Masak Ayam Woku & Trimester ke-3

5 Maret 2019

Assalamualaikum :)

'Mba boleh yah makan salad?'
Saya yang tiba-tiba gak tau maksudnya dan dengan polosnya menjawab dan sekalian memberikan pertanyaan juga
'Ia boleh, memang kenapa? ada yang salah yah?' tanyaku keheranan
Saya yang kala itu biasanya langsung mendekat dan mencoba cari tahu ada yang salah dengan tindakan saya atau apakah.
Lalu, Ibu cantik yang sekarang saya menyebutnya dengan mymy shelly tiba-tiba mengklarifikasi:D
'Gak mba, saya waktu hamil gak mau makan buah klo bukan saya sendiri yang cuci'
'Ohh kalau saya mah, hantam aja, selama masih aman seperti buah mah dan masuk ke mulut, oke aja' :D


Akupun setelah itu melanjutkan makanku secepat kilat karena anak-anak ku tinggal diluar berdua di sofa kantor tanpa pengawasan tapi kepikiran dalam hati sambil melanjutkan ngobrol dengan mymy bahwa kehamilan keempat ini memang santai banget beda waktu kehamilan yang pertama terutama kehamilan zaf. Ada yang ngalamin gak sih? kehamilan kedua, ketiga dan seterusnya itu kadang tidak seketat dengan kehamilan pertama, gak terlalu mempersiapkan banget, intinya dibawa santai gitu...

Tapi biarpun seperti itu saya jadi malas gerak gak karuan, atau dengan jahatnya saya makan diluar terus, ohh, kalau itu gak banget yah, hamil ke-empat ini memang aku kebanyakan di rumah menikmati waktu bersama suami dan anak-anak, ngajak anak kemana-mana itu sampai trimester ke-2 pertengahan masuk ke trimester 3 ampun saya tak sanggup hahaha, otomatis masak tetap saya handle karena anak-anak memang alhamdulillah tukang makan 'nasi' jadi lauk-pauknyapun harus selalu ada.

Masak dan Kegiatan Zaf-Ruby

Ada kutipan dalam buku 'Montessori di Rumah' yang membuat kenapa kegiatan practical life ini wajib ada di kurikulum anak-anak yaitu 'Anak kecil sangat ingin menjadi dewasa', mungkin karena anak adalah peniru ulung, peniru ulung salah satunya dengan kegiatan-kegiatan sekitar yang dikerjakan oleh orangtunya, menurut mereka setelah mereka kerjakan baik dengan sempurna bahkan kebanyakan belum sempurna ada kepuasaan batin. Kepuasaan batin seperti apa? pernah saya bertanya sama zaf ketika dia membantu saya untuk mencuci beras 'Zaf kenapa mau bantu bubun cuci beras?' Saya bertanya dan zafpun langsung menjawab 'Karena saya senang bantu bubun' sesederhana itu menciptakan kesenangan buat mereka. Dan bagi saya memberikan kepercayaan anak-anak untuk mengerjakan kegiatan keterampilan hidup (practical life) bukan hanya membuat anak senang, tapi bisa juga untuk menciptakan kepercayaan dirinya, merasa bangga, merasa dihargai ketika sang orangtua memberikan kesempatan untuk berkontribusi dalam rumah atau lingkungannya.

Nah karena alasan inilah kami orangtuanya terfokus saya karena saya yang kebanyakan mendampingi sang anak di rumah, memberikan banyak kegiatan keterampilan hidup dengan metode bermain sambil belajar, kerjaan rumah saya selesai biarpun dengan waktu yang lama tapi kegiatan anak-anakpun juga jalan.

Nah ketika 5 tahun zaf yang awalnya dulu tidak ada rencana harian untuk mengerjakan keterampilan hidup ini, 4,5 tahun umur zaf kami sudah buatkan alur dan rancangan, tantangan serta konsekuensi tentang keterampilan hidup, ini kita lihat bukan karena semau kami, tapi karena zaf mau dan sudah terbiasa, termasuk soal memasak di dapur, dia sudah kecewa jika saya tak mengajaknya ikut serta minimal nyalakan kompor atau potong-potong, zaf ikut maka adiknya apalagi sangat antusias jika kami sibuk di dapur, maka sayapun memanfaatkannya dengan mencontohkan gimana cara memotong sayur, mencuci beras, menyalakan kompor, mengupas bawang, dan sebagainya. Untuk kasus cuci piring sendiri, mandi, membersihkan mainan dan kegiatan rutin lainnya, zaf sudah kami jadwalkan dan dia sudah tau waktu, tata cara dan konsekuensinya. Tapi ingat bahwa tujuan dari kami mengajarkan keterampilan hidup ini bukan pada hasilnya tapi pada prosesnya.

