

1 komentar:

  1. manipulasi ala jaman dulu itu kak dii, dikasih rempah pahit supaya ndak mau mi menetek
    huhuh kodong ,, sekarang harus belajar jujur dan menjujuri anak di' kak..
    luarbiasa perjuangannya bubundd..
    semangaad bubunndd

    BalasHapus