Belajar Matematika Sambil Bermain

17 Maret 2019

Assalamualaikum :)

Matematika sebagian orang menjadi momok amat menakutkan termasuk saya hehe, berawal sebenarnya bukan materinya tapi pengajar dan metodenya kadang membuat saya ketika bangku sekolah sudah membuat gak semangat bahkan malas untuk belajar matematika, padahal logika berfikir sangat mengambil peran penting dalam kehidupan kita termasuk didalamnya adalah pelajaran matematika.

Untuk seumuran zafran dan ruby yang masih tergolong masih dini, saya tidak mau menggunakan kata belajar tapi bermain dan pastinya bermain itu pasti menyenangkan. Metodenyapun sebenarnya gak sederhana orangtua harus pintar-pintar mencari aktifitas yang menyenangkan dan membuat anak-anak berbinar melakukannya. Biasanya bagi kita oang dewasa konteks kata bermain adalah mengikuti permainan yang membutuhkan keterampilan fisik dan mental tapi tidak untuk anak-anak, bagi orang dewasa melihatnya tidak ada tujuan dari permainan yang kita berikan ke anak-anak atau kita bermain bersama anak-anak, padahal penelitian mengatakan bahwa bermain adalah aktifitas yang menyenangkan, spontan tapi berguna baik untuk menyelesaikan masalah, menciptakan kreativitas, mengasah keterampilan sosial, meningkatkan kosa kata dalam hal ini mempelajari bahasa, dan tentunya fisikpun bisa dilatih.


Dan juga bermain bagi usia dini sangat penting untuk pengembangan segala aspek baik motorik kasar, halus dan sebagainya. Termasuk belajar Matematika kenapa tidak kita buat seperti bermain yang menyenangkan. Ini sangat banyak manfaatnya tentunya baik orangtua dan anak-anak kita.

Nah permainanpun jangan dibuat sulit, entah dari bahan dan cara, kalau saya biasanya mencari bahan dirumah, kalau sanggupnya hanya puzzle yah kita lakukan itu, bisa juga dengan membuat kue atau masak makanan menu harian, jangan salah yah mom, kegiatan masak bisa menjadi pelajaran matematika menyenangkan buat mereka,  atau alat sederhana yang jika tidak ada di rumah kadang saya membelinya di toko buku dekat rumah yang bisa kami gapai menggunakan jalan kaki atau sepeda. Prosesnyapun sudah matematika, contohnya menghitung jejak langkah kami, menghitung harga dengan membawa celengan, menggunakan waktu kira-kira kita bisa beberapa menit yah sampai dirumah kembali dan lainnya. Jadi sebenarnya matematika adalah aktivitas yang ada disekitar kita yang bisa kita libatkan bersama anak-anak.

Nah, kadang aktifitas yang spontan saya hanya tulis di catatan harian anak, tidak menggunakan foto tapi jika memang kegiatan rencana saya akan usahakan membuat alur sedemikian rupa biar catatan portofolio anak bisa ada. Saya termasuk yang jarang banget mendokumentasikan secara rinci aktifitas anak-anak, palingan hanya 1 atau 2 potret saja dan itu saya hanya simpan di file khusus tujuan portofolio anak-anak dan tujuannya memang tidak saya share kemana-mana hanya untuk konsumsi pribadi yang kelak pasti mereka akan butuhkan.

Tapi untuk postingan ini saya memilih 3 permainan yang biasa kami sebut project yang biasanya mereka kerjakan dalam 1 hari :

1. Menghitung dengan Mobil

Zaf sangat berbinar dengan namanya alat transportasi, terkhusus mobil-mobilan, makanya saya sering memakai mobil-mobilan sebagai alat saya untuk penarik entah itu kegiatan belajar, bermain bahkan mengerjakan pekerjaan rumah, bahkan sering kami ber-story telling menggunakan mobil-mobilan dia hahahah dan ini ampuh banget. :D
 
Jadi Alat dan bahannya :
  • Mobil-mobilan (jumlahnya disesuaikan)
  • Spidol (warna dan jumlapun disesuaikan)
  • 1 lembar karton putih
  • 1 lembar kertas HVS (warna disesuaikan)
  • Gunting dan Double-tip
Caranya :
  1. Gunting kertas HVS dengan ukuran secukupnya untuk ditempel di cover mesin mobil
  2. Lalu gambar seperti titik usahakan berbentuk agak besar (sesuai contoh diatas) lakukan gambar titik sesuai angka dibutuhkan.
  3. Tempel menggunakan double-tip
  4. Gambar garis dan angka di karton menggunakan spidol, gambar seperti parkiran mobil
  5. Supaya gak goyang kartonnya saat anak-anak bermain sebaiknya karton ditempel ke lantai menggunakan double tip
  6. Siap bermain.
Manfaat aktivitas ini : 
  1. Mengenal konsep bilangan
  2. Mengenal konsep banyak dan sedikit
  3. Menstimulasi kemampuan berhitung
  4. mengenal konsep kuantitas
  5. Mengembangkan logika berhitung
  6. Meningkatkan kemampuan berimajinasi dan berkreativitas
  7. Menstimulasi kemampuan bahasa dan bermain peran
  8. Menstimulasi koordinasi mata dan tangan
2. Membuat Mainan Jam Dinding

