9 April 2018

Ibis Styles Hotel Batam yang Ramah Anak


Assalamualaikum guys,

'Sayang, ada hotel baru di samping pas kantor ayah?' 

'Terus?' Ditunggu diajak. Hahaha

'Ada Kolam renang dan playground loh' Jelasnya lagi.

'Lalu?' Jawabku dingin, padahal pengen. Hahaha

'Nanti ajak anak-anak kesana yuk' Akhirnyaaa ada ajakan. Hahaha

'Emaknya diajak juga tak?' Ini pertanyaan keluar karena udah senangnya. Hahaha

'Gak usah kita dirumah aja berdua biar anak-anak yang di hotel, sekalian mereka sarapan sendiri' jawabnya mulai bikin kesel. Hahaha

Dan Alhamdulillah, beberapa minggu setelah perbincangan yang gila ini, Suami tetiba ngajak. Saya sebenarnya malas untuk nginap di hotel yang aksesnya deket dari rumah, hahaha yah karena seperti pindah tidur aja tapi bawaan tetap banyak, bawaan berempat tapi nginapnya dalam kota, dekat pula. :D Tapi ada satu alasan yang memang saya mengiyakan untuk menginap disini karena ada playground dan kolam renangnya. Bisalah kita coba untuk anak-anak.

Ibis Style Hotel adalah salah satu grup dari Accor Hotels, ini jadi pertanyaan sebenarnya zaf, 'Kita menginap di Ibis atau di Accor sih bund?' Yah karena pas masuk, utamanya diarea lobby dan beberapa spot banyak bertuliskan accor hotel. Karena pertanyaan zaf sayapun bertanya ke petugasnya langsung dijelaskan dengan ramah. Hotel bintang 4 ini baru beroperasi di awal tahun 2017.

Konsep Ibis memang selalu sama dengan Ibis di kota-kota lain, unik dan penuh warna-warni, terlihat gedung luar saja sudah mengundang kita untuk masuk melihat, batam yang dikelilingi hutan dengan pemandangan kawasan Industri, galangan kapal, dan kawasan niaga membuat gedung hotel ini terlihat mencolok dan membuat mata segar apalagi ketika kita memasuki lobbynya, bikin tertarik untuk melihat-lihat disetiap sudut ruangannya, ceria, penuh warna-warni, modern dan stylist. Termasuk penataan warna dan model kursi-kursi, ditambah ada partisi huruf yang memisahkan ruangan lobby dan restoran membuat kesan modern sangat kuat. Sederhana namun sangat modern, saya banyak belajar dari desain interior ini untuk mendesain rumah saya kelak :D

8 April 2018

Belajar Matematika dengan Menghitung Jejak

Assalamualaikum,

Ketika zaf tipikal anak yang suka banget diajak aktifitas luar, berangkali anak laki-laki yang memiliki energi yang banyak memang lebih suka diarahin diaktifitas fisik, dan sore ini saya mengajak zaf-ruby untuk keluar sore lagi dengan menghitung langkah, berawal dari rumah ke bukit, atau rumah ke tempat pak satpam, atau lokasi-lokasi yang mudah dan tak memakan waktu lama menghitungnya.

'Zaf kita jalan-jalan sambil menghitung langkah kaki yuk?'

'Sepedaku bund?'

'Boleh disimpan dirumah dulu atau jika zaf mau bawa juga gak apa-apa tapi digandeng aja yak.'

'gimana?' tanyaku lagi memastikan.

Tanpa jawaban zafpun tetap membawa sepedanya tapi tak menaikinya hanya digandeng.

'Kita mulai zaf?'

'oke bund'

'Satu, dua, tiga, empat..........'

'Banyak kali yah bund, capek zafnya' protesnya

Hahaha, saya hanya ketawa memang sih ternyata langkah dari rumah ke lokasi pos satpam itu lumayan jauh, sudah melewati 100 langkah hahaha, dan ternyata jalan sambil menghitung itu melelahkan hehehe.

