Pengalaman Pertama Melahirkan di RSIA Kendangsari Surabaya

16 November 2019
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Beberapa hari lagi Rumi sudah memasuki usia 6 bulan, rasanya campur aduk banget karena ini menjadi pengalaman pertama saya untuk memakai metode MPASI bukan lagi BLW tapi spoonfeeding, tapi sekarang bukan mau bahas MPASI (Insya Allah next post yah) tapi pengalaman yang luar biasa saya dapatkan hampir 6 bulan yang lalu ketika melahirkan anak ke-3 saya Arrayyan Rumi Paingingi.


Kenapa Memilih lahiran di Surabaya?

Tau kabar bahwa saya hamil lagi untuk ke-4 kalinya (hamil pertama saya abortus spontan) pas kami baru sebulan tinggal di surabaya yang hampir 5 tahun kami di batam, tiba-tiba suami bilang : 'nanti melahirkan disini saja yah sayang, jauh sekaliki kalau di makassar lagi, lamaki dimakassar, kesepian sekali saya disini bah, kita coba lahiran disini, mencoba berjuang hanya kita, anak-anak, dan bantuan Allah' (dengan logat makassar suami yang masih kental), pertimbangan kala itu memang jadwal HPL saya jatuh diakhir bulan Ramadhan yang memungkinkan keluarga untuk tidak bisa hadir, saya langsung auto sedih campur senang, sedih karena pas lahiran pasti jauh banget dengan keluarga, betul-betul menjalani sendiri tanpa bantuan keluarga, terbesit hati kecil saya 'sanggupkah saya kelak seperti itu?' langsung ku tepis semua keraguan itu dan berangsur senang karena kami bisa dengan leluasa bergerak sendiri, mengatur sendiri, dan merencanakan sendiri, dan pastinya hubungan saya, suami, dan anak-anak menjadi lebih dekat.

Pas tau hamil saya langsung cari info via google tentang rumah sakit plus dokternya, karena saya gak mau periksa didokter ini melahirkan didokter lain, setidaknya dia tau riwayat saya dari pemeriksaan pertama sampai melahirkan plus mau menghubungkan chemistry saya dan dokter yang menangani karena saya tau kami adalah pasangan yang banyak tanya dan maunya (lirik suami :p)

Aku terbantu dengan teman saya yang kebetulan ketemu pertama pas event blogger di surabaya yaitu mba Nabilla yang kala itu sementara hamil besar, saya tanya-tanya sama beliau tentang dokter dan rumah sakit yang paling rekomendasi menurutnya. Sebenarnya saya udah ada calon Rumah Sakit tapi dokternya yang belum ada, alhamdulillah setelah ngobrol dengan mba nabilla saya langsung klop ketika mbaknya menyebutkan RSIA Kendangsari, dokternyapun sebenarnya dari dia yang mengusulkan, dan langsung saya noted dan besoknya saya bikin janji dengan beliau, sebelumnya saya riset dulu doung tentang dokter ini dan mencoba pertama kali, entah suami dan saya cocok, terutama suami, karena suami banyak tanyanya, jadi nyambung karena mungkin dokter saya ini seorang laki-laki. Terima kasih mba Nabilla yah :*

Kenapa Memilih RSIA Kendangsari untuk Melahirkan?

Dokter saya itu adalah : dr. M. Fachry, SpOG, pertama kali kami ketemu, selalu membuat cair suasana, berfikir positif banget, tau kalau saya khususnya seorang ibu yang pengalaman 2 kali lahiran dengan proses SC tingkat khawatirnya tinggi dan selalu memberikan kami informasi lengkap dengan bahasan medis yang sederhana, dan tidak lupa disertai beberapa ayat al-quran bahkan hadits, apalagi ketika saya telah melahirkan, dr. fachry ini memberikan pandangan soal aqiqah dengan cara Rasulullah kepada suami saya. itu sangat membantu ketika kami betul-betul menjalani semuanya berdua bersama anak-anak.
 
