15 Januari 2018

Ngemil tapi Lapar


Assalamualaikum,

Alhamdulillah kembali nulis untuk tantangan bunda sayang, kemarin 2 hari drop yang mengakibatkan stamina untuk bangun diwaktu nulis jadi agak berat, yah demam, Batam lagi mengalami musim dingin yang katanya orang yng sudah lama di batam belum pernah mengalami batam yang hujan tanpa henti dan suhu yang teramat dingin, untungnya alhamdulillah cuman emaknya yang mengalami tidak enak badan, anak-anaknya masih on tiada henti hehehe

Kali ini ruby habis selesai rapikan mainan biarpun tidak sempurna tapi alhamdulillah hati emak yang lagi gak enak badan, seketika sumringah. Tapi jangan senang dulu, Entah ruby jadi kebiasaan setiap merapikan sesuatu langsung buka kulkas dan nyari cemilan. saya gak pernah mengatakan 'ayo rapikan mainan, nanti bubun kasih nyemilan' gak pernah hanya memang setiap kami bereskan mainan saya ngambil makanan-minuman terus kami bertiga atau berempat kalau ada ayahnya duduk dilantai lesehan sambil ngemil. Nah dari sini berangkali ruby menjadikan kebiasaan.

Nah ketika melihat kulkas seperti terowongan tanpa ujung, bersih tak berbekas hehehe yah memang karena kita belum belanja mingguan dan saya lagi gak mood untuk membuat cemilan dikarenakan kondisi yang gak stabil. Mulailah tantrum. Ruby terkenal anak ngemil tapi alhamdulillah makannya juga jalan, dan saya meng-izinkan memang untuk nyemil apapun. 

Dia mengikuti saya dimanapun berada sambil menangis, kadang duduk dan memberikan pengertian bahwa gak ada bahan, saya menawari makan lagi dan membuatkan susu juga gak mau. Setelah bujuk rayu tanpa henti saypun menawarkan sayur sup aja, dia penikmat wortel jadi saya mengambil wortelnya saja dan memberi ke ruby, tanpa nafas diapun melahapnya, "ehh doanya uda belum by?" dengan kencang dia membaca doa makan padahal setengah udah terlahap, Dan setelah habis sayapun berkata 'kalau udah makan ngapain' 'baca doa bund' oke. dan setelah tantrum dan makan wortel itu, dia minta nasi...... huaaaaaa.. lapar ternyata..

Kadang Emosi yang marang dan pengen keluar tidak membuat anak-anak tahu apa yang menjadi masalahnya, mencoba untuk mengikuti maunya dengan wajar, mengajak komunikasi, dan berakhir dia memberi tahu apa maunya.

#tantangan_hari_ke_9
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa 
 
Lubnah Lukman


Tidak ada komentar:

Posting Komentar