Top Social

Image Slider

Family Strategic Planning

9 Juni 2018

Assalamualaikum,

"Kita ini sudah terlanjur hidup, maka janganlah hidup asal-asalan” kutipan yang pernah saya baca dan membuat saya terdiam beberapa menit, kala itu saya hamil zaf dan sudah resign dari kantor, berkata dalam hati 'apakah tindakan dan keputusan saya sudah benar' pada kala itu karier saya proses menapaki puncak, belum puncak tapi saya sangat bersyukur dengan kondisi berbinarnya saya melakukan kerjaan itu, dalam kondisi saya yang sangat semangatnya untuk kerja tiba-tiba mengambil keputusan untuk mengikuti suami otomatis karier di publik saya tamat. 

Tapi karier dunia-akhirat saya baru dimulai, menjalani proses kerja di rumah yang tak ada lagi jarak (long distance marriage), menanti si buah hati, adalah kerjaan yang baru dan menantang bagi saya, dan saat itu karena keputusan untuk resign sudah selesai, berlanjut ke proses mengatasi hati yang kadang masih galau karena tak ada lagi penghasilan sendiri, menjalani kadang semangat-kadang bosan dengan 24 jam di rumah yang waktu itu belum banyak aktifitas, berfikir bahwa saya gak mau keputusan ini berujung gagal dan berakibat menyesal dengan itu setelah ini saya akan mengerjakan semuanya dengan tidak asal-asalan, biarpun dirumah saya tetap berproduktif minimal saya harus punya karya dan tetap berbagi untuk sekitar.

kebiasaan saya untuk selalu membuat planning dalam tindakan saya itu sangat diketahui suami saya, diluar itu realisasi ataupun tidak :D beda dengan suami yang memang spontan tapi penuh kehati-hatian dan pertimbangan, tapi kesamaan kita adalah senang ngobrol dan pemimpi, makanya kadang setiap kita ngobrol santai sebenarnya ada banyak impian dan komitmen yang tercetus tanpa ada rasa tanggung jawab untuk merealisasikannya. Terpikir bahwa keluarga adalah Tim bukan kerumunan yang ngobrol tanpa rencana, dimana tim seharusnya memiliki goal atau sasaran dan untuk mewujudkan itu harusnya ada upaya yang tidak sekedar dituangkan dimulut tanpa ada usaha untuk mewujudkannya, tapi seharusnya dikaji dan ditulis tujuannya agar ada koreksi baik sementara proses mewujudkan sasaran itu atau setelah menemukan tujuan/sasaran ini ada evaluasi untuk membuat tujuan-tujuan selanjutnya.

Peran Teknologi dalam Menikmati Hidup

5 Juni 2018

Assalamualaikum,

Ketika notifikasi handphone saya bergetar, saya yang kala itu sedang kebetulan memegang handphone dan langsung membukanya, ternyata ada undangan untuk menghadiri suatu kegiatan, singkat waktu sayapun datang ke acara tersebut yang alhamdulillah biarpun waktunya sudah pas tetapi acara belum dimulai, saya yang ketika itu datang bersama zafran langsung mencari tempat duduk yang kosong, memandang sekeliling yang tak asing lagi melihat pemandangan dengan hampir semua orang yang hadir di pertemuan itu melihat handphone mereka masing-masing, ada yang sementara menerima telphone, mungkin lagi chit-chat di grup whatsapp, atau hanya sekedar stalking sosial media. Saya yang kala itu hanya memandang sambil ngobrol bareng zafran karena saya sudah janji untuk tidak akrab dengan handphone ketika bersama anak-anak.

Hidup di zaman berkembang ini, pemandangan seperti itu memang tak asing bagi saya, sayapun jika  ada diposisi mereka dan tidak sedang membawa anak, pasti langsung mencari handphone saya, baik jika ada memang kepentingan yang saya harus lakukan saat itu, atau ketika chatingan saya bersama teman-teman di grup whatsapp yang sempat terhenti bahkan hanya sekedar mengatasi keboringan karena sebahagian tamu yang tidak saling mengenal. Intinya ada 1000 alasan sampai handphone yang saya miliki tak lepas dari penglihatan saya.

Ketika duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), saya yang kala itu sering melihat kakak-kakak saya yang mengerjakan baik tugas maupun kegiatan kampus mereka bersama teman-temannya itu menggunakan komputer, sayapun jika mereka gak memakainya hanya bisa bermain game dan itupun sangat jarang, masuk ke Sekolah Menengah Atas (SMA) sudah banyak kami diberi tugas dengan menggunakan komputer itu, sedikit-sedikit saya sudah mengetahui jelas fungsi komputer itu, klimaksnya ketika masuk ke jenjang lebih tinggi lagi, bukan hanya dipakai mengerjakan tugas dan mencari informasi, bahkan saat itu saya bisa mendapatkan uang lewat penggunaan komputer yang saat itu sudah semakin canggih dibuat lebih ringkas dan mudah dibawa kemana-man, yaitu laptop.