Tapi setidaknya saya bisa melihat aktifitas pengenalan angka zaf sudah sampai dimana, dalam kondisi dia mengingat sambil melakukan aktifitas, zaf sudah lancar sampai angka 100 tanpa saya mengoreksinya. tapi setelah angka 100 dia sudah kelelahan untuk mengingat karena memang kalimatnya sudah panjang hahaha

Selanjutnya berangkali saya mencari aktifitas yang menghitung langkah tapi jaranknya dekat-dekat agar zafnya lebih menikmati dan tidak membuat dia menjadi beban. Karena melihat yang tadi zaf tidak mau mengulang lagi aktifitas menghitung langkahnya karena menurut dia melelahkan kali yah hahah

 
#Tantangan10hari
#level6
#KuliahBundsayIIP
#MathAroundUs
Wassalamu' alaikum
Lubnah Lukman
Yang juga masih belajar Math yang menyenangkan

7 April 2018

Belajar Matematika sambil mengerjakan tugas rumah

Assalamualaikum,

Menurut saya zaf itu family man biarpun kadang sering jailin adiknya hehe, kenapa daku sebut family man? Zaf sangat senang dan gampang jika diajak membantu pekerjaan rumah, senang kali yah dia diamanahi tanggung jawab yang diluar kerjaan dia atau mainan dia, contohnya dia lebih gampang disuruh mengambil jemuran kain dibanding membereskan mainannya hehe

Sama di hari sabtu ini, zaf yang ku suruh ambil pakaian tanpa sadar diapun sambil menghitung pakaian yang sampai ditangannya, tapi yang dia ambil pertama dulu celana dalamnya setelah itu baju dan celananya, setelah itu baju dan celana ruby, dan terakhir baru baju saya dan ayahnya hehehe, tapi karena saya lagi memasak saya gak sempat mengambil kamera maupun hp untuk mengabadikannya hiks (selalu hehe)

Setelah dia mengambilkan pakaian, bermain sebenatr saya yang tau dia paling senang menumbuk bawang putih, sayapun memanggil dia, 

'Zafran, mau bantu bubun tak?' Tanyaku langsung

'Apa bund?' Matanya masih dibuku tapi mulutnya menjawab sekenanya.

'Mau bantu bubun menumbuk bawang putih?'

'Mau bund.' dengan sekejap datang kesaya.

sayapun bertanya,

'Berapa kali tumbuk kah sampai bawang putih ini halus?'

'Berapa bund?'

'Ayok kita hitung sama-sama'

6 April 2018

Matematika dan Bermain Bola


Assalamualaikum,

Beberapa hari mengerjakan tugas bunda sayang level 6 ini tentang menstimulus matematika logis pada anak membuat saya sadar bahwa betul matematika itu ada disekitar kita dan rata-rata memang pekerjaan kita selalu terarah ke pelajaran matematika, misal saya bareng anak-anak ke pasar, ada yang menyortir bumbu masakan, meyortir sayur-sayuran, menimbang, menghitung jumlah bawang yang akan kami beli, sampai menghitung waktu kami start jam berapa dari rumah sampai ke rumah lagi beberapa menit itu semua mengajarkan anak-anak bermain matematika yang menyenangkan menurutku. 

Sama ketika setiap sore zaf yang mempunyai waktu rutinitas bermain ke taman menemukan temannya juga, sehingga beraktifitas bersama yang pada sore itu bermain bola, dan secara tidak langsung zaf dan kiral (nama temannya) menghitung tendangan mereka sampai gak kerasa 100 kali, setelah itu berpindah ke hitungan memakai bahasa Inggris, biarpun tendangan tidak sempurna kadang melenceng kanan dan kiri, tapi membuat mereka lepas bermain dan belajar tentunya. Saya yang kala itu mendampingi ruby hanya bisa mengabadikan lewat rekaman memory otak dan hp saya, bahwa anak-anak menemukan matematika itu sendiri, dan itu menyenangkan, sangat, terlihat dengan berbinarnya mereka menghitung jika salah mereka memperbaiki, setelah itu tertawa, berkeringat seakan-akan pekerjaan ini menguras tenaga mereka. Ahh senangnya, nikmati dunia masa kecilmu sayang, yang berfikir diluar batas imajinasi.

