Top Social

Tips Hemat Belanja Dapur & Challange Rp.100.000 - #mamaksetrong-5

25 September 2018

Assalamualaikum Mak :)

Apa kabar mak? Dapur Aman kah? Hehehe

Masih menyala terang atau meredup mak?

Semoga dapur kita senantiasa 'menyala' yah mak :D

Karena masakan seorang Ibu selalu ditunggu penghuni rumah

yang bagi mereka selalu jadi ter-ENAK dari segala yang enak

dan akan terus dirindukan.

Bicara tentang dapur ada banyak yang terlibat, bagi saya seorang Ibu pekerja domestik penghasilan sepenuhnya ada pada sang suami, otomastis bukan hanya anak-anak yang saya fikir tentang menu dan gizi, adab dan pola makan, bahkan waktu di dapurpun selalu jadi bahan cerita dan tantangan :D tapi suami yang memang menjadi tulang punggung alasan dapur kami masih aman terkendali, bagi saya suami biarpun saya tanya 'mau makan apa ay hari ini?' pasti jawabnya 'terserah kita ji, apapun kita bikin lahapja' jawaban yang saya tunggu-tunggu plus dialek makassar yang kental :D hahah Aseeeeeekkk. Tapi dengan seperti itu saya malah menjadi bingung untuk mengatur menu, dan kiblat utama saya kembali ke anak-anak, saya dan suami memang apa aja ayoookkk :D


Mak, ada yang ngerasa gak yah sekarang apa-apa mahal? utamanya ketika saya masih tinggal di batam, yang memang apa-apa tuh ditimbang ditambah pasar dari rumah tuh lumayan jauh, jadi hanya tiap akhir pekan baru ke pasarnya, untung kalau habis pas dipenghujung akhir pekan biasanya tengah waktu sudah habis, atau parahnya lagi bosan dengan makan rumahan kita pergi makan diluar yang jadinya bahan-bahan dikulkas jadi busuk :(

Masuk ke surabaya langsung terasa murah banget, tapi mak pikir-pikir juga kalau saya jajan tiap hari sama aja yah mahalnya :D karena saya fikir murah pertimbangan harga dari batam, sayapun kadang kalap awalnya tapi jika saya tidak menggunakan cara jitu dengan mengikat pita di kepala sayapun bisa terhempas dan gagal nabung untuk sekedar mengatakan 'weekend ini bubun yang teraktir yah!' itu saja saya senang kali yah, apalagi terbukti jajan akhir pekan betul terjadi karena hasil menabung uang belanja mingguan :D