Ada banyak alasan saya melahirkan di RSIA Kendang sari, diantaranya yaitu :
  
Lokasi dekat dengan Rumah

Menjadi pertimbangan yang pertama karena jauh hari saya akan masuk di fase mungkin suami bisa jadi gak nganterin saya karena waktu kontrol dihari kerja atau kita ketemu disana, dan ketika melahirkan akses kerumah bisa dekat siapa tau ada yang terlupa bisa suami ambil dengan cepat, ingat untuk urusan kesana-kemari pasti saya berharap sama suami saja karena memang gak ada keluarga kan yah.

Rumah Sakit yang Rooming-In dan Pro ASI

Saya sebenarnya punya pengalaman yang tidak mengenakkan di tempat melahirkan dulu, zafran dan ruby tidak mendapatkan IMD dan sempat semalam saya gak tidur bersama mereka otomatis mereka terpapar pertama kali menggunakan susu formula, udah tau gitu kenapa masih di RSB itu yah karena dokternya, aku dah jatuh cinta sekali dengan dokternya tapi alhamdulillah ASI lancar biarpun persalinan pertama sempat mengalami baby blues selama sebulan. Dari pengalaman kemarin,  dari hasil riset saya via googling dan tanya-tanya serta datang langsung ke RSIAnya memang 2 kasus ini menjadi 'nilai jual' dari mereka.

Dan betul ketika saya mengalami sendiri, saya mengalami proses IMD yang sangat mengharukan karena pengalaman pertama, ketika saya mendengar samar-samar suara tangis rumi kala itu beberapa detik kemudian bayi itu langsung ada dihadapan saya dibantu dengan dr. dini dan suster untuk proses IMD. Langsung ku ucapkan 'Assalamualaikum Rumi' dan gak terasa air mata saya jatuh sambil melihat rumi dengan lincahnya menyusui, Masyaa Allah.

Tidak lama selesai operasi, mungki hanya 2 jam saya di ruang pemulihan, saya langsung diantar ke kamar, sayapun kaget karena mungkin baru pengalaman pertama, yang dulunya besok pagi baru saya diantar ke kamar, ini langsung diantar dan disana sudah menunggu rumi untuk disusui, dan juga ada abang zaf, kakak ruby dan suami tercinta yang sedang menunggu saya, Yaa Allah nikmat mana lagi yang saya dustakan :'))

Jadi sepanjang malam dan hari rumi selalu disisi saya, diambil suster ketika mau dimandikan saja selebihnya diantar langsung ke ruangan saya.

Dan aku juga speechless besok paginya dr.dini yang menjadi DSA rumi datang ke kamar untuk kontrol pagi langsung menanyakan dengan detail tentang proses ASI, mengajarkan saya perletakan secara optimal dan itu bukan hanya ngobrol tapi langsung praktek. Setelah dokter dini pergi dari kamar saya langsung datang suster untuk mengajarkan saya beberapa gaya menyusui yang aman dan membuat rileks bayi dan ibunya, sekali lagi tidak dengan ngobrol aja tapi langsung praktek. 

Yaa Allah ini yang saya butuhkan ketika sedih karena gak ada keluarga hanya dipantau dengan video call, tapi ada support system lain selain saya, suami dan anak-anak yang mendukung plus membantu saya dalam merawat cinta rumi saya.

Request Dokter Anak, Dokter Anastesi dan Perawat
 
Sedihnya saya baru tau ternyata di RSIA Kendangsari kita bisa meminta siapa yang akan jadi dokter anak kita, bisa sebutkan nama, Dokter anstesi kita perempuan atau lelaki bahkan perawat sekalipun kita bisa meminta juga hanya lelaki atau perempuan atau bisa dicampur. Jadi ketika sebelum mengganti pakaian operasi, perawat menanyakan : 'Mau minta dokter anak siapa Ibu Lubnah?' saya yang polos kala itu karena rasa was-was karena mau sc tiba-tiba bertanya : 'emang bisa diminta gitu?' perawatnyapun langsung menjelaskan bahwa disini bisa request sesuai permintaan dokter anaknya siapa, dokter anasetsinya bisa minta laki-laki atau peremuan, perawat yang ada didalam ruangan operasipun bisa minta mau hanya ada laki-laki atau peremupuan atau campur aja. 