Besok-besok entah kegiatan apalagi yang akan saya temukan, padahal banyak sudah tersusun untuk merancang aktifitas matematika tapi yang aktifitas diluar perencanaan ini yang membuat saya selalu takjub bahwa betul matematika ada disekitar kita dan baru paham kenapa ada disalah satu materi Bunda Sayang IIP, di luar karena matematika biasanya menjadi momok buat anak-anak karena pelajaran yang katanya teramat sulit padahal berhitung itu adalah bagian kecil dari stimulus yang harus kita berikan ke anak untuk merangsang kecerdasan matematika logisnya 




5 April 2018

Belajar Matematika dengang menghitung huruf di buku bacaan


Assalamualaikum,

Kegiatan zaf itu kebanyakan seputar buku, beraktifitas apapun itu selalu disangkutin dengan buku atau mobil dan pesawat, termasuk belajar pengenalan matematika ini selalu disangkutin tentang buku dan saya harus mencari apa yang bisa dipelajari dari buku ini untuk berkegiatan dalam tugas kali ini. Tiba-tiba zaf yang kala itu duduk dengan membuka Buku Halo Balita yang sudah lama dia tak membukanya :

'Bund, yang ini bacanya apa lagi' Tanya zaf yang masing belajar membaca penggabungan huruf ng dan ny.

'Mengambil nak' Jawabku langsung menghampiri ketika saya tadi sibuk menemani zaf mewarnai.

'Oh ia mengambil' Kata zaf yang berbinar dia akhirnya mengetahui.

'Zaf klo kata mengetahui itu berapa huruf sayang?' Tanya saya langsung.

'9 bund' Jawab dia langsung setelah menghitung huruf.

'kalau kata ini -karena- berapa huruf sayang' Tanya saya lagi.

'6 huruf bund' Jawab dia langsung.

'Kalau kalimat ini -aku bisa makan sendiri-' Tanyaku lagi.

Diapun mulai menghitung dan refleks jarinya juga ikut dia mainkan '19 bund' dengan semangat di jawab.

'Ehh, iaa benar zaf, hebat yah zaf, usahamu memang kuat nak' 

'Kalau yang ini berapa bund?' dia mulai antusias dengan tanda dia yang memulai pertanyaannya.

'Kita sama-sama hitung yah.' 

'satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, ada delapan bund.' 

'Yup, benar'

Begitu seharusnya dan gak kerasa buku halo balita itu hampir semua seri kami habiskan untuk menghitung huruf. Satu yang saya ambil pelajaran dari sini, bahwa kesenangan belajar anak-anak itu ada pada hobby dia, jika proses belajar kita inginkan dapat berjalan dengan membuat dia minimal 'menyenangkan' dulu maka kita harus mencari apa yang dia suka dulu, setelah itu kita mencari kegiatan lain yang memang tetap dia harus dikenalkan.

4 April 2018

Mie Masak Itam Khas Batam


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ada gak sih penggemar mie disini?

Saya? jangan tanya. Saya penggila makan mie apalagi pedas.

Pilihan menu yang dicari pertama kali bukan bagian nasi, tapi mienya dulu.

jadi jangan heran jika Mie masak itam khas batam ini jadi andalan saya.

Kenapa?

Yuk, Baca sampai habis yah.

Dan kalian akan tau kenapa kuliner khas batam yang baru ini,

wajib kalian harus coba!


3 April 2018

Belajar Matematika dengan cara mengelompokkan


Assalamualaikum,

Seperti biasa untuk membereskan mainan sama waktunya dengan bermain yang sebenarnya hehehe, kadang sudah berkali-kali diberikan arahan, bahwa selesai bermain dibereskan, mau main dikontainer satu, kontainer yang lain bereskan dulu, mau baca buku lain, bereskan dulu bu yang sudah di baca, tapi kenyataannya anak-anak main semua dulu, belakangan jika mau tidur siang atau keluar baru dibereskan, itulah mengapa waktu beberes bisa sama lama dengan waktu bermain hehehe.

Dan yang saya harus kondisikan juga mood anak-anak, kadang jika saya sudah nada yang melenceng sedikit atau tidak berkata-kata yang saya tahu kondisi hati saya tidak stabil, bukan malah saya yang tantrum tapi anak-anak yang sudah menampakkan ketantrumannya, entah menolak membereskanlah, alasan mau ini dan mau itu lah dan sebagainya. Makanya karena kita yang lebih dewasa ketimbang anak-anak tau diri dan harus menjaga emosi jiwa jika kondisi merapikan mainan itu tiba, kalau tidak waktu istirahat akan lama, yang bisa selesai bersih tanpa saya yang bereskan ujung-ujungnya dan kita tidur siang bersama (kebanyakan sih begini) biasanya kalau saya mau tantrum mengingat bahwa saya mau tidur siang lebih cepat hahaha.