Secara pribadi ritme pengaturan belanja dapur ketika di batam dan surabaya sangat jauh berbeda, yang dibatam kadang belanja 3 hari atau mingguan lain ketika di surabaya yang belanja setiap hari hanya beberapa yang belanja di pasar. Saya ada beberapa tips nih jika kalian mau menghemat belanja dapur dengan metode belanja setiap hari :
  1. Pastikan tempat belanja kalian tidak menggunakan alat transportasi itu jadi kalian hanya menggunakan modal kaki untuk sampai ke pasar. Sebenarnya untuk harian saya hanya ke penjual sayur yang dagangannya banyak, saking banyaknya sampai gelar tikar itu lokasinya depan kompleks rumah :D
  2. Nah, untuk jajanan yang bahan pokok yang bisa disimpan lama seperti bawang merah atau bawang putih atau sayuran seperti kentang dan wortel, saya membelinya di pasar bukan di akang penjual sayur. Biasa saya sampai beli untuk kebutuhan 2 mingguan.
  3. Jika saya kebetulan ke pasar, saya sekalian beli daging, ayam atau ikan untuk menu 5 hari kedepan, dan melebihkan jumlahnya untuk membuat resep ikan dan ayam ungkep yang bisa tahan 1-10 hari tapi gak terlalu banyak, itung-itung kalau lagi malas masak tinggal goreng hehe.
  4. Usahakan jika membeli di pasar itungannya kiloan atau itungan yang lebih mudah agar jelas jumlah dan harganya, gunanya lebih gampang mengoreksi jika ada keganjalan baik harga yang makin tinggi atau kekeliruan dari penjual ataupun pembeli.
  5. Tapi sebelum itu saya mencatat menu minimal untuk 5 hari ke depan. Dan ketika jajan tiap hari tetap mencatat kebutuhan biar tidak melenceng.
  6. Sebelum mencatatpun usahakan mengecek persedian di dapur terutamanya di kulkas.
  7. Nah untuk hari selanjutnya jika bosan ayam dan ikan ungkep dikulkas habis atau bosan, saya baru membeli lauk di akang penjual sayur setiap harinya biar masih segar. begitupun sayuran jika sudah habis.
  8. Karena anak-anak saya suka banget dengan sayur yang berwana hijau seperti bayam, supaya gak layu, ketika saya membelinya 3 atau 4 ikat langsung hari itu saya mengerjakannya simpan di wadah tertutup tanpa dicuci, masih segar sampai 5 hari ke depan dan pastinya hemat waktu jika mau mengolahnya, nah baru dicuci jika mau dimasak.
  9. Untuk bumbu dapur seperti jahe, lengkuas, serre, kunyit, daun jeruk dan daun salam, saya potong-potong kecil tanpa dicuci, saya simpan di freezer kecuali yang berbentuk daun saya simpan utuh. Tujuannya agar tidak cepat layu. 
  10. Usahakan membawa uang pas untuk ke pasar, jikapun nanti kurang, berarti sudah warning bagi saya untuk menyudahi dan membuat sepas mungkin.
  11. Untuk Beras saya masak hanya sekali di waktu pagi tapi dimakan sampai malam. jadi ketika sore colokan saya lepas, sisa nasi saya angkat dan simpan ditempat nasi. Listrik hemat dan nasi tetap enak dikonsumsi apalagi suami dan anak-anak lebih suka konsumsi nasi yang sudah dingin. 
  12. Dan Ingat Mak, jangan lupa bawa wadah sendiri yah, meminimalisir penggunaan plastik itu bisa menghemat barang bawaan kita dan tentunya sampah jadi berkurang.


Nah selain kolaborasi blog #mamaksetrong ke-5 ini bukan hanya tips belanja dapur agar hemat tapi kita lagi mengadakan tantangan nih untuk menggunakan uang belanja Rp.100.000,- bisa dapat apa sih. Sekedar informasi saya berlokasi di daerah Waru-Sidoarjo-Jatim dan kali ini saya belanja tidak menggunakan bensin tapi modal jalan kaki karena belanjanya di akang penjual sayur depan kompleks. Supaya gak ngasal beli berujung rugi :p dan mumpung bahan pokok sudah habis jadi belinya tidak di pasar untuk menerima tantangan dari #mamaksetrong :D ohh iaa ini saya gak tau/gak nanya satuannya karna udah dibungkus masing-masing menggunakan plastik, duhhhhh :(

Tapi sayangnya saya gak bisa belanja pas Rp.100.000,- tapi Rp.129.000,- dapat apa aja?
  1. Apel 5 biji (Rp.10.000,-)
  2. Terong 2 biji (Rp.5.000,-)
  3. Bawang goreng (Rp.10.000,-)
  4. Bawang Merah  (Rp. 10.000,-)
  5. Bawang putih (Rp. 12.000,-)
  6. Lombok Besar Merah (Rp. 10.000)
  7. Lombok Besar hijau (Rp.7.000,-)
  8. Daging 1/4 kilo (Rp.30.000,-)
  9. Lombok Kecil ( Rp.10.000,-)
  10. Tomat (Rp.7.000,-)
  11. Kacang Merah (Rp.5.000,-)
  12. Bayam 2 ikat (Rp.3.000,-)
  13. Wortel (Rp.5.000,-)
  14. Buncis (Rp.3.000,-)
  15. Kemiri (Rp.2.000,-)
Maafkan jika tak pas 100.000,- karena kebetulan saya pengen masak Sup Sayur Kacang Campek yang menggunakan daging dan kacang campek sebagai bahan utamanya. Selebihnya bayam saya beli untuk disimpan di wadah untuk sayur besoknya. Selebihnya bisa disimpan dalam waktu lama.

Kalau di kota kamu uang Rp.100.000,- dapat apa aja yah?? Dan Tips belanja dapur kalian yang lebih kece bisa tulis di kolom komentar di bawah yuk, biar lebih hemat lagi, mamak harus setrong untuk mengatur uang belanja agar 'Dompet kita tetap sehat'.