Tapi sayangnya karena saya dadakan diinfokan seperti itu karena memang saya gak tau, jadinya hanya meminta Dokter anak aja yaitu dr. Dini dan gak bisa request dokter anastesi karena udah jalan menuju rumah sakit, plus perawat karena gak ada permintaan sebelumnya. Yah gak apa-apa deh, jadi pengalaman aja buat para bunda untuk bisa jadi pertimbangan kalau kelak ingin melahirkan di RSIA Kendangsari, tapi jujur ini menjadi pelayanan yang menurutku sangat membantu kenyamanan pasien yang akan melakukan operasi.

Adanya Fasilitas Screening dan Gratis USG 4D 

Jujur saya kira USG 4D sama loh dengan Screening ternyata beda yah, dan itu saya dijelaskan sama dr. fachry. Jadi ketika saya masih terlentang diperiksa oleh dr.fachry saya meminta untuk USG 4D dengan seketika langsung dokter merubah layar pemeriksaanya dari USG 2D menjadi 4D dan menyuruh suami saya melihat dan menyuruh untuk foto menggunakan kamera.

Sepolos itu suami saya bertanya 'ini gak apa-apa dok saya mengambil gambar?' dr.fachry langsung menjawab 'lah gak apa-apa dari pada diprint kan sayang soalnya kandungan ibu lubnah udah 28 minggu bayinya udah besar dan gak bisa terlihat jelas juga sebenarnya' dan seketika suamiku menceritakan pengalaman USG 4D di makassar dan di batam. Dan alhamdulillah diluruskan sama dr.fachry bahwa yang kami maksud itu bukan USG 4D tapi screening yaitu serangkain pemeriksaan janin untuk mengetahui apakah memiliki kelainan atau cacat lahir tertentu, yang disarankan dites pada usia kehamilan trimester kedua. Pemeriksaannya harus bikin janji dulu sama dokter fachry karena hanya hari tertentu dan memiliki waktu yang panjang karena prosedurnya banyak yang diperiksa.
Pas dah dikasih tau seperti itu jadinya dapat ilmu lagi nih dari dr.fachry, tapi sayangnya saya gak bisa screening karena usia kehamilan saya saat itu udah masuk trimester ketiga. Untuk informasi biaya screening bisa langsung tanya ke RSIA Kendangsari yah!

Fasilitas Kamar yang Super Lengkap dan Memuaskan

Karena saya melahirkan SC sayapun membuat jadwal lahiran yang udah ditentukan bersama dr. fachry, tapi ketika pas hari lahiran, kamar yang saya pesan yang awalnya VIP masih penuh, karena jadwal pasien sebelum saya ada masalah yang harus masih tinggal sehari. Tidak membuat kita lama menunggu solusi dari pihak rumah sakit langsung ada, karena kamar VIP lainnya juga penuh kami langsung di pindahkan ke kamar VVIP tapi pembiayaan tetap VIP, Masyaa Allah rejeki Rumi yahh, Alhamdulillah.

Bukan hanya pelayanannya yang cepat dan ramah, tapi menu makanan untuk pasien dan pendamping itu sangat, sangat enak, dan banyak hahaha, soalnya busui dan pendampingnya selalu kelaparan hahaha saya seperti gak makan makanan rumah sakit yang terkesan hambar, tapi seperti makan-makanan rumah sampai anak-anak itu menikmati sampai ludes bahkan menunggu waktu makan hehehe.

Suasana rumah sakitpun yang nyaman, petugas kebersihan yang selalu membersihkan 2 kali sehari, dan perawat santun dan sopan, bukan hanya mengecek keadaan pasiennya tapi menanyakan tentang apa lagi kebutuhan yang bisa kami berikan.

Kantin yang Cantik, Lengkap dan Bersih

Ketika saya melahirkan tepat di bulan puasa, suami yang kebetulan puasa itu gak khawatir meninggalkan saya untuk sekedar mencari makanan, karena kantin yang berlokasi di sebelah gedung Rumah Sakit itu sangat lengkap dengan variant makanan berat dan kue-kue sebagai cemilan. Dan bukan hanya buka puasa yah, tapi untuk sahurpun tersedia, dan makanannya sama enaknya dengan makanan untuk pasien rumah sakit.