Dan Masak adalah sesutu yang menyenangkan bagi saya dan anak-anak untuk menghabiskan waktu, mulai mempersiapkan, menyiapkan bahan, memasak, membersihkan, bahkan berakhir di meja makan ini bisa kami lakukan seharian tanpa kegiatan yang lain, tapi jangan tanya model dan keadaan rumah kita yah :D


Baca Juga : Ayam Goreng Favorit Keluarga



Masak dan Hamil Trimester ke-3

Kembali ke bahasan utama soal permasakan hahaha, hampir 7 tahun saya menjadi istri baru tahun ini dan kehamilan ini yang sangat menikmati makanan rumah, memang betul jika kehamilan ini menjadi sangat santai untuk saya, soalnya memang bukan hanya hamil ini yang menjadi pusat perhatian tapi ada suami dan anak-anak yang saya harus pintar-pintar alokasikan waktu, tenaga dan pikiran :D

Kehamilan masuk Trimester ke-3 badan ini sudah berasa berat banget, mau kemana-mana aja sudah tidak lincah lagi, saking malas geraknya untuk kegiatan anak-anakpun kebanyakan saya lakukan di tempat tidur sambil baring-baring yang berujung tertidur hahaha dan terbangun mendapati kondisi kamar yang membuat saya hanya bisa menarik nafas panjang berkali-kali, padahal tidurnya hanya 15-20 menit tapi pergerakan anak-anak bisa seaktif itu jika tidak didampingi :D 

Dan trimester ke-3 ini selalunya pengen makan-makanan yang berempah yang mengandung banyak rempah-rempah, ini mungkin membuat saya tidak banyak makan, tapi kalau makannya hanya sup ayam yang hambar bisa jadi saya gak menikmati dan berakibat lapar terus hehehe,

Jadi udah tau nih, kalau trimester 3 ini kan kadang nafas aja sudah naik berat badan kan? :D dan saya sudah mengantisipasi tubuh saya dengan makan dengan makanan berempah kadang tanpa nasi atau nasinya sedikit tapi lauk dan sayur aku banyakin, ini kadang bisa tahan seharian, jadi sore dan malam hanya ngemil buah atau martabak hahaha *sama aja* tapi itu yang membuat saya bisa semangat untuk makan demi kelangsungan kondisi kewarasan setiap harinya :D


Ayam Woku ala Bubun ZafRuby

Nah salah satu resep andalan saya yang berempah tapi sangat sedikit waktu yang digunakan adalah membuat Ayam Woku ini, Resep ini saya contek tapi tidak sepenuhnya dari blog mba mba Endang yang dikenal dengan just try and taste nya tapi gak asal contek karena ada beberapa bahan yang saya skip dan edit tergantung bahan yang ada dirumah :D

Sebenarnya jika dilihat bumbunya banyak dan menggunakan banyak waktu, tapi ternyata tidak, karena semua bahannya itu dihaluskan dengan cara diblender, jadi mempersipkannya pun mudah bersama anak-anak, saya tipikal senang dengan bumbu yang bukan diulek atau ditumbuk hahaha, berasa lama dan membutuhkan energi dan waktu yang banyak. Nah dibawah ini adalah bahan dan cara membuatnya :


Bahan:
 - 1 ekor ayam, aku menggunakan ayam kampung dan memotongnya kecil-kecil, kudiamkan 15 menit menggunakan perasan jeruk nipis dan garam
- 2 buah tomat merah belah menjadi 8 bagian
- 3 - 4 ikat kecil kemangi, ambil daunnya saja
- 2 - 3 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu dihaluskan:
- 6 siung bawang merah
- 5 siung bawang putih
- 2 ruas jari kunyit
- 2 ruas jari jahe
- 5 butir kemiri, sangrai

- 3 buah cabai rawit

Bumbu lainnya:
- 3 batang serai, ambil bagian putihnya dan memarkan
- 5 lembar daun jeruk, sobek batang tengahnya
- 2 lembar daun salam 
- 3 ruas lengkuas

- 10 buah cabai rawit merah, biarkan utuh (optional)
- 2 sendok teh garam 
- 200 ml air panas mendidih

Cara membuatnya :
Setelah bahan dan bumbu disiapkan, siapkan panci dan tumis bumbu yang telah dihaluskan, masukkan serai, daun jeruk, daun salam, lengkuas, tumis sampai harum lalu masukkan ayamnya, aduk sampai lemas, setelah itu masukkan tomat dan cabai merah rawit yang utuh, masak lagi, coba rasanya lalu masukkan kemangi, aduk sampai merata dan matikan kompor.


Jadi buat para ibu hamil yang kesekian kalinya pastinya sudah tau bawaan dirinya selama hamil, biarpun memang kondisi hamil berbeda-beda tiap orang dan anak, tapi ada baiknya kita tetap memperhatikan kandungan gizi gak asal kenyang dan kurangi untuk jajan diluar biarpun memang sayapun kadang setiap weekend juga jajan :D. Tapi minimal dirumah tetap harus dijaga asupan kita yah bund.

Kalau para bunda gimana? ada cerita seru gak tentang masakan ketika hamil, atau ada masakan kesukaan selama hamil? bisa sharing ke kolom komentar yah. Terima Kasih.
Post Comment
Posting Komentar

Auto Post Signature