Simak cerita seru tentang tantangan dan tips 
ala umi Juli dan ibuk Desy
47 komentar on "Tips Hemat Belanja Dapur & Challange Rp.100.000 - #mamaksetrong-5"
  1. kalau belanja aku setiapminggu ke pasar mba karena memang aku kerja jadi nyetock buat 5 hari kedepan. Bawa uang 100rb hanya dapat ayam potong 1kg, ikan 1 kg dan daging 1/4 bumbu dan sebagainya ga kebeli hahaha

    BalasHapus
  2. saya juga uang belanja mingguaannya seratus rebu mba hahaha. cuma kami tinggal berdua aja sih, hanya saya dan suami, dipotong suami rutin puasa senin kamis... jadi agak ngehemat belanja haha...

    BalasHapus
  3. Bumbu2 udah beli bulanan, ke pasar 3 hari sekali, 100 ribu dapat ayam sekilo, ikan 2 jenis, buah2an, lumayan deh. Tinggal tiap hari jalan ke bu sayur beli sayur2an :)

    BalasHapus
  4. Hmmm...
    Rp 100.000 kalau di Balikpapan dapat 1 ekor ayam, Rp 45.000 dan 1 piring telur Rp 55.000.
    Ketahuan aku jarang masak ya, mba, HAHAHA, Karena aku sendiriAN di rumah kalau sudah siang.
    Aku sering buat omelet ditemani potongan tomat dan kerupuk.
    Kalau malam sering cuma makan jus buah saja.


    BalasHapus
  5. Sebelum belanja harus dicatat. Ah siap! Soalnya seringkali ga dicatat, pas sampe tempatnya malah belanja macem2 dan endingnya ga jadi hemat. Ahaha

    BalasHapus
  6. Wah mantap nih manajemen dapurnya. Lumayan jg ya bisa dpt lauk dan sayur lengkap ��

    BalasHapus
  7. Di sini beli daging 1/4 kg itu udah mewah kakak.. Kebanyakan dagingnya udah bungkusan 1/2 ons atau 1 ons jadi kalau beli daging segitu rasa-rasanya sudah cukup hehe

    BalasHapus
  8. Aku sih belanja 100rb hanya bisa 2 hari, karna masak di bagi 2 dengan anak dan ak m suami. Anak" agak pemilih kalo makan

    BalasHapus
  9. Aku belanja Rp 100 ribu bisa dapat untuk 2-3 hari. mba. Udah sama lauknya kayak ayam dan ikan, mba. Alhamdulillah aku juga upaya belanja hemat tapi gizi terpenuhi. Btw, penataanya rapi bener :)

    BalasHapus
  10. Challenge 100 ribu masak seru bangeeet mba...pasti bisaaa :)

    BalasHapus
  11. Aku kirain beda tipis lo belanja di Batam sama Surabaya. Ternyata lumayan ya? Hehehe... soalnya selama idup di Batam lebih sering beli makanan jadi dan harganya nggak beda jauh waktu tinggal di Lamongan.

    BalasHapus
  12. 100ribu dibatam. You know lah ya. Dapat anggur 30ribu, semangka 20ribu, pir 14ribu (anak2 doyan buah) sama ikan mujair sekilo lebih 28ribu belum sayur dan bumbu. Ini sdh 102ribu

    BalasHapus
  13. Apelnya murah ya 5 buah cuma 10 rb. Di sini dpt 3 buah aja. Itu belanja kebanyakan bumbu dapur yaa..

    BalasHapus
  14. Kalau buat beli lauk aja, 100 ribu cukup buat beberapa hari. Dan aku blm bisa nyediain menu 5 sampai 7 hari. Paling pol 3 hari. Pasarnya dekat rumah. Jadi kadang spontan aja mau masak apa

    BalasHapus
  15. Sekarang bawa uang 100 ribu ke pasar dapatnya dikit, suka bingung tadi belanja apa saja sih kok uangnya udah habis lagi, eh ternyata karena saya nggak nawar pas belanja

    BalasHapus
  16. Aku juga sekarang ngusahain masak sendiri. Menekan pengeluaran

    BalasHapus
  17. Di rumah sekarang, aku belanja tiap hari. Karena ada 3 tukang sayur, 1 penjual ikan, 2 penjual ayam potong yang punya kios dekat rumah. Tinggal jalan kaki aja sih, belanja sehari abis 25rb sampai 35rb. Bumbu nggak aku hitung, karena udah beli. Kadang bisa juga cuma 10rb utk beli tempe sama tahu, tinggal digoreng dibikin penyetan. Anak2 udah gede semua, makan siang di luar rumah. Cuma aku dan suami yg maksi di rumah