Pendaftaran Online maupun offline yang mudah

Bagi saya yang susah keluar dengan membawa anak-anak hanya sekedar mendaftar jadwal kontrol, pendaftaran online ini sangat terbantu tinggal download diaplikasi android, jadwalnyapun bisa pesan seminggu sebelum jadwal kita dan asyiknya lagi bayarnyapun pas kita udah datang untuk jadwal kontrol kita, tapi syaratnya kamu bukan pendaftar pertama kali untuk kontrol, karena untuk pertama kali harus langsung ke RSIA Kendangsari.

Lain lagi caranya dengan daftar offline, jika online kalian akan mendapatkan nomer ganjil sedangkan nomer genap jika mendaftar lewat offline, pendaftaran bisa dibuka pas hari pemeriksaan kita, dan jam bukanya dimulai pukul 5 pagi. Ohh iaa, pengalaman saya jika online gak dapat, saya menggunakan aplikasi gojek untuk mendaftar offline nanti mereka yang bayar dulu setelah mengantarkan kartunya baru kita bayar ke gojeknya, mudahkan :))

Satpam Santun dan Gerak Cepat

Setiap kita datang untuk parkir baik penuh ataupun kosong selalu diarahkan dengan cepat dan santun. Ketika turun dengan membawa bayi atau balita sekalipun kami langsung dipayungi menuju pintu depan Rumah Sakit, apalagi ketika membuka dan menutup pintu untuk masukatau keluar rumah sakit selalu disambut dengan ucapan salam dan rasanya hangat sekali. 

Biaya Persalinan RSIA Kendangsari

Untuk fasilitas yang banyak dan menyenangkan aku rasa semahal atau semurah apapun itu relatif yah, yang penting pelayanan untuk kelas 3 ataupun VVIP itu tetap sama yang membedakan mungkin hanya fasilitas kamar saja. Biarpun sampai sekarang RSIA Kendangsari tidak bekerjasama dengan BPJS tapi ada banyak asuransi dan perusahaan untuk pembiayaan termasuk kantor suami saya, yang alhamdulillah untuk setiap persalinan ditanggung oleh kantor suami sampai 3 anak, untuk anak ke-4 tanggung sendiri yah heheheh
 
Biaya Melahirkan di Surabaya
Add caption

Selain fasilitas Rumah sakit yang didalalamnya ada kamar yang sangat memuaskan, ada juga pelayanan kamar bayi yang sungguh membantu saya dalam mempersiapkan bekal saya dirumah mengurus rumi sendiri bersama suami, ketika rumi tiap mandi pagi dan sore, saya dipanggil ke kamar untuk datang ke kamar bayi untuk melihat proses bayi mandi dan merawat tali pusar, bukan hanya melihat loh sayapun diajar untuk melakukan hal yang sama. Dan makin speechlessnya saya ketika hari terakhir saya memandikan rumi di rumah sakit, saya kala itu belum telaten memandikan bayi, sampai berkali-kali diajar untuk memandikan biar lancar pas pulangnya, dan ditambah sayapun diajar untuk gimana melakukan pijat bayi. Masyaa Allah yahhhh...

Jadi saya rasa sangat setimpal dengan banyak pelayanan yang kami dapatkan dengan harganya, mungkin jika ada teman bahkan saudara ingin rencana lahiran di surabaya saya menyarankan untuk ke RSIA Kendangsari. 

Untuk saran dari kami saja untuk RSIA Kendangsari tolong parkirannya bisa diperluas, sehingga pasien bisa lebih leluasa akses keluar masuk dan tidak khawatir jika tidak mendapatkan parkiran karena memang sering membludak pasiennya, dan terutama kita gak mengganggu pengguna jalan lain karena parkirannya sudah memakai bahu jalan.

Terima Kasih untuk RSIA Kendangsari Surabaya, Semoga kualitas tetap terjaga dan lebih meningkat lagi. Amin



25 komentar on "Pengalaman Pertama Melahirkan di RSIA Kendangsari Surabaya"
  1. Ya Allah, terharuku baca tentang RS ini, Unna. RS dambaan. Cocok mi memang dipilih sama Unna. Share ki tawwa link ini ke pihak RS, Unna.

