Top Social

"Usia 5 Tahun Canggih yah bund!"

3 Desember 2018

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

"Usia 5 tahun canggih yah bund" ini kata zaf ketika kemarin saya membawanya main ke salah satu tempat permainan di dalam mall yang menurutku cukup gak rela mengeluarkan duit hahaha, soalnya untuk 2 anak sekaligus saya bisa memelikan mereka buku 6 buah, hihihi.
Selama di surabaya memang mall menjadi pilihan terakhir mengajak anak-anak untuk bermain, masih banyak permainan outdoor yang belum kami singgahi, belum kami eksplor, dan itu bukan hanya murah tentunya tapi mengajarkan anak-anak bahwa tertawa dan bersenang-senang itu gak harus di mall, bahwa bermain sambil belajar itu lebih baik ke alam.Tapi sebenarnya utama fokus kami sebenarnya, adalah mengenalkan Fitrah Keimanan lewat cara bermain sambil belajar dengan menyenangkan itu memang sebaiknya dengan mendekatkan lewat ALAM.

Ketika cuaca surabaya kala itu memang gak memungkinkan zaf untuk main ke luar sayapun mengajak  anak-anak untuk belok ke salah satu tempat perbelanjaan di Surabaya. memeng niat saya pengen ngajak dia ke suatu tempat. tapi saya gak bilang demikian, saya cuman bilang kita jalan-jalan lihat mainan aja sambil makan siang di sini, dan diapun berbinar (padahal cuman lihat gak beli), setelah sampai ke lokasi permainan awalnya dia gak mau dong, hahahaha, aneh memang, yah anakku ini tipikal fokus yang ketika kita ngomong ini, ini dulu diselesein, sebentar baru yang lain.

Bubun : 'Zaf main sini yuk? abangkan belum pernah main kesini, mau coba gak?'
Zaf : 'Gak ah bund, kitakan mau pergi lihat mainan?
Bubun : 'Iaa, tapi kalau kita pergi lihat mainan, abangnya cuman bisa lihat, gak bisa dimainkan, kalau disini abangnya bisa main sepuasnya. gimana?
Zaf : 'Gimana kalau besok aja bund?
Bubun : 'Kalau besok weekend harganya bisa 2 kali lipat dari harga weekday? (Mamakirit hahaha)
Zaf : 'Yah udah sekarang aja bund'

Yah tau doung namanya anak-anak yah dunianya main, yang awalnya ogah akhirnya sayapun hampir sejam diskusi membujuk dia pulang, Yaa Allah. 

Dan seperti biasa sayapun penasaran dengan kesan-kesan dia selama bermain seharian, sebelum dia tertidur di mobil haha
Bubun : Gimana nak perasaanya setelah main?
Zaf : (gak menjawab malah tanya balik) Bubun kenapa ajak zaf main disana?
Bubun : (dengan enteng saya menjawab) Ini hadiah zaf, besokkan tanggal 1 Desember, Zaf udah 5 tahun. (padahal sebenarnya gak ada niatan itu sebagai hadiah sih, hahaha, tapi karena momentnya pas aja)
Zaf : 'Usia 5 tahun canggih yah bund!' (berbinar bahagia)
Bubun : (tertawa terbahak) maksudnya?
Zaf : Iaa, bubun ngajak zaf main disana, terus zaf bisa jadi koki, pemadam kebakaran, polisi, dan lainnya dalam sehari. makasih yah bund.
Bubun : Hehehe, Makasihnya paling pertama sama Allah nak. Dan bubun juga terima kasih juga sama zaf. (sayapun cerita bagai dongeng, anak-anak sudah tertidur)


dan air mata ini gak terasa jatuh di pipi, seperti hujan mengantarkan saya pulang menuju rumah.

Teringat ketika umur zaf masuk 3 tahun, ijin untuk rasaiin nikmatnya makan es krim, masuk ke 4 tahun, kamipun ada rejeki dari Allah untuk membawa kalian umroh menikmati nikmatnya Air Zamzam langsung di kota Makkah dan Madinah. Dan usia 5 tahun zaf menikmati bermain seharian di playground indoor di surabaya (yang biasanya kita outdoor meluluk yah hehe) dan menikmati seharian gak beresin mainan.

Selamat memasuki usia 5 tahun anakku. Terima kasih sudah memberikan banyak pelajaran bagi kami, ayah dan bubun. Insyaa Allah bubun tidak pernah menuntut kamu dan membandingkan kamu dengan siapapun, bubun cuman menuntut kepada diri bubun sendiri, dan menuntut ayah, menjadi pribadi yang sholeh dan sholehah, bubun menuntut untuk terus belajar, menikmati proses dan bersungguh-sungguh menjalani peran, karena kami yakin setiap usaha keras akan membuahkan hasil yang maksimal pula. Dan tak lupa untuk selalu berdoa semoga kami menjadi orangtua yang amanah. Karena hasil dari semua proses ini yang menentukan tetap Allah SWT.

