Sepenggal Cerita di Mangrove Wonorejo

1 Februari 2019

Assalamualaikum :)

Kesempatan emas saya membujuk bapak untuk ikut saya ke surabaya, saya yang tipikal susah banget ditelpon karena memang gadget saya simpan dan kadang melirik bukan untuk menghubungi balik jika ada yang menelpon, tapi menyimpan dan berniat untuk menghubungi ulang di waktu jika anak-anak sudah tidur, tapi kadang kulupa jika malam telah larut, berdua dengan suami berbincang tentang cita dan cinta. Begitupun dengan bapak. Kadang susah kami ketemu waktu dengan kontaknya bapak. Dan bapak dan keluarga udah tau sih :p

Sepanjang saya selalu di Makassar pasti tanpa henti saya cerita dengan bapak, bahkan sehari bapak di surabaya, saya tak pernah sunyi, obrolan makin tak pernah berhenti, saya yang memang tipikal suka bercerita begitupun bapak, sangat nyambung dan menikmati karena kita saling bertatap muka, bahkan kita bercerita yang awalnya hanya tentang kampung halaman bisa sampai bercerita tentang Kota Makkah atau cerita dari A-Z


Tapi sayangnya hari kedua hanya zaf dan suami yang menemani bapak untuk jalan-jalan ke surabaya bahkan sampai ke gresik, seninnyapun tak bisa, niat hati menemani bapak sehari pupus sudah, zaf dan ruby bersamaan terkena cacar air yang mengharuskan tidak keluar-keluar selama proses penyembuhan. Bapak kala itu yang memang tukang jalan jadi jalan sendiri, yah mungkin saya yang tukang jalan tertular dari bapak :D

Sampai hari Sabtu alhamdulillah anak-anak sudah baikan dan kita bisa keluar menemani bapak yang beberapa hari lagi sudah mau balik ke Makassar, Yah, bapak memang sangat senang/antusias/fanatik dengan tanaman, dan pilihan tempatnya Jatuh di Mangrove Wonerojo, saya belum tau ada hutan mangrove di Makassar, tapi yang saya tau bapak belum pernah melihat secara detail dengan penampilan yang kece mengenai tanaman ini. 

Hutan Mangrove Wonorejo Surabaya
Hutan Mangrove Wonorejo Surabaya
Hutan Mangrove Wonorejo Surabaya
Hutan Mangrove Wonorejo Surabaya
Hutan Mangrove Wonorejo Surabaya

Lokasi, Fasilitas & HTM Hutan Mangrove Wonorejo
Hampir sejam dari rumah kami menuju kawasan Mangrove Wonorejo ini, dengan mengandalkan google maps alhamdulillah sangat mudah diakses, maklum kamipun baru pertama kali juga mengunjungi wisata ini, berada pada di pantai timur Surabaya, lebih tepatnya berlokasi di alamat Jalan Raya Wonorejo no. 1, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya, Jawa Timur. Wisata Mangrove Wonorejo ini sering juga disebut sebagai Wisata Anyar Mangrove (WAM) atau mangrove Gunung Anyar karena memang kawasan hutan mangrove Wonorejo juga berada di kawasan Gunung Anyar.

Dahulu kala katanya ada harga tiket masuk untuk dewasa dan anak-anak, tapi ternyata sampai saya pulang tidak ada pungutan selain uang parkir sebesar Rp. 5.000,-

Fasilitas di hutan ini ada banyak sih, termasuk perpustakaan, Mushollah, Toilet, Foodcourt , jogging track, Wisata Perahu, dan yang paling kece sebenarnya ada frame kayu yang ditata sangat apik untuk spot kece untuk berfoto, sayangnya saya gak bisa foto disana karena ada banyak orang yang menunggu untuk foto hehe

Daya Tarik Hutan Mangrove Wonorejo

Perjalanan yang sebenarnya membutuhkan waktu yang tidak sebentar membuat makin penasaran mata ini melihat wisata ini, apalagi gambar-gambar yang terlihat di sosial media sangat cantik dan memukau. Awal masuk kita disuguhi langsung dengan satu gazebo besar yang kalian bisa istirahat sejenak atau menikmati bekal yang kalian bawah dari rumah. Beberapa meter kita disuguhi tempat yang sudah instagramable banget, terlihat ada beberapa ayunan, dan gazebo-gazebo kecil yang hanya cukup untuk 1 keluarga. Jalan lagi kita menemukan jembatan kayu, nah ini yang menjadi daya tariknya. Jembatan Kayu ini panjang banget menurut pegawai disana yang saya temui sekitar 1100 meter panjangnya, kami tidak menjalani semuanya, karena memang panjang banget, dan jika kita terus kita tak bisa ke daerah wisata perahu yang rencananya pengen naik perahu.