    BalasHapus
  18. aku di Solo sehari 50.000-60.000, Mbak.. tanpa beras lho yaa, karena beras sudah ada pos sendiri. itu udah dapat ayam 1kg / daging 2,5 ons 30.000, sayur bayem/kangkung 2.000, dan buah (mangga 1kg 16.000, anggur 1/4kg 12.000, jeruk 8.000) . kalau bawang merah dan bawang putih biasanya saya beli seperempat kg campur (6.000) cabe campur (keriting dan rawit) cuma 2.000

    kalau bumbu masih ada, dan males makan daging alias cm tahu atau tempe atau telur aja, bisa cuma 30an ribu habisnya, hehe..

    BalasHapus
  19. Bener Mbak, sayapun tetap merencanakan dana belanja setiap minggu, merencanakan menu seminggu dan mencatat pengeluaran belanja di pasar dan belanja dalam satu minggu, supaya terlihat pengeluarannya bocor di mana. Kalaupun kurang ya, ndak masalah ditambahin, tapi jangan terlalu besar, malah jatuhnya nanti berlebihan yak.

    BalasHapus
  20. Wah apelnya murah ya mbak 5 buah 10rb..kalau di tempat ku 5 buah 25rb an :)

    BalasHapus
  21. Aku masih sering jajan di luar dan makan di luar nih mba Lubnah.
    Wkwkwk padahal udah nikah, masih aja suka jajan. emang ya kalo belum ada anak mauya yang simple dulua. Jadi kecentil sama tips hematmu Mba. Semoga aku bisa menerapkannya. aamiin

    BalasHapus
  22. Challenge belanja dengan uang 100ribu banyak banget nih saya baca beredar di time line sosial media. Berapapun yang bisa diperoleh dari uang 100ribu itu untuk tiap tempat pasti berbeda ya mbak. Kalau saya jarang masak mbak, makanya ga tau juga 100ribu dapat aja hehe

    BalasHapus
  23. Kalau masak sendiri belanja 100 ribu bisa buat 2-3 hari, kalau jajan bisa cuma buat sehari aja hihihi.... Pokoknya kalau mau berhemat memang memasak sendiri itu kerasa banget hematnya....

    BalasHapus
  24. Waduh, sampe ada challenge nya segala ya nih uang belanja 100ribu hehe
    Ntah kenapa aku gak suka dg keramaian soal belanja 100ribu ini. Hehe
    sorry ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada pro dan kontra ya Mba. Yang kasian klo ada ibu2 yang curhat suaminya jadi menuduh boros karena heboh2 belanja 100rb ini, padahal beda daerah bisa beda harga dan beda keluarga beda kebutuhan. Kalau temanku memang bilang di kampungnya d Jawa sana murah2. Kalau di Bandar Lampung sini sudah agak mahal2 hehe

      Hapus
  25. Mayan banyak juga ya mba dapatnya
    Mantap SBY !

    BalasHapus
  26. biaya belanja aku juag kurang lebih segitu mbak sama, beberapa bahan makanan kan gak lgs habis bisa dipakai buat lain hari

    BalasHapus
  27. AKu udah jarang masak lagi sekarang karena pakai jasa catering, hihihi. Tapi mungkin kalau suatu saat aku udah mulai masak lagi, akan aku terapkan kayak gini.

    BalasHapus
  28. Saya termasuk yang suka bingung kalo mo masak dan mesti belanja apa hari itu. Kadang suka gelap mata liat yang seger-seger di tukang sayur, trus beli, padahal belum tentu bikin. Yang ada akhirnya kering di kulkas *pr banget yang beginian :(

    BalasHapus
  29. Waahh beneran dirinci ya belanjaannya. Liat list belanjaannya di Indonesia yg notabene iklim tropis, malah harga buahnya tergolong mahal ya.

    BalasHapus
  30. Bedanya Batam dan Sby...hehee
    Ku naksir food prep nya mbak..

    BalasHapus
  31. Wuih keren. Banyak juga ya belanjaannya. Di tempatku juga kayaknya bisa dapet segitu juga. Maklum kota kecil. :D

    BalasHapus
  32. Emm...aku rasanya sekali belanja juga habis Rp 100.000 untuk seminggu.
    Bedanya,
    Kami tidak mengonsumsi daging merah lagi...
    Hiihii...ga ada yang suka eeunk..

