Top Social

Akhir Pekan Terakhir di Batam

3 Agustus 2018
Assalamu Alaikum,

Semingguan sudah saya di surabaya, kota yang pertama kali saya kunjungi itu ditahun 2009, berniat bersama 4 teman dari makassar backpacker menjelajah pulau jawa berawal dari surabaya dan berakhir di jakarta dengan hanya biaya Rp.1,5 juta termasuk tiket pp. Waktu itu kami tidak nginap di kota pahlawan ini tapi sempat menjelajah seharian plus mencicipi kuliner khasnya dan meneruskan perjalanan ke gunung bromo. Dan ternyata gak disangka 9 tahun kemudian saya tinggal disini dan entah sampai kapan, bisa menunggu SK mutasi suami lagi atau bisa jadi menetap gak ada yang tau.

Menikmati setiap hari dengan rasa syukur cukup membuat saya bahagia, masih berkumpul dengan keluarga adalah nikmat yang luar biasa yang mungkin hanya sebentar kami nikmati, termasuk berkumpul bersama anak-anak. 

Tepat seminggupun saya belum sempat menikmati kota ini, masih sibuk dengan barang pindahan yang itupun saya kasih space waktu 3 jam untuk membenahi untuk menjaga kewarasan saya, dimana malamnya saya tetap bisa menikmati waktu dengan membaca, menulis, atau bahkan sekedar memesan layanan pesan antar makanan sambil ngobrol serius bahkan ngakak bersama suami saat anak-anak sudah terlelap.

Pindah-pindahan seperti ini sudah menjadi keputusan bersama, maka dengan hanya cara 'menikmati' setiap apa yang kami temukan selama keputusan yang kita ambil ini. Jangan karena pindahan dengan banyak barang yang belum diatur, me time saya terkuras waktunya, dengan cara membaca, menulis bahkan mengedit foto dan video sudah cukup menghibur saya. 

Dan Batam.... mungkin kami akan kembali, untuk keperluan yang masih akan kami tuntaskan bahkan untuk melepas kangen dengan semua yang terikat dengan kota ini, kota yang menemani saya belajar berproses dari seorang istri yang baru resign dari tempat kerja datang ke kota ini yang tanpa pernah meyentuh dapur apalagi mengerjakan ikan yang akan dimasak sampai menjadi (memaksa) Ahli gizi keluarga (padahal gak suka masak), dari penakut jika sendiri dirumah atau sekedar ngambil jemuran sendiri jika malam tiba sampai dengan entengnya tinggal dirumah sendiri dengan anak-anak tanpa suami bahkan pernah sampai 2 bulan ditinggal dikota ini. Dan masih banyak perubahan-perubahan selama proses belajar saya dari seorang istri yang melengkapi agama suaminya sampai menjadi Ibu yang menjadi pembuka surga buat anak-anaknya.

Video yang saya sempat ambil dan buat ini mungkin tidak bisa mewakilkan setiap aktivitas kami di batam, tapi bisa menjadi kenangan selama kami disana. Akhir pekan bagi kami adalah angin segar bagi saya dan anak-anak, kita kadang setiap kamis atau jumat sudah ada rencana akhir pekan ini kita mau habiskan untuk apa. Itu menjadi rutinitas yang memang kami selalu tunggu. 

Kalau kalian bagaimana? ada kota yang daya tariknya sangat kuat? kenapa? Ada kenangan kah? Kuliner kah? Keluarga kah? Wisatanya kah? Kegiatannya kah? Jalannya kah?

Kalau saya ada.

BATAM.

mungkin akan banyak tulisan lagi tentang kota ini,

yang mungkin membuat saya semakin susah untuk move on

Post Comment
Posting Komentar

Auto Post Signature