Top Social

Candu Buku

18 Mei 2018

Assalamualaikum,

Alhamdulillah, gak kerasa saya sudah masuk ke materi 7 kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional, belajar lagi yang kemarin hampir libur panjang hehehe, materi ini tentang Semua Anak adalah Bintang, Yah bagi saya anak adalah bintang, karena mereka punya cahaya sendiri-sendiri, punya potensi sendiri-sendiri, maka tak layak sebenarnya kita menyamakan bahkan membandingkannya dengan anak saudara atau anak orang lain, bisa jadi kita termasuk orangtua yang dzolim jika kita melakukan hal demikian.

Tapi betul memang dan saya harus akui bahwa susah banget untuk tidak membandingkan anak kita dengan anak yang lain, ini yang saya harus lakukan untuk menghilangkan sifat demikian, karena sayapun juga tak suka dibandingkan gaya penulisan saya dengan tulisan sekelas asma nadia atau tere liye, sangat berbeda karena memang kelasnyapun berbeda, saya amatiran dan beliau berdua sudah master, hehehe, tapi kalau diseriusi dibandingkan sama yang mahirpun kita gak suka, karena bisa jadi kita dituntut sama dengan beliau padahal kita gak suka, saya punya potensi lain dan gak suka disama-samakan.

Apalagi seorang anak yang memiliki konteks pemikiran untuk usia anak saya masuk tentang perasaan, yang saya harus jaga perasaannya, yang saya harus jaga hatinya, dan tentu kepercayaannya, masa orangtuanya sendiri membandingkan dengan yang lai, karena dia terlahir bukan untuk dibandingkan tapi dilejitkan sifat terbaiknya yang dia miliki.

Berbicara tentang sifat tak terlepas dengan kesehariannya, saya sempat membuat agenda keseharian yang buku panduan saya adalah 45 pandu dari Ibu Septi Wulandani, tapi hari ke tiga saya menyerah (ahh, sedihnya) soalnya zaf gak tertarik sama sekali, hanya mencoba sudah itu ditinggalkan dan matanya tak berbinar, kadang sedih juga jika saya ajak untuk berkegiatan dalam acara-acara anak-anak yang lain, dia gak mau gabung dengan banyak alasan atau sekedar bilang 'saya gak suka bund!' :( hanya satu kegiatan yang sampai 4 tahun ini dia senangi dan untuk menghentikan dia untuk menghentikan sementara waktu karena alasan mandi, makan, dan tidurpun harus berkali-kali saya lakukan, yaitu baca buku. efek dari itu semua sebelum dia menginjak 4 tahun sudah bisa membaca.
 Jadi kegiatan yang bikin dia anteng untuk berapa menit bahkan bisa berapa jam adalah siapkan saja zaf buku, dia siap untuk mengkhatamnya, tapi yang paling asyik sekarang karena zaf udah mengerti bahan bacaan yang dia baca, kita bisa saling diskusi dan cerita panjang lebar, kalau gak ingat ada adeknya yang mau nenen saya akan terus bercerita dengan tema bacaan yang dia mau bacakan, dulu berangkali senang dibacaain saja, beralih ke metode baca saya harus dengan berbagai mimik dan intonasi supaya menarik, sampai sekarang jika saya mengerjakan pekerjaan domestik zaf bisa membaca sendiri.

Sampai sekarangpun saya masih mencari yang berbuat dia berbinar, minimal mau mencoba berkegiatan yang lain, tapi dengan ini saya sudah bersyukur untuk ketertarikannya yang sangat kuat pada literasi, Insyaa Allah bisa menghantarkanmu jadi pembelajar yang giat nak, Aminn Yaa Rabbal Alamin.


#semuanakadalahbintang
#kelasbundasayang
#Institutibuprofesional

Lubnah Lukman

Post Comment
Posting Komentar

Auto Post Signature