    Lagi seneng aneka seafood.
    Cukup bumbu kuning, lalu goreng hingga kering.

    Umm~
    Yummiii...

    BalasHapus
  33. Itu belanjaannya klo dikurangi apel, bawang merah goreng dan lombok merah bisa ga lebih dr 100rb heeheee iseng banget ya saya ikutan ngitungin 😊
    Saya klo belanja cuma di tukang sayur yg lewat depan rumah. Hampir enggak pernah ke pasar nih.

    BalasHapus
  34. Aih seru nih kalau udah ngobrolin belanjaan. Apalagi pas bagian ngitung2in, kalau bisa milih harga yg termurah ya :D
    Rumahku yg skrng sayangnya jauh dr pasar jd perlu naik motor dulu. Hehe.

    BalasHapus
  35. saya jarang belanja ke pasar Mbak, paling di Mbak sayur yang lewat depan rumah, heheheh.

    jadi ingat, saya ada challenge ini juga ama teman collab blog, Mbak Ria Adria di Bandung.
    hmm, akan segera mengeksekusi juga aahh... biar kekinian kayak Mbak dan MamakStrong dan Ibu berbaju merah yang sedang viral itu :p

    BalasHapus
  36. Pergi belanja ke pasar tradisional itu sendiri pun sudah menjadi challenge tersediri buat para emak yang tiap hari mesti mikirin asupan keluarga yang mengenyangkan, bergizi tapi tetap sesuai budget. Top banget ya sekarang di sosmed belanja 100 ribu dapet apa aja.

    BalasHapus
  37. Wohooo food prep-nya mantab nih. 100ribu dapat buanyak kok kalau mau masak sendiri. Aku ga pernah hitung detail kalau belanja di pasar. Rata-rata seminggu itu ya 150ribuan.

    BalasHapus
  38. Weh Unna tawwa mantapnya manajemennya Unna. Kalau diterapkan bisa berhemat dan duitnya untuk hal lain yaa

    BalasHapus
  39. Bagus banget postingan kolaborasinya, Unna. Lengkap dengan tips dan harga bahannya.
    Makasih yaa tipsnya, bermanfaat banget!

    BalasHapus
  40. Wah, tips menyimpan makanannya berguna sekali nih. Saya sering belanja sayur, terus malas masak, ujung-ujungnya busuk di kulkas padahal baru 3 hari. Saya belanja tiap hari di mas-mas penjual sayur dan ikan yang lewat depan rumah. Harganya hampir sama dengan di pasar. Jadi lumayanlah bisa hemat.

    BalasHapus
  41. wab mak emak strong betul kak. Tips no 8 aku baru tahu banget kak.

    BalasHapus
  42. Wah bagus sekali tips metode hariannya kakak...

    BalasHapus
  43. Kalau hanya beli sayuran, bumbu-bumbu dan ikan mungkin cukuplah uang Rp. 100.000 itu. Tetapi kalau bahan pokok lainnya sudah habis, sepeti gula pasir, minyak kelapa dan lainnya bakal tidak cukuplah uang segitu. Tapi apapun itu semua tergantung juga sama keadaan keluarga. Jumlah anggota keluarga maksudnya. Nah, saya dengan jumlah anak 5 ditambah dengan ponakan yang rajin nginap maka pastilah tidak cukup.

    BalasHapus
  44. harus memang rajin2 foodprep kayak gini deh saya ya hahah scara paling malas banget pagi2 ke pasar ,, uhuhuhu jd biasanya saya ke pasar tuh sore atau abis magribh , belanja ma buat besoknya itu biasa

    BalasHapus
  45. Kepasar dengan 100 ribu kayaknya bisa untuk 3 hari deh. Sudah bisa belanja ikan, sayur, tomat, lombok, bawang merah dan putih, minyak goreng

    BalasHapus
  46. Benar mom kita hrus hemat, jalan kaki ke pasar bukan berarti tidak punya duit akan tetapi inilah membuat badan kita langing . masakan enak , body juga enak dipandang.

    challenge belanja Rp100.000 memang menangtang apalagi harga sembako naik akibat dolar naik

    BalasHapus

Auto Post Signature