Waktu bagi saya dan anak-anak adalah kunci untuk saya tetap waras menemani mereka hehehe, untuk mengajarkan disiplin anak-anak saya selalu memakai jam dinding tanpa omongan banyak yang kadang tak berarti bagi mereka hehehe, dan itu efektif banget mengajak mereka berkegiatan tapi tetap komit dengan apa yang mereka kerjakan. Misal salah satunya : Saya tidak pernah mengatakan zaf kamu mau mandi atau tidak tapi diganti dengan 'zaf, jarum panjangnya di angka berapa kamu pengen mandi?' jika dia sudah menyebutkan, lalu kita mengingatkan dan langsung saja dia lakukakan karena dia sendiri yang menentukan bukan kita. Nah untuk jam dinding sendiri karena umurnya sudah 5 tahun, yang dulunya mengenal hanya sebatas konsep jarum panjang, sekarang sudah real ke jam dan detik dimulai dari sama-sama membuat mainan Jam dinding.
 
Jadi Alat dan bahannya :
  • Spidol (warna dan jumlapun disesuaikan)
  • 1 buah kardus bekas
  • 1 lembar karton HVS (warna disesuaikan) 
  • 2 lembar kertas HVS (warna disesuaikan)
  • Gunting dan Double-tip
Caranya :
  1. Gunting kardus berbentuk lingkaran (ukuran disesuaikan keinginan) 
  2. Tempel karton HVS menggunakan double-tip di kardus yang telah berbentuk lingkaran lalu gunting sesuai kardus tersebut
  3. Gambar 2 lingkaran kecil dan besar beserta arah panah panjang dan pendek (lihat gambar diatas) 
  4. Lalu gunting.
  5. Untuk arah panah besar dan kecil, buat lubang diujungnya (lihat gambar no.5)
  6. Buat lubang di tengah-tengah lingkaran lalu gunting 2 bagian sisi lingkaran besar agar menciptakan 1 kertas yang dimasukkan di lubang lingkaran kardus (lihat gambar 6 dan 7)
  7. Masukkan hasil guntingan panah untuk arah jarum jam dan menit (lihat gambar 8)
  8. lalu lingkaran kecil ditempel menggunakan double tip (lihat gambar no.9)
  9. Warnai atau gambar menurut selerah jarum jam dan menit 
  10. Tulis angka dijam yang telah jadi (lihat gambar no.10)
Manfaat aktivitas ini : 
  1. Mengenal konsep bilangan
  2. Mengenal konsep aktivitas dan disiplin
  3. Menstimulasi kemampuan berhitung
  4. mengenal konsep kuantitas
  5. Meningkatkan kemampuan berimajinasi
  6. Menstimulasi kemampuan bahasa
  7. Menstimulasi koordinasi mata dan tangan 
3. Menyusun Angka lewat Metode Menjahit

Anak-anak paling senang juga jika ada aktifitas yang membuat mereka saling menantang, menggunakan jarum dan gunting salah satunya membuat mereka terpacu karena harus bersikap hati-hati. Dan kenapa tidak mereka diajak menjahit secara sederhana sambil mereka memacu adrenalin untuk berlomba siapa yang duluan selesai tapi dengan proses yang tepat.
 
Jadi Alat dan bahannya :
  • Spidol (warna dan jumlapun disesuaikan)
  • 1 lembar karton putih
  • Jarum jahit yang besar
  • Benang wol (warna disesuaikan)
  • Sedotan plastik
  • pompom
  • Gunting dan Double-tip
Caranya :
  1. Gunting sedotan ukuran dan jumlahnya disesuaikan
  2. Tempel karton putih menggunakan double-tip agar saat dimainkan tidak bergerak
  3. Sedotan ditempel menggunakan double-tip di karton dengan jarak disesuaikan
  4. Tulis angka di samping sedotan (jumlah angka disesuaikan dengan jumlah sedotannya)
  5. Masukkan benang wol ke jarum jahit dengan panjang disesuaikan
  6. Simpul diujung benang wol lalu masukkan pompom agar saat digunakan benangnya tertahan didasar.
  7. Siap dimainkan.
Manfaat aktivitas ini : 
  1. Mengenal konsep bilangan
  2. Mengenal konsep banyak dan sedikit
  3. Meningkatkan kemampuan berimajinasi dan berkreativitas
  4. Menstimulasi kemampuan bahasa
  5. Menstimulasi koordinasi mata dan tangan 