    Btw, baarakallahu fiikum, sehat sekeluarga di rantau, yah. 😍

    BalasHapus
  2. Waaah menarik sekali ulasannya bund..
    Kebetulan saudari kami yang di Surabaya lagi pilih-pilih RS untuk melahirkan.
    Bisa pas gitu! ^^ Izin share yaaa bund ^^

    BalasHapus
  3. Mbaaaa masyaAllah tabarokAllah, udah launching aja nih dedek bayiknyaaaa, aku blum main2 ke rumah
    Iya euy, RSIA Kendangsari memang top of mind ibu2 muda di Sby sih
    Kece banget!

    BalasHapus
  4. Saaayyy, jujur dari kemaren kepo banget ama proses persalinannya, membayangkan saja saya udah gimanaaa gitu, pengen banget bantuin, secara saya juga dulu lahiran seorang diri.
    Sayang saya punya bayi juga, nggak bisa ke sana huhuuhuhu.

    Btw tulisannya mengingatkan saya akan kehamilan kemaren, sekaligus kangen hamil *plak!
    Enggaaaaakkkk...
    Saya kapok hamil tepar sendiri..
    Kasian anak-anak kena marah mulu hahaha

    Selama kehamilan kemaren, hiburan itu cuman dari dokternya, masha Allaaaahh sabarnya ampun deh.

    Saya ingat dokternya screeening atas inisiatif sendiri di saat usia kehamilan berapa ya? lupa yang jelas, memang sebaiknya screening tuh pas janin masih kena alat penuh, jadi nggak sebagian-sebagian gitu.

    Over all, saluutt banget padamu say!
    You are the best woman super mama banget.

    4 jempol juga sama partner suaminya.
    Masha Allah..
    Kalian memang pasangan yang luar biasa.

    Kompak dalam segala hal.

    Sejujurnya, jika pasangan sudah bisa kompak, tantangan sebesar apapun bisa ditaklukan.

    Padahal, dirimu sering ditinggal-tinggal sama anak-anak saja ya say.

    Barokallahuuu :*

    BalasHapus
  5. Senangnya ya lahiran di RSIA Kendangsari ini, fasilitas dan pelayanannya bagus. Semuanya ramah2, bikin yang mau lahiran lebih tenang juga. Aku dulu waktu lahiran, bayi dibawa ke ruanganku kalau mau minum ASI saja, selebihnya di ruang bayi. Ini kebalikannya ya, bayi bersama ibunya terus kecuali kalau mau dimandikan. Senangnya.

    BalasHapus
  6. wah jadi inget pas lahiran tahun lalu, enak ya mba di rumkitnya ternyata bisa milih dokter, perawatnya pas aku sih ga hehehe...
    dan waktu dijahit juga aku ga langsung imd tapi besoknya

    BalasHapus
  7. Enak ya kalau bisa memilih dokter anak dan anestesi. Suka deh dengan fasilitas dan service rumah sakit seperti ini. Mau melahirkan juga jadi lebih nyaman

    BalasHapus
  8. Wah aku udah gak ngerti teknik MPASI nih mbak ternyata sekarang ada spoonfeeding ya hihihi, maklum si bungsu aja udah mau 10 tahun pasti perkembangan teknik makan buat bai makin pesat.
    Paling ditunggu-tunggu banget nih usia 6 buat makan pertamanya.

    Di mana aja yang pentin gselamat dan sehat-sehat ya mbak melahirkannya palagi kalau harus pulang ke Makassar terlalu jauh.

    BalasHapus
  9. Aku belum jadi ibu karena belum nikah. Melahirkan adalah sebuah proses yang sangat penting bagi calon Ibu yah.ditambah lagi dengan fasilitas melahirkan.

    BalasHapus
  10. Masya Allah...seneng baca RS yg service nya maxi kaya begini. Dokternya bisa milih lagi

    BalasHapus
  11. Wah memang bagus pelayanan di RS ini ya..jadi senang membacanya. Pantas saja teman2 di Surabaya memilih RS ini.