Mungkin ketika zaf baru seumur jagung dan sebelum memasuki umur 5 tahun saya dan suami adalah orangtua yang cerewet haha, membacakan buku, bercerahmah panjang lebar, nasihat tanpa henti entah anak ini paham atau tidak, berdiskusi dan berdialog entar secara monolog atau ada respon dari anak-anak. Tapi sekarang kami harus belajar menjadi "PENDENGAR YANG BAIK" 

Menjadi  pendengar ternyata ada ilmu juga, ini sebenarnya bukan buat anak-anak juga sih sesama hubungan istripun ada satu fase kita harus menjadi pendengar yang baik. tapi ketika bersama anak saya baru merasakan ilmu saya masih cetek menjadi pendengar apalagi kadang jika saya berdisukusi alot bersama zaf, zaf yang selalu berkata 'tunggu bund, zaf bicara dulu' atau 'tunggu bund, zaf belum selese bicara' (sambil mengangkat tangannya menyuruh saya untuk tidak berbicara dulu). Yah gimana saya gak gatal coba untuk komentar, ide atau pemikiran entah namanya anak-anak selelu berfikir diluar batas, kitapun pengen banget meluruskan karena kita yang dewasa menganggap keliru dan itu harus diluruskan. Tapi kadang ada benarnya juga, malah kadang saya banyak belajar dari obrolan zaf dan kadang saya gak dapat ketika saya berceloteh terus menganggap pernyataan dia keliru. atau kadang berakhir karena idenya tidak ditanggapi saya dan zaf ngambek dan saling mengatakan 'Bubun marah' atau 'Bubund gak nyaman' dan sebaliknya zafpun demikian. Sedih yah. Dengan ini yang saya atau kami belajar menjadi pendengar yang baik salah satunya menahan diri untuk membiarkan anak untuk mengeluarkan apresiasinya biarpun memang terlihat konyol hehehe tapi amazing bagi kami yang dewasa mendengarnya.


Zaf sampai hari ini belum mau dan memang belum bisa untuk pegang pensil secara sempurna, tapi tidak membuat kami untuk memaksa dia, toh untuk mengembangkan sensorik halusnya bukan cuman lewat menggambar bukan. Tapi dengan bisa mencuci piring sendiri, dan apapun pekerjaan untuk menunjang kelangsungan hidupnya hari ini alhamdulillah zaf sudah melakukannya sendiri. Dan ini mungkin ketika dia sekolah takutnya ini yang membuat dia stress hahaha, apalagi sekarang TK manapun mewajibkan dan mengharuskan memakai metode baca dan tulis.

Tapi bukan berarti PR kami selese, ada banyak PR untuk sang ayah dan sang bubun yang banyak harus dikejar. Salah satunya tadi pagi kami (suami dan saya) tentang postingan ustadz harry, tentang pendidikan. Kira-kira statusnya gini : "Mendidik anak itu bukan maunya negara (UN) atau ikuti maunya ortu (obsesi) tapi maunya ALLAH (Fitrah dan Kitabullah)" dan Mendidik bukan hanya tugas sekolah karena sekolah itu wilayah ta'lim (pengajaran ilmu) sedangkan pendidikan bukan hanya ta'lim tapi tarbiyah (fitrah) dan ta'dib (adab) dan ketiga wilayah itu bukan tanggung jawab sepenuhnya sekolah, tapi ORANGTUA lah menjadi tanggung jawab sepenuhnya, ini kewajiban orangtua dan menjadi hak anak untuk mendapatkannya. Baca, berdiskusi dan akhirnya menulis ini sebenarnya saya bergetar, melihat zaf kadang selalu pengen menangis, anak-anak ini amanah yang sangat besar bagi kami, anak yang akan kami pertanggungjawabkan kelak sama Pemberi Amanah, sukses di dunia mungkin hanya sebahagian kecil cita-cita kami, tapi sukses menjadi anak Sholeh dan Sholehah ada cita-cita kami yang utama. Betul anak memang akan jadi aset kami ketika tua nanti (jika umur sampai), tapi menjadi aset kami di akhirat. Doa anak sholeh dan sholehah menjadi salah satu janji Allah doa yang dikabulkan Allah bukan?

Teruntuk zaf, selamat memasuki 5 tahun sholehnya bubun dan ayah,

Nikmati dan semoga bahagia terus,

Peluk, cium, dan sayang dari Bubun, Ayah, dan kakak Ruby,

1 komentar on ""Usia 5 Tahun Canggih yah bund!""
  1. Barakallah ya kk Zaf. Tumbuh jd anak sholeh, cerdas dan baik hatii yaaa, nakk...

    BalasHapus

Auto Post Signature