Dari hasil semua kegiatan kami dirumah entah bermain project membuat sesuatu secara sederhana atau aktifitas fisik sebenarnya yang serunya adalah prosesnya bukan hasilnya, bahkan hasilnya saya lebih kepada saya menyampaikan hasil muatan apa sebenarnya yang kita ingin dapat dari kegiatan kita hari ini. Dan tertawa sambil berpelukan adalah hasil yang sangat sering kami temukan dalam berkegiatan. Dan Masyaa Allah, saya bersyukur dengan kondisi seperti itu...
19 komentar on "Belajar Matematika Sambil Bermain"
  1. Nice article kak! Aku mau coba menerapkan saat ngajarin matematika ke sepupu aku :)

    BalasHapus
  2. wahh ini bagus banget caranya, bener-bener kreatif! bisa nih di coba buat ajarin sepupu aku hehe

    BalasHapus
  3. Senengnya punya ibu yang pintar dan kreatif :) punya banyak aktu luang bermain bersama anak :"

    BalasHapus
  4. Asik nih buat referensi inovasi ngajarin matematika sama keponakan yang emang lagi pada belajar berhitung hehe

    BalasHapus
  5. nice tips nih biar nanti ngajarin anak anak bisa sambil main dan anak jadi ga merasa terlalu tertekan ketika kita ajak belajar

    BalasHapus
  6. Sampai anak-anak saya kelas 6 pun, kami masih pakai konsep bermain. Tetapi, begitu masuk SMP udah nyerah :D

    BalasHapus
  7. Wah, kreatif banget ya. Aku dulu saat anakku masih balita juga seneng menghitung, belajar huruf, warna, dan bebagai bentuk lewat permainan, jadi anak-anak ga berasa capek belajar :)

    BalasHapus
  8. Wah bener juga ide nya. Udah lama sih aku ga belajar bginian hahaha.. bisa dijadiin referensi klo ngajar anak nanti.

    BalasHapus
  9. bagus nih metodenya biar mengen matematik lebih menyenangkan ya jadi semangat belajarnya

    BalasHapus
  10. Rajinnn banget mbak, anak-anak jadi makin seneng dan semngat deh belajarnya. Aku bookmark nih kak. Mau diterapkan juga buat ngajarin si kecil

    BalasHapus
  11. Matematika tadinya sebagai pelajaran yang menyeramkan, kalau mengikuti metode begini pastinya akan lebih menyenangkan, bahkan anak-anak pun akan sangat tertarik.

    BalasHapus
  12. demiapa kak rajin sekaliii. seneng banget ya pasti bisa main sambil belajar gituu. perlu dicontoh nihh

    BalasHapus
  13. Keren banget sumpah.. Aku baru kali ini baca metode kayak ini. Bagus aku mau terapkan ke adekku yang busu yang masih balita. Soalnya gadget muluu.. :'(

    BalasHapus
  14. Aku guru biologi tapi kak, aku juga kalau ngajar suka pakai fun science atau games science gitu.. lebih menarik, anak jadi lebih minat belajar dan lebih cepet paham juga

    BalasHapus
  15. Keren banget mbak. Aku setuju karena usia anak2 itu perlu imajinasi untuk belajar. Dengan cara seperti ini anak akan lebih mudah mengenal angka. :D

    BalasHapus
  16. Matematima emg jd pelajaran yg ga enak dari dulu yaa. Termasuk aku. Tp aku malah nyuruh anak2ku spy suka sm matematika. Apalagi metode nya mba bisa aku praktekkin ke anakku yg kecil. Spy bs suka matematika dr kecil. Thx utk sarannya ya mba

    BalasHapus
  17. Matematika emang harus dibikin semenarik mungkin. Bahkan dulu ada semboyan Matematika BUKAN Matimatian. Zaman sekolah banyak guru Matematika yg serem makanya Matematika seperti Matimatian haha

    BalasHapus
  18. Wah seru kak belajar dg visual. Selain bisa cerdas dalam berhitung sekaligus melatih kreatifitas

    BalasHapus
  19. Wah ini metoda yg paling efektif ya mba buat mengajarkan matematika kepada anak-anak dan tetap recomended walaupun pas aku kecil dulu, juga d ajarin lewat jam dinding ini. Ah time so flies

    BalasHapus

Auto Post Signature