Top Social

#Mamaksetrong bagi bunda Lubnah Lukman

8 Mei 2018

Assalamualaikum,

Postingan ini terasa istimewa karena baru pertama kali saya berkolaborasi dan Insya Allah akan terus berkolaborasi dengan banyak tema tulisan bersama 2 mom blogger kece di batam : Mbak Desy Oktafia dan Mbak Juli Yasti.

Sebelum saya bercerita tentang awal dan alasan mengapa kami membuat kolaborasi ini, saya mau bercerita tentang tagline yang kita gagas dulu yaitu #mamaksetrong.

Mamak sendiri adalah panggilan dari sebuah Ibu, atau nama lain dari seorang Ibu, Bunda atau bubun (ini panggilan saya dari anak-anak) atau panggilan lain yang sama maknanya dengan seorang Ibu yang melahirkan kita yang terus mendoakan dan menuntun kita untuk terus menjadi baik dan benar. Kenapa memilih kata Mamak bukan panggilan lain, karena adil aja hahaha, mbak desy dipanggil IBUK oleh khalid dan mbak juli dipanggil UMI oleh aal dan Maryam, sedangkan saya dipanggil BUBUN oleh Zaf dan Ruby, :D jadi diambil tengah-tengahnya aja :D tapi lebih dari itu kata MAMAK dengan akhiran K memiliki arti kuat, tegas dan bold tapi tetap penuh lemah lembut karena kita seorang Ibu yang memang sebagai tempat paling nyaman anak-anak buat berkeluh kesah, itulah mengapa seorang Ibu tidak boleh marah, kalau masalah marah mending dilimpahkan kepada seorang ayah karena fitrah seorang ayah memang menjadi seorang pemimpin di setiap keluarga dan bersifat tegas. Dan Kata setrong berasal dari kata bahasa Inggris Strong yang berarti kuat.

Dalam Keseharian kita seorang ibu dituntut waktu ‘7 hari dan 24 jam’ untuk bekerja itu tandanya gak ada libur bagi kita, liburanpun sebenarnya hanya istilah, kita tetap bekerja layaknya dirumah hanya lokasi dan kebiasaan yang berbeda :D tapi suasana hati harus tetap BAHAGIA, ketika kita dituntut kerja maksimal pada pemberi kontrak yaitu ALLAH SWT yang ganjarannya surga, otomatis kita harus melaksanakan itu semua tanpa beban karena jika dengan beban dan tidak dinikmati, akan berakhir Sia-sia dan Capek.



Mungkin Fisik kita terasa capek tapi jika bahagia Insya Allah akan tak terasa dan dengan senang hati dengan mata berbinar-binar melaksanakan kegiatan yang tanpa hentinya dikerjakan disetiap harinya. Makanya seorang ibu memang harus kuat fisik dan mental, tapi percayalah Allah SWT menciptakan seorang wanita memang penuh dengan kekuatan tandanya pernah tidak memikirkan ketika sebelum kita menikah, bahwa kita akan mengurus suami, melahirkan, memasak dan semua pekerjaan rumah? Saya pernah, dan memikirkan itu saya langsung stress sampai saya sempat pingsan dikantor, saking banyaknya referensi baik buku dan artikel saya baca tentang tugas seorang wanita ketika setelah menikah. Tapi apa yang terjadi sekarang? Ternyata bahru sadar apa yang saya khawatirkan dulu, saya sudah mengerjakan semua, entah kekuatan dari mana, entah motivasi awal saya dari mana, dan terjadi begitu saja. Itulah wanita jika dia sudah merasa bahagia berapa kejaanpun akan dia selesaikan, tanpa pamrih, cukup peluk hangat dan mengatakan ‘Saya sudah transfer, Bund’ :D

Kata Bahagia tidak terlepas dari rasa syukur, berdampak jadi stabilnya emosi kita sehari-hari, saya memaparkan bukan saya merasa hebat tapi ini juga menjadi pengingat saya setiap hari :

1. Bersyukur dari hal-hal yang kecil, jangan terlalu focus ke masalah. Mama saya selalu mengatakan bahwa kita bersyukur dari hal-hal yang sederhana, contohnya : Bisa bangun tidur dengan nafas lega, bisa lihat matahari cerah anak-anak jadi bisa beraktifitas diluar, jika hujan Alhamdulillah karena tidak kekeringan, Bangun tidur masih bisa peluk suami dan anak-anak dan sebagainya. Latih da terapkan juga ke pereihal urus anak dan rumah tangga. Jika dipraktekkan dengan maksimal kesannya jadi malu kalau mengeluh atau marah karena ternyata kita sudah banyak mendapatkan kenikmatan, jadi kita menikmatinyapun dengan ringan dan santai.

2. Anggaplah setiap kejadian yang datang dihari-hari kita adalah kejutan yang datang dari Allah. Kita harus pasrah bahwa tidak semua rencana kita bisa control semaunya kita, Manusia yang berencana, tetap Allah yang menentukan. 

3. Jangan terlalu banyak berfikir dan berencana. Fokus jalani secara maksimal untuk hari ini dulu.

4. Luangkan waktu untuk me time. Kalau saya me time saya tidur siang dengan anak-anak dan tengah  malamnya saya ngobrol berdua dengan suami, membaca ataupun menulis blog dan tak lupa berselancar dunia maya.

5. Atur waktu Screen Time kita. Pengalaman jika tak diatur kadang waktu yang rencananya hanya mengecek telepon jadi banyak menyita waktu karena sekalian berselancar didunia maya, lama-lama waktu yang harusnya kita mengerjakan pekerjaan rumah jadi berantakan.

6. Salurkan hobby, misalnya saya yang senang menulis dan desain, kadang ketika saya menyalurkan kesenangan saya, emosi negatifpun akan tersalurkan, kita akan lupa dengan emosi kita karena sibuk untuk menyibukkan diri ke aktifitas positif kita.

7. Kumpul dengan teman-teman yang positif, teman-teman yang mengajak kita untuk bukan hanya baik dan benar di mata orang tapi baik dan benar di mata Allah SWT, dengan itu otomatis kita akan sibuk untuk memperbaiki diri terus. Saya sendiri memang memiliki tagline hidup : ‘Kadang harus dipaksa untuk memulai menjadi baik dan benar’

8. Jika emosi datang, berhenti dulu dari semua aktifitas, take a time out.

9. Memaafkan masa lalu. Cari Hal-hal yang mengganjal. Cobalah memaafkan berhenti menyesal dan move on.

10. Banyak-banyak memeluk suami dan anak-anak sambil mengucapkan terima kasih dan bubun saying sama kalian.

Itu 10 tips yang saya perjuangkan untuk saya aplikasikan dikeseharian saya membersamai suami dan anak-anak. Nantikan Cerita selanjutnya dari #Mamaksetrong yah, kalau ada usul tema bisa tulis di kolom komentar dibawah ini. Terima kasih


Baca juga kisah mamak setrong dari mbak desy di sini

Dan mbak juli di sini

Cerita tentang berbagai tema #mamaksetrong bisa klik logo ini di sidebar blog saya


Lubnah Lukman
Bubun Zaf-Ruby

3 komentar on "#Mamaksetrong bagi bunda Lubnah Lukman"
  1. Tips nya simple tapi mudah untuk dilakukan, Ka Una congrats untuk blogging collabnya.

    BalasHapus
  2. 10 tips yang juga saya perjuangkan mbaakk..

    BalasHapus
  3. wuahhhhh keren kak
    salam kenal untuk dua mamak setrong lainnya ,

    BalasHapus

Auto Post Signature