Jembatan kayu ini dikelilingi memang dengan rindang tanaman mangrove dengan berbagai type setiap tanaman diberi label dan keterangan, bapak saya sangat berbinar memperhatikannya. untungnya mangrove kali ini sangat lebat jadi matahari kala itu terlindungi. Mungkin lebih mantap rasanya jika kita bepergian di sore hari.

Wisata Perahu Hutan Mangrove Wonorejo

Nah seperti yang saya jelaskan diatas bahwa lokasi ini memiliki fasilitas wisata perahu, ke lokasi ini sebenarnya terpotong, hanya beberapa meter saja menggunakan jembatan kayu, setelah itu turun ke bawah menikmati beberapa jajanan, dan terus jalan menapaki tanah menuju dermaga. Sepertinya memang masih pengerjaan ada rencana dijadikan jogging track juga, sepanjang jalan karena sudah tidak ada pohon jadi merasakan panasnya matahari, tapi tetiba sejuk ketika melihat ada Mushollah, biarpun gak singgah sholat tapi sejenak duduk untuk menunggu bapak ke toilet, dan itu tidak dipungut biaya. Setelah jalan lagi kita menemukan foodcourt, berbagai macam makanan dan minuman bisa kalian menikmati di tempat atau sekedar membeli untuk membawa bekal sepanjang menikmati wisata perahu. Sampai ke pintu depan dermaga kalian bisa melihat perpustakaan mini sekedar menunggu giliran perahu, untuk biaya naik perahu sebesar dewasa itu Rp.25.000 dan anak-anak Rp.15.000 tapi ketika saya berta kepada bapak lagi ternyata gak terlalu minat karena mungkin udah sering kali yah naik perahu hehehe

Mushollah An-nur mangrove Wonerojo
Dermaga depan Wisata Perahu


Saya dan Bapak

Sepanjang jalan saya memang punya banyak waktu bersama bapak, anak-anak kebanyakan dihandle sama suami, beberapa hari lagi waktu saya bercerita sama bapak, layaknya orang yang berpacaran, berbicara tentang cita dan cinta, saya kala itupun seperti itu sama bapak, biasanya semasa saya masih sendiri yang mengantar kerja dan kuliah itu bapak, sepanjang jalanpun kami bercerita, jujur memang saya lebih dekat ke bapak ketimbang mama, mungkin almarhum mama lebih bicara ke detail dan teknis, tapi lain dengan bapak lebih bercerita apa adanya tentang kehidupan dengan sudut pandang yang berbeda karena dia seorang lelaki tentunya. 

Dan sepanjang jembatan inipun kami selalu teringat almarhum mama, mungkin jika beliau masih ada, sangat berbeda pasti cerita, keriangan dan situasinya, lengkap rasanya jika saya dikunjungi dengan kedua orangtua saya lengkap, membawa mereka jalan-jalan menikmati masa tuanya, tapi itu tidak membuat saya menyesal, biarpun mungkin saya tidak bisa membalas apapun yang mereka berikan, tapi sepanjang mereka masih hidup, apalagi saya anak bungsuh yang tinggal terakhir menikah, sendiri tinggal bersama mereka, itu adalah nikmat yang sangat saya syukuri sepanjang saya menjadi anak. Semoga Bapak dan Almarhumah Mama Ridho dengan anaknya ini, yang sepanjang usia kecil selalu bikin susah, yang hari tua mereka saat ini saya tak bisa menemani mereka, mengajak mereka untuk tinggal ditempat sayapun mereka menolak, untungnya saya punya kakak Upik satu-satunya yang berada satu lokasi bersama mereka. 

