Akhirnya Menulis di Kertas

06.50

Assalamualaikum,

Alhamdulillah sudah masuk ke tantangan ke-4, tantangan 3 kemarin aku berniat membawa zaf ke pasar dengan berniat untuk sama-sama membeli kacang hijau atau tauge, ingatkan pelajaran IPA kita waktu SD, aku kepikiran selain mengajak berkebun dengan konteks sederhana, tapi ada pelajaran tanggung jawab yang bisa dilatih ketika zaf sering menyiram tanaman yang mulai dari awal dia yang menanamnya, tapi karena kadang akhir pekan, ayahnya di rumah, kitapun keluar seharian, dan sangat lupa untuk terpikir project hari ini.

Karena akhir pekan ini gak ada rencana membawa anak-anak kemana selain membelikan alat-alat tulis anak-anak yang sudah harus memang diperbaharui, dan keperluan rumah tangga lainnya, sampai dirumah baru terpikir project yang hari ini kita buat, untungnya ada crayon baru yang kita beli, dan berniat untuk sore ini kita main gambar-gambaran aja.

Bercerita sedikit tentang menulis, menggambar atau melukis, yang penting sesuatu yang ada hubungannya dengan memegang pensil. Zaf itu dulu susah banget dan belum mau disuruh menulis di kertas, maunya di dinding, sangat berbinar jika dia menggoreskan cat, kapur ataupun spidol bahkan crayon di dinding, dan sambil berkata 'Bund, lihat karya zaf bund, baguskan?' refleks dengan kencang saya bilang bagus nak, sambil sayapun menikmati juga menyoret di dinding, dan juga zaf memang belum mantap menggunakan pensil, tapi senang mencoret, jadi aku terfikir biarkan dia berekspresi, alah bisa karena biasa sambil sayapun mencontohkan yang benar, dan  akhir-akhir ini memang saya selalu menawarkan menggunakan kertas, saya menunggu momentum dia untuk betul-betul menikmati menulis, menggambar atau melukis di kertas yang saya sediakan. Bagi seorang Ibu kadang tidak sabar melihat anaknya untuk mahir menulis, tapi saya dengan perasaan yang memang cukup was-was saya mencoba mengikuti alur keinginan zaf, sampai hari ini sebisanya saya menikmatinya dan mencoba menunggu kapan waktunya anak ini mau mencoba dengan lama menulis di kertas.

Akhir-akhir ini memang selalu tanpa henti saya setiap hari menawarkan kalau zaf mau menulis bagaimana jika di kertas, awalnya dia gak mau tetap menoleh ke dinding, biasanya karena dinding sudah penuh dengan coretan suami mengecatnya, tapi kali ini kami coba tidak mengecetnya, karena itu kadang dia menerima tawaran saya tapi hanya sedetik dan kembali ke dinding bahkan lantai. tapi jika lantai aku memminta untuk zaf mengepelnya kembali dan dia komitmen dengan itu. 


Dan sangat takjup ketika tadi malam, pensil warna yang sudah tumpul karena udah lama gak di korok, karena korokannya ketinggal di makassar hehehe, crayon yang sudah habis dan tetiba zaf mengambil buku mewarnai dengan menggunakan pensil warna yang masih ada tersisa sedikit, dan setelah kejadian tadi malam aku berjanji dengan zaf besok kita beli korokan dan crayon yah nak, dan dengan takjup dia berlama-lama bahkan hampir se-jam dengan tangan yang belum sempurna memegang pensil, dia mewarnai, menulis namanya, menulis angka dan huruf. Bahkan ketika dia merasa menyelesaikan setiap gambar zaf berlari menuju ke saya sambil senang dan bangga "bund, saya menyelesaikan satu gambar bund, di kertas, bagus kan?" sayapun sontak menjawab "Masya Allah nak, semoga Allah memberkatimu sayang, Bagus zaf, usahamu keras memang nak!"

Semoga selanjutnya makin mahir sayang yah, bubun gak menuntut sesuatu yang sempurna, asal kakak zaf senang melakukannya, Insyaa Allah bubun dukung :)



bahkan sebelum tidur dan membaca buku, menggambar dan menulispun masih dia tekuni.

#harike4
#Tantangan10hari
#Game Level4
#Gayabelajaranak
#KuliahBundsayIIP
 
 
Lubnah Lukman

You Might Also Like

2 komentar

  1. abang zaf nya udah usia brp?
    biasanya mak2 suka ngomel klo dinding rumah jadi papan tulis buat anaknya, hehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. usia 4 tahun kak, saya termasuk mak yang sangat jarang berarti yak hehehe

      Hapus