Nah, jika kondisi emosi lagi stabil saya membuat permainan untuk merapikan mainan, salah satu tujuannya supaya mereka senang untuk merapikan jangan sampai ada keterpaksaan yang berakibat hanya sekedar rutinitas tanpa ada pelajaran yang kita ambil bersama-sama. Didukung kondisi waktu yang memang saya siapkan 1 jam sebelum mereka makan dan tidur siang.

2 April 2018

Belajar Matematika dengan Mengenal Pola Geometri


Assalamualaikum,

Mumpung hari ini zaf lagi senang-senangnya dirumah, diajak keluar maunya dirumah aja baca buku, diajak jalan-jalan di kompleks sambil naik sepeda tapi zafnya mau aja di rumah, di ajak dengan menggunakan bola pun dia hanya mau dirumah, sayapun heran 'Kenapa zaf? Baik?' tanyaku heran. 'Baik bund!' jawab sekenanya sambil tatapannya hanya di buku. Ohh iaa lupa kalau kemarin datang buku barunya dan sekarang dia lagi semangat-semangatnya untuk eksplor buku baru dia.

Malamnya dia berangkali udah bosen baca buku, diapun datang bertanya 'kita ngapain nih bund? kita main apa ini bund' tanyanya berbinar. 'Kita gunting-gunting kertas yuk buat lingkaran, segitiga, dan segi empat lalu ditempel dikertas mau tak?' jawabku juga berbinar. Refleks langsung saya mengambil gunting dan zaf mengambil kertas.

'ini warna merah bund, buat segi empat yah?

'oke sayang'

'Gimana caranya bund?'

'Bubun contohin yah, liat' sambil saya mempraktekkan melipat dan menggunting semudah mungkin dia mencontohkan.

Dan setelah itu dia melanjutkan.

untuk lingkaran saya yang mengguntingnya. setelah semua bahan selesai. sayapun mengambil kertas dan membuat pola.

'Bubun contohkan satu kali yah, lalu zaf lanjutkan yah.'

'siap bund.'

'Nah selesai, sekarang zaf,'

dan hanya sekali saya mencontohkan dengan refleks dia juga mengikut pola yang sama tanpa bertanya apakah benar atau salah, selesai baru berkata.

'Selesai bund, gimana?'

'oke sayang, good job'

Menurut dia menyenangkan kali yah dengan mengikut pola yang sama, warna yang beruntun dan tanpa beban seperti bermain tapi belajar, belajar tapi bermain. gak sadar malah kita buatnya sampai 7 lembar. gak sadar sudah lewat jam malam, sayapun mengakhiri dengan mengajak anak-anak beberes. Beberespun tetap pakai pola zaf pun yang inisiatif.

1 April 2018

Membereskan Mainan sambil belajar Matematika


Assalamualaikum :)

Setiap hari Minggu kami sekeluarga selalu agenda keluar rencananya mau ke pantai nyebrang laut menggunakan speed boat tapi cuaca di batam tidak memungkinkan kalau kita nyebrang angin masih kencang dan lagi mendung kitapun urungkan niat ke sana padahal ada niatuntuk bermain pasir, menurut materi kali ini yang saya dapat dari kelas bunda sayang adalah dengan bermain pasir anak-anak sesungguhnya belajar estimasi dengan menuangatau menakar yang kelak semua itu ada akan matematika.

Karena kita terlanjur berjanji sama anak untuk bermain air dirubah menjadi bermain air di kolam renang yang rencana untuk agenda game hari selanjutnya buyar, entah apa saya kerjakan disana untuk anak-anak, karena pasti sayapun ikutan renang hihihi

Pulang dari seluruh agenda hari minggu, sorenya udah dirumah, dan anak-anak yang gak tidur siang tidak mengalami penurunan stamina, tapi jangan tanya ayah dan bubunnya, tepar tidur berdua di kamar hahaha, 10 menit tersadar dibangunkan anak-anaknya dengan membawa 1 kontainer besar yang sudah kosong isinya padahal isi kontainer itu adalah mobil-mobilan zaf. Dan kembali 'ide' saya bermunculan hehehe selain belajar matematika dan disambil membereskan mainan mobil-mobilan yang sudah tersebar di lantai.

Dan kebetulan ruby lagi memegang plastik isinya mobil-mobilan, sayapun langsung bertanya dengan ruby :

"Ruby, Ini apa nak?"

"Mobil Bund"