Terima Kasih atas waktu kebersamaannya Pak!
Anakmu ini selalu merindu dengan cerita dan pelukan hangatmu! 
Semoga sehat-sehatki disana.

yang selalu merindu,

Lubnah Lukman 


 

33 komentar on "Sepenggal Cerita di Mangrove Wonorejo"
  1. Seger ya mba mandang ug ijo2 ... kaya langsung sehat gitu jiwa raga kita kalo kesana. Btw, galfoks liat kemesraan mba sama bapak mba. Ku jadi kangen papa. Hiks

    BalasHapus
  2. Wah segernyaaaa...ijo-ijoooo... Senang ya mba bisa refreshing bersama bapak & juga kelg tercinta..

    BalasHapus
  3. aku suka dengan hutan mangrove,
    tapi yang bikin gak betah adalah panas dan banyak nyamuknya >,<

    BalasHapus
  4. jadi teringat cerita temanku yang kuliah di perikanan, kalau sangat penting menjaga kelestarian Mangrove yang ternyata memiliki banyak fungsi dan manfaat. Btw sehat selalu untuk bapaknya yah kak

    BalasHapus
  5. Ah..senangnya bisa ngobrol banyak sama Bapak ya mba. Seandainya Bapak sy masih ada, sy pengin banget cerita banyak hal sm beliau. Sy pengin juga mendengarkan bnyk hal dr beliau. Krn sewaktu Bapak masih ada, kami terbilang jarang bercerita, hny seperlunya saja. Duh, sy jadi baper deh... Hiks..

    BalasHapus
  6. Wah hejo-hejo. Suka tempat kayak gini. Bisa santai sejenak dari keramaian dan menikmati keindahan alam.

    BalasHapus
  7. Cakeeeeep banget Wonorejo!
    Eh, ini boleh bawa kamera masuk secara gratis kan? atau bolehnya kamera HP aja?
    di Mangrove Jakarta bawa kamera meski poket kudu bayar sekian ratus ribu. Hu hu ....

    BalasHapus
  8. Duh, asri banget ya pemandangannya. Warna hijaunya nyegerin mata. Sayang banget di sini jauh dari laut dan pantai. Kepengen deh sesekali main ke taman mangrove kayak gitu. Seru pastinya.

    BalasHapus
  9. Huuhuu...kak Lubnaah...
    AKu jadi mau nangis sama kalimat penutupnya.

    Al-Fatiha untuk Ibu.
    Semoga Allah berkahi selalu keluarga mba Lubnah.

    Aku beberapa tahun yang lalu ke Mangrove.
    Tapi...tapi...dulu kuno banget.

    Sekarang kok kece bangeeett...

    Aku masih ingat, jalan di antara jembatan penjalin dari bambu.
    Heuheuu~
    Kamar mandinya yang aduhaaiii~

    BalasHapus
  10. Naik perahu menyusuri hutan mangrove seru juga ya mbak, aku belum pernah loh berkunjung ke hutan mangrove di mana pun, jadi pensaran

    BalasHapus
  11. Lokasi hutan mangrove yang oke ya mba.. aku liat makin banyak sekarang ya wisata mangrove di berbagai tempat. Aku pengen juga mampir

    BalasHapus
  12. Sedih emang ya jalan-jalan tanpa Mama. Saya juga udah lama gak jalan-jalan bawa Ayah karena udah gak kuat jalan jauh. Alhamdulullah papanya masih bisa ikut berwisata ya.

    BalasHapus
  13. Waktu ke Surabaya aku kesini kak tempatnya nyaman dan banyak spot foto bagus makanya waktu kemarin kesana ada beberapa yang melakukan prewed disini hehe.

    BalasHapus
  14. Ah senang ya kalo bapak bisa berkunjung ke rumah. Anak-anak juga pasti senang bertemu dengan kakeknya. Apalagi bisa jalan-jalan juga, seru lah pengalaman nya

    BalasHapus
  15. Sehat2 terus ya bapak. Belum lagijumpa sama warga batam seperti saya ya pak hahaha. Ternyata suka jalan itu jg bisa menurun. Btw cakep baju anak2. Wapri lah wkwkw

    BalasHapus
  16. Ya ampun murah banget ya HTM nya. Cuma lima ribu udh bs menikmati fasilitas yg asik gitu. Ckckck salut euyy

    BalasHapus
  17. Jaman aku bolak balik surabaya belum ada nih.. kayanya adem banget yaa mba di sini. Semoga bisa secepatnya main ke surabaya lagi dan bisa mampir ke mangrove wonorejo :)

    BalasHapus
  18. Mbaaak, kisah sepenggal waktu bersama Bapaknya bikin aku nangis. Barakallah mbaak...

    BalasHapus
  19. Wisata Mangrove ini bikin damai ya.. karena memang sesuai dengan filosofi mangrove itu sendiri sebaga pohon kebaikan.. jadi inget, apa kabar pohon mangrove aku yang di pulau seribu ya.. tahu lalu aku tanam mangrove disana.. duh jadi kangen dan mau juga main ke mangrobe wonorejo juga deh... indah yaa

    BalasHapus
  20. Aih jd nostalgia, dulu aku foto2 postwedding di sana. Kalau liat foto2mu skrng makin bagus yaaa. DUlu panas, gersang dan jembatannya gak sebagus itu hehe.

    BalasHapus
  21. Selama masih punya orangtua. Ajak jalannjalan dan seneng2 ya mba .salam yaa buat orangtua mba.

    BalasHapus
  22. Tempatnya kelihatan sejuk ya...banyak pepohonan rimbun. Kayaknya asyik main di sana. Apalagi gak ada tiket masuk hihihi

    BalasHapus
  23. seandainya bapakku juga begitu mba hehhee kok sedih ya baca ini hehehe karena bapakku lebih sibuk sama urusannya sendiri :p

    BalasHapus
  24. Destinasi yang menyehartkan sekaligus edukatif ya, bisa memahami pentingnya jaga lingkungan.
    Btw mba, yang bener Wonorejo atau Wonerojo? Judulnya kok Wonerojo

    BalasHapus
  25. masyaAllah, berkah ya mba. Jalan-jalan sama orangtua kita memang menyenangkan sekali.
    Salam buat ortunya ya Mba, sehat dan bahagia terus. AKu suka mangrove kemarin juga baru dari mangrove Pekalongan.

    BalasHapus
  26. Di Jakarta jauh mba hutan yg kyk gini
    Bener bngt nih buat membersihkan oksigen hutan adlh tmpt yg cocok buat dikunkungi

    BalasHapus
  27. bagus yaaa hutannya..dan amakin banyak kita tau pentingnya hutan mangrove untuk bumi ya mba

    BalasHapus
  28. Hutan mangrove kian mendapatkan perhatian dan dikelola sehingga ada nilai wisatanya ya. Selama ini kan hanya ditanam untuk melindungi pantai dari abrasi. Kesini-sini makin dibuat bagus dan bisa digunakan sebagai daya tarik wisata.

    BalasHapus
  29. Hutan Mangrove ini sepertinya yang diliput sama acara TV Kick Andy, bukan ya? Nggak ada tiket masuk. Tapi, kalau buang sampah sembarangan justru didenda. Yang ngembangin hutan ini awalnya perorangan. Ehm, coba deh nanti aku googling lagi. Tapi, keren, Mbak, di foto-foto Mbak Lubnah kelihatan adem banget suasananya.

    BalasHapus
  30. Di Balikappan juga ada 2 lokasi hutan Mangrove.
    Masing-masing dengan keunikannya.
    Suasana hijau bikin kita takjub dan terpukau.

    BalasHapus
  31. Seru Mba kalau ke sana ada yang fotoin jadi ayu gitu. Aku sangsi bisa foto selfi dengan apik kalau cuma bawa Salfa hahaha

    BalasHapus
  32. Pernah beberapa kali ke hutan mangrove di Johor malaysia. dulu, waktu saya tinggal di sana. selalu ada sesuatu yang baru meskipun dah berkali-kali ke sana. apalagi kalau ke hutan mangrove di wonorejo ya mbak. pengen suatu hari nanti bisa ke sana.

    BalasHapus
  33. saya juga dulu waktu mertua datang ke jakarta diajakin jalan bingung ka mau bawaki kemana heheheh.. syukurmi bisa sempat ji ajak bapakta kak ke WAM ini di?
    sukaku itu fotonya zaf peluk ruby hihihihihi

    BalasHapus

Auto Post Signature