    BalasHapus
  12. Wah ini langka mbak �� biasanya ibu yg sc kan ga dapet prioritas IMD dr RSnya, semacem udh pasti ga pro ASI gitu, tp masyaaAllah ini RSIA Kendangsari. Apalagi bs request dokter, perawat dgn gender yg nyaman buat kita.. Sehat2 ya mbakk dan keluarga

    BalasHapus
  13. Saya juga suka dengan rumah sakit ibu dan anak yang rooming-in dan pro ASI. Menjamin kelekatan kita dengan bayi dan bisa kasih ASI full

    BalasHapus
  14. D surabaya bagus2 sih mb emang
    Banyak pilihan
    Kk saya dulu pun d sini lahiranny
    Btw baca ini saya baperr krn pas hamil smpe detik ini justru ldm sm suami wlo deket sm sodara ortu dll
    Emang rumput tetangģa lbih hijau y mb
    Wkkk maap curcol

    BalasHapus
  15. Kalau di tinggal di Surabaya pastinya saya nggak bakal repot-repot lagi nih cari RS yang recommended buat lahiran. Baca ulasannya Mbak ini saja udah cukup. Rekomended banget yah RSIAnya ini. Saya juga ndak lama lagi in sya Allaah lahiran di Makassar tapi dan milihnya RSIA Ananda.

    BalasHapus
  16. Wah baru bisa request dokter anak dll lagi berarti untuk persiapan anak ke4 aja mba un. Btw karena dulu Aqila telat ketauan jantung bocornya, jadi syaffira di screening tapi ga pernah 4D.

    BalasHapus
  17. Alhamdulillah dapet RS yang oke bangeeet mba..ini namanya jodoooh ya mba..dan pastinya kereeen pelayanannya

    BalasHapus
  18. Wah, fasilitasnya lengkap ya. Dan harganya masih dalam range terjangkau. Informasi yang seperti ini nih yang dibutuhkan para ibu yang mau melahirkan. Soalnya dulu, aku kesusahan nyari informasi yang kayak gini. Semoga banyak yang mendapat manfaat :)

    BalasHapus
  19. Alhamdulillah ya tempatnya oke, dan treatment kepada pasien bagus. Jadi berasa kayak ada keluarga yang memperhatikan meskipun kenyataanya ga ada saudara yang mendampingi.

    BalasHapus
  20. Cukup recomen banget ya kak untuk persalinan harganya juga relatif banget. Semoga dedek Baby sehat selalu ya.

    BalasHapus
  21. Wah reviewnya lengkap ini mbak. Aku nyesel dulu ga nyempetin ngereview RS tempat anak2ku lahiran

    BalasHapus
  22. Saya dulu juga milih lahiran di kota domisili sama suami, gak milih pulkam ke Sby hehe, soalnya nanti kelamaan di Sby dan bingung bawa2 bayi ke Jkt :D Selain itu spy ayahnya nemenin saat persalinan biar tau bikinnya berdua nglahirirnnya jg kudu berdua #apaansih hahaha

    RSIA Kendangsari ini sejak awal2 zaman pro asi pro rooming in emang yang paling heits, sampai skrng juga yaaa :D
    Teman2ku juga banyak yang milih lahiran di sana mbak.

    BalasHapus
  23. rumah sakit ini bener-bener rekomendasi ya soalnya mengutamakan perasaan ibu dan anak. Bayi baru lahir itu membutuhkan ASI

    BalasHapus
  24. Aku kebalikan dari kak April (yang komen di atas). Aku arek Suroboyo, rek...tapi nek lairan, gak wani mbonek.
    Hahaha...aku tinggal di Bandung, kak..
    Pokonya usia kehamilan masuk 8 bulan, aku mesti packing pulang.

    Dan semua saran ke RSIA Kendangsari. Karena dari segi lokasi juga lumayan terjangkau laah...
    Rumah (orangtua)ku di Ketintang.

    Tapi qodarulloh...Babe rahimahullah punya kenalan ustadz yang anaknya jadi dokter obgyn di RSI Jemursari. Jadi aku disuruh Babe coba cek ke dr. Fathimah, namanya.

    Alhamdulillah,
    Anak pertama kedua lahiran akte Surabaya.
    Hehheeh...

    Salam bonek!

    BalasHapus
  25. senengnya diayomi banget ya mbak, sampai diajari cara mijet bayinya juga. selamat ya mba ^^

    BalasHapus

Auto Post Signature