1 Februari 2018

Taman


Assalamualaikum,

Kembali lagi dihari kedua saya untuk observasi gaya belajar zaf hari ini, tantangan yang saya bikin sangat semangat karena diumur 4 tahun saya setidaknya harus menemukan gaya belajar zaf yang cenderung ke arah mana, pengamatan sebelumnya sebenarnya zaf tipikal audio dan visual tapi kadang juga kinestetik, tapi zaf itu tipikal hati-hati dia meraba dulu setiap apa yang dia tindakinya tidak asal comot, cenderung tidak mencoba, semua diteliti dulu entah dari bau, rasa atau segala indera dia amati, ketika dia sudah mengetahu bahwa dia belum mampu mengerjakannya dia kadang mundur, nah disini kadang saya susah untuk mengambil hati dia untuk terus mencoba, tetapi sementara ini saya mengamati alurnya, karena kadang jika saya menyemangati dia malah zaf makin mundur, tapi jika saya mengiyakan alur nya dia, kadang dia mencari sendiri dalam diam dan ketidak tahuan saya, ujung-ujungnya pasti ketika dia mendapatkannya, dia baru bilang ke saya. kadang saya senang dalam kondisi ini, tapi entah ini bagus sikap saya atau gimana kadang saya bingung juga, karena ada kondisi ketika saya memakluminya karena memang dia gak tertarik malah dia tak mencari tahu.

Karena anak saya cenderung hati-hati, saya dan dia paling suka untuk mengekplore ke alam, saya lebih banyak memasukkan informasi lewat penemuan dia di alam, selain utamanya menumbuhkan fitrah keimanannya juga fisiknya, berangkali karena dia juga laki-laki yang mempunyai energi 2 kalipat dibanding wanita makanya dia paling suka untuk keluar biarpun hanya sepedahan. seperti hari ini.

Selalu setiap selesai sarapan dan mengantarkan ayahnya kedepan pintu untuk ngantor kamipun siap-siap untuk keluar ke taman, kadang temannya saya tidak rencanakan tapi saya yakin ada saya yang kami temukan di taman. seperti hari ini, zaf yang berniat memakai sepeda adeknya dan sekaligus membawa beberapa mobil mainannya ke taman, dia melewati jalan yang berbeda dengan biasanya. Jalannya agak ekstrim dan menikuk. Karena tangannya sudah dipenuhi mobil sambil diapun mengendarai sepeda, maka amat susah dia menaiki jalan yang menikuk tajam, memanggil saya untuk membantunya, tapi dari kejauhan saya cuman mengatakan, "Jadi bagaimana?" karena dia melihat sekitar ada kursi, diapun turun dan mobil-mobinya dia menyimpan di kursi itu, lalu naik sambil mengangkat dengan cara manual sepedanya, memarkir ditempat aman karena menurun, lalu mengambil kembali mobilnya setelah itu menuju sepedanya dan siap mengayuh kembali. Untuk zaf saya jarang membantunya dalam hal yang saya pikir zaf bisa melakukan saya selalu memberikan pertanyaan balikan, biasanya dia langsung tau bahwa saya harus menyelesaikannya sendiri, kecuali jika mood dia tak stabil dan sudah sangat minta tolong baru saya turun tangan hehehe.


setelah parkir didekat perosotan ditaman, suhu yang kala itu sangat terik padahal baru jam 9an lewat, perosotan yang berniat menaikinya jadi batal karena sangat panas, zafnya tetap menaikinya tapi dengan mobil yang ia luncurkan diperosotan itu hehehe, karena ada 8an mobil-mobilan yang ia bawa, maka sambil menghitung dan menjelaskan kenapa mobil itu laju sangat (Pengamatan hari 1 : Belajar Tekstur ) sayapun mengiyakan dan memberikan penjelasan sedikit tentang perosotan yang memiliki sifat miring.

Saya mengambil kesimpulan lagi bahwa zaf memang cenderung lebih aplikatif, dia jika menjelaskan tanpa praktik dianya ogah-ogahan, tidak ogah-ogahan sih tapi selalu menyimak sambil melakukan aktifitas lain.

 

#harike2
#Tantangan10hari
#Game Level4
#Gayabelajaranak
#KuliahBundsayIIP
Lubnah Lukman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar