Top Social

Image Slider

Catrice Cosmetics : HOLOgraphic Glow Collection

15 September 2018


Assalamu Alaikum,

Sudah lama saya mengenal Catrice Cosmetics mungkin sekitar setahun lalu awal saya mencoba yang namanya concealer, mencari review dari mesin pencari google dan langsung mengarahkan ke concealer Catrice dan waktu itu membeli online karena di batam belum ada. Mencoba mengaplikasikan seketika sayapun jatuh cinta dan memakainya sampai sekarang. Saya tipikal jarang mencoba-coba make-up sekali cocok saya memakainya sampai mungkin ada reaksi negatif dari kulit saya atau barangnya sudah susah ditemukan.

Catrice cosmetics sendiri sudah hampir 2 tahun secara resmi masuk ke Indonesia, kosmetik ini berasal dari Jerman. Tapi biarpun dari eropa sana harganya sangat terjangkau buktinya catrice ini kalian bisa dapatkan di guardian manapun. Ketika saya pindah ke Surabaya, saya ke salah satu mall dan mengunjungi (wajib) guardian dan melihat shelf Catrice yang sangat lengkap. Tapi memang dari beberapa toko seperti guardian shelf Catrice yang selalu paling terlengkap dibanding brand yang lain, dengan seperti itu siapa yang gak berbinar untuk sekedar swatch dan pasti membawa pulang (pengalaman pribadi :p) karena harga yang enak dikantong banget. Untuk concealer yang sering aku pake aja hanya berkisar diharga 70ribu-an.

Kecintaan pada make-up sebenarnya gak juga (kecuali alis yak, itu wajib :p) mau dipake kemana juga, saya yang ibu bekerja di area domestik yang berjibaku dengan keluarga, dan suamipun gak suka banget kalau aku make-up dirumah (termasuk ngalis :p) tapi jika berbicara skincare itu urusan lain. Apalagi setiap paginya saya dan anak-anak beraktifitas diluar kadang sampai siang yang pastinya sangat memerlukan sunscreen bukan lipstick tapi bukan berarti saya menolak utuk bermake-up, seperti 2 hari kemarin saya dikirimin paket dari Catrice Cosmetics Indonesia betapa senang dan berbinarnya melihat isi dalamnya yang harga untuk keseluruhan berkisar 1juta-an, apa gak senang saya. :D

Saya dikirimi dalam bentuk 1 kotak cantik memakai pita berwarna hitam yang didalamnya ada 11 produk dari catrice cosmetics (tapi sayangnya Spectra Light Eyeshadow Glow Kit pecah jadi saya gak foto karena tampilannya yang sudah gak bagus, tapi tetap bisa saya pake dan saya aplikasikan ketika saya mencoba untuk pertama kali memakai rangkaian collection dari catrice ini)


HOLOgraphic Glow Collection

Nah untuk tahun ini Catrice Cosmetics mengeluarkan tren baru yang bertemakan HOLOgraphic Glow Collection yang terinspirasi dari koleksi international untuk musim Spring/Summer. Nah ini bisa jadi koleksi kalian karena untuk membuat wajah berkilau atau dewy gitu, Catrice Cosmetics bisa kalian jadikan pilihan untuk diaplikasikan di wajah. Tren Dewy Catrice kali ini mengambil tema koleksi holo, prisma dan kilau alami, sentuhan akhir kulit yang kecoklatan yang eksotis. Nah kalian pernah dengarkan tampilan tren make-up basah berkilau tapi tidak berminyak ternyata kuncinya kalian memakai highlitter dan pilihan 'alat tempurnya' yang membuat muka berkilau.
 
Untuk rangkaian yang cartice cosmetics kirimkan ke aku itu sungguh godaan banget untuk cepat unboxing lalu diaplikasikan ke wajah, karena biasanya saya make-up cuman look yang matte aja (bahkan standart) dan baru tahu look seperti ini, sayapun googling dan sejenak berfikir apakah saya cocok menggunakan look seperti ini, muka yang mengarah ke putih, mata yang cenderung kecil dan sipit, kelopak mata yang gak ada tapi kapan lagi saya terlihat beda untuk riasan kali ini :D
  
Untuk Riasan Mata

Di dalam kotak hitam ini saya diberikan ada 2 macam yaitu Lashes To Kill Pro Instant Volume Mascara 24h Ultra Black dan Lashes To Kill Pro Instant Volume Mascara 24h Waterproof. Nah untuk Mascara saya gak aplikasikan di bulu mata saya, pertama gak pernah memakai mascara entah tampilan sehari-hari atau yang lebih formal lagi, hanya diwaktu nikahan saja :p. Bulu mata saya itu turun gak lentik, butuh alat pelentik bulu mata dan saya gak punya haha jadi saya hanya aplikasikan untuk di alis saja. Untuk Harga masing-masing mascara ini berkisar Rp. 90.000 - Rp. 100.000

Untuk Eyeshadow sayapun diberikan ada 2 macam yaitu Instant Glam Eyeshadow Palette dan Spectra Light Eyeshadow Glow Kit. Untuk Instant Glam Eyeshadow ini favorit banget karena ada 8 warna yang menyatu dalam satu palet, jadi ada 4 kombinasi eyeshadow dan tinggal memilih gradasi yang akan kita aplikasikan. Aplikatornyapun sangat pas, dia punya ujung yang agak besar jadi ketika diaplikasikan ke mata itu sangat pas karena sangat sejajar dengan bentuk mata. Nah untuk Spectra Light Eyeshadow Glow Kit seperti yang saya jelaskan diatas bahwa eyeshadow ini saya pecah jadi gak ikut dalam sesi foto produk hihi tapi tetap saya sempurnakan ditampilan mata saya karena glitter dan berkilau, setelah menggunakan Instant Glam sayapun timpuk-timpuk diatasnya, dibawah dan ujung mata. Harga Instant Glam Glow Eyeshadow Pallete Rp. 125.000


Untuk Riasan Bibir

Untuk bibirpun saya mendapat 2 macam yaitu, Creatrice Vinyl Lacquer Lip Palette dan Prisma Chrome Liptick. Untuk Lip Palette inipun sangat favorit banget terdapat 8 warna dan ada bubuk glitternya. ini seperti pakai lipglos tapi berwarna hehe sangat mudah diaplikasikannya sayapun bisa variasikan menjadi banyak warna. Dan Prisma Chrome Lipstick saya dapatkan itu warna ungu metalik awalnya saya merasa pesimis dengan warna ini hahaha agak kurang pede gitu pake warna ginian, tapi alhamdulillah ketika saya berani mencoba efek warna ungunya tidak terlalu mendominasi, mungkin karena warna bibir saya itu cenderung warna merah muda jadi tidak membuat ungu yang bold dan ternyata saya suka, tapi saya tetap saya campur dengan lip palette warna merah muda dibagian dalam bibir saya, agar muka saya gak terlalu pucat hehe


Untuk Riasan Muka

Untuk riasan muka ini semuanya saya favorit tapi yang paling favorit itu tetap concealer catrice, saya sudah jelaskan diatas juga alasan favorit banget dengan concealer catrice yaitu Liquid Camouflage High Coverage Concealer. Untuk tampilan dewy ini ternyata gak dapet jika kalian menggunakan bedak tabur katanya berakhir look yang matte. Jadi setelah saya memakai skincare dan sunscreen, langsung saya aplikasin menggunakan concealer utamanya di kantong mata dan spot-spot bekas jerawat dan benar high coverage banget. setelah saya memakai concealer saya menggunakan Galactic Highlighter Drops, tapi ada juga yang memakai Galactic glow ini paling akhir. Kulit saya yang kusampun terlihat segar dan bercahaya, saya aplikasikan terutama di dahi, tulang pipi dan dagu saya. Tekstur yang cair dan ringan jadi sangat mudah diaplikasikannya. Untuk menyempurnakan make-up saya gunakan Dewy Wetlook Stick setelah diakhir riasan, terlihat shiny dan dewy gitu terutamanya di bawah alis dan pipi, stick glosss ini transparant yang berkilau inipun sangat gampang aplikasinya karena berbentuk pen yang bisa diputar. Untuk harga concealer ini Rp.63.000, Galactic Glow Rp. 88.000 dan Dewy stick Rp. 88.000


Untuk Riasan Kuku

Untuk Menambahkan riasan yang sempurna dan berkilau kalian bisa memakai cat kuku, ada 2 macam pun ketika kotak hitam nan catik ketika dibuka ada Catrice Spectra Light dan LuxChrome 2in1 Base & Top Coat Vegan. Untuk yang ini kalian bisa padu-padankan dan terlihat berkilau banget.

 
Terima Kasih Untuk Tim dari Catrice Cosmetics Indonesia


Aliran Rasa Kelas Pra Bunda Sayang

6 September 2018
Assalamualaikum,

Bismillah untuk yang pertama tapi bukan kali pertama saya ikut kelas bunda sayang ini, saya alumni dari kelas sumatra 1 tapi entah saya bisa disebutkan alumni atau mantan hehe, soalnya kelas saya yang lalu saya 'tinggal kelas' karena ada beberapa persyaratan yang saya tidak dapatkan menyebabkan saya harus hengkang dari kelas tersebut.

Sebelum saya bercerita kenapa saya bisa meninggalkan kelas yang terdahulu, saya mau bercerita tentang kelas bunda sayang. Kelas ini memang jebakan, jebakan yang memaksa kita untuk terus membersamai anak dengan kualitas waktu dan materi yang super duper istimewa, bayangkan kelas ini akan terus berbagai ilmu dan materi selama 14 bulan yang termasuk didalamnya 12 materi setiap bulannya, dan ada tugas yang harus kita tulis dan laporkan sebanyak minimal 10 dan maksimalnya 17 hari secara berturut-turut. Awalnya karena saya senang menulis itu gampang aja menurutku, apalagi memang saya yang seorang ibu pekerja di ranah domestik yang memang tak ada gadjet bahkan tv diantara kami, ini sangat mudah untuk saya berkegiatan bersama anak-anak, saking saya fikir mudahnya saya langsung mengajukan diri untuk menjadi Ketua Kelas, karena pengalaman kelas Matrikulasi sayapun menjadi Ketua Kelas dan itu sangat saya nikmati. Sebelumnya memang saya tipe harus dipaksa baru action karena tau diri gitu, saya memang selalu mengambil peran untuk memaksimalkan ilmu yang masuk ke saya. 

Tapi ternyata Kelas Bunda Sayang ini berbeda dengan kelas Matrikulasi, kelas ini punya tantangan yang super duper sembunyi terlihat menyenangkan dan gampang didepan tapi ternyata jika tidak jeli untuk mengatur baik waktu dan semuanya akan hilang tanpa makna yang berarti. Apalagi saya yang ketua kelas harus ekstra kerja keras untuk menyediakan space waktu untuk menunjang aktifitas teman-teman di kelas, tidak seperti pada waktu matrikulasi yang hanya 1 tugas untuk tiap minggunya, kala itu saya berbinar banget untuk 'beraktifitas di kelas' bahkan setiap hari ada bahkan ratusan chat yang harus saya panjat dan komentari tapi tidak membuat saya keteteran dengan semuanya, yah mungkin karena kelas Matrikulasi ini tugasnya tidak sepadat kita di kelas bunda sayang dan materi-materi di kelas matrikulasi sebagian besar tentang pengolahan diri kita sendiri biarpun memang ada keterkaitan bersama suami dan anak-anak tapi tidak dirincikan seperti tugas yang kita lakukan di kelas bunda sayang.

Wah ada apa yah di kelas bunda sayang? Jangan takut dulu hihihi, ini mungkin saya aja, masih banyak yang melebihi saya yang sangat asyik untuk mengerjakan tugas tanpa beban bahkan selalu mendapatkan badge yang sangat tinggi. Satu yang saya sarankan buat teman-teman saya yang waktu itu datang bertanya tentang apa kesalaha terbesar saya sampai saya hengkang di kelas, dan sayapun menjawab : 'SAYA TIDAK ATUR STRATEGI'

Saya cerita yah kenapa saya menjadi keteteran semenjak masuk dan belajar di kelas bunsay ini, yang mungkin saya akan lebih bijak dan lebih mantapkan strategi saya untuk belajar, beraktifitas bersama anak dan menulis tugas.
1. Jam Online
Jam online saya itu dari jam 12 malam atau jam 1 dini hari sampai pagi. Ini yang sudah komit saya lakukan semenjak punya anak. dan saya lebih menikmati jam online saya seperti ini, me time saya lebih dapat, saya bisa manjat beberapa WAG, melihat email masuk, melihat perkembangan sosmed, setelah itu saya bisa menulis atau membaca, bahkan bisa juga sekalian mengedit foto atau video. Tapi jujur semenjak mengikuti kelas matrikulasi yang jam kelasnya kita sepakati jam 8 pagi, saya mulai panik hehehe, sebelumnya ketika sudah jam 7 pagi HP saya sudah offkan kadang saya cek ketika anak-anak tidur. Tapi ketika matrikulasi saya minta ijin sama suami. saya gak minta ijin sama anak-anak karena memang komitmen saya sama suami, kami gak mau anak-anak melihat kita sibuk dengan hpnya, jadi awal-awal ikut matrikulasi untuk absen saya harus masuk ke kamar mandi untuk buka hp, hahahah, setelah itu saya tinggalkan dan mulai manjat ketika anak-anak tidur siang, diskusi kelas kadang saya ketetaran juga diawal tapi karena saya bisa tukar peran sama suami dan mencoba untuk menunda waktu tidur anak-anak 1 malam untuk mengikuti diskusi kelas.

Nah ternyata di kelas bunda sayang ini saya lama-lama meninggalkan komitmen saya dengan suami dan anak-anak untuk tiada hp saat beraktifitas dengan anak-anak. Bahkan klimaksnya suami sempat menegur. Yah selain saya gak mengatur jam online saya di pagi hari, sayapun sering melirik hp untuk mengecek kelas.

Nah sekarang sayapun menentukan jam online saya untuk beberapa kondisi, dan komit untuk tidak mengecek, melirik bahkan apapun itu di HP. Dan alhamdulillah mengikuti kelas remedi ini banyak aplikasi dan kiat-kiat dari bunda-bunda di kelas saya bagaimana supaya jam online lebih tertata.

2.  Ngumpulin Tugas
Nah ngumpulis tugas ini sudah masuk dipersiapan juga yah, persiapan kegiatan, dokumentasi, menulis, dan setor tugas. Kemarin itu setiap levelnya saya sudah menulis rencana 10 hari apa yang saya dan anak-anak lakukan untuk setiap tugas saya tapi yang bikin keteteran adalah menulisnya. saya menulis di blog, dan prinsip saya untuk setiap menulis di blog harus lebih 500 kata atau 800 kata, saya gak mau asal menulis bukan hanya tulisan yang harus saya persiapkan tapi foto minimal untuk cover postingan saya, dan yang saya tau diri anak-anak saya terutama zaf tidak ingin sekali di foto jadi itupun saya selalu mengambilnya sembunyi-sembunyi, tapi itu saya gak masalah intinya minimal satu dan saya akan kuatkan di cerita pikirku. Tapi apa yang terjadi ternyata untuk menulis setiap hari dengan waktu menulis saya ketika anak-anak sudah tidur dan saya bangun kembali kadang hampir jam 12 dini hari yang kala itu waktu batasan kita untuk kumpul tugas. Bayangkan modal sejam bahkan hanya 30 menit tidak cukup waktu saya untuk selalu menulis dengan 500 kata, hiksss, bahkan ternyata ada yang saya setor tidak masuk mungkin gara-gara jaringan dan itu saya tidak mengeceknya saking buru-burunya, yang penting pikirku sudah submit. akhirnya saya selalu melangkah-langkahi untuk setor tugas. Sayapun rubah strategi, saya melakukan aktifitas hari pertama tapi menulis dan setor tugas pertama sudah masuk ke hari ke 2 yaitu lewat jam 12 dini hari, kan samaan tuh jam online saya. lagi-lagi saya keteteran untuk menulis 500 kata serta mengedit foto setiap harinya hehehe. dan ketika saya betul-betul memikirkan strategi saya atas ngobrol dengan teman-teman senasib sayapun berniat menulis setiap harinya di akun Instagram saya dan menuliskan review materi bahkan aliran rasa saya setiap materi itu di blog. Hahaha tapi baru begitu saya dihubungi fasil saya untuk minta maaf karena materi selanjutnya saya gak bisa ikut karena saya tidak mendapatkan 3 kali badge secara berturut-turut, Hahaha, langsung nangis kedeeerrr saya :((((

3. Amanah,
Yah mungkin saya sangat kerempongan kemarin untuk mengurus jam domestik, waktu bersama anak-anak, mengurus kelas bahkan tugas teman-teman, bahkan tugas saya sendiri belum terselesaikan. Menggampangkan sesuatu memang tidak baik adannya, apalagi menunda-nunda pekerjaan.

Jadi gimana penyelesainnya untuk ketiga kendala yang harus diselesaikan ini, yah itu saya bilang ATUR STRATEGI , gimana?

Untuk kelas Remedial ini saya akan komit tidak lagi menjadi ketua kelas, tapi menjadi Koordinator bulanan saja, saya mencoba memaksimalkan dan mencoba peran baru dulu yang mungkin tidak semenantang jika menjadi ketua kelas tapi saya tetap mengambil peran dalam kelas untuk memaksimalkan ilmu saya. Untuk Menulis dan posting tugas, saya hanya menggunakan akun Instagram saya tetapi mereview dan mengalirkan rasa ditiap materi saya tetap menggunakan Blog saya. Secara umum saya jelaskan disini seperti itu, tapi ada banyak yang akan saya terapkan dalam mengontrol grup yang semakin hari semakin banyak, karena memanjatnyapun membutuhkan waktu dan kondisi.


Doakan semoga saya tetap istiqomah dan maksimal dalam mengikuti kelas ini,
Ilmu dan sharing dari fasil dan bunda-bunda di kelas begitu saya butuhkan untuk saya pribadi  dan keluarga terlebih untuk tumbuh kembang anak-anak.

Bismillah,

Stop Body Shaming - #mamaksetrong3

4 September 2018

Assalamualaikum,

Sudah Nikah kok jadi menggemuk yah?

Sudah lahiran kok jadi gemukan yah?

Wah, ini karena terlalu lama dikandungan jadi gemukan banget?

Kok anaknya kurus yah, lebih mending anakku yah?

Gak dikasih makan yah anaknya kok kurus banget?

Pendek banget sih, pantas gak nyampe!

Lebih cantikan gemuk deh dari pada kurus!

Lebih cantikan kurus deh, gemuk gitu kita lihatnya jadi sesak!

Dari mana kok hitaman kulitnya?

Ada gak sih punya pengalaman yang tidak mengenakkan dalam mendengar kata-kata yang seperti diatas atau bahkan lebih parah. Kalau ada, tosss dulu kita!! Mungkin beberapa orang melontarkan kata-kata itu bermaksud becanda atau terkesan basa-basi yang tidak kreatif dan berakhir seperti hinaan yang biasa disebut dengan Body Shaming. Dan mungkin ada beberapa orang termasuk saya yang tidak senang dengan bahan becandaan yang mengarah ke bentuk fisik, baik kalau orang tersebut tidak baperan (bawa perasaan) tapi jika terjadi demikian bisa berakibat fatal.

Gambar diambil di sini
Saya flashback kebelakang ketika saya pasca melahirkan zaf, sebenarnya saya pernah menulis diblog saya dulu drama bagaimana saya melahirkan anak saya ini, mulai dari persiapan sampai perjuangan men-ASIhi. Persiapan yang pengen banget normal sampai kandungan saya 10 bulan lebih sampai berujung SC, drama ketidak mauan saya untuk tanda tangan bahwa saya harus rela tidak IMD dan harus Sufor, dan masih banyak rentetan rencana yang saya siapkan dan akhirnya nihil gak tercapai. Antara Mati dan hidup saya perjuangkan di kamar operasi tapi sesak karena semua persiapan yang saya rencanakan dengan suami gagal sia-sia pikiran didalam kamar operasi bercampur jadi satu, setelah itu drama lagi ketika saya sudah masuk ke kamar tapi tidak melihat anak saya, saya menyuruh cepat untuk mendatangkan anak saya tujuannya agar dia langsung menikmati ASI saya. Pikiran yang masih belum stabil, tamu juga banyak yang berdatangan, tapi sedihnya banyak banget yang komentarin masalah badan saya yang menggemuk, kenapa SC, Kenapa Sufor, Kenapa gak IMD dan sebagainya. 3 hari di Rumah Sakit seperti 3 tahun lamanya, berakibat apa? berakibat FATAL. Saya tidak menikmati bagaimana nyamannya meng-ASI-hi seperti bacaan buku yang banyak saya baca, karena gak nyaman, PD saya lecet banget sampai berdarah, berakibat apa lagi? Saya marah-marah terus dan fatalnya saya kena Syndrome Baby Blues selama hampir sebulan. Jika mengingat itu kembali ada rasa penyesalan kenapa saya begitu mudh kala itu terbawa perasaan oleh omongan orang. Kita tak pernah bisa mengatur omongan orang lain yang terlontar ke kita tapi kita bisa mengatur RASA kita atas lontaran komentar negatif yang mengarah ke kita.


Dari pengalaman saya diatas mungkin menjadi salah satu contoh akibat fatal dari body shaming dan bahkan ada kasus lebih berat lagi. Bahkan ada orang yang menganggap kita sangat sensitif dan terlalu membawa perasaan, padahal si komentator yang bisa disebut dengan body shamers belum tahu bahwa perjuangan mereka sangat keras untuk hal-hal yang kalian komentarin. Misalnya ; Kalian tidak tahu bagaimana seorang Ibu berjuang keras untuk melakukan segala cara untuk lahiran normal lalu dikomentari dengan pertanyaan yang mungkin hanya basa-basi atau bisa mengarah ke celaan disertakan dengan tips dan triknya supaya bisa lahiran normal padahal kalian tidak tahu bahwa apa yang kalian komentari sudah dia lakukan. tapi apa yang terjadi sang Ibu hanya diam membisu, mengeluarkan senyuman tipis tanda tidak mau berdebat, tapi perasaan mana yang tahu betapa sakit bahkan salah satunya bisa merusak kualitas dari ASInya.
Sama ketika anak-anak dikomentarin dengan fisiknya entah itu terlalu gemuk atau terlalu kurus, dan negatifnya lagi jika sang anak dibandingkan dengan anaknya atau anak orang lain. Ini lebih berat lagi karena body shaming ada 2 orang yang terluka hatinya adalah si ayah/ibu dan si anaknya. Bisa jadi sang orangtua punya cara sendiri dalam mengatur pola makan anaknya yang menurut dia benar dan gak perlu dibahas karena memandang waktu yang gak sedikit, jikalaupun dijelaskan harus tuntas karena tidak tuntas akan menimbulkan kesimpulan masing-masing. mungkin juga sang ibu sudah berjuang keras untuk anaknya makan entah bikin resep paling enak tapi anaknya belum juga mau makan. Kita tidak tau usaha dan alasan apa sampai sang orangtua menerapkan cara seperti apa entah fokus ke makanan bergizi, mengolah makanan sehat yang memang butuh waktu agar anak suka, alasan supaya anak mengetahui sendiri rasa lapar, atau menyerah memberikan makanan yang paling banyak dikonsumsi oleh tubuh anak malah susu formula ini salah satu efek supaya anak bisa terlihat gemuk dan terhindari dari komentar negatif.
Jangan main-main dalam hal ini efeknya bisa sampai si anak dewasa contohnya akan rendah rasa percaya diri dari si anak bahkan orantuanya, konsep diri yang sebenarnya harusnya dibangun menjadi positif ini menjadi buruk akibat omongan orang lain, bahkan lebih buruknya lagi gambaran akan dirinya akan menjadi menurun. Bahkan amat disayangkan yang mengomentari itu adalah orang dewasa, tapi maaf jika body shaming yang kalian lakukan itu menandakan kalian tidak dewasa!

Jadi plis untuk STOP body shaming, banyak bahasan yang perlu kita gali bersama keluarga bahkan teman-teman sekitar bisa menambah pengetahuan dan silaturahmi kita, mengomentari sesuatu yang relatif bahkan kita tak tau alasannya adalah membuang-buang waktu kita bersama lingkungan tercinta bahkan kita bisa merusak silaturahmi dan orang sekitar kita menjauh. Omongan yang kalian keluarkan adalah cerminan dari image diri kita, jika image negatif terus yang keluar dari diri kita, itu bisa menjadi cerminan yang buruk buat kalian. Berlatih untuk tidak mengomentari, memang perjuangan keras dan sayapun masih diproses belajar, kita sama-sama belajar untuk mencintai diri kita otomatis jika kita mencintai diri kita, kita tak akan tega melukai diri orang-orang yang tercinta disekitar kita. Jangan terlalu fokus pada "bagaimana orang memperlakukan kita?" tapi fokus pada "Bagaimana kita seharusnya memperlakukan orang lain?" 
Ciptakan Rasa Syukur untuk mencintai diri kita, dengan itu tercipta kebahagian. Yakin dan percaya orang-orang yang bahagia akan menambah kecantikan dari dalam, bukankah kebahagian itu menular:)


Simak cerita Body Shaming juga dari 2 MOM blogger andalan saya #mamaksetrong


                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            

Kebun Binatang Surabaya

29 Agustus 2018

Assalamualaikum,

Lama yah saya tak menyapa bahkan lama tak menulis, eh selalu menulis tiap malam tapi selalu berakhir karena keasyikan bahkan kelamaan blogwalking berlanjut terus sampai-sampai niatan saya untuk menulis selalu berakhir di draft hahaha

Udah hampir sebulan saya di kota pahlawan ini, berawal dari rasa was-was karena tempat baru yang bukan bertujuan untuk jalan-jalan tapi untuk tinggal menetap entah sampai kapan, tapi saya mengiyakan kata suami ketika baru berapa hari di batam 'sayang, ini dibilang HABIS GELAP TERBITLAH TERANG' hahaha mungkin saya dan suami melihat dari sudut pandang yang berbeda, saya yang domestik sedangkan dia yang publik. ketika disatukan dengan hati saya juga langsung sepakat dengan tagline dari suami. Surabaya, kota dari geografisnya dekat banget dengan kampung saya makassar, apa dan dimana itu serba murah, mungkin ini relatif tapi mungkin saya yang bandingkan ketika saya berada di batam, untuk kegiatan seru bersama komunitas anak-anak disini sangat beragam dan bergeliat tinggal pilih dan semua kaya manfaat.

Dan minggu kemarin kita lagi jalan-jalan ke kebun binatang surabaya, yang berlokasi di jalan Setail No. 1, Darmo - Surabaya. Lokasi ini kita bisa dapat spot 2 sekaligus, kita bisa foto di patung buaya yang menjadi icon kota surabaya dan Kebun Binatag Surabaya (KBS) itu sediri. untuk foto di icon ini kalia gak usah pusing untuk memikirkan untuk repot minta tolong sama orang karena seketika kalian turun dari mobil ada banyak teman-teman yang menawarkan foto langsung setak seditik jadi :D awalnya saya ogah sih karena pengalaman yang demikian pernah saya dapat di Monas-Jakarta dan mahal banget menurutku tapi ketika teman itu nyebut diangka Rp.10.000 sayapun tanpa pikir panjang mengiyakan hahaha untuk cetak ukuran 5R kalian bisa dapat selembar dan Rp.15.000 ukuran yang agak besar lagi, plusnya jika kalian membawa flasdisk bisa langsung ambil filenya karena mereka sangat banyak memotret kita dan sayangnya saya gak bawa, tapi gak jadi sedih karena saya bawa kamera sendiri dan dengan sigap saya meminta tolong menggunakan kamera saya dan teman itu mengiyakan.

Bukan hanya foto, ayah zaf pencinta kuliner Buah, dengan muka yang terkejut sambil memperlihatkan kepada saya, sebungkus plastik besar dengan buah bermacam-macam dia dapatkan hanya Rp. 15.000 saja hehehe. Alhamdulillah yah :D

Masuk ke kebun binatangnya-pun sangat terjangkau hanya Rp.15.000/orang untuk ruby belum dikenakan biaya karena tingginya belum mencapai 85 cm. Menurut aku itu sangat terjangkau dibanding dengan kelengkapan satwa yang ada didalmnya, biarpun memang kita akan masih merogoh kocek jika pengen menikmati banyaknya rekreasi yang ada didalamnya : seperti menunggang gajah, Kereta unta, Aquarium, Wisata Perahu, Flying fox, handboat, dan banyak lagi. Tapi jika kalian tidak menikmati itu juga gak masalah sih, karena untuk menikmati kebun binatangnya saja itu sudah mewah menurutku, ditambah kalian bisa bawa makanan dong dari luar, bisa sekalian gelar tikar duduk santai bersama keluarga tapi alhamdulillah yang bawa makanan aku lihat rata-rata aware kok tentang sampah mereka, jadi lingkungan juga tetap bersih.

Mungkin kita akan kesini lagi karena sehari saja ternyata gak cukup, masih banyak hal edukasi yang bisa kita ajarkan disini. Lokasi ini memang syarat akan makna sederhana tapi mewah dengan kelengkapan ciptaan-Nya dan didukung dengan ramahnya tuan rumahnya.

Ini ada cuplikan video dari KBS kemarin, jangan lupa subcribe dan like dounggg hehehe

Terima Kasih,

Nantikan jelajah dan tulisan saya tentang kota Surabaya yah :D



Auto Post Signature