Top Social

Aliran Rasa Kelas Pra Bunda Sayang

6 September 2018
Assalamualaikum,

Bismillah untuk yang pertama tapi bukan kali pertama saya ikut kelas bunda sayang ini, saya alumni dari kelas sumatra 1 tapi entah saya bisa disebutkan alumni atau mantan hehe, soalnya kelas saya yang lalu saya 'tinggal kelas' karena ada beberapa persyaratan yang saya tidak dapatkan menyebabkan saya harus hengkang dari kelas tersebut.

Sebelum saya bercerita kenapa saya bisa meninggalkan kelas yang terdahulu, saya mau bercerita tentang kelas bunda sayang. Kelas ini memang jebakan, jebakan yang memaksa kita untuk terus membersamai anak dengan kualitas waktu dan materi yang super duper istimewa, bayangkan kelas ini akan terus berbagai ilmu dan materi selama 14 bulan yang termasuk didalamnya 12 materi setiap bulannya, dan ada tugas yang harus kita tulis dan laporkan sebanyak minimal 10 dan maksimalnya 17 hari secara berturut-turut. Awalnya karena saya senang menulis itu gampang aja menurutku, apalagi memang saya yang seorang ibu pekerja di ranah domestik yang memang tak ada gadjet bahkan tv diantara kami, ini sangat mudah untuk saya berkegiatan bersama anak-anak, saking saya fikir mudahnya saya langsung mengajukan diri untuk menjadi Ketua Kelas, karena pengalaman kelas Matrikulasi sayapun menjadi Ketua Kelas dan itu sangat saya nikmati. Sebelumnya memang saya tipe harus dipaksa baru action karena tau diri gitu, saya memang selalu mengambil peran untuk memaksimalkan ilmu yang masuk ke saya. 

Tapi ternyata Kelas Bunda Sayang ini berbeda dengan kelas Matrikulasi, kelas ini punya tantangan yang super duper sembunyi terlihat menyenangkan dan gampang didepan tapi ternyata jika tidak jeli untuk mengatur baik waktu dan semuanya akan hilang tanpa makna yang berarti. Apalagi saya yang ketua kelas harus ekstra kerja keras untuk menyediakan space waktu untuk menunjang aktifitas teman-teman di kelas, tidak seperti pada waktu matrikulasi yang hanya 1 tugas untuk tiap minggunya, kala itu saya berbinar banget untuk 'beraktifitas di kelas' bahkan setiap hari ada bahkan ratusan chat yang harus saya panjat dan komentari tapi tidak membuat saya keteteran dengan semuanya, yah mungkin karena kelas Matrikulasi ini tugasnya tidak sepadat kita di kelas bunda sayang dan materi-materi di kelas matrikulasi sebagian besar tentang pengolahan diri kita sendiri biarpun memang ada keterkaitan bersama suami dan anak-anak tapi tidak dirincikan seperti tugas yang kita lakukan di kelas bunda sayang.

Wah ada apa yah di kelas bunda sayang? Jangan takut dulu hihihi, ini mungkin saya aja, masih banyak yang melebihi saya yang sangat asyik untuk mengerjakan tugas tanpa beban bahkan selalu mendapatkan badge yang sangat tinggi. Satu yang saya sarankan buat teman-teman saya yang waktu itu datang bertanya tentang apa kesalaha terbesar saya sampai saya hengkang di kelas, dan sayapun menjawab : 'SAYA TIDAK ATUR STRATEGI'

Saya cerita yah kenapa saya menjadi keteteran semenjak masuk dan belajar di kelas bunsay ini, yang mungkin saya akan lebih bijak dan lebih mantapkan strategi saya untuk belajar, beraktifitas bersama anak dan menulis tugas.
1. Jam Online
Jam online saya itu dari jam 12 malam atau jam 1 dini hari sampai pagi. Ini yang sudah komit saya lakukan semenjak punya anak. dan saya lebih menikmati jam online saya seperti ini, me time saya lebih dapat, saya bisa manjat beberapa WAG, melihat email masuk, melihat perkembangan sosmed, setelah itu saya bisa menulis atau membaca, bahkan bisa juga sekalian mengedit foto atau video. Tapi jujur semenjak mengikuti kelas matrikulasi yang jam kelasnya kita sepakati jam 8 pagi, saya mulai panik hehehe, sebelumnya ketika sudah jam 7 pagi HP saya sudah offkan kadang saya cek ketika anak-anak tidur. Tapi ketika matrikulasi saya minta ijin sama suami. saya gak minta ijin sama anak-anak karena memang komitmen saya sama suami, kami gak mau anak-anak melihat kita sibuk dengan hpnya, jadi awal-awal ikut matrikulasi untuk absen saya harus masuk ke kamar mandi untuk buka hp, hahahah, setelah itu saya tinggalkan dan mulai manjat ketika anak-anak tidur siang, diskusi kelas kadang saya ketetaran juga diawal tapi karena saya bisa tukar peran sama suami dan mencoba untuk menunda waktu tidur anak-anak 1 malam untuk mengikuti diskusi kelas.