Akhirnya Sholat Tarawih Full di Masjid

2 Juni 2018
 

Assalamualaikum,

Sebelum memasuki bulan ramadhan, tiap waktu ketika saya mengingatnya selalu sounding zaf tentang bulan ramadhan itu sendiri, apa yang kita lakukan, dan apa yang saya, zaf dan kelurga kita lakukan, atau membacakan buku-buku yang temanya terikat dengan bulan Ramadhan, dan tercetuslah sambutan kita tentang bulan ramdhan dan disitu kita tulis target-target selama bulan ramadhan, saya sudah menulisnya di sini

Dan target utama itu senantiasa mengajak zaf untuk sholat isya di mesjid, ini sebenarnya tugas ayahnya ketika rencana kami akan ramadhan di batam, tapi qadarullah kita terpisah batam-makassar untuk sementara waktu, yang karena itu saya tetap berjuang mengajak anak lelaki saya untuk selalu ke mesjid. Kenapa sampai Isya, karena jadwal tidur mereka itu sebenarnya jam 8 malam atau 8.30 saya khawatirkan anak-anak rewel jika saya tetap mengusahakan mereka tinggal menemani saya untuk sholat tarawih, saya mengutamakan anak-anak saya ketimbang anak-anak rewel menangis dan banyak sorotan menatap kita hahaha

Tapi tetap saya mengatakan sama zaf, 'bubun mau banget jika kita tinggal sampai tarawih nak' tapi sampai kemalam 15 Ramadhan zaf kala itu setelah isya selalu minta untuk pulang karena mengantuk, sayapun selalu mengikutinya karena memang gak ada kewajiban dia untuk sholat, sampai ketika besok sampai malam ini, zaf dan ruby menemani saya full di mesjid sampai witir dengan kondisi yang senang dan aman, ahh bahagianya saya.

Berenang dari Hati


Assalamualaikum,

Mengingat zaf yang sedari kecil senang banget main air, berangkali semua anak-anak suka banget yah dengan air, kadang untuk membuat aktifitas zaf itu tidak terlepas dengan rutinitas main air, sampai kadang jika aku bersihin kamar mandi itu zaf paling senang diajak untuk sikat-sikat dan main sabun, sampai pernah terlontar dari mulut kecilnya 'Bund, kalo bubun marah sama zaf jangan mi marah-marah zaf dak suka, suruh saja zaf membersihkan kamar mandi' hahaha, begitulah kira-kira ucapannya yang kala itu membersihkan kamar mandi dengan adiknya berakhir 2 jam lebih, huaaaaaaaaaa, kegiatan bersih-bersihnya sebentar tapi intronya itu yang banyaaaaakkk, :D

Kegiatan berenangpun selalu menjadi rutinitas seminggu sekali bersama ayahnya, ini bisa sampai 4-5 jam berenang, pernah saya kepirikan sama ayahnya untuk mengikutkan zaf untuk ikut les berenang, dengan cara memperlihatkan teman-teman sebayanya yang sementara ikut les berenang dan memperkenalkan, kalau memang dia berbinar rencana mau kenalkan dengan gurunya, tapi ketika kita menawarkan langsung dijawab dengan mantap oleh zaf, 'gak mau bun, zaf mau belajar sendiri aja atau sama bubun' hahaha

Berkali-kali saya bujuk dengan mendekatkan dia diaktifitas anak-anak yang mengikuti les berenang, dia memperhatikan tapi jika saya mengatakan, 'mau dak ikut mereka untuk berenang yang dilatih sama yang lebih pintar berenangnya?'  atau 'itu gurunya nak, baik kan? pintar lagi, kamu bisa makin pinta renangnya." dan selalu dia menjawab langsung 'gak bund, zaf belajar sendiri saja di kolam sana (sambil menunjuk kolam sedang yang tingginya se-bahu dia)" sayapun sudahi bujukan saya, ayahnya selalu bilang 'berikan waktu dia untuk mengetahui bahwa belajar untuk menjadi bisa dan konsisten itu butuh usaha yang keras, bahkan harus lebih keras dari orang lain' yah betul, dengan dia belajar sendiri, dia harus lebih giat jika memang dia mau.

Auto Post Signature