Nah ternyata di kelas bunda sayang ini saya lama-lama meninggalkan komitmen saya dengan suami dan anak-anak untuk tiada hp saat beraktifitas dengan anak-anak. Bahkan klimaksnya suami sempat menegur. Yah selain saya gak mengatur jam online saya di pagi hari, sayapun sering melirik hp untuk mengecek kelas.

Nah sekarang sayapun menentukan jam online saya untuk beberapa kondisi, dan komit untuk tidak mengecek, melirik bahkan apapun itu di HP. Dan alhamdulillah mengikuti kelas remedi ini banyak aplikasi dan kiat-kiat dari bunda-bunda di kelas saya bagaimana supaya jam online lebih tertata.

2.  Ngumpulin Tugas
Nah ngumpulis tugas ini sudah masuk dipersiapan juga yah, persiapan kegiatan, dokumentasi, menulis, dan setor tugas. Kemarin itu setiap levelnya saya sudah menulis rencana 10 hari apa yang saya dan anak-anak lakukan untuk setiap tugas saya tapi yang bikin keteteran adalah menulisnya. saya menulis di blog, dan prinsip saya untuk setiap menulis di blog harus lebih 500 kata atau 800 kata, saya gak mau asal menulis bukan hanya tulisan yang harus saya persiapkan tapi foto minimal untuk cover postingan saya, dan yang saya tau diri anak-anak saya terutama zaf tidak ingin sekali di foto jadi itupun saya selalu mengambilnya sembunyi-sembunyi, tapi itu saya gak masalah intinya minimal satu dan saya akan kuatkan di cerita pikirku. Tapi apa yang terjadi ternyata untuk menulis setiap hari dengan waktu menulis saya ketika anak-anak sudah tidur dan saya bangun kembali kadang hampir jam 12 dini hari yang kala itu waktu batasan kita untuk kumpul tugas. Bayangkan modal sejam bahkan hanya 30 menit tidak cukup waktu saya untuk selalu menulis dengan 500 kata, hiksss, bahkan ternyata ada yang saya setor tidak masuk mungkin gara-gara jaringan dan itu saya tidak mengeceknya saking buru-burunya, yang penting pikirku sudah submit. akhirnya saya selalu melangkah-langkahi untuk setor tugas. Sayapun rubah strategi, saya melakukan aktifitas hari pertama tapi menulis dan setor tugas pertama sudah masuk ke hari ke 2 yaitu lewat jam 12 dini hari, kan samaan tuh jam online saya. lagi-lagi saya keteteran untuk menulis 500 kata serta mengedit foto setiap harinya hehehe. dan ketika saya betul-betul memikirkan strategi saya atas ngobrol dengan teman-teman senasib sayapun berniat menulis setiap harinya di akun Instagram saya dan menuliskan review materi bahkan aliran rasa saya setiap materi itu di blog. Hahaha tapi baru begitu saya dihubungi fasil saya untuk minta maaf karena materi selanjutnya saya gak bisa ikut karena saya tidak mendapatkan 3 kali badge secara berturut-turut, Hahaha, langsung nangis kedeeerrr saya :((((

3. Amanah,
Yah mungkin saya sangat kerempongan kemarin untuk mengurus jam domestik, waktu bersama anak-anak, mengurus kelas bahkan tugas teman-teman, bahkan tugas saya sendiri belum terselesaikan. Menggampangkan sesuatu memang tidak baik adannya, apalagi menunda-nunda pekerjaan.

Jadi gimana penyelesainnya untuk ketiga kendala yang harus diselesaikan ini, yah itu saya bilang ATUR STRATEGI , gimana?

Untuk kelas Remedial ini saya akan komit tidak lagi menjadi ketua kelas, tapi menjadi Koordinator bulanan saja, saya mencoba memaksimalkan dan mencoba peran baru dulu yang mungkin tidak semenantang jika menjadi ketua kelas tapi saya tetap mengambil peran dalam kelas untuk memaksimalkan ilmu saya. Untuk Menulis dan posting tugas, saya hanya menggunakan akun Instagram saya tetapi mereview dan mengalirkan rasa ditiap materi saya tetap menggunakan Blog saya. Secara umum saya jelaskan disini seperti itu, tapi ada banyak yang akan saya terapkan dalam mengontrol grup yang semakin hari semakin banyak, karena memanjatnyapun membutuhkan waktu dan kondisi.


Doakan semoga saya tetap istiqomah dan maksimal dalam mengikuti kelas ini,
Ilmu dan sharing dari fasil dan bunda-bunda di kelas begitu saya butuhkan untuk saya pribadi  dan keluarga terlebih untuk tumbuh kembang anak-anak.

Bismillah,
Post Comment
Posting Komentar

Auto Post Signature